Sunday, 31 December 2017

Iran Memanas, KBRI Teheran Imbau WNI Waspada

Iran Memanas, KBRI Teheran Imbau WNI Waspada


Unjuk rasa anti-pemerintah yang berlangsung di Mashhad sejak Kamis, 28 Desember 2017, kini menyebar di sejumlah kota besar di Iran.

Menurut laporan, demonstran dalam jumlah besar berada di Rasht dan Kermanshah. Sementara itu, unjuk rasa dengan skala yang lebih kecil berlangsung di Isfahan dan Hamadan.

Unjuk rasa berawal dari massa yang memprotes kenaikan harga kebutuhan pokok. Namun, protes itu berkembang menjadi kecaman terhadap kepemimpinan Presiden Hassan Rouhani.

Terbaru, lima peserta unjuk rasa anti-pemerintah Iran tewas ditembak aparat.

Seperti dilansir CNN pada Minggu 31 Desember 2017, setidaknya lima peserta demo tewas akibat penembakan yang dilakukan oleh polisi pengendali huru-hara di Kota Dorud, Provinsi Lorestan, Iran Barat, pada Sabtu malam kemarin.

Terkait dengan insiden ini dan memanasnya situasi di Iran, KBRI Teheran mengeluarkan imbauan agar WNI di Negeri Para Mullah itu waspada.

"Sehubungan dengan meningkatnya aksi atau kerumuman massa di Teheran dan berbagai kota lainnya di Iran, disampaikan kepada seluruh masyarakat dan diaspora Indonesia agar menghindari kerumunan massa yang mengganggu ketertiban dan keamanan umum," demikian isi imbauan KBRI Teheran yang diterima Liputan6.com pada Senin (1/1/2018).

KBRI Teheran juga meminta WNI yang hendak beraktivitas di luar rumah wajib membawa identitas diri seperti paspor dan lainnya.

"WNI senantiasa meningkatkan kewaspadaan dan menjaga komuniasi sesama masyarakat dan diaspora Indonesia di Iran," lanjut pernyataan itu.

KBRI Teheran juga memberi nomor hotline 24 jam yang bisa dikontak sewaktu-waktu oleh para WNI dan diaspora di Iran. 

Awal Mula Terjadi Unjuk Rasa

Demonstrasi tersebut berawal di Mashhad pada 28 Desember 2017. Mashhad adalah kota terbesar kedua di Iran.

Unjuk rasa itu kemudian menyebar ke sejumlah kota lain. Beberapa di antaranya bahkan berkembang menjadi demonstrasi anti-pemerintah yang lebih besar.

Mereka meminta pemerintah untuk membebaskan tahanan politik dan mengakhiri kekerasan yang dilakukan polisi.

Meski sudah mendapat peringatan dari aparat keamanan, pada 29 Desember unjuk rasa itu tersebar luas hingga ke sejumlah kota besar di Iran.

Unjuk rasa tersebut merupakan yang terluas sejak demonstrasi besar-besaran digelar pada 2009, menyusul pemilihan umum yang bermasalah.

Ini Tuntutan Peserta Aksi Demo

Unjuk rasa yang awalnya memprotes kondisi ekonomi dan korupsi bergeser membahas soal politik.

Para demonstran meneriakkan slogan-slogan yang menentang Rouhani dan Ayatollah Ali Khamenei.

Terdapat juga kemarahan pengunjuk rasa atas intervensi Iran di luar negeri. Di Mashhad, beberapa orang meneriakkan "bukan Gaza, bukan Lebanon, hidupkku untuk Iran".

Mereka memprotes pemerintah yang fokus pada isu-isu asing dan tak cenderung mengabaikan masalah domestik.

Dalam video yang diunggah secara online, demonstran lain meneriakkan "tinggalkan Suriah, pikirkan kami". Iran adalah penyedia utama dukungan militer kepada Pemerintah Bashar al-Assad di Suriah.

Kantor berita Fras, yang dekat dengan satuan Garda Revolusi, melaporkan bahwa banyak pengunjuk rasa yang memutuskan untuk meninggalkan demonstrasi setelah demo tuntutan harga itu berubah menjadi demo politik.


Share:

Unjuk Rasa Anti-Pemerintah Pecah di Sejumlah Kota Iran

Unjuk Rasa Anti-Pemerintah Pecah di Sejumlah Kota Iran


Unjuk rasa anti-pemerintah yang berlangsung di Mashhad sejak Kamis, 28 Desember 2017, kini menyebar di sejumlah kota besar di Iran.

Menurut laporan, demonstran dalam jumlah besar berada di Rasht dan Kermanshah. Sementara itu, unjuk rasa dengan skala yang lebih kecil berlangsung di Isfahan dan Hamadan.

Dikutip dari BBC, Sabtu, (30/12/2107), unjuk rasa berawal dari massa yang memprotes kenaikan harga kebutuhan pokok. Namun, protes itu berkembang menjadi kecaman terhadap kepemimpinan Presiden Hassan Rouhani.

Dalam protes itu, sejumlah pengunjuk rasa ditangkap di ibu kota Iran, Tehran.

Menurut Wakil Gubernur Jenederal untuk Urusan Keamanan, mereka yang ditangkap termasuk dalam kelompok beranggotakan 50 orang yang berkumpul di sebuah alun-alun kota.

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengecam penangkapan tersebut. Mereka mendesak semua negara agar secara terbuka mendukung rakyat Iran, yang menuntut hak-hal dasar mereka dan berakhirnya korupsi.

Awal Mula Terjadinya Unjuk Rasa

Demonstrasi tersebut berawal di Mashhad pada 28 Desember 2017. Mashhad adalah kota terbesar kedua di Iran.

Unjuk rasa itu kemudian menyebar ke sejumlah kota lain. Beberapa di antaranya bahkan berkembang menjadi demonstrasi anti-pemerintah yang lebih besar.

Mereka meminta pemerintah untuk membebaskan tahanan politik dan mengakhiri kekerasan yang dilakukan polisi.

Meski sudah mendapat peringatan dari aparat keamanan, pada 29 Desember unjuk rasa itu tersebar luas hingga ke sejumlah kota besar di Iran.

Unjuk rasa tersebut merupakan yang terluas sejak demonstrasi besar-besaran digelar pada 2009, menyusul pemilihan umum yang bermasalah.

Yang Dituntut oleh Pengunjuk Rasa

Unjuk rasa yang awalnya memprotes kondisi ekonomi dan korupsi bergeser membahas soal politik.

Para demonstran meneriakkan slogan-slogan yang menentang Rouhani dan Ayatollah Ali Khamenei.

Terdapat juga kemarahan pengunjuk rasa atas intervensi Iran di luar negeri. Di Mashhad, beberapa orang meneriakkan "bukan Gaza, bukan Lebanon, hidupkku untuk Iran".

Mereka memprotes pemerintah yang fokus pada isu-isu asing dan tak cenderung mengabaikan masalah domestik.

Dalam video yang diunggah secara online, demonstran lain meneriakkan "tinggalkan Suriah, pikirkan kami". Iran adalah penyedia utama dukungan militer kepada Pemerintah Bashar al-Assad di Suriah.

Kantor berita Fras, yang dekat dengan satuan Garda Revolusi, melaporkan bahwa banyak pengunjuk rasa yang memutuskan untuk meninggalkan demonstrasi setelah demo tuntutan harga itu berubah menjadi demo politik.



Share:

Korut, AS, Yerusalem... 5 Skenario Perang Dunia III di Tahun 2018

Korut, AS, Yerusalem... 5 Skenario Perang Dunia III di Tahun 2018


Sepanjang tahun 2017 ini, telah terjadi sejumlah peristiwa besar yang mengguncang global dan kerap disebut-sebut berpotensi sebagai penyulut Perang Dunia III.

Mulai dari serangan teroris di berbagai kota besar mancanegara, juga peningkatan tensi politik dan militer di penjuru dunia.

Selain itu, ancaman nuklir Korea Utara di kawasan Asia Timur dan kekhawatiran akan serangan balasan dari Amerika Serikat ke negara yang dipimpin oleh Kim Jong-un itu semakin meningkatkan ketakutan akan konflik bersenjata berskala besar.

Memasuki pengujung tahun, beberapa di antara potensi penyulut Perang Dunia III itu memang sudah berakhir, salah satunya kekalahan ISIS di Irak dan Suriah.

Akan tetapi, sebagian besar pemantik konflik bersenjata berskala internasional masih tetap bertahan.

Bahkan, pada bulan ke-12, muncul 'pemantik-pemantik' baru, salah satunya isu Yerusalem yang cukup menyita perhatian dunia serta potensi kepemilikan Korea Utara atas senjata biologis dan kimia

Sebagai catatan, ingat Invasi AS ke Irak pada 2003? Salah satu pre-teks yang digunakan Washington DC untuk menyerbu Baghdad adalah dugaan kepemilikan Negeri 1001 Malam atas senjata biologis dan kimia.

Dan mungkin saja, memasuki 2018 yang tinggal menghitung jam, sebagian orang mulai mengkhawatirkan mengenai ancaman Perang Dunia III yang seakan nampak semakin nyata.

Dari berbagai contoh, berikut 5 skenario seputar Perang Dunia III yang mungkin terjadi pada 2018, seperti yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber (31/12/2017).

1. Kim Jong-un Melakukan Tindakan Gila

Faktanya adalah, Kim Jong-un memang memiliki misil jarak jauh. Dan, hulu ledak nuklir. Bahkan teranyar, ia diduga kuat memiliki senkata biologis dan kimia.

Fakta lain juga adalah, Korea Utara telah lama mempersiapkan diri mereka secara sistemik dan struktural untuk kemungkinan menerima serangan dan konflik terbuka dengan negara lain. Demikian seperti dikutip The Sun. 

Uji coba misil jarak jauh mereka misalnya, telah diprediksi oleh pengamat mampu menempuh sejumlah jarak untuk mengenai sasaran di Korea Selatan, Jepang dan bahkan Amerika Serikat.

Andaikata serangan itu berhasil dilakukan, maka dampaknya mungkin akan cukup serius bagi AS untuk melakukan serangan balasan secara efektif.

Skenario itu masih bersifat 50/50. Karena, meski Kim memiliki mengklaim hulu ledak nuklir, dunia masih belum mengetahui secara pasti apakah nuklir itu akan efektif.

Tapi tunggu, kehadiran Presiden Donald Trump dalam kancah perpolitikan global diprediksi dapat menjadi bandul pemberat bagi situasi di Korea Utara.

Pengamat memprediksi bahwa sikap Trump yang eksentrik dan sulit ditebak dapat memberikan kesan bagi Kim Jong-un bahwa AS akan sungguh-sungguh menyerang Pyongyang.

2. Efek Donald Trump Terkait Yerusalem

John Andrews, pakar urusan internasional dan koresponden media asing veteran, mengatakan bahwa, "Trump merupakan tantangan nyata bagi para diplomat". Salah satu alasannya, menurut Andrews, adalah sikap Trump yang sulit ditebak dalam memproduksi sejumlah kebijakan luar negeri.

Tak hanya itu, tendensi sang presiden untuk selalu mengungkit sejumlah permasalahan politik melalui Twitter, dianggap semakin memperburuk situasi.

"Kita sudah terbiasa dengan pemimpin dunia yang sulit untuk diprediksi, seperti Kim Jong-un. Namun, setelah Pilpres AS 2016, kita mengenal satu lagi pemimpin dunia yang sulit diprediksi, yakni Donald J. Trump," tambah Andrews.

Situasi terbaru juga menunjukkan mengenai sikap Trump yang nampak semakin tak sabar untuk menekan Korea Utara terkait program nuklir yang dilakukan oleh Pyongyang.

Donald Trump Soal Yerusalem

Keputusan Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada 6 Desember 2017 lalu juga diprediksi mampu memicu konflik bersenjata berskala besar. Apalagi mengingat betapa banyak negara yang menaruh perhatian pada isu tersebut.

Memang, sejak pengakuan itu, konflik yang terjadi hanya sebatas bentrokan antara demonstran Palestina dengan pasukan keamanan Israel dan terisolasi di kawasan dua negara.

Akan tetapi, andaikata jika ada satu negara yang mengirim pasukan militernya ke kawasan Israel - Palestina dan menempuh opsi perang sebagai solusi, maka, bukan tak mungkin sejumlah negara lain turut melakukan hal yang sama.

Malaysia misalnya. Seperti dikutip dari CNBC pada Senin (11/12/2017), usai mengutuk keputusan Donald Trump, Malaysia juga bersiap mengirim pasukan militernya ke Yerusalem. Hal itu diungkapkan oleh Menteri Pertahanan Hishammuddin Hussein pada akhir pekan lalu.

"Kami siap menerima perintah dari Commander-in-Chief dari Angkatan Darat kami untuk mengirim pasukan bagi Yerusalem,... jika diperlukan," kata Hussein.

Menurut Menteri Hussein, pengakuan Trump itu merupakan tamparan keras bagi muslim. Meski siap mengerahkan pasukan, dia berharap krisis di Yerusalem tak meluas.

3. Korsel dan Jepang vs Korea Utara

Secara teknis, Korea Selatan dan Utara merupakan negara yang masih dalam kondisi perang sejak Perang Korea pecah pada tahun 1950 hingga 1953. Enam puluh empat tahun kemudian, dua negara itu belum menandatangani perjanjian damai -- baru gencatan senjata.

Muncullah, Demilitarized Zone (DMZ) pada perbatasan kedua negara. Tensi militer pada perbatasan itu cukup tinggi dan seringkali diprovokasi oleh Korea Utara. Seperti penanaman ranjau yang melukai tentara Korea Selatan, penenggelaman kapal Korsel di wilayah perairan DMZ, dan pencatutan pulau Korsel oleh Korut.

Jeffrey Lewis, direktur East Asia Nonproliferation Program dari Middlebury Institute of International Studies Lewis menilai, skenario buruk dapat terjadi apabila Korsel melakukan provokasi balasan. Negeri Ginseng dilaporkan memiliki sejumlah misil kendali jarak jauh yang khusus ditujukan untuk menyerang Kim Jong-un.

Namun, serangan balasan berupa hantaman nuklir dari Kim juga ditakutkan oleh Korea Selatan.

Maka, kata Lewis, hanya menunggu waktu hingga Korut melakukan provokasi yang kelewat batas dan Korsel telah habis kesabaran.

Partisipasi Jepang

Negeri Sakura cenderung diam pada tensi militer di Semenanjung Korea yang tak berada jauh dari wilayahnya.

Namun, ada indikasi bahwa Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe juga ingin memiliki misil kendali jarak jauh yang dapat dibeli dari AS. Dan, jika Jepang juga akan memilikinya, tensi militer kian meningkat.

Menurut Lewis, hanya tinggal menunggu waktu untuk skenario terburuk dapat terjadi ketika hampir seluruh negara di Asia Timur memiliki rudal jarak jauh.

Horor Perang Dunia III bukan tak mungkin terjadi di tengah situasi politik global yang karut-marut.

4. Manuver Rusia di Eropa

NATO melaporkan bahwa sejumlah kapal selam Rusia tengah meningkatkan presensi dan aktivitasnya di Laut Atlantik Utara sejak beberapa waktu terakhir.

Aktivitas itu, menurut penilaian NATO, merupakan sebuah langkah agresif dari Rusia yang mampu mengganggu stabilitas di kawasan serta berpotensi memicu sejumlah masalah lain.

Meningkatnya tensi militer tinggi di kawasan -- serupa periode Perang Dingin -- dan mengancam keamanan kabel jaringan telekomunikasi vital yang berada di bawah Laut Atlantik Utara, merupakan konsekuensi dari aktivitas kapal selam Rusia itu. Demikian seperti dikutip dari The Hill, Senin (25/12/2017).

NATO khawatir, kabel bawah laut penyalur transmisi komunikasi dan internet untuk kawasan Eropa serta Amerika Utara itu sewaktu-waktu dapat dibajak oleh kapal selam Rusia tersebut.

"Kami melihat adanya peningkatan aktivitas kapal selam Rusia di dekat kabal bawah laut (di Atlantik Utara)," kata Komandan Gugus Tempur Kapal Selam NATO, Laksamana AL Amerika Serikat, Andrew Lennon.

"Jelas bahwa Rusia memiliki agenda di kawasan dan infrastruktur bawah laut (yang dikelola oleh) NATO," tambahnya.

Sementara itu, Inggris -- yang merupakan anggota NATO -- memperingatkan, jika Rusia berhasil membajak kabel-kabel tersebut, maka aktivitas ekonomi-perdagangan global dan transmisi intelijen rahasia negara Barat dapat diketahui atau diganggu oleh Negeri Beruang Merah.

"Dapatkah kalian membayangkan skenario di mana kabel-kabel itu diganggu atau disadap (oleh Rusia) serta berbagai dampak yang merugikan dari aktivitas tersebut?" kata Kepala Staf Senior AU Inggris, Jenderal Stuart Peach beretorika.

Aktivitas kapal selam Rusia juga berpotensi memicu tensi militer tinggi di kawasan. NATO sendiri mengumumkan akan mengaktifkan kembali Gugus Komando Militer -- yang dulu sempat dinonaktifkan ketika Perang Dingin berakhir.

Aliansi Militer Negara Atlantik Utara itu juga tengah mengembangkan strategi tempur anti-kapal selam menyusul meningkatkanya aktivitas militer Rusia di kawasan.

Hingga kini, Rusia belum memberikan komentar terkait tudingan NATO tersebut.

NATO Aktifkan Gugus Tempur Pemburu Kapal Selam Rusia

Awal tahun lalu, Rusia memang mengakui bahwa mereka tengah meningkatkan aktivitas kemaritimannya, terkhusus dalam aspek kapal selam.

"Lebih dari 3.000 hari di laut untuk armada kapal selam Rusia. Ini pertanda yang bagus," kata Laksamana Vladimir Korolev, Komandan Angkatan Laut Rusia awal tahun ini.

Ia melanjutkan bahwa intensitas aktivitas itu merupakan titik teringgi yang pernah dilakukan oleh Rusia, terhitung sejak berakhirnya Perang Dingin.

Aktivitas itu memicu NATO mengaktifkan kembali gugus tempur pemburu kapal selam yang sebelumnya sempat dipensiunkan pada akhir Perang Dingin.

Amerika Serikat, sebagai salah satu anggota NATO, adalah negara yang intens berpartisipasi dalam revitalisasi gugus tempur pemburu kapal selam itu.

Dalam beberapa bulan terakhir, Angkatan Laut AS telah menerbangkan pesawat anti-kapal selam di wilayah di mana Rusia diketahui mengoperasikan alutsistanya.

Pada hari Kamis pekan lalu, misalnya, salah satu pesawat AS meluncur dari Pangkalan Angkatan Laut Sigonella di Sisilia, Italia, demi menegaskan presensi mereka di Laut Mediterania -- salah satu kawasan NATO yang dilaporkan terjadi peningkatan presensi kapal selam Rusia.

5. Prediksi Pemenang Perang Dunia III

Dipicu ketegangan di Korea Utara, sejumlah orang mengklaim, konflik global atau Perang Dunia III bisa menjelang dalam waktu dekat.

Jika itu sampai terjadi, akibatnya sungguh tak terbayangkan. Saat ini, satu senjata termonuklir yang bobotnya melebihi 1.000 kilogram punya daya ledak setara 1,2 juta ton TNT.

Situasi semakin memburuk ketika hampir semua kekuatan tempur utama di dunia saat ini punya kekuatan destruktif. Diperkirakan ada sekitar 22.000 hulu ledak nuklir -- yang bisa memicu sebuah 'kepunahan massal' di muka Bumi jika digunakan secara bersamaan.

Bom atom yang dijatuhkan AS ke Hiroshima dan Nagasaki adalah kejadian kali pertama dan terakhir senjata nuklir digunakan dalam perang -- sebuah kebijakan militer paling kontroversial secara moral, politis, dan historis.

Meski demikian, fakta menunjukkan, sejumlah negara terus memperbesar anggaran militer mereka untuk segala jenis persenjataan -- dari yang 'kurang' mengerikan hingga diam-diam mengembangkan senjata nuklir.

Hingga kini, sulit untuk menentukan siapa pemenang perang yang belum terjadi.

Namun, secara kasat mata, Amerika Serikat diprediksi akan memenangi konflik terbuka, mengingat banyaknya aset militer yang dimiliki oleh Negeri Paman Sam.

Menurut The Sun, AS memiliki 187 jet tempur F-22 dan F-35; 14 kapal selam pembawa 280 rudal berhulu ledak nuklir, 4 kapal selam pembawa 154 misil Tomahawk, dan 54 kapal selam tempur bertenaga nuklir.

Jumlah itu jauh lebih digdaya jika dibandingkan dengan negara besar lain seperti Rusia dan China. Sampai 2014, AS juga diduga mempunyai 7.300 senjata nuklir.

Itu belum termasuk dukungan dari para sekutu Washington.

Kini Rusia dilaporkan tengah mengembangkan satu jet tempur siluman. Sedangkan, untuk kapal selam, Negeri Beruang Merah hanya memiliki 60 unit.

Meski jumlah itu jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan yang dimiliki Presiden Trump, namun Moskow diduga memiliki sejumlah kapal selam dengan kemampuan siluman.

Selain itu, untuk meningkatkan kapabilitas persenjataan nuklir, mantan seteru AS pada Perang Dingin tersebut dilaporkan tengah mengembangkan torpedo nuklir berbobot 100 megaton.

Untuk senjata nuklir, negara pecahan Uni Soviet itu diperkirakan memiliki 8.000 senjata nuklir.

Negeri Tirai Bambu juga tengah meningkatkan kapasitas alutsistanya. Menurut laporan, China sedang mengembangkan empat jet dengan kemampuan siluman.

Sementara itu, untuk kapal selam, Negeri Tiongkok memiliki 5 unit bertenaga nuklir, 53 unit bertenaga diesel, dan 4 unit berhulu ledak nuklir. Saat ini, China diduga memiliki 240 senjata nuklir.

Masing-masing negara masih terus mengembangkan kapasitas alat tempurnya. Selain AS, Rusia, dan China, sejumlah kekuatan dunia juga aktif mengembangkan sistem militernya.

Enam negara -- Inggris, Prancis, India, Pakistan, Korea Utara, Israel -- juga diam-diam diduga kuat mengembangkan nuklirnya. Yang bukan untuk tujuan damai.

Share:

18-12-1941: Jepang Invasi Hong Kong Saat Perang Dunia II

18-12-1941: Jepang Invasi Hong Kong Saat Perang Dunia II


Dalam rangkaian Perang Dunia II antara kubu Sekutu dan Poros, beberapa negara yang dominan mencoba merebut wilayah kekuasaan dari negara di kubu lain. Seperti yang dilakukan Jepang, 66 tahun silam, 18 Desember 1942.

Jepang untuk pertama kalinya melakukan invasi ke Hong Kong yang saat itu menjadi wilayah jajahan Inggris. Pada hari itu, negeri sakura tersebut menurunkan ratusan pasukan di Hong Kong, yang selanjutnya melakukan penyerangan.

Sebelumnya, Jepang mengirimkan utusan ke Hong Kong untuk menemui Gubernur Hong Kong asal Inggris, Sir Mark Young, untuk menyampaikan pesan agar Inggris untuk menyerah, langkah Inggris untuk mempertahankan Hong Kong adalah upaya yang sia-sia.

Menanggapi pesan tersebut, Inggris menolak untuk menyerahkan kekuasaan kepada Jepang, bahkan tidak akan mau untuk bernegosiasi dengan negara kubu Poros tersebut. Demikian seperti dikutip dari History.

Sehingga, keesokan harinya, pada 18 Desember 1941, Jepang meluncurkan pasukan dan menyerang Hong Kong dengan senjata artileri. Serdadu Jepang menangkap, mengumpulkan dan mengikat tentara Inggris di satu tempat. Semua tawanan, termasuk petugas medis Royal Medical Corps yang tak melakukan perlawanan saat ditangkap, pun dieksekusi mati. Penduduk China yang juga berada di Hong Kong juga menjadi sandera.

Pasukan Jepang kemudian menguasai lokasi-lokasi utama di Hong Kong, termasuk waduk utama. Selain menganiaya, Jepang juga membuat para tawanan meninggal dengan sadis, seperti sengaja membuat mereka kehausan. Jepang pada akhirnya mengambil alih kekuasaan Inggris secara penuh pada 25 Desember 1941.

Peristiwa penyerangan Jepang pada 8-25 Desember 1941 di Hong Kong ini disebut the Defence of Hong Kong atau the Fall Hong Kong. Dan pertempuran ini merupakan yang pertempuran pasifik pertama dalam Perang Dunia II. Serangan ini dinilai sebagai pelanggaran hukum internasioanl, karena Jepang sebelumnya tak mendeklarasikan perang ke Inggris, tapi langsung menyerang Hong Kong.

Pendudukan Jepang di Hong Kong ini berjalan hingga 3 tahun 8 bulan, yakni hingga Kota Hiroshima dan Nagasaki dibom atom oleh Sekutu. Jepang menyerah kepada Sekutu pada awal Agustus 1945, yang menjadi awal jatuhnya Kubu Poros, dan pada akhirnya Sekutu yang menang di Perang Dunia II.

Sejarah lain mencatat pada 18 Desember 1771, terjadi Pertempuran Puputan Bayu meletus di Banyuwangi sebagai usaha terakhir Kerajaan Blambangan melawan invasi VOC. Peristiwa ini akhirnya diperingati sebagai hari jadi Kabupaten Banyuwangi. 18 Desember 1865, perbudakan dihapuskan di Amerika Serikat, melalui keputusan Perubahan Konstitusi 13 AS.

Share:

22-12-1941: Bahas Perdamaian, Churchill Temui Roosevelt di AS

22-12-1941: Bahas Perdamaian, Churchill Temui Roosevelt di AS


Pada hari ini, 22 Desember 1941, Perdana Menteri Inggris Winston Churchill tiba di Washington DC, Amerika Serikat untuk menemui Presiden AS kala itu, Franklin Delano Roosevelt (FDR).

Mereka hendak membicarakan mengenai strategi dan perdamaian masa depan Anglo-AS. Pertemuan dilakukan setelah AS, akhirnya, terseret langsung dalam perangan Pasifik (Perang Dunia II) dan Eropa, sebagaimana dikutip dari History.com.

Maka dari itu, adalah sebuah kewajiban bagi Inggris dan AS untuk menciptakan kedamaian di kawasan tersebut. Kesepakatan dari kedua belah pihak pun lahir, Churchill dan FDR memutuskan untuk menggabungkan dan mengkoordinasikan strategi militer untuk menghadapi Jerman dan Jepang.

Selain itu, mereka juga menyusun invasi bersama masa depan di benua Eropa. FDR juga menyetujui peningkatan radikal dalam program produksi senjata AS.

Pada akhir tahun 1943, jumlah pesawat operasional AS menjadi 45.000, dari yang semula berjumlah 12.750 pesawat. Sementara itu, sebanyak 15.450 tank -- yang sebelumnya diusulkan -- juga ditambah, sehingga total menjadi 45.000 tank. Pasokan senapan mesin yang diproduksi pun dinaikkan hampir dua kali lipat, menjadi 500.000.

Di antara hasil penting pertemuan itu adalah sebuah deklarasi yang dikeluarkan oleh Churchill dan FDR yang ditandatangani oleh 26 negara. Deklarasi ini meminta agar keduapuluhenam negara tersebut bersedia menggunakan seluruh sumber dayanya untuk mengalahkan kekuatan Poros (Axis) dan tidak menuntut perdamaian terpisah.

Konfederasi itu lalu menyebut dirinya sendiri sebagai "Perserikatan Bangsa-Bangsa". Dua puluh enam negara yang dipimpin oleh AS, Inggris, dan Uni Soviet tersebut menyatakan tujuan terpadunya untuk menjamin kebebasan kehidupan, kebebasan beragama, serta kebebasan untuk melestarikan hak-hak manusia dan keadilan.

Pertemuan Churchill dan FDR menjadi cetak biru (blueprint) untuk melahirkan organisasi perdamaian internasional dan menghancurkan fasisme.

Di hari yang sama, tahun 1972, AS mengumumkan bahwa pemboman di Vietnam Utara akan terus diperluas, apabila Hanoi tidak segera melakukan negosiasi dengan Washington.

Sikap tersebut diambil AS lantaran sebelumnya, tanggal 13 Desember, negosiator dari Vietnam Utara memutuskan walk out dari perundingan rahasia di Paris, Prancis.

Mengetahui hal itu, Presiden AS Richard Milhous Nixon marah. Ia mengeluarkan ultimatum untuk Vietnam Utara agar menyuruh perwakilannya kembali ke meja konferensi dalam waktu 72 jam, atau ia akan melakukan "sesuatu".

Sayangnya, Vietnam menolak permintaan Nixon. Menanggapi keputusan Vietnam, Presiden AS itu kemudian memerintahkan Operasi Linebacker II (Operation Linebacker II), sebuah operasi militer udara besar-besaran untuk menghancurkan Hanoi.

Share:

Friday, 29 December 2017

Kuota Terbatas ke Kawah Bromo Saat Liburan Akhir Tahun

Kuota Terbatas ke Kawah Bromo Saat Liburan Akhir Tahun


Menjelang Tahun Baru 2018, pengunjung dan wisatawan yang menaiki tangga Gunung Bromo, Jawa Timur, diberlakukan kuota 200 orang tiap kelompok. Waktu berada di bibir kawah pun dijatah maksimal 15 menit.

"Kuota 200 orang itu dari semula pengunjung yang mencapai 500-700 orang, semua itu bertujuan untuk keamanan dan keselamatan," kata Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS) John Kenedie, di Kantor Seksi Wilayah I Cemorolawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jatim, Jumat, 29 Desember 2017, dilansir Antara.

Sehari sebelumnya, yakni pada Kamis, 28 Desember 2017, John Kenedie bersama jajaran BBTNBTS mengadakan pertemuan dengan pemangku kepentingan terkait untuk kesiapan pengamanan di kawasan Gunung Bromo dan Gunung Semeru. Pertemuan digelar untuk mengantisipasi kenaikan tajam wisatawan pada liburan panjang Natal 2017 dan Tahun Baru 2018.

Pemangku kepentingan yang terlibat dalam persiapan itu adalah tokoh masyarakat adat Tengger, anggota DPRD setempat, TNI, Polri, Forum Sahabat Gunung, pelaku jasa pariwisata, anggota paguyuban angkutan wisata yang beroperasi sekitar kawasan TNBTS, dan lainnya.

Pertemuan itu menghasilkan kesepakatan untuk memberlakukan kuota tersebut, yakni wisatawan yang menaiki tangga Bromo diberlakukan kuota 200 orang tiap "kloter", dari semula mencapai 500-700 orang dengan pembatasan waktu di bibir kawah Bromo maksimal 15 menit.

Mereka juga mewacanakan ke depan secara perlahan-lahan akan dilarang sepenuhnya dengan pertimbangan keselamatan.

Untuk itu, para pengunjung yang menaiki tangga Bromo diimbau berhati-hati meski saat ini di kaki tangga/kawah Bromo telah dipasang garis polisi, papan imbauan, dan juga disiapkan posko pengamanan bersama.

Terkait pengamanan kawasan dan pengunjung Tahun Baru 2018, para pihak yang berwenang bersepakat untuk bersama-sama mengamankan sejumlah lokasi konsentrasi pengunjung.

Antisipasi Sampah

Guna mengantisipasi banyaknya sampah di dalam kawasan pada saat puncak kunjungan, BBTNBTS bersama-sama para pihak membagikan kantong sampah kepada pengunjung dan pelaku jasa wisata supaya dapat membawa sampahnya kembali.

"Jadi, baik keamanan, keselamatan, hingga masalah menjaga kebersihan dan lingkungan sudah kita antisipasi dengan berbagai upaya," kata John Kenedie.

Berdasarkan pantauan langsung Antara yang mengikuti patroli yang dipimpin Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (PTN) Wilayah II Tumpang, Kabupaten Malang, Tatag Hari Rhudata, sejak dari Pos Resort Coban Trisula melalui savana (padang rumput), laut pasir, hingga Pos Resort Tengger Laut Pasir dan Kantor Seksi Wilayah I di Cemorolawang, kantong sampah tergantung di bagian depan sejumlah mobil jip.

Puluhan jip yang berlalu lalang membawa pengunjung untuk naik ke Gunung Bromo dan juga Gunung Semeru itu menampung sampah para penumpangnya. Nantinya, sampah yang terkumpul akan ditempatkan di tempat pembuangan akhir sampah.

"Untuk masalah sampah ini, kami dibantu relawan dan masyarakat tidak henti-hentinya terus melakukan imbauan-imbauan karena kesadaran menjaga kebersihan ini selalu naik-turun sehingga harus dilakukan penyadaran-penyadaran sepanjang waktu," kata Tatag.

Sementara itu, Kasubag Evaluasi, Pelaporan, dan Humas TN-BTS Syarif Hidayat menambahkan, membludaknya pengunjung dan wisatawan tentu berdampak pada permasalahan kebersihan.

Terlebih, dijumpai fakta belum tumbuhnya kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungan di sekitarnya, yang berimbas adanya sampah yang berserakan di dalam kawasan.

Guna menyadarkan wisatawan dan pengunjung, termasuk para pelaku jasa wisata di kawasan Gunung Bromo dan sekitarnya, BBTNBTS bersama Forum Sahabat Gunung (FSG) mengampanyekan gerakan buang sampah pada tempatnya. Bentuknya, di antaranya imbauan di media sosial dan pembagian kantong sampah terhadap pengunjung dan angkutan wisata.

Kampanye penyadaran itu dilakukan untuk terus mengingatkan wisatawan dan para pelaku usaha jasa wisata guna menjaga keindahan dan kebersihan TNBTS dengan tidak membuang sampah sembarangan di dalam kawasan.

Share:

Romantisme Pagi Sambil Jajal Nyali di Bukit Hud

Romantisme Pagi Sambil Jajal Nyali di Bukit Hud


Libur akhir tahun menjadi berkah bagi pengelola wisata di berbagai daerah. Salah satunya, Bukit Hud di Desa Karangbolong, Kecamatan Buayan, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.

Bukit Hud menyajikan landview yang unik nan spektakuler, dan barangkali menjadi satu di antara sedikit objek wisata yang menggabungkan dua view yang kontras. Alam perbukitan yang berlomba menyentuh awan berpadu dengan luasnya samudera.

Dari bukit ini, wisatawan dapat melihat luasnya Samudera Hindia tanpa penghalang. Angin yang bertiup dari tengah samudera menyegarkan tubuh. Apalagi, jika dinikmati dengan kelapa muda sembari menikmati birunya laut dan ombak-mbak yang bekejaran.

Tak aneh jika belakangan Bukit Hud menjadi destinasi yang ramai didatangi pelancong, apalagi di libur akhir tahun 2017 ini. Musababnya, bukit ini menjanjikan kisah romantis sekaligus menguji adrenalin lewat salah satu spot untuk berfoto ria.

Spot ini menjanjikan latar swafoto spektakuler. Saking spektakulernya, beberapa pasangan memilih untuk tak berdiri lantaran deru angin di ketinggian menciutkan nyali.

Pelancong ditantang berswafoto di ketinggian gardu pandang berbentuk kupu-kupu di tebing karang Bukit Hud yang berhadapan langsung dengan Samudera Hindia.

Angin deras dipadu ketinggian tebing dari dasar pantai menciptakan suasana mencekam tapi romantis bagi sejoli yang tengah memadu kasih. Tak aneh jika pada peak season libur akhir tahun ini, kunjungan turis ke Bukit Hud meningkat 500 persen.

Berkat Swafoto Warganet

Popularitas Bukit Hud terangkat dengan maraknya foto-foto nan romantis yang diunggah warganet di dunia maya. Tentu, oleh sepasang kekasih yang telah menguji ketinggian Bukit Hud.

Biasanya, objek wisata yang terhitung baru ini hanya dikunjungi oleh sekitar 100 orang pada hari-hari biasa. Namun kini, objek wisata itu dikunjungi oleh lebih dari 500 orang per hari.

"Dibandingkan dengan hari-hari biasa memang ada kenaikan yang drastis pengunjung selama libur Natal," kata Aminasir, Ketua Pengelola Objek Wisata Bukit Hud, Rabu, 27 Desember 2017.

Anasir memperkirakan, kunjungan wisatawan akan terus naik hingga memasuki masa puncaknya pada tahun baru, 1 Januari 2018 mendatang.

Bahkan, jumlah kunjungan akhir 2017 ini lebih tinggi dibanding kunjungan wisatawan pada momentum Natal 2016 lalu. Hal itu bisa dimengerti lantaran Bukit Hud saat itu belum sepopuler saat ini.

Meski terjadi lonjakan yang signifikan, pengelola Bukit Hud tak menaikkan harga tiket di libur akhir tahun ini. Harga tiket masuk ke Bukit Hud dipatok normal, yakni Rp 5.000 per orang ditambah Rp 2.000 untuk ongkos parkir kendaraan.

Menjajal Camping Ground Bukit Hud

Libur akhir tahun ini juga dimanfaatkan pengelola wisata Bukit Hud untuk mengenalkan fasilitas baru yang bakal menjadi daya tarik anyar bagi wisatawan yang disebut Gerbang Cinta.

Kali ini, pengelola ingin menyajikan latar swafoto berlatar pegunungan dan pedesaan. Latar swafoto itu tentu beda dengan beberapa tempat swafoto lain di Bukit Hud yang berlatar lautan lepas.

Anasir menerangkan, Bukit Hud juga memiliki camping ground atau perkemahan yang biasa dimanfaatkan turis untuk berakhir pekan. Pengunjung bisa membawa tenda sendiri mapun menyewa dari pengelola.

"Objek wisata ini buka 24 jam, karena biasanya ada yang camp juga di bukit ini," Anasir menerangkan.

Di malam hari, turis bisa menyalakan api unggun dan membakar ikan laut, atau hanya sekadar menikmati jagung bakar di sejumlah gardu pandang yang ada di Bukit Hud, sembari menikmati pemandangan malam laut.

Lampu petromaks nelayan berkerlap-kerlip di kejauhan, timbul tenggelam di antara ombak-ombak Samudera Hindia.

Share:

Liburan Sekolah, Coba 3 Destinasi Wisata Anak di Puncak Bogor

Liburan Sekolah, Coba 3 Destinasi Wisata Anak di Puncak Bogor


Suasana liburan di penghujung tahun masih sangat terasa. Apalagi jika Anda memiliki anak yang sudah bersekolah. Kira-kira ke mana libur panjang Anda dan keluarga kali ini? Tentu saja Anda harus mengunjungi destinasi wisata yang ramah anak, bukan?

Agar anak-anak tetap merasakan liburan yang menyenangkan sebelum akhirnya kembali beraktivitas di sekolah awal tahun depan.

Nah, jika Anda tidak berencana pergi ke luar kota atau ke luar negeri, mengapa tidak mengunjungi destinasi wisata yang tak jauh dari kota Jakarta. Salah satunya adalah Puncak Bogor, Jawa Barat. Puncak memang sudah dikenal sebagai destinasi wisata paling ramai dikunjungi saat liburan. Suasana yang sejuk dan segar membuat liburan bersama keluarga menjadi lebih menyenangkan.

Ada tiga rekomendasi destinasi wisata yang ramah anak di Puncak yang bisa Anda coba sebelum libur panjang berakhir, seperti yang dirangkum dari berbagai sumber berikut ini.

1. Cimory Riverside
Jika Anda sering mengunjungi Puncak, tentu sudah tak asing lagi dengan tempat wisata yang satu ini. Cimory Riverside menjadi salah satu tempat favorit para keluarga yang liburan ke Puncak. Di sini, selain tempat makan, pusat oleh-oleh dan beragam susu sapi, ada juga beragam wahana permainan yang seru untuk anak-anak.

Tak hanya itu, di Cimory Riverside Anda juga bisa mengunjungi sebuah museum 3D trick art terbesar di Puncak, yaitu Museum LuLu atau Lukisan Lucu. Anda bisa berfoto sambil seru-seruan menikmati beragam lukisan 3D yang keren hanya dengan merogoh kocek Rp 30 ribu.

2. Taman Wisata Matahari
Tak jauh dari Cimory Riverside, Anda bisa mengunjungi salah satu taman wisata terbesar yang berada di kawasan Puncak. Ya, Taman Wisata Matahari merupakan sebuah tempat rekreasi keluarga yang memiliki tema "Recreation and Education Park".

Tempat wisata ini menyajikan berbagai macam wahana permainan anak, seperti waterpark, kolam renang mini, serta berbagai fasilitas bermain yang akan membuat anak-anak tak merasa cukup bermain seharian.

Selain itu, Anda pun bisa mengunjungi menara pandang untuk menikmati Puncak dari atas, taman yang dihiasi bunga-bunga cantik untuk selfie serta menaiki beragam jenis perahu di danau buatan.

Pada musim liburan panjang kali ini, Anda cukup membayar tiket masuk sebesar Rp 45 ribu yang sudah termasuk gratis lima wahana permainan dan diskon 10 persen untuk makan siang.

3. The Ranch Cisarua

Meski terbilang baru, tempat wisata yang satu ini sudah cukup dikenal oleh para pengunjung yang kerap liburan ke Puncak. Berada di kawasan Puncak yang juga tak jauh dari Cimory Riverside dan Taman Wisata Matahari, membuat The Ranch Cisarua patut dikunjungi.

Hampir mirip dengan yang di Bandung, di sini Anda dapat menikmati sejuknya udara Puncak sambil berfoto di berbagai spot-spot foto menarik. Selain itu, Anda pun dapat mengajak si kecil mencoba naik kuda, melihat kelinci dan sapi, serta menjajal kuliner lezat seperti tahu susu lembang dan sosis bakar.

Share:

Ulah Geng Jepang Menjarah Bikin Resah

Ulah Geng Jepang Menjarah Bikin Resah


Hari itu, meski malam telah berlalu, namun matahari belum terbit, segerombolan muda-mudi beraksi. Bukan melakukan hal positif, mereka justru berulah dengan menjarah hingga membuat resah.

Mereka tergabung dalam Geng Jembatan Mampang atau biasa disebut Geng Jepang. Aksi mereka menjarah toko pakaian di Depok, Jawa Barat, itu terekam kamera CCTV dan viral di sosial media.

Dalam rekaman terlihat sekelompok remaja mengendarai sepeda motor berboncengan tiga mendadak menyerbu masuk ke toko tersebut. Pakaian yang dipajang di depan pun digondol beramai-ramai.

Kasubbag Humas Polresta Depok AKP Sutrisno menyampaikan, kejadian itu terjadi pada Minggu 24 Desember sekitar pukul 04.30 WIB. Lokasinya di Jalan Cakalele, Depok II, Jawa Barat.

Dalam waktu cepat, polisi berhasil menangkap 26 orang terkait penjarahan tersebut. Setelah dilakukan interogasi mendalam, polisi menetapkan delapan orang di antaranya sebagai tersangka. Sementara 18 lainnya dipulangkan.

"Ditangkapnya di daerah Pancoran Depok," kata AKP Sutrisno kepada Liputan6.com, Jakarta, Senin 25 Desember.

Dari 26 orang yang ditangkap, tiga di antaranya adalah perempuan. "Yang di bawah umur lima. Laki-lakinya lima dan perempuannya tiga," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Selasa (26/12/2017).

Polisi masih melakukan pemeriksaan untuk mengungkap motif aksi penjarahan toko pakaian tersebut. 

Positif Narkoba

Sebanyak 26 anggota geng motor yang diduga terlibat aksi penjarahan toko pakaian di Depok, Jawa Barat, menjalani tes urine. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui pengaruh narkoba dalam aksi penjarahan.

Dari hasil pemeriksaan, empat orang dinyatakan positif mengonsumsi narkoba dan obat terlarang lain.

Para tersangka, yakni ALF alias Caong (20), AHM (18), ALG (16), FAT (17), DEW (16), dan tiga lainnya perempuan, yakni EKS (18), Bel (16), dan YUV (17).

Selain itu, empat dari 26 orang yang diamankan dinyatakan positif mengonsumsi narkoba. Namun, polisi tidak bisa mengusut kasus penyalahgunaan narkoba lantaran tidak ditemukan barang bukti saat penangkapan.

Satu orang yang positif narkoba termasuk dalam delapan orang yang dijadikan tersangka penjarahan. "Ada satu yang positif narkoba dan kami tetapkan tersangka bersama tujuh lainnya," kata Argo.

Sementara, 18 orang lain yang sempat diamankan kini telah dipulangkan. Menurut Argo, mereka tidak terbukti melakukan pidana penjarahan.

Sementara delapan tersangka yang kini telah ditahan di Mapolres Depok dijerat dengan Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan (Curas).

"Pasalnya curas saja. Tidak kami kenakan pasal narkoba, kan barang buktinya tidak ada," jelas Argo.

Polisi Kecolongan?

Polisi menangkap puluhan penjarah kios pakaian di Depok, Jawa Barat. Total ada 24 remaja alias ABG yang diamankan Polresta Depok pada Minggu kemarin. Lantas, bagaimana mereka bisa lolos dari pantauan kepolisian?

Kepala Sub Bagian Humas Polresta Depok AKP Sutrisno, menolak disebut kecolongan terkait aksi puluhan remaja yang konvoi menggunakan motor dan berbekal senjata tajam pada Minggu kemarin.

Dia mengungkapkan, para pelaku menarget daerah yang bukan menjadi target patroli Tim Jaguar Polresta Depok. Tim Jaguar adalah tim antibandit Polresta Depok. Jaguar merupakan kependekan dari Tim Khusus Penjaga Gangguan dan Anti Kerusuhan, tim ini merupakan gabungan dari satuan di Polresta Depok.

"Namanya anak-anak ngerti juga, kan, Jaguar lewat mana. Itu sesuatu di luar dugaan," ujar Sutrisno saat dikonfirmasi Liputan6.com Senin (25/12/2017). Ia pun membantah bahwa Tim Jaguar absen melakukan patroli.

"Semalam itu Jaguar (patroli) sampai pukul 5," kata Sutrisno.

Dari video yang beredar itu, para penjarah tidak berjalan kaki. Mereka konvoi menggunakan motor. Ini tampak dari helm yang dikenakan dan motor yang ditumpangi. Belum lagi, ada di antara mereka yang membawa celurit dan senjata tajam lainnya.

"Sudah ditangkap semalam. Ditangkapnya di daerah Pancoran Depok," kata Sutrisno.

Para remaja itu saat ini masih dimintai keterangan. Polisi belum mengetahui motif mereka menjarah toko pakaian tersebut.

Sutrisno mengatakan, Polresta Depok tidak pernah berhenti melakukan sosialisasi dengan mendatangi sekolah-sekolah di Depok. Sosialisasi tersebut berupa imbauan agar anak-anak menjauhi kemungkinan terjerat tindak pidana.

"Sudah, Bhabinkamtibmas kami kan sering ke sekolah-sekolah. Bilang agar jangan narkoba, tawuran, berantem," ujar Sutrisno.

Namun ia mengaku bahwa masih ada saja siswa yang tidak patuh terhadap imbauan tersebut.

"Satu dua masih bandel," ucap Sutrsino.

Sutrisno belum mengetahui langkah selanjutnya yang akan ditempuh terhadap pelaku penjarahan kios karena pihaknya masih melakukan pendalaman.

Mengingat usia pelaku yang masih dibawah umur, AKP Sutrisno juga tidak dapat memberi tahu apakah akan menerapkan upaya diversi.

"Akan kita lihat dulu unsur pidananya," ujar Sutrisno.

Jejak Kriminal Geng Jepang

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, aksi pemuda-pemuda tersebut memang meresahkan. Dalam catatan kepolisian, setidaknya Geng Jepang telah lima kali melakukan penjarahan.

"Dia tidak hanya jarah pakaian saja, tapi dia juga jarah tukang gorengan, nasi goreng di pinggir jalan juga ada, dia untuk makan," ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Selasa (26/12/2017).

Polisi, kata Argo, masih melakukan pendalaman terkait sejumlah aksi kriminal yang dilakukan Geng Jepang.

"Ada juga warung-warung dia serbu di situ, sedang kami dalami itu," kata dia.

Argo meminta semua lapisan masyarakat berperan aktif dalam menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan. Salah satunya, lanjut dia, mencegah para pemuda terlibat dalam aksi kejahatan.

Peran tokoh dan para orangtua sangat diharapkan dalam hal ini.

"Perlu adanya kesinambungan bersama untuk menyelesaikannya. Jangan sampai itu berlanjut terus," ucap Argo.

Psikolog Reza Indragiri mempertanyakan keberadaan polisi saat kejadian berlangsung. "Polisi katanya sudah membentuk tim buser khusus untuk menyergap geng motor. Tapi kejadian mutakhir malah memperlihatkan kaderisasi geng yang sangat masif," katanya.

Selain itu aneh, lanjut dia, ada 30 remaja bermotor keliling berombongan tapi tak terendus. "Buser kapan patrolinya? CCTV Depok off? Masyarakat enggan melapor? Hotline number tidak berfungsi?"

"Kalau kita sepakat bahwa kelakuan anak-anak muda tersebut kian membahayakan, maka sudah sepatutnya revisi terhadap UU Sistem Peradilan Pidana Anak. Inti revisi adalah penanganan hukum yang diperberat," tegasnya, melalui pesan singkat yang diterima Liputan6.com, Selasa (26/12/2017).

Reza mencontohkan, sanksi bisa berupa kehadiran orang tua mereka selama proses hukum, atau kerja paksa/sosial sebagai pelengkap sanksi pidana.

"Bukan hanya aspek penjarahan barang, kepada anggota geng motor tersebut patut dicek tanda-tanda narkoba, hubungan seks tak aman di luar pernikahan, dan eskalasi tingkah laku kekerasan."

Share:
Keluarga Besar Marga Sun. Powered by Blogger.

Breaking News

KAMI MENYEDIAKAN GAME LIVE CASINO TERBARU DI https://bit.ly/2pLGSsO SILAHKAN DAFTAR YA.. SALAM KEMENANGAN YA BOSKU

Blog Archive