Sunday, 30 October 2016

Cuma Gara Gara Berebut Barang Ini, Antar Pendukung Agus -Sylvi Sampai Ricuh & Ribut

Cuma Gara Gara Berebut Barang Ini, Antar Pendukung Agus -Sylvi Sampai Ricuh & Ribut


Pendukung Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni sempat ricuh di pintu Ballroom Jakarta Theatre, Minggu (30/10/2016) petang.

Keributan terjadi saat staf pengamanan bioskop dan pengamanan dari cagub-cawagub menertibkan pendukung yang berebut mendapatkan goodybag.

Hal itu terjadi seusai Agus menyampaikan pidato politiknya di hadapan ratusan pendukungnya. Goodybag itu berisi sebuah mok, pin, kaus, dan brosur.

Barang-barang itu bertuliskan "Pilih Nomor 1", "Agus Sylvi", dan "#JakartaUntukRakyat".

Panitia dibagi menjadi dua kelompok. Masing-masing membagikan goodybag satu per satu kepada pendukung yang datang.

Kericuhan terjadi ketika ada pendukung yang diduga ingin membawa goodybag lebih dari satu. Ada pula pendukung yang tidak mengantre atau keluar dari jalur saat akan mengambil goodybag sehingga suasana menjadi tidak tertib.

"Pak, satu-satu ya. Semuanya dapat," kata salah seorang anggota panitia.

Suasana bertambah tidak kondusif ketika ada oknum yang mendorong-dorong pendukung lainnya. "Eh jangan dorong-dorong," kata seorang panitia.

Staf pengamanan mencoba menertibkan antrean yang tidak rapi tersebut. Namun, dorong-dorongan antar-pendukung tetap tak bisa dihindari. Akibatnya, staf pengamanan berteriak dan meminta pendukung untuk tertib.

"Woi, jangan dorong-dorong. Jangan ribut, jangan ribut, kebagian semuanya," seru staf pengamanan kepada pendukung.

Selain itu, terlihat para pendukung Agus-Sylviana yang menghadiri acara tersebut juga mendapat dua balon tepok serta bantal berbentuk segi empat.

Bantal berukuran sekitar 20 x 20 cm itu berwarna jambon. Di bagian depan bantal ada gambar Agus, sementara Sylvi di bagian belakangnya.

Share:

Nanik Sudaryati Sebar Berita 500 Tentara China Datang Ke Jakarta Untuk Dukung Ahok, Ini Reaksi Polri

Nanik Sudaryati Sebar Berita 500 Tentara China Datang Ke Jakarta Untuk Dukung Ahok, Ini Reaksi Polri


Sebelumnya Beredar Berita Hoax Di Media sosial yang di viralkan oleh akun Hater Ahok " Nanik Sudaryati "

Nanik Sudaryati Lewat aku facebooknya menyebarnya berita Hoax bahwa 500 Tentara dari China Datang Ke Jakarta Untuk Dukung Ahok

Berita Hoax soal kedatangan 500 tentara china ke jakarta untuk dukung ahok yang diviralkan oleh akun fb " nanik sudaryati" hingga kini telah di share oleh 2.627 pengguna facebook

Nanik Sudaryati ini merupakan loyalis Prabowo subianto sejak pilpres 2014 silam dan mempunyai sifat dan kegemaran yang sama dengan pakar keliromologi " Jonru" yaitu menyebarkan Fitnah murahan tanpa data yang jelas

Lalu Bagimana Tanggapan Polri atas berita hoax yang disebarkan Nanik Sudaryati ?

Dikutip islamnkri.com dari detik.com , Polisi memastikan informasi tersebut tidak benar alias hoax!

"Itu hoax! Informasi yang dimaksud nihil," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono kepada detikcom, Minggu (30/10/2016).

Awi mengatakan, pihaknya sudah melakukan pengecekan dan koordinasi dengan pihak bandara. Pengecekan dilakukan setelah ada informasi kedatangan 500 orang WN Cina melalui Gate 3 Terminal D Bandara Soekarno-Hatta pada Jumat 28 Oktober pukul 20.15 WIB dengan menggunakan pesawat Cathay Pasifik CX 719.

"Malam hari pukul 21.40 WIB kami koordinasi dengan petugas PT JAS terkait jumlah kedatangan penumpang pesawar Cathay Pasifik CX 719 pada hari dan jam yang dimaksud, namun penumpangnya hanya sebanyak 270 orang terdiri dari 120 laki-laki, 135 perempuan dan 15 anak-anak. Adapun Informasi yang dimaksud nihil," jelas Awi.

Tidak sampai situ saja, polisi juga melakukan pengecekan ke Hotel Pop! pada pukul 22.30 WIB. Dari hasil pengecekan ke hotel tersebut, yang menginap pada malam itu hanya ada 64 orang.

"Dan tidak ada WN China," imbuh Awi.

Polisi juga menelusuri informasi tersebut dengan berkoordinasi dengan perugas imigrasi Terminal 2 Bandara Soekarni-Hatta dan tidak ada informasi yang dimaksud.

"Kemudian hasil koordinasi dengan manajemwn hotel Pop! pada Minggu (30/10) sekitar pukul 07.50 WIB didapatkan informasi bahwa WNA China atas nama Jian Zhiping beserta 27 orang lainnya benar menginap di Hotel Pop! check-in pukul 22.45 WIB tanggal 28 Oktober 2016 dan check out pada tanggal 29 Oktober pukul 04.00 WIB kemudian menuju ke Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta untuk terbang ke Kendari," terang Awi.

Masyarakat diminta tidak menyebarkan informasi hoax yang dapat meresahkan. "Masyarakat juga kami imbau untuk tidak mudah percaya dengan isu-isu yang belum tentu kebenarannya," pungkas Awi.


Share:

Ketakutan Lihat Selebaran Prestasi Ahok Di Masjid, Ini Instruksi Habib Rizieq Kepada Laskar FPI

Ketakutan Lihat Selebaran Prestasi Ahok Di Masjid, Ini Instruksi Habib Rizieq Kepada Laskar FPI


Imam besar Front Pembela Islam menginstruksikan untuk men-sweeping selebaran prestasi Gubernur DKI Jakarta (Ahok) yang tersebar di Masjid dan sejumlah tempat lainnya.



Mereka meminta agar selebaran prestasi itu dimusnahkan.

"Instruksi Imam Besar FPI: Seluruh aktivis FPI DKI segera buru, sita dan musnahkan selebaran prestasi Ahok yang disebar di Masjid, Pasar, dll," tulis DPP FPI lewat kicauan di Twitter, kemarin.

Dalam gambar yang diunggah FPI, di atas selebaran tertulis Peringatan Nasional Hari Santri, "Prestasi Dan Kepedulian Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terhadap Umat Islam Jakarta".

Sejumlah prestasi yang disebut dilakukan Ahok adalah; Pertama, membangun masjid di Balai Kota diberi nama Masjid Fatahillah.

Masjid ini digagas di era Gubernur Jokowi, dilaksanakan dan selesai di era Ahok.

Setelah selama puluhan tahun dan belasan gubernur Jakarta Muslim, Balai Kota tidak memiliki Masjid.

Kedua, Ahok membangun masjid Agung Jakarta; Ketiga Ahok membangun masjid-masjid di setiap rusun-rusun yang dibangun.

Ahok bertekad untuk menjabat Gubenur untuk masa periode kedua.

Namun kini ia tersandung kasus dugaan pelecehan terhadap umat Islam. Polisi masih melakukan penyelidikan. 

Share:

Masyarakat Harap Tenang, Ini Alasan Polri Minta Korps Brimob Seluruh Indonesia Siaga Satu

Masyarakat Harap Tenang, Ini Alasan Polri Minta Korps Brimob Seluruh Indonesia Siaga Satu



Beredar nota dinas Wadan Korps Brimob Polri Brigjen Pol Anang Revandoko kepada jajaran internalnya. Nota dinas itu berisi pemberitahuan siaga I. Terkait apa?

"Itu untuk internal mereka itu. Itu untuk internal mereka untuk kesiapan personel," kata Karo Penmas Polri Brigjen Agus Rianto saat dikonfirmasi, Sabtu (29/10/2016).

Agus menjelaskan bahwa saat ini di masa-masa pilkada di beberapa daerah sehingga Brimob menyiapkan diri untuk hal-hal berkaitan dengan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Hal itu dianggap perlu karena tugas yang tiba-tiba bisa saja diperlukan di masa saat ini.

"Iya itu untuk internal Brimob. Enggak ada, enggak ada. Jadi untuk, supaya sekarang kan masa-masa kampanye, kan gitu kan. Masa-masa pilkada, kemudian situasi juga kamtibmas, termasuk di dalamnya gangguan-gangguan bencana segala macam jadi mereka mengingatkan untuk stafnya sewaktu-waktu diperlukan untuk tugas-tugas tiba-tiba gitu," jelas Agus.

Dalam nota dinas itu, pihak-pihak yang ditujukan untuk siaga I yaitu para asisten Korbrimob, para Danmen Korbrimob, Para Kasi Korbrimob, Kataud Korbrimob, dan Kaur Keu Korbrimob. Nota dinas itu tertanggal 28 Oktober 2016 dan ada tembusan ke Dankorbrimob Polri.

Tertulis rujukan yang digunakan untuk nota dinas itu yaitu Undang-undang RI nomor 2 tahun 2012 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia dan Reknon Aman Nusa I tahun 2016 nomor R/Renkom/101/I/2016 tanggal 19 Januari 2016 tentang menghadapi kontijensi konflik sosial tahun 2016. Status siaga I itu terhitung mulai Jumat, 28 Oktober 2016 sampai dengan ada pencabutan.

"Sehubungan dengan hal tersebut di atas, disampaikan kepada para AS/DAN/KA, bahwa dalam rangka antisipasi gangguan kantibmas di seluruh wilayah NKRI dan mengantisipasi perkembangan situasi di lapangan, maka perlu DINYATAKAN SIAGA I, diulang kembali DINYATAKAN SIAGA I," demikian tertulis dalam nota dinas itu.

Dikabarkan pula dalam penggalan surat lain disebutkan bahwa sejumlah pasukan Brimob Polri BKO Polda Metro Jaya sudah berada di Jakarta  Jumat 28 Oktober 2016 dan paling lambat Minggu 30 Oktober 2016.

Share:

Patung Buddha Amitabha Di Vihara Tri Ratna Diturunkan Paksa, Begini Reaksi Keras Buya Syafii

Patung Buddha Amitabha Di Vihara Tri Ratna Diturunkan Paksa, Begini Reaksi Keras Buya Syafii


Keputusan Walikota Tanjung Balai Sutrisno Hadi memerintahkan penurunan Patung Buddha Amitabha dari bangunan Vihara Tri Ratna di Tanjungbalai asahan telah mencederai hak sipil dan melukai rasa keberagamaan pemeluk Buddha.

Demikian dinyatakan mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Syafii Maarif. Ia juga meminta perintah itu dipertimbangkan kembali.

Menurut dia, alasan adanya desakan dari ormas tertentu untuk menurunkan patung tersebut tidak bisa dijadikan pembenar bagi lahirnya keputusan yang menggoncangkan sendi-sendi pluralisme itu.

Terlebih, bangunan Vihara Tri Ratna adalah legal karena sudah mengantongi IMB dari Walikota dengan Nomer 648/237/K/2006.

Veryanto Sitohang, Direktur Pelaksana Aliansi Sumut Bersatu, menemukan bahwa surat dari Yayasan Vihara Tri Ratna Tanggal 12 Juni 2010 No. 05/YVTR-VI/2010 dan dari Pengurus Daerah Majelis Budhayana Indonesia Tanggal 16 Juni 2010 No. 085/MDI-Sumut/VI/2010 yang ditujukan kepada Dirjen Bimbingan Massal Umat Buddha menjadi bukti kuat bahwa masyarakat Buddha sangat keberatan dengan keputusan Walikota tersebut.

"Menurunkan secara paksa sebuah simbol suci yang sangat dihormati oleh pemeluk Buddha jelas sangat melukai," kata Fajar Riza Ul Haq, Direktur Eksekutif Maarif Institute.

 "Ini bukan persoalan mayoritas dan minoritas. Tapi persoalan bagaimana kita menghormati sebuah simbol sakral agama sebagaimana kita menjaga kehormatan agama kita sendiri." ujar Fajar Riza Ul Haq


Share:

Friday, 28 October 2016

Amien Rais Tulis Artikel" Bung Jokowi Selesaikan Skandal Ahok" Ini Reaksi Guntur Romli

Amien Rais Tulis Artikel" Bung Jokowi Selesaikan Skandal Ahok" Ini Reaksi Guntur Romli


Tim kampanye Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ikut mengomentari artikel yang dibuat politikus senior Amien Rais berjudul 'Bung Jokowi, Selesaikan Skandal Ahok'.

Menurut tim sukses Ahok, Guntur Romli, tulisan ini makin jelas menunjukkan memang Jokowi sasaran utamanya.

Ia pun mengutarakan jika Amien Rais yang pernah kobarkan Perang Badar untuk memenangkan Prabowo dan kalahkan Jokowi.

"Makin jelas, sasaran utamanya memang Jokowi, ini Amien Rais yang pernah kobarkan Perang Badar untuk memenangkan Prabowo dan kalahkan Jokowi," ujar Guntur lewat cicitan di Twitter-nya, Jumat (28/10/16).

Sebelumnya sejumlah anggota timses Ahok juga mengunggah beberapa bukti video yang menunjukkan adanya gerakan mengarah ke Presiden Jokowi sebagai sasarannya.


Amien Rais dalam artikelnya mengatakan, ia menuliskan pendapat ini sebagai masukan buat Bung Jokowi. 

"Saya yakin kasus penistaan Ahok pada Alquran menuntut penyelesaian secepatnya, langsung di bawah pengarahan dan pengawasan Presiden. Lihatlah rangkaian demo yang makin marak di berbagai daerah.," ujarnya.

Dalam bagian terakhir tulisannya, Amien Rais menjelaskan.  semua tahu bahwa Kapolri dan seluruh jajaran Polri berada dalam kendali Presiden Jokowi. Terus terang, kata ia, kasihan Kapolri harus memikul tanggung jawab untuk penyelesaian hukum kasus skandal Ahok dan menjadi sasaran kritik masyarakat sampai sekarang.

"Lucunya, Anda belum berkata sepatah kata pun sampai sekarang tentang skandal Ahok. Sungguh aneh. Ada apa gerangan?" tanyanya/

"Bola penyelesaian skandal Ahok yang sangat berbahaya itu ada di tangan Anda. Hentikanlah permainan image building (pencitraan) Anda. Di sebuah kesempatan, Anda bicara, biarlah KPK mengurusi korupsi gede, sementara Anda yang kecil-kecil."

Amien Rais pun mendoakan Bung Jokowi bisa mengambil langkah cepat, bijak, dan tepat. "We are racing against time, kita berlomba dengan waktu," katanya.

Skandal Ahok, kata Amien Rais, penting 'mbahnya' penting untuk segera diselesaikan secara hukum. Jangan berputar dan berkeliling membeli waktu dengan harapan skandal Ahok dapat meredup, dan akhirnya selesai dengan sendirinya. "Sesuatu yang mustahil. Bung Jokowi, saya hanya mengingatkan."

Share:

Pesan Dahsyat Ustad Abu Janda al-Boliwudi Buat Kaum Rasis Yang Sangat Bernafsu Menghabisi Ahok

Pesan Dahsyat Ustad Abu Janda al-Boliwudi Buat Kaum Rasis Yang Sangat Bernafsu Menghabisi Ahok


Lewat Akun Facebooknya Parodi Buatannya Yang diberi Nama " Ustad Abu Janda al-Boliwudi " , Aktivias Muda NU Permadi Arya membuat postingan pedas sekali yang ditujukan kepada kelompok ekstrimis yang selama ini getol menyerang ahok pakai dalil dalil agama yang dipelintir dan bukan pada tempatnya

Berikut ini Postingan lengkap Permadi Arya berjudul " JANGAN KAU KENCINGI " yang dikutip islamnkri.com dari akun Fb parodi Buatannya " Ustad Abu Janda al-Boliwudi"

JANGAN KAU KENCINGI

Jangan kau kencingi pengorbanan darah para pahlawan dengan menjual sentimen muslim non muslim, pribumi non pribumi di Pilkada..

Jangan kau kencingi jasa pahlawan Kristen Martha Christina Tiahahu yang angkat senjata melawan kolonial Belanda.

Jangan kau kencingi jasa pahlawan Nasional Tionghoa Lie Tjeng Tjoan atau Laksamana Muda TNI (Purn.) John Lie yang memasok persenjataan bagi para pejuang.

Jangan kau kencingi jasa pahlawan Kristen Kapitan Pattimura (Thomas Matulesy) yang telah merebut benteng Belanda pada tahun 1817. *PATTIMURA BUKAN MUSLIM

Jangan kau kencingi jasa pahlawan Kristen Robert Wolter Monginsidi yang mengorbankan jiwa mempertahankan kemerdekaan dari Agresi Militer Belanda.

Jangan kau kencingi jasa pahlawan Katolik Agustinus Adisutjipto yang gigih berjuang sampai namanya diabadikan menjadi nama Bandara di Yogyakarta.

Jangan kau kencingi jasa pahlawan Katolik Komodore Yos Sudarso yang gugur dalam pertempuran melawan Belanda diatas KRI Macan Tutul.

JANGAN KENCINGI BUNG KARNO

"Republik Indonesia BUKAN milik satu golongan, BUKAN milik satu agama, BUKAN milik satu etnis saja, tapi milik seluruh Rakyat Indonesia", Ir. Soekarno

Jangan kau kencingi muka Bung Karno dengan membawa-bawa isu etnis & agama ke Pilkada, yang hanya akan memecah belah bangsa.

JANGAN KAU KENCINGI NABI

Bangsa Tionghoa berjasa dalam awal hadirnya Islam di bumi nusantara lewat peran besar Laksamana Cheng Ho. Mantan Presiden BJ Habibie menyatakan bahwa ISLAM HADIAH DARI BANGSA CINA.

Jangan kau kencingi wasiat Nabi Muhammad SAW dengan menghasut permusuhan terhadap keturunan Cheng Ho yang telah membantu menyebar Islam.

JANGAN KAU KENCINGI PANCASILA

Jangan kau kencingi Pancasila
Jangan kau kencingi Agama
Hanya demi urusan Pilkada

Ustad Abu Janda al-Boliwudi
( Nahdliyin pegiat Bhinneka )

* keterangan: pernyataan bung karno dalam gambar adalah yang pakai ITALIC huruf miring..

1. negara ini bukan milik satu agama / etnis saja

http://m.bintang.com/lifestyle/read/2295420/17-quote-soekarno-yang-bikin-api-semangat-kemerdekaan-berkobar

2. PATTIMURA BUKAN MUSLIM

https://en.wikipedia.org/wiki/Pattimura

3. JOHN LIE PAHLAWAN NASIONAL

http://www.cnnindonesia.com/nasional/20150216123948-20-32449/tionghoa-dalam-deretan-nama-pahlawan-bangsa/

ISLAM HADIAH DARI BANGSA CINA

http://republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/13/09/27/mtrx43-habibie-hadiah-terbesar-bangsa-cina-ke-indonesia-adalah-islam

#SayNoToTerrorism

Hingga Berita ini diturunkan oleh islamnkri.com, postingan heboh Aktivias Muda NU Permadi arya lewat akun parodinya " Ustad Abu Janda al-Boliwudi" ini sudah di share oleh 12288 pengguna facebook dan jumlahnya terus bertambah

Share:

Rizieq: Jangan Halang-Halangi Kami, Chaos Bisa Meluas dari Sabang sampai Merauke

Rizieq: Jangan Halang-Halangi Kami, Chaos Bisa Meluas dari Sabang sampai Merauke


Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab, membantah isu yang menyebut bahwa Aksi Bela Islam yang akan digelar 4 November 2016 diskenario bakal terjadi chaos berupa bentrok dengan aparat keamanan.

Ini disampaikan Rizieq ketika memimpin delegasi ulama dan tokoh agama menemui Wakil Ketua DPR Fadli Zon dan Fahri Hamzah di kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Jumat (28/10/16).

Saat itu mereka menyampaikan aspirasi agar pimpinan dewan mendorong penegakan hukum atas kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

"Tidak benar berita beredar bahwa Aksi Bela Islam merencanakan chaos. Kita tidak pernah merencakana itu. Kedatangan kami ke Istana agar presiden tidak intervensi penegakan hukum. Kita dorong presiden menegakkan hukum untuk penista agama," kata Rizieq di depan dua pimpinan dewan tersebut.

Ia juga menyatakan bahwa tidak seorang ulama dan tokoh agama pun bisa menjamin aksi tersebut tidak rusuh.

Namun mereka berjanji dan berkomitmen untuk menjaga agar tidak terjadi kerusuhan.

"Tapi kalau diminta janji iya. Kami komitmen, berusaha untuk tidak chaos, tidak ada emosi, tidak ada letupan. Tapi kalau hukum ini diinjak-injak, kewajiban kami menegakkan hukum. Jangan diadang atau dihalang-halangi kami, karena ini dijamin Undang-undang," ujar Rizieq.

Pihaknya juga mengingatkan aparat penegak hukum yang akan mengamankan aksi tersebut agar jangan bertindak represif terhadap peserta aksi.

Karena tindakan itu bisa memancing kerusuhan dan keos.

"Bukan hanya di Jakarta, tapi bisa meluas dari Sabang sampai Merauke. Mereka akan melakukan gerakan yang sangat masif. Ini darurat kebangsaan dan darurat penegakan hukum," pungkasnya.

Share:

Usai Didatangi Rombongan Rizieq, Fadli Zon & Fahri Hamzah Nyatakan Akan Ikut Demo Tangkap Ahok 4 November

Usai Didatangi Rombongan Rizieq, Fadli Zon & Fahri Hamzah Nyatakan Akan Ikut Demo Tangkap Ahok 4 November


Wakil Ketua DPR dari Fraksi Gerindra Fadli Zon dan Wakil Ketua DPR dari Fraksi PKS Fahri Hamzah akan ikut demonstrasi bersama organisasi masyarakat Islam pada Jumat (4/11/2016) nanti.

Aksi akan dilakukan untuk mendesak aparat penegak hukum melanjutkan proses hukum terhadap calon gubernur petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang diduga melakukan penistaan terhadap agama.

"‎Tadi kita diminta ikut untuk aksi ini, saya insya Allah bersedia. Saudara Fahri juga. Ini bentuk solidaritas dan tujuan kita untuk menegakkan konstitusi Pasal 27 ayat 1. Aksi ini untuk mendorong penegakan hukum, bukan SARA," kata Fadli usai menerima rombongan tokoh Islam yang dipimpin Imam Besar Front Pembela Islam Habib Rizieq Shihab di DPR, Jumat (28/10/2016).

Fadli menambahkan DPR akan memberikan surat dengan tembusan kepada Presiden Joko Widodo dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian lewat Komisi III supaya aspirasi ormas Islam dipertimbangkan.


"Saya akan buat satu dan dua hari ke depan," katanya.

‎Fahri Hamzah menambahkan seharusnya pemerintah menuntaskan kasus Ahok, meskipun beresiko menunda proses pilkada Jakarta.

Tetapi menurut Fahri, penundaan pilkada tidak menjadi soal daripada menimbulkan kerawanan sosial.

"Pilkada bisa ditunda, itu karena bencana alam atau menimbulkan kerawanan sosial. Dalam hal ini, Basuki sudah melakukan kerawanan sosial," tutur Fahri.

Rizieq menduga kasus Ahok mendapatkan intervensi dari pemerintah. Indikasinya, Kabareskrim Komjen Ari Dono Sukmanto mengatakan pemanggilan Ahok perlu izin Presiden Jokowi.

"Setelah ramai pemberitaan kemudian presiden menerima Ahok di pagi harinya sebelum ke Bareskrim. Ini sangat janggal. Presiden rasanya tidak mungkin tidak tahu bahwa dia akan diperiksa kok malah panggil Ahok," kata Rizieq.

Indikasi lainnya, kata dia, Presiden dinilai tidak bersikap dalam kasus tersebut.

"Apapun, haknya itu sikapnya Presiden. Tapi diam menjadi indikasi kuat sekali presiden punya intervensi di kasus tersebut," tuturnya.

Rizieq menilai polisi tidak profesional menangani dugaan penistaan agama yang dilakukan Ahok.

"Dari kasus Ahok itu saksi sudah dipanggil jelas, bukti ada yaitu video yang sudah diperiksa di laboratorium forensik. Mereka sudah menyatakan video tersebut asli hanya dipotong saja tapi itu video asli. Sampai saat ini memanggil Ahok pun tidak berani. Ahok Ke Polri itu datang sendiri. BAP itu belum ada yang ada baru berita acara klarifikasi," kata dia.

Itu sebabnya, FPI dan ormas Islam hari ini datang ke DPR untuk meminta dewan mendorong seluruh komponen serta pemerintah menegakkan hukum.

"Kalau Presiden ingin mengangkangi, kami minta wakil rakyat untuk lakukan sidang istimewa MPR untuk meminta pertanggungjawaban Presiden yang telah merusak tatanan penegakan hukum di Indonesia. Ini persoalan krusial dan prinsip," kata Rizieq

Share:

Hahahah, Rizieq Adukan Ahok Ke Fadli Zon Lalu Menyebut Adanya Intervensi Jokowi

Hahahah, Rizieq Adukan Ahok Ke Fadli Zon Lalu Menyebut Adanya Intervensi Jokowi


Masih marah dengan petahana Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, yang diduga melakukan penistaan agama, Front Pembela Islam (FPI) dan sejumlah organisasi masyarakat lainnya hari ini mendatangi DPR. Kedatangan mereka diterima oleh Wakil Ketua DPR Fadli Zon.

"Pelanggaran (Ahok) tersebut menghebohkan secara nasional karena melibatkan pejabat tingkat gubernur dan ada aroma intervensi kepala negara terkait proses hukum tersebut," kata Ketua FPI, Habib Rizieq, kepada Fadli, di Senayan, Jakarta, Jumat, 28 Oktober 2016.

Rizieq menyebut sejumlah indikasi intervensi Presiden Jokowi itu.

Pertama adalah pernyataan Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri, yang mengatakan pemanggilan Ahok untuk diperiksa harus dengan izin Presiden Joko Widodo.

"Setelah ramai pemberitaan kemudian Presiden menerima Ahok pagi harinya sebelum dia ke Bareskrim. Ini sangat janggal. Presiden rasanya tidak mungkin tidak tahu bahwa dia akan diperiksa, kok malah panggil Ahok ke Istana," ujar Rizieq.

Selanjutnya, Rizieq mendesak kepada pimpinan DPR untuk mendorong seluruh komponen agar menegakkan proses kasus ini.

Jika ditemukan intervensi, Rizieq meminta DPR meminta pertanggungjawaban Jokowi.

"Kalau Presiden ingin mengangkangi, kami minta wakil rakyat untuk lakukan sidang istimewa MPR untuk meminta pertanggungjawaban Presiden, yang telah merusak tatanan penegakan hukum di Indonesia. Ini persoalan krusial dan prinsip," kata Rizieq.

Share:

PBNU Resmi Keluarkan Pernyataan Keras Tanggapi Aksi FPI Demo Ahok 4 November

PBNU Resmi Keluarkan Pernyataan Keras Tanggapi Aksi FPI Demo Ahok 4 November


Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memberikan tanggapan tentang rencana Aksi Bela Islam II.

Itu merupakan aksi lanjutan atas dugaan penistaan agama Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Berikut ini sejumlah poin pernyataan sikap PBNU:

1. Mari jaga persatuan dan kesatuan bangsa, pererat tali silaturahim antarkomponen masyarakat, karena berpecah adalah musuh utama dari ukhuwah. Ukhuwah adalah modal utama kita di dalam membangun suatu tatanan masyarakat yang aman, damai, adil dan makmur. Jaga ukhuwah wathoniyah dan ukhuwwah basyariyah, agar Indonesia terbebas dari ancaman perpecahan.

2. Kepada seluruh pengurus NU dan warga NU, untuk secara proaktif turut menenangkan situasi, menjaga agar suasana yang aman dan damai tetap terpelihara dan tidak ikut-ikutan memperkeruh dengan provokasi dan hasutan. PBNU melarang penggunaan simbol-simbol NU untuk tujuan di luar kepentingan sebagaimana menjadi keputusan jamiyyah NU.

3. Mengimbau kepada aparat kepolisian untuk segera melakukan tindakan dan langkah, sesuai dengan prosedur hukum dan perundangan yang berlaku agar dapat memenuhi rasa keadilan masyarakat dengan tanpa mengabaikan asas praduga tidak bersalah. Upaya ini harus dilakukan guna menghindarkan terjadinya hal-hal yang cenderung menimbulkan kegaduhan dan anarki.

4. Kepada para pihak yang hendak menyalurkan aspirasi dengan berunjuk rasa, PBNU mengimbau agar tetap menjaga akhlakul karimah dengan tetap menjaga ketertiban, menjaga kenyamanan lalu lintas dan dapat menjaga keamanan masyarakat demi keutuhan NKRI.

5. Mari tengadahkan tangan mohon petunjuk dan berdoa, semoga Indonesia selalu diberi kesejukan dan kedamaian dalam perlindungan, penjagaan dan pertolongan dari Allah SWT.

Sikap ini dibacakan oleh Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siroj, berisikan lima butir pandangan serta imbauan dengan ditandatangani empat pimpinan PBNU.

Empat pimpinan itu di antaranya Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj, Sekjen Helmy Faishal Zaini, Rais Aam Ma'ruf Amin, dan Katib Aam Yahya C Staquf.

Share:

Biasanya Tertib, PNS DKI Terlihat Pada Masuk Telat Sejak Ditinggal Ahok Cuti Kampanye

Biasanya Tertib, PNS DKI Terlihat Pada Masuk Telat Sejak Ditinggal Ahok Cuti Kampanye


Balai Kota DKI Jakarta pagi ini sepi pengunjung setelah ditinggal Gubernur DKI Jakarta Basuki 'Ahok' Tjahaja Purnama cuti kampanye.

Tak ada Ahok di Balai Kota, PNS DKI nampaknya lebih santai.

Itu terlihat dari banyaknya PNS yang datang terlambat. Mereka harusnya masuk kerja pukul 7:30 WIB.

Keterlambatan PNS pun terjadi saat menghadiri Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda. 

Dengan santai, puluhan PNS tiba di lapangan Eks IRTI Monas pada pukul 08.00 WIB.

Kedatangan mereka lebih lambat 30 menit sejak Plt Gubernur DKI Soni Sumarsono naik mimbar.

Dalam sambutannya, Soni meminta PNS DKI lebih profesional. Selain itu, PNS diminta bekerja dengan baik.

"Terimalah saya sebagi Plt Gubernur DKI Jakarta selama bapak Gubernur Basuki Tjahaja Purnama menjalani cuti kampanye. Marilah kita bekerja sebaik-baiknya dan profesional," kata Sumarsono dalam sambutannya, Jumat (28/10/2016).

Balai Kota Sepi Pengunjung       

Pendopo Balai Kota DKI yang tiap pagi selalu dipenuhi warga yang hendak mengadu ke Ahok kini tidak terlihat.

Dari pantauan Metrotvnews.com, pendopo kantor gubernur DKI sekitar pukul 7.40 WIB nampak sepi.

Hanya terlihat petugas kebersihan dan beberapa petugas keamanan. Kursi tunggu pun belum rapi. Biasanya, warga sudah menanti Ahok sejak pukul 05.30 WIB.

"Biasanya warga banyak yang datang pagi-pagi, ada yang cuma foto, salaman, mengadu masalah, curhat, apapun pasti dilayani pak Gubernur sebelum masuk kantor," kata seorang Petugas keamanan, Deni.

Ahok cuti untuk berkampanye mulai 28 Oktober 2016. Tugas Ahok dilanjutkan Soni hingga 11 Februari 2017.

Share:

Tantangan Balik Ahok Kepada Buwas Yang Menudingnya Tak Konsisten Berantas Peredaran Narkoba

Tantangan Balik Ahok Kepada Buwas Yang Menudingnya Tak Konsisten Berantas Peredaran Narkoba


Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso menilai Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama tidak konsisten dalam memberantas peredaran narkotika.

Menurutnya, BNN tegas akan menutup tempat hiburan jika terjadi transaksi jual beli narkotika, tetapi Ahok memberikan satu kesempatan agar pemilik tempat hiburan berbenah diri.

"Ya itu enggak konsekuen, enggak konsisten. Saya mau sekali terbukti ya tutup. Berarti sudah sekian lama, kalau dikasih ampun besok dia akan semaunya dengan modus yang baru," kata Waseso di Gedung BNN, Cawang, Jakarta Timur, Jumat (28/10/16).

Jenderal bintang 3 itu menjelaskan kalau diberi kesempatan setelah pengungkapan, dirinya yakin praktik jual beli narkoba tetap berjalan dengan modus yang berbeda. Karenanya dia tegas mengatakan tak boleh ada kesempatan kedua.

"Saya kira tak harus dua kali. Komitmen kita jelas sekali harus dibekukan. Nanti ada dua kali, ada tiga kali, juga ada empat kali. Enggak boleh. Kita harus konsisten dan konsekuen jikalau ada kejahatan narkoba harus tegas," ungkap Buwas.

Mantan Kabareskrim Polri ini juga menyatakan tak boleh ada tempat yang telah ditutup kemudian buka dengan nama baru. Sebab itu menjadi komitmen dirinya dalam memerangi peredaran narkotika di Indonesia.

"Ada pengguna, ada penjualan peredaran maka tempat itu sudah pasti dipakai buat peredaran dan komitmen bersama tempat harus ditutup dan tidak diizinkan walaupun dengan nama baru. Ditutup selamanya tidak ada lagi pokoknya. Harus habis," tegas Buwas

Ahok Tantang BNN untuk Berani 2 Kali Razia Diskotek

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Budi Waseso (Buwas) menyentil Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang dinilai tak konsisten memberantas narkoba di tempat hiburan malam. Ahok merespons sentilan itu dengan tantangan untuk Buwas dan lembaga BNN.

"Justru saya nantang BNN, kamu tangkap dong! Sudah banyak tangkap sekali kok diam? Tangkap dong semua. Anda bisa buktikan ada barang, kami tutup (tempat hiburan malam). Enggak peduli siapa," kata Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (27/10/2016).

BNN dinilai Ahok hanya sekali saja melakukan razia dan mendapati tempat hiburan malam, misalnya diskotek, yang terdapat narkoba. Namun razia BNN di diskotek yang kedapatan ada narkobanya berhenti hanya sekali saja, tak dilanjutkan untuk razia kedua kalinya.

Padahal, aturan di Pemprov DKI yang disepakati dengan pihak Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri serta BNN, tempat hiburan malam akan ditutup bila dua kali kedapatan ada narkobanya. Ahok menyayangkan langkah BNN yang hanya sekali saja merazia ini.

"Justru saya menyayangkan sebetulnya, dua kali yang saya tutup itu bukan tertangkap dua kali, tapi tertangkap sekali terus sepi. Kenapa bisa dua kali? Karena ada yang mati overdosis. Lalu baru saya tahu dua kali," kata Ahok.

Ahok menyatakan hal yang membuat tempat hiburan malam di Jakarta ditutupnya bukan karena BNN mendapai satu tempat digunakan sebagai aktivitas penyalahgunaan narkoba untuk kedua kalinya, melainkan satu kali BNN merazia dan satu kali lagi bukan dari BNN, melainkan dari peristiwa yang menjadi ramai di publik ada yang tewas overdosis narkoba.

"Jadi saya tidak pernah tahu dari BNN dua kali ada orang yang pakai obat sebetulnya loh. (Tahunya dari) kejadian," kata Ahok.

Terlepas dari itu, Ahok juga tak setuju bila metode yang digunakan untuk menghukumi tempat hiburan malam adalah lewat tes urine. Sebab, seseorang yang mengonsumsi narkoba di satu tempat bisa berpindah tempat di lokasi lain, kemudian di lokasi terakhir ini dia dites urine dan dinyatakan positif mengonsumsi narkoba. Berdasarkan tes urine ini, tempat itu dinyatakan harus ditutup.

Share:

Ngenes, Ini Alasan Pedagang Tidak Terlalu Antusias Sambut Kedatangan Anies Ke Pasar Tebet

Ngenes, Ini Alasan Pedagang Tidak Terlalu Antusias Sambut Kedatangan Anies Ke Pasar Tebet


Pagi ini, calon gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengunjungi Pasar Tebet, Jakarta Selatan.

Mengenakan kemeja putih, Anies tampak berkeliling meninjau pedagang sembari berbincang dan melemparkan senyuman.

Namun, sejumlah pedagang tampak tidak terlalu antusias dalam menyambut kampanye Anies tersebut.

Mereka lebih menyukai gubernur petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok untuk memimpin Jakarta.

"Lebih baik pilih Ahok yang sudah kelihatan hasilnya," ujar seorang ibu pedagang peralatan rumah tangga, Siti Zubaidah (55), saat ditemui usai kunjungan Anies di Pasar Tebet, Jakarta, Jumat (28/10/16).

Dia mengungkapkan salah satu indikator kepuasannya terhadap Ahok ialah jarang ditemukannya banjir di Jakarta selama Ahok memimpin.

Seorang pedagang lain, Nurcholis (57), justru tidak mengetahui sosok Anies Baswedan.

 Menurutnya, janji manis yang diucapkan para calon gubernur tidak akan mempengaruhi pilihannya untuk memilih Ahok.

"Itu siapa?" tanya dia pada seorang calon pembeli di lapaknya.

"Anies Baswedan Pak, calon gubernur," jawab pembeli tersebut.

"Ah paling ngobral janji saja, tak mempan," timpalnya.

Usai melakukan kunjungan di Pasar Tebet, Anies tampak melayani pertanyaan awak media yang sudah mengikutinya.

Sesudahnya, dia pun menerima sejumlah permintaan foto bersama dengan beberapa pengunjung pasar

Share:

Ahok Tak Akan Tergantikan, Hari Pertama Plt Gubernur Berkantor, Balai Kota DKI Sepi Aduan

Ahok Tak Akan Tergantikan, Hari Pertama Plt Gubernur Berkantor, Balai Kota DKI Sepi Aduan


Tak nampak kerumunan orang di halaman Balai Kota Jakarta pagi ini. Padahal biasanya masyarakat selalu banyak yang mengantre menunggu kedatangan Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Pagi ini memang Ahok tak datang ke Balai Kota. Ahok sudah cuti, memulai kampanye di Pilkada.

Kursi-kursi di teras Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (28/10/2016) sepi. Sejurus kemudian, datanglah Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Jakarta Soni Sumarsono yang baru pulang dari upacara di Lapangan IRTI Monas memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-88.

Soni turun dari mobil Dinas Perhubungan, berbaju batik Korpri dia melangkah ke teras. Dia tak disambut para warga yang mengadu, tidak pula diminta foto bersama oleh masyarakat seperti yang biasa ditemui Ahok di pagi hari.

"Karena transisi, kemungkinan karena kesibukan lagi upacara, dan seterusnya. Transisi Pak Ahok, atau informasi belum jelas. Mereka belum tahu apakah Plt bisa menerima atau tidak, tapi kan kami belum tahu," kata Soni menerka sebab sepinya pengadu di Balai Kota pagi ini.

Karena itu Soni ingin humas Pemprov DKI menginformasikan layanan pengaduan langsung tetap dibuka. Kebiasaan pengaduan langsung adalah kebiasaan baik Ahok yang dilanjutkan Soni.

"Maka tugas dari humas Pemprov DKI menginformasikan, bahwa tidak ada yang berubah dari Pak Ahok ke Pak Soemarsono. Prinsipnya, diinformasikan saja bahwa kebiasaan tetap berjalan," tutur Soni.

Padahal, sebelum upacara, Soni sudah datang sejak pukul 06.45 WIB pagi hari. Soni yang juga Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri ini mengaku biasa datang berkantor di Kemendagri pukul 07.00 WIB.

"Saya biasanya sehabis salat subuh langsung berangkat, karena rumah saya di desa, di Bekasi. Kan jauh, macet, ya sudah lah duluan berangkat sambil lihat-lihat Monas," kata Soni.

Meski begitu, Soni tetap menunggu pengaduan datang hingga pukul 10.00 WIB. Bila tak ada juga yang datang, dia akan mengisi dengan kesibukan lain yang harus dia jalani.

"Saya tunggu, setiap hari sampai pukul 10.00 WIB. Kalau tidak ada, saya ada kegiatan lain, agar waktu optimum," ujarnya.

Share:

Wednesday, 26 October 2016

Mampus, Admin Situs Penebar Fitnah Nomor Wahid Di Indonesia Portalpiyungan Resmi Dipolisikan

Mampus, Admin Situs Penebar Fitnah Nomor Wahid Di Indonesia Portalpiyungan Resmi Dipolisikan


Komunitas Advokat Muda Basuki- Djarot (Kotak Badja) melaporkan
portalpiyungan.com mengenai dugaan berita bohong kepada Polda Metro Jaya. Laporan itu lantaran menyebarkan informasi palsu terkait kicauan Basuki T Purnama ( Ahok) di Twitter.

Ketua Umum Kotak Badja, Muannas Alaidid, memastikan bahwa kicauan itu tidak benar. Kicauan diunggah pada tanggal 24 Oktober itu berisi ancaman Ahok kepada Jokowi. "Jika Pak Presiden Jokowi Izinkan Bareskrim untuk periksa saya, kecurangannya saya ungkap ke publik."

Namun, kata Muannas, setelah diselidiki pada tanggal itu tidak ada kicauan tersebut. Kala itu Twitter milik AHok mengunggah tulisan soal Transjakarta. "Bus Transjakarta desain vintage hadir dikoridor desain 1, 5 dan 6. kedepan akan ada versi bus tingkatnya."

Maka atas dasar itu, Muannas memastikan bahwa berita itu palsu. "Hasil temuan kami ternyata pertama kali diunggah crop dan twit palsu ini oleh akun @restyies dan disebar luaskan oleh portalpiyungan.com," kata Muannas dalam keterangannya, Rabu (26/10/16).

Untuk itu, pihaknya secara resmi telah melaporkan situs itu ke Polda Metro Jaya sesuai LP Nomor 5219/X/2016/PMJ/Ditreskrimsus Tertanggal 26 Oktober 2016. Perbuatan itu juga terancam pasal 27 ayat 3 Jo Pasal 28 ayat 2 Jo pasal 45 ayat 1 undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dengan ancaman pidana 6 tahun penjara.

Dia menambahkan, adanya berita bohong ini diduga untuk mengadu domba antara Ahok dan Presiden Jokowi. Selain itu, pihaknya merasa serangan ini masih terkait momen Pilgub DKI Jakarta.

"Kami kira jelas ini berita bohong dan dapat dikualfikasikan sebagai perbuatan penghasutan dan menebar kebencian," ujarnya. "Kita juga sama-sama tahu kan ini media (portalpiyungan.com) milik siapa," tambahnya.

Sebelumnya situs portalpiyungan.com dengan sangat pede merilis berita hoax berjudul " KALAP DAN PANIK! Akun Twitter Ahok ANCAM Ungkap Kecurangan Jokowi ke Publik "

Oleh karena itu, Muannas meminta kepada siapa berhati-hati dan bersikap bijak menggunakan sosial media. "Jangan karena Pilkada kehidupan kebangsaan kita dinodai oleh oknum yang tidak bertanggungjawab dengan menebarkan kebencian dan permusuhan," terangnya

Lebih jelasnya tentang siapa admin atau pemilik situs penebar fitnah nomor wahid portalpiyungan.com silahkan lihat saja di video berikut ini:


Share:

Dituding Komjen Buwas Tak Mendukung Pemberantasan Narkoba, Ini Reaksi Dongkol Anies Baswedan

Dituding Komjen Buwas Tak Mendukung Pemberantasan Narkoba, Ini Reaksi Dongkol Anies Baswedan


Anies Baswedan mempertanyakan klaim Kepala Badan Narkotika Nasional Budi Waseso soal buku sosialisasi antinarkoba bagi siswa.

Anies mengatakan, klaim Budi Waseso itu tak berdasar.

"Emang negara diurus pakai obrolan begitu? Pak Buwas ngerti -lah cara urus negara yang benar. Ngurus negara itu ya pakai proses. Tanyain Pak Buwas, Pak Anies nanya, ada enggak suratnya?" kata Anies kepada Kompas.com, Rabu (26/10/2016).

"Kalau ada, nomornya berapa, tanggalnya berapa. Dari situ kemudian bisa dinilai siapa yang ngomong-ngomong, siapa yang iya iya, siapa yang enggak. Iya dong. Hari gini atur negara pakai katanya," ujar Anies.

Waseso sebelumnya mengaku mengajukan buku tersebut ke Menteri Pendidikan dan Kebudayan yang saat itu dijabat Anies Baswedan.

Harapan Waseso, buku itu masuk dalam kurikulum 2016. Namun, Anies disebut hanya "iya iya" saja.

Padahal, saat menyerahkan buku itu, menurut dia, Anies mengaku mendukung program sosialisasi antinarkoba BNN.

Merasa "mentok" di Anies, pria yang dikenal dengan nama Buwas itu kemudian mengajukan buku tersebut kepada Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, tetapi tidak juga  terealisasi.

Buwas kemudian melaporkan kerjanya kepada Presiden Jokowi. Ia berharap Presiden mewujudkan program sosialisasi antinarkoba pada kurikulum tahun mendatang.

Buwas juga akan berkoordinasi lagi dengan Mendikbud saat ini demi mengegolkan sosialisasi antinarkoba itu.

Sementara itu, Anies mengaku bertemu Waseso sehari sebelum diberhentikan sebagai Mendikbud pada 26 Juli 2016 lalu dalam acara Jambore Nasional di Pangkep, Sulawesi Selatan.

Saat itu, Anies duduk bersebelahan dengan Waseso. Namun, tak ada obrolan soal buku tersebut.

Anies mengaku selama ini tak ada hubungan dengan Waseso dan tak mengerti alasan Waseso mengklaim seperti itu.

Kendati demikian, Anies menyatakan bahwa ia akan mengecek apakah permintaan yang dimaksud Waseso itu pernah masuk ke Kemendikbud.

"Kurikulum 2016 itu enggak ada, ngawur. Mengenai karangan Pak Buwas ini, saya berharap orang sekelas Pak Buwas bicara berdasarkan data, jadi kalau memang beliau katakan sesuatu ya buktikan," kata Anies.

Share:

Komjen Buwas Ungkap Borok Anies Baswedan Yang Dianggap Tidak Mendukung Pemberantasan Narkoba

Komjen Buwas Ungkap Borok Anies Baswedan Yang Dianggap Tidak Mendukung Pemberantasan Narkoba


Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso (Buwas) mengatakan dirinya telah melakukan berbagai upaya untuk menyebarkan informasi bahaya narkoba ke masyarakat, termasuk dengan membuat buku.

Namun dia menyayangkan buku yang dia harapkan dimasukkan ke kurikulum pendidikan sekolah tidak diterima oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang saat itu dijabat oleh Anies Baswedan.

Hal ini disampaikan Buwas di hadapan Menko Polhukam Wiranto dan Kepala Staf Presiden (KSP) Teten Masduki di Kantor KSP, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (26/10/2016).

Saat itu Buwas 'curhat' soal masih banyak orang yang belum tahu tentang jenis narkoba.

Dikatakan Buwas, dia telah membuat berbagai sarana untuk menyampaikan informasi ke publik mengenai bahaya narkoba.

Salah satunya yakni buku yang dibuat khusus mengenai bahaya narkoba agar dimasukkan ke dalam kurikulum pendidikan sekolah tahun 2016 ini.

"Terus terang, produk saya banyak. Bahkan, mohon izin juga kepada Menko Polhukam (Wiranto) bahwa kami sudah membuat buku untuk dimasukkan ke kurikulum, SD, SMP, SMA, semenjak saya tiga bulan jadi Kepala BNN. Dan sudah saya serahkan ke Mendikbud yang lama dan Menteri PMK. Tapi 2016 ternyata tidak masuk ke dalam kurikulum," kata Buwas.

"Padahal ini pencegahan yang efektif. Nah, mudah-mudahan ke depan ini masuk (kurikulum)," tambahnya.

Dikatakan Buwas, saat ini penyebaran narkoba sudah sangat luas. Bahkan hampir di setiap wilayah dan instansi terdapat narkoba.

"Sekarang sudah merata, teman-teman boleh cek. Tidak ada satu RT pun yang berani menyatakan clean and clear dari narkoba. Tidak ada satu instansipun yang menyatakan bersih dari narkoba," katanya.

"Bahkan sudah dibuktikan oleh TNI, bahwa TNI sebagai pilar terdepan atau benteng terakhir negara ini, juga sudah tersusupi, terkontaminasi narkoba. Untungnya Panglima TNI mengambil langkah-langkah sehingga mudah-mudahan ini menjadi contoh bagi yang lain agar aparat hukum tidak lagi terkontaminasi," tambah Buwas.

Saat ditanya secara terpisah terkait bukunya yang tidak dimasukkan dalam kurikulum, Buwas mengaku sangat menyayangkan. Padahal dia ingin informasi mengenai bahaya narkoba bisa sampai di setiap lapisan masyarakat, terutama generasi muda.

"Sudah saya usulkan, dia (mantan Mendikbud Anies Baswedan) bilang iya, iya, tapi tidak juga direalisasikan," kata Buwas.

Share:

Habiburokhman Cs Ngamuk Di Balaikota Lantaran Tumpeng Bawaannya Ditolak Ahok

Habiburokhman Cs Ngamuk Di Balaikota Lantaran Tumpeng Bawaannya Ditolak Ahok


Habiburokhman dan rombongan dari Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) membawa tumpeng ke Balai Kota DKI untuk diberikan kepada Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Mereka ingin mengucapkan selamat cuti kepada Ahok.

Namun, Habiburokhman dan teman-temannya tidak diperbolehkan masuk untuk membawa tumpeng itu ke ruang tamu Balai Kota.

"Sayang loh ini bikinnya semalaman nih untuk Gubernur, biar cutinya tenang, tenang selamanya," kata Habiburokhman di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (26/10/2016).

"Enggak usah pikirin Jakarta lagi. Jakarta sudah ada yang urusin," kata anggota ACTA yang lainnya.

Salah seorang pamdal di Balai Kota DKI, Sumarna, menemui Habiburokhman dan mengatakan bahwa Ahok tidak mau menerima tumpeng itu. Namun Habiburokhman tetap memaksa untuk memberikannya karena takut mubazir.

"Ya kalau takut mubazir, dibawa saja, Pak, makanannya," kata Sumarna.

Perdebatan sempat berlangsung beberapa menit antara Sumarna dan ACTA.

Seorang polisi menghampiri rombongan Habiburokhman. Namun polisi tersebut diminta diam oleh salah satu anggota ACTA.

"Kamu diam saja. Kamu diam saja," ujar anggota ACTA itu.

Akhirnya, karena tidak diterima, tumpeng tersebut dipotong oleh mereka sendiri. Potongan pertama diberikan kepada salah satu warga yang ada di Balai Kota DKI Jakarta.

Habiburokhman mengatakan kedatangan mereka adalah untuk selamatan karena Ahok akhirnya cuti. Menurut dia, hal ini merupakan bentuk kekalahan Ahok di Mahkamah Konstitusi.

Saat ini, Ahok memang sedang mengajukan uji materi terhadap UU Pilkada ke MK. Namun, prosesnya belum selesai. Ahok pun sudah harus cuti untuk kampanye Pilada DKI 2017 selama 4 bulan.

"Kami harap dia tenang cuti dan kalau bisa dia cuti untuk selamanya. Jangan balik lagi ke Balai Kota," kata Habiburokhman.

Penolakan Ahok terhadap Habiburokhman bukan hanya kali ini saja. Sebelumnya Ahok tidak mau meladeni Habiburokhman yang ingin menyerahkan undangan dialog kepada Ahok saat mereka bertemu di MK.

Share:
Keluarga Besar Marga Sun. Powered by Blogger.

Breaking News

KAMI MENYEDIAKAN GAME LIVE CASINO TERBARU DI https://bit.ly/2pLGSsO SILAHKAN DAFTAR YA.. SALAM KEMENANGAN YA BOSKU

Blog Archive