Sunday, 30 April 2017

Liburan Berujung Maut

Liburan Berujung Maut


Belum hilang duka bagi keluarga korban kecelakaan maut di Tanjakan Selarong, Megamendung, Kabupaten Bogor, kini kecelakaan maut kembali terjadi di kawasan wisata Puncak di tengah libur panjang.

Persisnya kecelakaan maut ini terjadi di Desa Ciloto, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Kecelakaan ini juga hampir serupa dengan melibatkan bus, beberapa minibus, angkot, hingga sejumlah sepeda motor.

Korban pun berjatuhan. Kecelakaan beruntun kali ini memakan korban lebih banyak dari kecelakaan beruntun sebelumnya, yakni mencapai 12 orang yang kemudian diralat polisi menjadi 11 orang. Korban luka-luka juga hingga puluhan.

"Iya tolong diralat mas, bukan 12 tapi 11 orang yang meninggal. Satu orang yang disebut meninggal ternyata selamat," kata Kasatlantas Polres Cianjur AKP Erik Bangun Prakarsa saat dihubungi Liputan6.com, Bogor, Minggu 30 April 2017.

Kecelakaan maut itu diduga berawal dari ulah sopir bus yang diduga ugal-ugalan. Tepat di dekat RM Bumi Aki sekitar pukul 10.30 WIB, bus pariwisata PO Kitrans bernomor polisi B 7057 BQ itu mengalami kecelakaan, yang diduga akibat rem blong.

"Bus dari arah Bogor menuju Cianjur, tepat di Desa Ciloto, Kecamatan Pacet, Cianjur diduga rem blong hingga kecelakaan," ujar Erik.

Saat rem blong, sopir tak bisa mengendalikan busnya dan mengarah ke lawanan berlawanan hingga menabrak sejumlah kendaraan di depannya, yaitu tiga minibus, pikap, angkot, dan empat sepeda motor.

"Akibat rem blong, bus menabrak beberapa kendaraan di kedua lajur. Antara lain Avanza B 1608 BKN, Avanza B 1087 BIO, sepeda motor Honda Vario nopol B 3370 XG, Honda Vario nopol B 4503 BBI, Yamaha Mio, Suzuki Satria nopol B 6917 BHK," Erik memaparkan.

Sementara korban jiwa akibat kecelakaan maut ini 12 orang dan 47 lainnya luka-luka, terdiri 5 luka berat dan 42 luka ringan. Saat ini para korban dibawa ke RS Cimacan dan RSUD Cianjur. Data ini masih sementara, sebab masih dilakukan pendataan.

"Kami masih menginventarisir data korban," kata Erik.

Share:

Botol Minuman Keras

Botol Minuman Keras


Jika kecelakaan maut sebelumnya bus mengangkut wisatawan dari Jakarta usai rekreasi di Taman Wisata Matahari, Megamendung, Bogor, kali ini bus mengangkut wisatawan dari wilayah yang sama ke Kebun Raya Cibodas, Jawa Barat. 2936803

Bus warna putih corak biru ini terjun ke jurang sedalam 15 meter, setelah menabrak warung yang berada di pinggir jalan. Pemilik dan pengunjung warung pun menjadi korban, mereka mengalami luka-luka.

"Iya mereka warga Jakarta yang mau mengisi liburan ke Kebun Raya Cibodas," kata Kasatlantas Polres Cianjur AKP Erik Bangun Prakarsa, Bogor, Minggu 30 April 2017.

Sementara, Wakapolres Cianjur Kompol Santiadji menyebutkan, bus maut tersebut membawa rombongan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Tak hanya pengendara lain, bus pariwisata PO Kitrans yang bernama Suyono itu juga tewas dalam kecelakaan maut tersebut.

"Tewas, sopir namanya Suyono," ujar Kabid Humas Polda Jabar Yusri Yunus kepada Liputan6.com, Minggu 30 April 2017.

Wakapolres Cianjur Kompol Santiadji memastikan ada satu botol minuman beralkohol di dalam bus bernomor polisi B 7057 BGA itu.

Beberapa warga setempat melihat sebelum kecelakaan maut terjadi, bus nahas tersebut membanting stir ke kiri saat di jalan turunan.

"Tapi bus terlanjur oleng ke kanan dan menabrak mobil dan motor serta warung," ujar warga setempat, Kurniawan.

Share:

2 Kecelakaan Maut di Tol Cipali

2 Kecelakaan Maut di Tol Cipali


Pada hari yang sama, kecelakaan maut juga terjadi dua kali di Tol Cipali, Jawa Barat. Kecelakaan pertama terjadi pada Minggu dini hari, yang melibatkan antara kendaraan minibus jenis Daihatsu Luxio G 8550 PP dengan truk.

Kecelakaan ini terjadi di Km 74.500 arah Cirebon menuju Jakarta sekitar Bungursari, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Kecelakaan ini memakan tiga korban jiwa dan lima lainnya luka-luka.

Kecelakaan berawal saat Daihatsu Luxio yang dikemudikan Zulham Fauzi melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Cirebon menuju Jakarta.

Saat melaju di Jalan Tol Cipali Kilometer 74.500, pengemudi diduga hilang kendali hingga menabrak truk di depannya. Namun, sampai saat ini truk yang ditabrak belum diketahui identitasnya karena saat kejadian, sang sopir melarikan diri dengan truknya.

Kecelakaan maut di Tol Cipali kembali terjadi sekitar pukul 10.15 WIB, atau beberapa menit sebelum kecelakaan maut di Puncak, Ciloto. Persisnya terjadi di Km 190.500 arah ke gerbang Tol Palimanan.

Kecelakaan maut ini terjadi antara mobil Toyota Kijang Innova bernomor polisi AA 9427 JL dan bus Luragung Jaya E 7519 YB.

"Kedua mobil datang dari arah Jawa menuju Jakarta," kata Kapolres Cirebon AKBP Risto Samodra, Cirebon, Jawa Tengah, Minggu 30 April 2017.

Saat melintas di Km 190.500, minibus yang kemudikan Anton (45) asal Purworejo, Jawa Tengah itu menabrak bagian belakang bus Luragung Jaya yang dikemudikan Asep Purnama (48).

Pengemudi Innova diduga mengantuk hingga oleng ke bahu jalan dan menabrak bus yang melaju pelan di bahu jalan karena mengalami gangguan mesin. Setelah menabrak bagian belakang bus, minibus terseret hingga Km 190.400 B.

Akibat kecelakaan maut ini, pengemudi Innova dan dua penumpang yang merupakan istri dan anak si pengemudi meninggal. Sementara tiga penumpang lain yang berada di dalam mobil tersebut mengalami luka serius.

"Korban sudah dibawa ke rumah sakit, baik yang meninggal maupun yang luka berat," sebut Risto.

Risto menambahkan, mobil Innova mengalami kerusakan parah di bagian depan. Sementara bus Luragung Jaya ringsek di bagian belakang.

Pada Sabtu, 22 April sekitar pukul 17.30 WIB, bus pariwisata PO HS Transport juga mengalami tabrakan beruntun di tanjakan Selarong, Jalan Raya Puncak, Desa Cipayung, Kecamatan Mega Mendung, Kabupaten Bogor.

Kecelakaan maut itu melibatkan 12 kendaraan. Bus pariwisata ini menabrak tujuh kendaraan roda empat dan lima sepeda motor. Kecelakaan maut di Puncak Bogor itu menyebabkan empat korban jiwa dan enam lainnya luka-luka.

Polisi telah menetapkan tersangka kepada sopir bus dan mekanik bus dalam kecelakaan maut tersebut. Selain bus tidak laik jalan, sopir bus diduga ugal-ugalan saat mengendarai bus dari arah Puncak menuju Jakarta itu.

Guna mengantisipasi terjadinya kecelakaan maut berikutnya, jajaran kepolisian Bogor menggelar razia untuk mencegah bus yang tidak laik memasuki wilayah wisata Puncak.

Share:

Karangan Bunga untuk Ahok - Djarot Tembus 7 Ribu Buah

Karangan Bunga untuk Ahok - Djarot Tembus 7 Ribu Buah


Halaman Balai Kota DKI Jakarta masih menjadi tempat wisata warga Ibu Kota saat libur panjang kali ini. Adanya ribuan karangan bunga untuk Gubernur Basuki Tjahaja Purnama dan Wakil Gubernur Djarot Saiful Hidayat atau Ahok-Djarot , menarik perhatian warga untuk berfoto.

Ratusan warga Jakarta silih berganti mendatangi halaman Balai Kota untuk berfoto dan bersenda gurau di sekitar ribuan karangan bunga yang dikirim masyarakat untuk Ahok-Djarot selama sepekan ini.

Dedi (42), warga Cengkareng, Jakarta Barat mengaku sengaja membawa ketiga anaknya ke Balai Kota untuk melihat banyaknya karangan bunga yang ramai diberitakan tersebut.

"Dari rumah ke car free day dulu bareng anak, terus ke Balai Kota sekalian mengisi liburan lihat karangan bunga Ahok - Djarot," kata Dedi kepada Liputan6.com di Balai Kota Jakarta, Minggu (30/4/2017).

Sumantri (80), warga Salemba, Jakarta Pusat juga mengatakan, dia bersama cucu dan menantunya memilih mengisi libur panjang akhir pekan dengan mendatangi Balai Kota.

"Ini sangat langka, sejarah. Banyak ucapan terima kasih lewat karangan bunga. Saya baru ke sini secara langsung bersama keluarga," kata Sumantri.

Warga Salemba lainnya, Christina (70), mengaku terharu dengan fenomena tersebut. Meski kalah dalam Pilkada DKI Jakarta 2017, Christina menilai banyak warga Ibu Kota yang mencintai Ahok-Djarot.

"Saya kan mengikuti pemberitaan di media, saya sangat terharu dengan apa yang dilakukan masyarakat mengirim bunga ini. Saya sengaja isi liburan ke sini lihat karangan bunga," ucap Christina.

7 Ribu Lebih Karangan Bunga

Petugas Keamanan Dalam (Pamdal) Balai Kota Jakarta Sutejo menyampaikan, terhitung hingga pagi tadi, ada 7.125 karangan bunga untuk Ahok-Djarot.

"Jadi kan dihitungnya itu per pagi. Jadi Sabtu total sudah 7.125 karangan bunga yang masuk. Setiap ada mobil pengirim bunga, kita tulis. Yang masuk Sabtu kita hitung total Minggu pagi, nah yang masuk Minggu hari ini dihitung totalnya Senin pagi," kata Sutejo kepada Liputan6.com.

Sedangkan, untuk karangan bunga yang sudah layu atau rusak, Sutejo menyatakan karangan itu sudah dibereskan. 

"Yang sudah diberesin itu tidak dihitung dan itu sudah dalam seminggu ini. Kita tempatkan di lapangan futsal Monas dan samping pagar Monas," jelas Sutejo.

Share:

Kecelakaan di Jalur Ciloto Puncak Tewaskan 8 Orang

Kecelakaan di Jalur Ciloto Puncak Tewaskan 8 Orang



 Kecelakaan maut kembali terjadi di jalur Puncak, Jawa Barat. Kali ini kecelakaan terjadi di Desa Ciloto, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Minggu (30/4/2017), siang. Akibat kejadian tersebut, delapan orang dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Informasi yang dihimpun Liputan6.com, peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 10.30 WIB. Kecelakaan melibatkan beberapa kendaraan, di antaranya bus pariwisata Kitrans dengan nomor kendaraan B 7058 BGA, Avanza silver dengan pelat nomor B 1608 BKV, dan mobil pikap, serta beberapa sepeda motor.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Yusri Yunus saat dikonfirmasi membenarkan kecelakaan tersebut. "Data sementara delapan orang (korban tewas). Saat ini masih petugas kepolisian dan warga masih melakukan evakuasi di lokasi kejadian," kata Yusri.

Belum diketahui penyebab kecelakaan maut tersebut. Pihak kepolisian Cianjur masih menyelidiki penyebab kecelakaan yang menewaskan delapan orang itu.

Share:

Friday, 28 April 2017

Dirjen Otda: Pergantian SKPD Harus Ada Izin Mendagri

Dirjen Otda: Pergantian SKPD Harus Ada Izin Mendagri


Wakil Ketua Tim Pemenangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno sekaligus Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M Taufik mengatakan akan ada perombakan pejabat setelah pelantikan Gubernur dan Wagub DKI Jakarta yang baru pada Oktober 2017.

Sementara, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengaku tidak mengetahui adanya rencana pergantian Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) tersebut. Namun, dia mengingatkan hal itu harus seizin Kementerian Dalam Negeri.

Terkait hal itu, Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri Sumarsono membenarkan hal itu.

"Iya, benar itu seharusnya (seizin Mendagri)," kata Sumarsono kepada Liputan6.com, Jumat (28/4/2017).

Menurut dia, bukan hanya seizin Mendagri, tapi juga bisa menolak rekomendasi tersebut. "Iya bisa menolak (permintaan SKPD)," tandas Sumarsono.

Tak Usah Khawatir

Sementara itu, calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno meyakinkan jajaran SKPD untuk tidak khawatir dengan isu perombakan saat ia terpilih. Dia mengatakan, akan tetap mengajak jajaran tersebut optimistis dengan kepemimpinannya nanti.

"Kita sekarang ini yakin bahwa mungkin ada waswas di birokrasi. Kami ingin menyampaikan pesan, tidak perlu waswas. Kami adalah tipe kepemimpinan yang mengayomi. Siapa yang berprestasi pasti akan mendapatkan tempat. Dan jangan khawatir bahwa kita nggak ujug-ujug (tiba-tiba) bawa dari luar seperti itu," kata Sandi.

Pria yang akrab disapa Sandi ini mencontohkan kepemimpinan pasangannya Anies Baswedan di Kemendikbud. Dia menyebut, Anies berhasil membawa kementerian tanpa ada perombakan staf SKPD secara berlebihan.

"Kita adalah tipe pemimpin yang waktu Mas Anies memimpin Kemendikbud, dia bukan tipe yang membawa pasukan dari luar. Saya juga dari dunia usaha, saya membangun usaha saya selalu menggunakan SDM yang sudah ada dan the right man and the right place juga kita pegang koridor itu," tandas Sandiaga Uno.

Share:

Semenanjung Korea Memanas, Lanud Pekanbaru Diperintahkan Bersiaga

Semenanjung Korea Memanas, Lanud Pekanbaru Diperintahkan Bersiaga


Semenanjung Korea kembali memanas terkait aksi provokasi militer Korea Utara. Amerika Serikat kemudian merespons dengan menyiagakan sejumlah armada perangnya sebagai antisipasi.

Lokasi ini tidak berjauhan dengan Laut Cina Selatan, di mana situasi ini akan berdampak terhadap Indonesia. Hal ini membuat Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo berkunjung ke Landasan Udara Roesmin Nurjadin dan memberikan arahan kepada ribuan prajurit dari tiga matra.

Kunjungan Panglima TNI tak ditampik Komandan Lanud Roesmin Nurjadin Marsekal Pertama TNI Henri Alfiandi sebagai langkah antisipasi. Dia menyatakan Lanud Pekanbaru merupakan penyangga daerah strategis Laut China Selatan.

"Pasti ada. Nah ini, ada kaitannya dengan Laut China Selatan dan Semenanjung Korea tadi, agar bisa siap siaga," kata Henri usai kunjungan Panglima TNI, Kamis (27/4/2017).

Sebagai antisipasi, Henri menyebut sejumlah fasilitas militer pun ditingkatan, terutama alutsista. Di samping itu, Panglima TNI juga ingin melengkapi fasilitas dua skadron di Lanud agar bisa siaga 24 jam.

Tak hanya Lanud, Panglima TNI juga menginginkan fasilitas militer di Angkatan Darat dan Laut ditingkatkan kemampuannya. Oleh karenanya, seluruh pimpinan TNI dari tiga angkatan di Riau juga hadir untuk mendengarkan arahan Panglima TNI.

Meski begitu, Danlanud menyatakan belum ada rencana penambahan atau pergeseran armada pesawat tempur dari daerah lain untuk penguatan menghadapi ancaman.

Sementara itu, dalam pengarahannya kepada ribuan prajurit TNI di Hanggar Charlie, Jenderal Gatot Nurmantyo menekankan pentingnya menjaga nama baik TNI agar selalu dicintai masyarakat.

Panglima TNI juga menyampaikan rasa terima kasih dan bangganya kepada prajurit TNI atas dedikasi dan loyalitas untuk menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Pengarahan kepada seluruh prajurit TNI, yang intinya adalah rasa terima kasih karena telah bekerja begitu hebat menjaga kedaulatan NKRI. Karena ke depan tantangan akan lebih kompleks," kata Henri.

Share:

Djarot: Pencitraan Murahan Tidak Apa-Apa, Pak Fadli Zon

Djarot: Pencitraan Murahan Tidak Apa-Apa, Pak Fadli Zon


Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat tidak mempermasalahkan sindiran Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengenai ribuan karangan bunga untuknya dan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

"Pencitraan murahan, enggak apa-apa, Pak Fadli. Tapi bagi kami, itu merupakan suatu hal yang mahal. Satu hal yang mulia dan berharga," kata Djarot di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis, 27 April 2017.

Mantan Wali Kota Blitar tersebut mengajak semua pihak tidak berburuk sangka akan ribuan kiriman bunga di Balai Kota yang kini mulai dipindahkan ke Monas.

"Yang bilang seperti itu, alasannya apa? Itu kan suudzon (buruk sangka). Itu malah dibilang setting-an, bagaimana ini? Tanyakan pada yang bilang disuruh begitu," ujar dia.

Djarot mengajak semua warga Jakarta untuk berpikir positif dalam melihat kiriman karangan bunga yang ditujukan kepadanya dan Ahok.

"Tunjukkan kepada saya kalau itu setting-an, tunjukkan pada saya bagaimana cara men-setting orang sekian banyak yang bersedih dan menangis. Jangan begitulah, kita rasional, marilah kita berpikir positif," kata Djarot.

Fadli Zon menyindir langkah para pendukung Ahok dan Djarot Saiful Hidayat yang mengirim karangan bunga ke Balai Kota. Fadli menyebut adanya karangan bunga tersebut sebagai upaya pencitraan yang murahan.

Menurut Fadli Zon, uang untuk mengirim karangan itu akan lebih bermanfaat bila digunakan untuk kepentingan masyarakat atau dihimpun untuk orang-orang yang tidak mampu.

"Itu kan bisa ngasih makan orang yang perlu dukungan. Bisa buat beasiswa, bisa buat anak yatim, dan sebagainya. Daripada dibuang-buang seperti itu," ucap Fadli.

Share:

Ratusan Warga Rela Antre Sejak Pagi untuk Foto Bersama Ahok

Ratusan Warga Rela Antre Sejak Pagi untuk Foto Bersama Ahok


Ratusan warga mendatangi Balai Kota DKI Jakarta pagi ini. Mereka hendak berfoto bersama Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Barisan antrean warga yang ingin berfoto bersama Ahok sudah mengular. Anak kecil hingga lansia juga tidak mau kalah dalam antrean panjang yang sudah mencapai sekitar 500 meter itu.

Setiap warga yang sudah berfoto bersama akan mendapatkan stempel "FOTO" pada punggung tangan mereka. Itu merupakan satu tanda bukti mereka sudah mengantre dan berfoto.

Menik, warga asal Menggarai, Jakarta Selatan, menuturkan dia mulai mengantre sejak pukul 06.30 WIB dan mendapatkan kesempatan untuk berfoto dengan Ahok pukul 08.20 WIB.

"Jadi tadi kita ngantre dulu, baru mau masuk ruangan untuk foto. Kita dikasih nomor antrean. Alhamdulillah sudah bisa foto dan salaman sama Pak Ahok," ujar Menik, Jumat (28/4/2017).

Senada dengan pernyataan tersebut, Riana juga ikut dalam antrean untuk berfoto bersama Ahok. Meskipun kecewa tidak bisa berlama-lama bertemu dengan Ahok, dia sudah senang dengan mengabadikan foto bersama.

"Bentar doang cuma buat foto, tapi bisa salaman dan foto saja sudah senang. Ini salah satu bentuk dukungan buat Pak Ahok dan Pak Djarot," tutur dia.

Bukan hanya masyarakat Jakarta yang ikut dalam antrean panjang tersebut. Calista, warga asli Jambi, rela ikut penerbangan ke Jakarta hanya untuk berfoto dan memberikan dukungan akan kekalahan pasangan Ahok - Djarot di Pilkada DKI 2017.

"Soalnya sedih saja, makanya rela datang ke sini untuk foto dan bertemu langsung dengan mereka. Ini sampai gemetaran abis salaman. Dengan begini terlihat Beliau dapat memenangkan warga, meskipun bukan warga Jakarta," jelas Calista.

Sementara itu, ribuan karangan bunga yang ditujukan kepada Gubernur Ahok dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat masih terlihat di halaman Balai Kota Jakarta hingga jalanan sekitar Monumen Nasional (Monas).

Share:

Sandiaga: Karangan Bunga Itu Apresiasi untuk Pak Ahok dan Djarot

Sandiaga: Karangan Bunga Itu Apresiasi untuk Pak Ahok dan Djarot


Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menanggapi pengiriman karangan bunga untuk Gubernur dan Wakil Gubernur petahana DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan Djarot Saiful Hidayat yang masih terus mengalir di Balai Kota Jakarta.

"Baik sekali, itu merupakan suatu apresiasi buat Pak Basuki dan Pak Djarot yang sudah bekerja buat DKI," ujar Sandiaga saat ditemui di Kantor DPW Partai Keadilan Sejahtera, Jalan Letjend Suprapto, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Kamis (27/4/2017).

"Buat saya juga paling penting adalah dampak bagusnya buat perajin bunga, karena perajin bunga kemarin sempat mengeluh orderan kurang. Kan ada jutaan yang pilih Pak Basuki kemarin. Mungkin kalau beberapa persen dari mereka mengirim bunga itu akan mendapat lonjakan buat para pengrajin bunga. Mudah-mudahan itu bisa menciptakan lapangan kerja," lanjut Sandiaga.

Saat disinggung apakah dirinya ikut mengirimkan karangan bunga untuk Ahok dan Djarot, Sandiaga mengatakan kalau dia sudah memberikan apresiasi dalam bentuk lain.

"Saya sudah sampaikan selamatnya kemarin ke Pak Djarot langsung dan sudah saya sumbangkan satu lagu ke Pak Djarot. Kemarin (Rabu, 26 April 2017) itu yang lagunya Gito Rollies sama Ini Dia Si Jali-Jali," jawab Sandiaga.

Dia pun langsung menyanyikan sepenggal lagu dari Gito Rollies yang berjudul Cinta yang Tulus.

"Cinta yang tulus di dalam hatiku, telah bersemi... lagu itu cintaku buat Pak Djarot," ucap Sandiaga sambil tertawa.

Share:

Thursday, 27 April 2017

Kapolda Metro Jaya Minta Pemkot Depok Memperbanyak Jumlah CCTV

Kapolda Metro Jaya Minta Pemkot Depok Memperbanyak Jumlah CCTV


Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Mochamad Iriawan meminta Pemerintah Kota Depok memperbanyak kamera pengawas atau CCTV. Menurut dia, CCTV terbilang efektif membantu polisi mengungkap tindak pidana kejahatan.

Dia mengatakan, kamera pengawas yang terpasang di Kota Depok terbilang sedikit. Baru ada 60 titik yang tersebar di 11 kecamatan.

"Makasar paling maju. Di sana ada ribuan CCTV. Bahkan, dapat menjangkau hingga empat kilometer, dan bisa di-zoom," ucap Iriawan di acara Depok Police Expo, Margocity, Depok, Jawa Barat Kamis (27/4/2017).

Menurut Kapolda, kamera pengawas atau CCTV merupakan alat yang sangat penting. Ada beberapa kasus yang berhasil diungkap berkat bantuan CCTV, antara lain kasus pembunuhan satu keluarga di Pulomas.

"CCTV secara cepat akan merekam semua peristiwa yang terjadi disekitarnya," ujar Iriawan.

Untuk itu, dia menyarankan Wali Kota Depok membuat kebijakan. Setiap mengeluarkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB), warga diimbau memasang kamera pengawas.

"Saya usulkan Bapak Wali Kota supaya gedung-gedung dilengkapi CCTV," tutup dia.

Pada kesempatan yang sama dia juga memuji kegiatan Depok Police Expo yang digelar Polresta Depok. Bahkan, jenderal bintang dua itu akan membuat peraturan agar acara semacam ini diselenggarakan setiap tahun.

"Masyarakat menjadi paham dan bisa melakukan banyak hal. Terima kasih kepada Polresta Depok yang telah mengadakan kegiatan ini. Terima kasih juga kepada pihak-pihak yang membantunya," ujar Iriawan.

Dia meminta siapa pun nanti yang mempimpin Polresta Depok diwajibkan menyelenggarakan kegiatan Depok Police Expo.

"Saya akan buatkan peraturan. Siapa pun kapolresnya harus ada kegiatan Depok Police ini. Saya minta untuk dilakukan setiap tahun," pinta Iriawan.

Share:

Sindiran Fadli Zon soal Karangan Bunga Ahok di Balai Kota

Sindiran Fadli Zon soal Karangan Bunga Ahok di Balai Kota


Balai Kota DKI Jakarta dibanjiri ratusan karangan bunga yang ditujukan untuk Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Wagub DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat.

Karangan bunga itu berisi ucapan perpisahan, terima kasih, hingga kekecewaan warga atas kalahnya Ahok - Djarot dalam hitung cepat Pilkada DKI. Namun, hal itu ditanggapi miring oleh Waketum Gerindra, Fadli Zon. Dia menilai pemberian karangan bunga justru menghamburkan uang.

"Saya dengar itu dari sumber yang sama atau dari beberapa sumber. Yang jelas itu menguntungkan untuk toko bunga. Tapi, sangat disayangkan, kalau ada 1.000 karangan bunga, dikali Rp 1 juta, sudah Rp 1 miliar. Kalau Rp 700 ribu sudah Rp 700 juta," ujar Fadli Zon di Gedung MUI, Jakarta, Rabu (26/4/2017).

Menurut Fadli Zon, uang sebesar itu akan lebih bermanfaat bila digunakan untuk kepentingan masyarakat atau dihimpun untuk orang-orang yang tidak mampu.

"Itu kan bisa ngasih makan orang yang perlu dukungan. Bisa buat beasiswa, bisa buat anak yatim, dan sebagainya. Dari pada dibuang-buang seperti itu," ucap dia.

Fadli menilai pemberian ribuan karangan bunga untuk Ahok justru membawa efek negatif. Bahkan, pria yang duduk sebagai Wakil Ketua DPR RI itu menyebutkan, itu hanya bagian dari pencitraan.

"Saya rasa masyarakat sudah tahu-lah. Itu bisa bukan efek positif yang didapat, tapi efek negatif. Apalagi kalau ketahuan sumbernya itu. Jadi pencitraan yang murahan ya," ujar Fadli.

Kepala Biro Kerja Sama Luar Negeri dan Daerah DKI Mawardi mengatakan, jumlah karangan bunga yang dikirim ke Balai Kota terus bertambah. Hingga hari ini sudah ada 1.000 karangan bunga di Balai Kota.

"Informasinya, sudah ada 1.000 karangan bunga, masih didata lagi," kata Mawardi.

Karangan bunga ucapan sudah berderet hingga ke pinggir trotoar Jalan Medan Merdeka Selatan. Akibatnya, parade karangan bunga jadi tontonan warga yang melintas dengan memperlambat laju kendaraannya.

Umumnya karangan bunga yang berasal dari berbagai kalangan tersebut bertuliskan dukungan dan ucapan terima atas sumbangsih Ahok - Djarot selama memimpin Jakarta lima tahun terakhir. Namun, tak sedikit karangan bunga berisi ucapan yang lucu dan unik.

Share:

Barang Bukti Pornografi Firza Husein, dari TV hingga Lekuk Tubuh

Barang Bukti Pornografi Firza Husein, dari TV hingga Lekuk Tubuh


Kasus chat seks dan pornografi yang menyeret nama pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab dan seorang perempuan bernama Firza Husein, tinggal menunggu waktu untuk diungkap tuntas. Kapolda Metro Jaya Irjen Mochamad Iriawan mengatakan, kasus itu mirip dengan yang pernah dialami penyanyi Ariel Peterpan, sehingga mudah ditangani dan dapat dibuktikan.

"Itu tidak sulit. Hampir sama dengan kasus Ariel. Ada ahli yang menangani secara scientific investigation. Kita siap hingga nanti tidak bisa dibantah," kata Iriawan di Jakarta Utara kala itu, Minggu, 5 Februari 2017.

Kasus video porno Ariel muncul pertama kali pada 22 Mei 2010. Kasus itu membuat Ariel diseret ke meja hijau dan dijatuhi hukuman penjara 3,5 tahun.

Hingga kini, Kapolda Metro Jaya telah mengumpulkan sejumlah bukti untuk mengungkap kasus tersebut. Hanya saja, salah satu terlapor, yakni Rizieq Shihab belum memenuhi panggilan polisi untuk diperiksa.

Rizieq Shihab sebelumnya telah membantah kebenaran video yang memuat chat seks tersebut. "Menyangkut video yang beredar, saya dari FPI dan GNPF MUI hanya bisa mengatakan video yang beredar itu semuanya fitnah. Dan itu merupakan ujian dari perjuangan kita," kata Rizieq di Polda Metro Jaya, Sudirman, Jakarta Selatan, pada 1 Februari 2017.

Bantahan yang sama juga disampaikan Firza Husein. Wanita tersebut bahkan menyebut telah menjadi korban fitnah dalam kasus chat seks tersebut.

Salinan chat seks yang diduga melibatkan Rizieq Shihab dengan Firza Husein tersebar luas di dunia maya.

Berikut kondisi terkini dan upaya polisi mengungkap kasus chat seks yang melibatkan Rizieq Shihab dan Firza Husein.

Barang Bukti Identik

Polda Metro Jaya telah menyita sejumlah barang bukti dari rumah rumah Firza Husein. Barang bukti tersebut identik dengan gambar yang ada dalam foto tak senonoh, yang sempat viral di media sosial.

Beberapa barang bukti itu antara lain TV dan lantai.

"Kan sudah nyebar tuh di medsos. TV-nya jelas (sama), lantainya jelas. Harusnya begitu kan (tidak bisa mengelak)," kata Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan di Mapolda Metro Jaya, Rabu 26 April 2017.

Dengan barang bukti tersebut, Firza kemungkinan sulit mengelak bahwa perempuan dalam foto tak senonoh itu adalah dirinya.

Sebelumnya, Firza tak pernah mengakui bahwa foto di chat seks yang sempat viral itu adalah dirinya. Namun Iriawan menegaskan, kepolisian tidak mengejar pengakuan dalam menyidik kasus.

16 Lekuk Tubuh

Seperti dalam kasus Ariel, Polda Metro Jaya akan mengungkap kasus chat seks yang diduga melibatkan Firza Husein dengan Rizieq Shihab dengan menyamakan lekuk tubuh yang ada di dalah foto dengan lekuk tubuh diduga pelaku.

Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan mengatakan, ada 16 lekuk tubuh yang tak bisa dimungkiri untuk membuktikan kasus tersebut, meski pelaku tidak mengaku.

"Ariel kan tidak ngaku. Ini kan dari suara itu ada, lekuk-lekuk tubuh ada, 16 lekuk tubuh yang tak bisa dimungkiri dengan tubuh Firza Husein dalam kasus ini. Nanti kita akan periksa dengan dokter forensik," ucap Iriawan, Rabu 26 April 2017.

Iriawan menyatakan, Polda Metro memiliki ahli fotografi forensik dan ahli kedokteran yang dapat mempelajari lekuk-lekuk tubuh, dan menyesuaikannya dengan gambar dan aslinya.

"Untuk itu, mari kita tunggu tim sedang bekerja. Untuk memastikan saudari Firza Husein yang ada di video yang beredar atau bukan," ucap Iriawan.

Firza Membantah

Firza Husein sejak jauh-jauh hari mengatakan bahwa wanita yang ada dalam foto porno itu bukan dirinya. Dia juga mengatakan menjadi korban fitnah dalam kasus chat seks ini.

Namun Kapolda Iriawan heran dengan pernyataan tersebut.

"Sekarang begini saja, ibu difitnah sama orang, marah enggak? Kira-kira lapor enggak? Firza lapor enggak? (Tidak). Ya sudah terima kasih ya," kata Iriawan.

Firza telah diperiksa terkait kasus ini saat dirinya ditahan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, atas kasus dugaan makar. Firza kembali dipanggil penyidik bersama sejumlah saksi lainnya, seperti Rizieq, Muhsin Alatas, dan Kak Ema pada Selasa 25 April kemarin, tak tak hadir.

Jemput Paksa

Tak hanya Firza yang mangkir dari panggilan polisi, Rizieq Shihab pun demikian. Pemimpin FPI itu tidak terlihat datang ke Polda saat dipanggil sebagai saksi pada 25 April lalu.

Terkait sikap Rizieq ini, Kapolda Iriawan mengancam bakal menjemput paksa jika pada panggilan kedua nanti Rizieq tetap mangkir.

"Kalau tidak hadir sekali lagi, ya bisa kita jemput paksa," ujar Iriawan di Mapolda Metro Jaya, Rabu 26 April 2017.

Rencananya, pemeriksaan pada panggilan kedua ini akan dilakukan awal Mei 2017.

Sebelumnya, Rizieq membantah dengan mengatakan, wanita yang berada di rekaman video itu telah mengonfirmasi melalui kuasa hukumnya bahwa video yang beredar tersebut tidak benar dan semua itu merupakan fitnah.

"Satu hal yang harus kita ingat, wanita yang ada di video tersebut sudah mengonfirmasi melalui kuasa hukumnya menanggapi dengan siaran pers suara maupun chat tidak diakuinya. Dikatakan oleh bersangkutan itu sebagai fitnah dan akan menuntut semua yang melakukan fitnah dengan video tersebut," kata Rizieq Shihab.

Share:

Ahok: Bingung Karangan Bunga Mau Diapain, Terima Kasih Semuanya

Ahok: Bingung Karangan Bunga Mau Diapain, Terima Kasih Semuanya


Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok tidak menyangka ribuan karangan bunga akan memadati Balai Kota Jakarta hari ini. Saking banyaknya, dia mengaku belum sempat membacanya satu per satu.

"Saya bingung mau diapain (karangan bunga), jadi kita foto aja. Saya enggak bisa baca semua, jadi kita foto taruh di Facebook, jadi saya lihatnya gampang," kata dia di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (26/4/2017).

Meski tak mengetahui semua isi pesan karangan bunga, Ahok menyampaikan terima kasih kepada pengirim karangan bunga itu. Dia juga berusaha menemui tiap warga yang ingin bertemu langsung, saat berkunjung ke kantornya.

"Ya tentu terima kasih warga mau datang. Makanya saya tidak enak kalau tidak ditemuin, pada minta foto juga, jadi tidak enak juga," ungkap dia.

Ahok pun berjanji tidak akan pernah lelah menjadi 'pelayan' masyarakat dan bekerja untuk mereka. "Enggak lelah lah, kalau sudah hasrat ya senang aja layani orang, jadi biasa saja."

"Kerja juga tetap masih terima aduan, itu pada numpuk di meja saya," Ahok menandaskan.

Kepala Biro Kerja Sama Luar Negeri dan Daerah DKI Mawardi mengatakan, jumlah karangan bunga yang dikirim ke Balai Kota terus bertambah. Hingga hari ini sudah ada 1.000 karangan bunga di Balai Kota.

"Informasinya, sudah ada 1.000 karangan bunga, masih didata lagi," kata Mawardi di Balai Kota, Jakarta, Rabu.

Karangan bunga ucapan sudah berderet hingga ke pinggir trotoar Jalan Medan Merdeka Selatan. Akibatnya jadi tontonan warga yang melintas dengan memperlambat laju kendaraannya.

Umumnya karangan bunga yang berasal dari berbagai kalangan tersebut, bertuliskan dukungan dan ucapan terima atas sumbangsih Ahok - Djarot selama memimpin Jakarta lima tahun terakhir. Namun, tak sedikit karangan bunga berisi ucapan yang lucu dan unik.

Share:

Kapolda Metro Sempat Marahi Novel Baswedan karena Tak Mau Dikawal

Kapolda Metro Sempat Marahi Novel Baswedan karena Tak Mau Dikawal


Kapolda Metro Jaya Irjen Mochamad Iriawan mengaku sempat memarahi penyidik senior KPK Novel Baswedan usai diserang dua orang misterius menggunakan air keras. Hal itu terjadi lantaran Novel tak memanfaatkan pengawalan kepolisian yang telah diberikan.

"Yang bersangkutan mengakui tidak dalam pengawalan. Padahal kita sudah berikan pengawalan kepada saudara Novel, dan kami tanyakan itu," kata Iriawan di Mapolda Metro Jaya, Rabu (26/4/2017).

Menurut Iriawan, Novel mengakui bahwa sejak beberapa hari sebelum penyerangan, tak lagi mendapat pengawalan kepolisian. Novel meminta polisi yang selalu mengawalnya pulang.

Bahkan dia sempat memarahi Novel Baswedan begitu mengetahui juniornya itu diserang menggunakan air keras.

"Waktu pertama kali telepon saya marah itu, kenapa saya sudah atensi untuk dikawal, (Novel) tidak mau dikawal. Kemudian saya ke rumah sakit, dia berkata demikian," kata Iriawan.

Mantan Kapolda Jawa Barat itu mengatakan, pengawalan melekat polisi bersenjata diberikan lantaran Novel tengah menangani sejumlah kasus besar di KPK. Pengawalan yang diberikan kepolisian itu sudah sesuai SOP.

"Dia sudah sampaikan ke saya, mohon maaf enggak enak sama yang lain, seperti paranoid saja. Saya bilang, bukan paranoid, karena Anda sedang tangani kasus besar," kata Iriawan.

Iriawan curiga, serangan terhadap Novel sudah direncanakan secara matang. Pelaku diduga telah menguasai situasi di sekitar Novel, termasuk soal tidak adanya pengamanan melekat dari kepolisian.

"Kalau mungkin dijaga tempo hari, tentu akan bisa diantisipasi, bahkan mungkin bisa melihat. Karena anggota yang menjaga saudara Novel bersenjata," kata Iriawan.

Penyidik senior KPK Novel Baswedan pada Selasa, 11 April 2017, diserang oleh orang tak dikenal menggunakan air keras. Akibatnya, Kasatgas kasus e-KTP itu mengalami luka di sekitar mata dan wajahnya.

Kini, Novel Baswedan tengah menjalani pengobatan di salah satu rumah sakit di Singapura. Sebelumnya, Novel sempat dilarikan ke RS Mitra Keluarga dan Jakarta Eye Center.

Share:

Wednesday, 26 April 2017

Wagub Djarot Tegaskan Tak Ada Penghapusan Sistem E-Budgeting

Wagub Djarot Tegaskan Tak Ada Penghapusan Sistem E-Budgeting


Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengatakan tidak akan ada penghapusan program elektronic budgeting (e-budgeting) meskipun terdapat pergantian pemimpin baru di ibu kota.

Kata dia, sistem ini sudah berdasarkan Peraturan Gubernur​ (Pergub) No 145 tahun 2013 tentang penyusunan rancangan anggaran pendapatan dan belanja daerah/Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan Memulai Elektronic Budgeting.

Sistem itu juga sudah berdasarkan penerapan dari Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005, serta diperkuat Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 13 tahun 2005.

"Jadi bukan hanya berdasarkan Pergub, soalnya itu Pergub itu operasional dari Permendagri," ujar Djarot di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (26/4/2017).

Mantan Wali Kota Blitar tersebut menjelaskan, dalam aturan tersebut keuangan daerah harus dikelola secara tertib, taat pada perundangan hingga untuk memperhatikan asas keadilan, kepatutan dan manfaat untuk masyarakat.

"Justru itulah kita mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Pusat. Jadi kita menjadi provinsi pertama yang melakukan sistem perencanaan melalui e-budgeting," jelas dia.

Karena itulah, Djarot menegaskan tidak akan ada penghapusan sistem tersebut oleh gubernur ataupun wakil gubernur DKI Jakarta yang baru.

"Apa kita akan balik ke sistem manual seperti dulu. Untuk KJP aman, BPJS Kesehatan aman, dengan cara (e-budgeting) seperti itu biar ada kepastian," jelas Djarot.

Share:

Ini Jawaban Jokowi soal Kabar Ahok Akan Masuk Kabinet Kerja

Ini Jawaban Jokowi soal Kabar Ahok Akan Masuk Kabinet Kerja


Pilkada DKI Jakarta memang telah usai. Kini muncul kabar dan usulan agar Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menjadi menteri dalam Kabinet Kerja setelah masa baktinya sebagai Gubernur DKI selesai.

Presiden Joko Widodo atau Jokowi pun buka suara soal kabar ini. Hanya saja, Jokowi tidak mau berkomentar banyak.

"Pak Ahok itu masih Gubernur DKI Jakarta sekarang ini sampai Oktober. Dah," kata Jokowi di Purwakarta, Jawa Barat, Selasa (25/4/2017).

Ahok akan mengakhiri masa jabatan pada Oktober 2017. Artinya masih ada 6 bulan ke depan bagi Ahok menyelesaikan tugasnya sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Beberapa bulan belakangan isu perombakan Kabinet Kerja memang kembali santer terdengar. Hal ini seakan diperkuat dengan pernyataan Jokowi yang tak ragu mengganti menteri berperforma buruk.

Namun, Jokowi menegaskan tidak ada reshuffle kabinet dalam waktu dekat ini. Sejauh ini para menteri sudah bekerja maksimal.

"Tidak ada. Hari ini tidak ada reshuffle, minggu ini enggak ada. Bulan ini juga enggak ada," tegas Jokowi.

Dia mengungkapkan, evaluasi terhadap kinerja menteri Kabinet Kerja dilakukan setiap minggu hingga evaluasi bulanan. Dan sejauh ini semua bekerja dengan baik.

"Menteri-menteri kerjanya saya kira sudah pagi, siang, malam. Selalu ke daerah, selalu ke lapangan. Saya kira saudra-saudara sudah bisa lihat sendiri," ujar Jokowi.

Meski begitu, Jokowi tidak menutup kemungkinan adanya perombakan kabinet jilid III. Terutama bagi menteri yang tak bisa memenuhi target. "Ya itu prsoalan lain," pungkas Jokowi.

Share:

Mahasiswa Desak Polisi Usut Tuntas 8 Kasus Rizieq Shihab

Mahasiswa Desak Polisi Usut Tuntas 8 Kasus Rizieq Shihab


Kumpulan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Aktivis Pemuda Relawan NKRI (AMAPR NKRI) menyambangi Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan. Puluhan pemuda itu mendesak kepolisian segera mengusut tuntas berbagai kasus dan laporan yang melibatkan Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab.

Koordinator Lapangan AMAPR NKRI Gunawansyah menyampaikan ada sejumlah laporan terkait Rizieq yang malah tenggelam di antara banyaknya permasalahan di Ibu Kota.

"Ada sekitar delapan kasus yang dihadapi Habib Rizieq. Mulai dari kasus Sampurasun, penodaan Pancasila yang diurus Polda Jawa Barat, kasus Palu Arit, penghinaan agama Kristen, chat pornografi, kasus Jenderal Otak Hansip, dan mengancam membunuhan pendeta atas insiden Tolikara," tutur Gunawansyah di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa 25 April 2017.

Oleh sebab itu, mereka mendesak agar proses penahanan Rizieq dipercepat. Semua warga negara tentunya harus taat aturan perundang undangan dan tidak ada satu pun yang kebal terhadap hukum.

"Kami mendesak Kepolisian RI tangkap dan penjarakan Imam Besar Front Pembela Islam FPI Habib Rizieq Shihab. Mendesak Polda Metro Jaya dan Polda Jabar segera melanjutkan proses hukum Habib Rizieq sampai dijebloskan hotel prodeo," jelas dia.

"Mendesak kepolisian agar tidak takut dan tak gentar untuk meneruskan kasus pentolan FPI yang dikenal cukup kontroversial," pungkas Gunawansyah.

Share:

Ini Daftar Nama 101.906 Siswa Lulus SNMPTN 2017

Ini Daftar Nama 101.906 Siswa Lulus SNMPTN 2017


Hasil Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri atau SNMPTN 2017 diumumkan hari ini, mulai pukul 14.00 WIB. Ada sebanyak 101.906 siswa yang dinyatakan lulus seleksi di 78 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) se-Indonesia.

"Jumlah tersebut merupakan hasil seleksi yang dilakukan oleh panitia pusat dari jumlah pendaftar sebanyak 517.166 siswa," ujar Ketua Panitia Pusat SNMPTN 2017 Ravik Karsidi, Gedung Kemenristek Dikti, Jakarta, Rabu (26/4/2017).

Dari total siswa yang lolos seleksi, 27.058 merupakan peserta program beasiswa Bidikmisi.

"Pengumuman dapat diakses mulai pukul 14.00 WIB melalui laman http://pengumuman.snmptn.ac.id dengan cara memasukkan nomor pendaftaran dan tanggal lahir," kata dia.

Selain itu, pengumuman hasil seleksi juga bisa diakses di 12 situs milik sejumlah PTN, atau klik tautan ini untuk mengunduh seluruh daftar nama peserta yang lulus SNMPTN 2017.

Share:

Aneka Pesan Lucu di Karangan Bunga untuk Ahok

Aneka Pesan Lucu di Karangan Bunga untuk Ahok


Balai Kota DKI Jakarta kebanjiran karangan bunga seiring akan habisnya masa jabatan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan Wakil Gubernur Djarot Saiful Hidayat.

Karangan bunga yang berasal dari berbagai kalangan itu umumnya bertuliskan dukungan dan ucapan terima atas sumbangsih Ahok-Djarot selama memimpin Jakarta lima tahun terakhir. Namun, tak sedikit karangan bunga berisi ucapan lucu dan nyeleneh.

Pengirim karangan bunga Mami Cantik Puri Mansion Lagi Melow misalnya, menuliskan gubahan bait lagu "Dia" yang dibawakan penyanyi Anji.

"Oh Tuhan...  Kucinta Basuki...Kusayang Tjahaja... Rindu Purnama... Inginkan Badja..." tulis Mami Cantik Puri Mansion Lagi Melow.

Tak hanya ucapannya yang lucu dan nyeleneh, nama pengirim bunga juga unik, seperti "Kami yang Patah Hati Ditinggal Saat Lagi Sayang2nya" dengan pesan: "Terima kasih Pak Ahok-Djarot atas peluh keringat yang tercurah buat Jakarta".

Selain itu ada juga karangan bunga yang isinya menyindir.

"daripada mAnis berSandiwara lebih baik menoHok tapi kerDja nyata. Terimakasih Badja" tulis pengirim Kami Yang Ikhlas Diputus Paksa.

Sementara pengirim Ibu-Ibu Cantik se-DKI menulis: "Kalian gak Oke Oce tapi Mantan Terindah, Pak Ahok Pemenang Hati Kami."

Kepala Biro Kerja Sama Luar Negeri dan Daerah DKI Mawardi menyatakan, jumlah karangan bunga yang dikirim ke Balai Kota terus bertambah.

"Informasinya, sudah ada 1.000 karangan bunga. Masih didata lagi," kata Mawardi di Balai Kota, Jakarta, Rabu (26/4/2017).

Hingga pukul 11.30 WIB, karangan bunga ucapan sudah merembet ke pelataran Jalan Merdeka Selatan. Hal ini menjadi tontonan warga yang melintas dengan memperlambat laju kendaraan.

Share:

Tuesday, 25 April 2017

Tanggapan Tirto.id Terkait Laporan Hary Tanoe ke Polda Metro Jaya

Tanggapan Tirto.id Terkait Laporan Hary Tanoe ke Polda Metro Jaya


CEO dan Pemimpin Redaksi media online Tirto.id Sapto Anggoro menyayangkan sikap dari Ketua Umum Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Hary Tanoesoedibjo yang melaporkan medianya ke Polda Metro Jaya.

Kata Sapto, tulisan yang dimuat di laman berita Tirto.id merupakan hasil investigasi jurnalis Amerika Allan Nairn yang telah dikutip dan diterjemahkan.

"Semestinya kalau bagian dari pers, seharusnya Pak Hary Tanoesoedibjo melakukan hak jawab atau konfirmasi terlebih dahulu. Padahal kami membuka ruang untuk menyampaikan hak jawab. Kecuali hak jawab tersebut tidak kami muat," ucap Sapto saat dihubungi Liputan6.com di Jakarta, Selasa (25/4/2017).

Secara mekanisme, Sapto menjelaskan pihak Hary Tanoesoedibjo juga dapat melaporkan permasalahan tersebut kepada Dewan Pers.

"Nanti Dewan Pers akan mengetahui masalahnya dan yang akan memutuskan akan kesalahan kami," ujar dia.

Bahkan, dia sangat menghargai apa yang telah dilakukan oleh Mabes TNI akan permasalahan tersebut. Mabes TNI juga termasuk dalam salah satu yang tidak menerima akan pemberitaan tersebut.

"Mabes TNI yang awalnya akan melaporkan ke pihak kepolisian saja, justru memilih melaporkan ke Dewan Pers. Tadi kita dengan Mabes TNI sudah bertemu di Kebon Sirih (kantor Dewan Pers)," jelas Sapto.

Tulisan Allan Nairn Fitnah

Sebelumnya, Ketua Bidang Hukum dan Advokasi DPP Perindo Christophorus Taufik menegaskan, isi tulisan dari jurnalis Amerika Serikat Allan Nairn yang diangkat oleh Tirto.id adalah fitnah.

"Kami temukan pemberitaan dari portal Tirto.id yang isinya sudah jelas fitnah dan pencemaran nama baik," tutur Christophorus di Mapolda Metro Jaya.

Menurut dia, penulis tersebut sudah sembarangan menuangkan tulisannya. Apalagi yang dituduhkan adalah sesuatu hal yang berat yakni makar.

"Tulisan dari orang yang baru bangun tidur, berilusi, dia merasa menjadi sponsor," tegas Christophorus.

Selain itu, dia menyatakan selama ini Hary Tanoesoedibjo merupakan sosok pendukung pemerintahan Joko Widodo atau Jokowi. Jangan malah diisukan turut berkecimpung dalam upaya menjatuhkan pemerintahan demi mengambil alih jabatan.

Laporan tersebut kini sudah diterima Polda Metro Jaya dengan nomor LP/2000/IV/2017/PMJ/Dit Reskrimum dengan kasus dugaan pencemaran nama baik melalui media elektronik. Terlapor terancam Pas 310 KUHP atau Pasal 311 KUHP dan atau Pasal 27 ayat 3 Jo Pasal 45 A Ayat 2 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE.

Share:

4 Peraturan Ahok yang Bakal Dicabut Anies Baswedan

4 Peraturan Ahok yang Bakal Dicabut Anies Baswedan


Hasil hitung cepat Pilkada DKI Jakarta putaran kedua mencatat pasangan Anies Baswedan - Sandiaga Uno unggul dari pasangan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok-Djarot Saiful Hidayat. Dengan begitu, pasangan nomor urut tiga ini hampir pasti menjadi pemimpin DKI periode 2017-2022.

Selangkah lagi, pasangan Anies-Sandiaga akan memimpin Jakarta setelah dilantik pada Oktober 2017. Usai resmi menjadi gubernur, Anies akan membuat gebrakan dan mencabut sejumlah peraturan yang pernah diterapkan gubernur sebelumnya, Ahok.

Lantas, apa saja peraturan tersebut? Gubernur DKI terpilih Anies Baswedan menegaskan akan menutup Hotel Alexis setelah resmi menjabat. Sebab, kata Anies, pemberantasan terhadap prostitusi merupakan bagian dari penegakan perda.

"Ya, komitmen kita melaksanakan perda. Jadi semua pelanggaran (praktik prostitusi) akan kita tindak dan perda itulah yang akan menjadi pegangan," ujar Anies saat ditemui di Kantor DPP Partai Perindo, Jalan Diponegoro No. 29, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (20/4/2017).

Bahkan, tak hanya itu. Anies Baswedan juga akan menutup semua tempat praktik prostitusi di Jakarta.

"Pokoknya semua pelanggaran. Jadi bukan hanya satu. Kesannya cuma satu (Alexis aja yang ditutup). Enggaklah. Semua yang melanggar. Jadi kesannya kita mau menarget satu tempat (Alexis). Enggak. Semua pelanggaran," ujar dia lagi.

Hal yang sama ditegaskan oleh wakilnya, Sandiaga Uno. Dia menyatakan penutupan Alexis merupakan bagian dari janjinya saat kampanye Pilkada DKI yang akan ditepati.

"Kita komit untuk sesuai dengan janji kampanye kita. Jadi janji-janji tersebut akan diwujudkan begitu kita mendapatkan mandat dilantik," ucap Sandiaga saat ditemui di Kantor DPP Partai Perindo, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (20/4/2017).

Tak Ada Bukti

Soal Alexis, Ahok sebelumnya menegaskan bukan tak ingin menutup tempat hiburan tersebut. Namun pihaknya tidak memiliki bukti kuat terkait adanya praktik prostitusi. Jika ada bukti, ujar dia, Pemprov DKI akan menutupnya seperti pada Diskotek Stadium dan Mile's.

"Saya sampaikan, semua tempat hiburan, kalau ketahuan pakai narkoba dua kali, pasti saya tutup. Saya enggak peduli namanya apa. Kalau terbukti melanggar, kami tutup," ujar Ahok.

Karena tak ada bukti, Ahok mengatakan tidak punya rencana untuk menutup Hotel Alexis tersebut. Sebab, indikator prostitusi sulit dibuktikan ketimbang penyalahgunaan narkoba.

"Enggak ada rencana penutupan. Begitu saja. Jadi adil. Kenapa Alexis, Anda malah ribut? Kan, katanya banyak pelacuran. Kamu ada bukti enggak? Kasih saya bukti," ujar Ahok.

Namun begitu, ia menyerahkan sepenuhnya kepada Anies Baswedan sebagai gubernur baru untuk menutup hotel itu. Ahok menunggu keputusan itu. "Saya juga nunggu itu ditutup," ujar dia.

Share:
Keluarga Besar Marga Sun. Powered by Blogger.

Breaking News

KAMI MENYEDIAKAN GAME LIVE CASINO TERBARU DI https://bit.ly/2pLGSsO SILAHKAN DAFTAR YA.. SALAM KEMENANGAN YA BOSKU

Blog Archive