Monday, 26 March 2018

Pengusaha Pesimistis Penurunan Tarif Tol Bisa Tekan Ongkos Logistik

Pengusaha Pesimistis Penurunan Tarif Tol Bisa Tekan Ongkos Logistik


Pemerintah Jokowi berencana untuk menurunkan tarif tol. Namun hal tersebut dinilai tidak efektif menurunkan biaya logistik jika jalan tol masih sering mengalami kemacetan.

Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia (ALI), Zaldy Ilham Masita mengatakan, sebenarnya mahal atau murah tarif sebuah ruas tol merupakan hal yang wajar dan tidak bisa ditentukan dengan nominal rupiah. Karena tarif biasanya disesuaikan dengan layanan yang diberikan badan usaha jalan tol (BUJT).

"Tarif tol mahal atau tidak, itu relatif. Tergantung service levelnya," ujar dia saat berbincang dengan Liputan6.com di Jakarta, Minggu (25/3/2018).

Namun bagi pelaku usaha logistik, tarif dikatakan mahal bila ruas tol tersebut sering mengalami kemacetan. Hal ini yang membuat biaya logistik di Indonesia menjadi tidak efisien.

"Kalau tarif seperti sekarang tapi tolnya sering macet, ya akan mahal. Karena sama saja dengan jalan biasa," kata dia.

Oleh sebab itu, Zaldy menyarankan, lebih baik pemerintah fokus mengatasi kemacetan di jalan tol, ketimbang mengurusi masalah tarif. Sebab penurunan tarif justru dikhawatirkan membuat jalan tol semakin macet.

"Kalau tidak macet, maka tarif tol (yang berlaku) sekarang termasuk murah. Jalan tol yang lancar lebih penting daripada penurunan tarif tol," tandas dia.

Jokowi Minta Tarif Tol Turun

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memanggil sejumlah menteri dan operator jalan tol ke Istana pagi ini. Pemanggilan tersebut salah satunya terkait dengan tarif tol yang berlaku saat ini.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, Presiden Jokowi mempertanyakan soal mekanisme perhitungan tarif tol. Sebab, selama ini dirinya sering mendengar keluhan dari para pengguna tol jika tarif tersebut terlalu mahal.

‎"Beliau menanyakan tarif tolnya ini bagaimana cara menghitungnya, dia mendengar keluhan para pengemudi," ujar dia di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada 22 Maret 2018. 

Basuki menjelaskan, dalam 40 tahun terakhir, tarif dasar untuk menentukan tarif tol berbeda-beda. Seperti pada era 1980-2000, rata-rata tarif dasarnya sekitar Rp 212-Rp 416 per kilometer (km).

"Jadi ini tarif tol selama 4 dekade mulai 1980 hingga 2000 ini kan ada ruas tolnya dari jagorawi ke palimanna kanci ini tarifnya Rp 212-R 416 per km. Ini di mana dulu, ini sekian. Sedangkan 2000-2010 ini seperti contohnya Ulujami dan Cipularang ini Rp 709 per km," kata dia.

Menurut dia, tarif tersebut kemudian terus meningkat. Untuk 2015 hingga yang akan dioperasikan pada tahun ini, rata-rata tarif dasarnya antara Rp 150-Rp 1.500 per km. Namun tarif ini dinilai terlalu mahal.

"Pada tahun 2011 Surabaya-Mojokerto, Bogor, Bali ini Rp 900-Rp 1000 per km.‎ Untuk 2015 ini yang baru beroperasi hingga 2018 nanti ini Rp 750-Rp 1.500 per km. Ini yang disebut mahal," ungkap dia.

Basuki mengungkapkan, sebenarnya kenaikan tarif tol ini seiring dengan kenaikan inflasi. Selain itu, juga terkait dengan biaya konstruksi yang juga meningkat. ‎"Kalau lihat inflasi ini masih bisa dibilang wajar terlalu lihatnya dari mana. Ini karena untuk biaya kontruksinya ini pajak, bunga," tandas dia.

Share:

Kementerian ESDM Lobi DPR Naikkan Subsidi Solar Jadi Rp 1.000 per Liter

Kementerian ESDM Lobi DPR Naikkan Subsidi Solar Jadi Rp 1.000 per Liter


Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) akan mengajukan kenaikan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar sebesar Rp 500 per liter kepada DPR. Jika dikabulkan, maka subsidi Solar akan menjadi Rp 1.000 per liter.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Min‎yak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Ego Syahrial mengatakan, pemerintah akan mengusulkan penambahan subsidi Solar dari saat ini Rp 500 per liter menjadi Rp 1.000 per liter.

"Iya, kan Rp 500 per liter ya, naikin (jadi) Rp 1.000 per liter lah," kata Ego, di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (12/3/2018).

Menurut Ego, penambahan subsidi Solar tersebut untuk meringankan beban PT Pertamina (Persero) selaku badan usaha ‎yang bertugas menyalurkan solar Subsidi, atas keputusan pemerintah  menahan kenaikan harga solar Subsidi sampai 2019. Sementara harga minyak di pasar terus mengaami kenaikan.

"Berapa sih bedanya antara keekonomian dan harganya. Tapi minimal kan supaya jangan terlalu berat (Pertamina)," tutur Ego.

Ego mengungkapkan, saat ini Kementerian ESDM sedang mempersiapkan usulan penambahan subsidi Solar sebesar Rp 500 per liter ke DPR. Dengan begitu jika di‎kabulkan, maka subsidi Solar menjadi Rp 1.000 per liter.‎

"Ini sedang ngomong ke DPR untuk minta persetujuan (kenaikan subsidi Solar)," tandas Ego. 

Share:

Harga Premium dan Solar Tak Naik, Pertamina Bakal Lakukan Ini

Harga Premium dan Solar Tak Naik, Pertamina Bakal Lakukan Ini


PT Pertamina (Persero) akan memangkas anggaran biaya operasi, bahwa pemerintah memutuskan tidak menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium dan Solar bersubsidi setelah 31 Maret 2018.

Direktur Keuangan Pertamina Arief Budiman mengatakan, kebijakan penetapan harga Premium dan Solar subsidi merupakan kewenangan pemerintah, sedangkan Pertamina hanya menjalankan saja.

Akan tetapi, jika pemerintah memutuskan tidak mengubah harga kedua jenis BBM tersebut, Pertamina akan meningkatkan efisiensi untuk menjaga stabilitas keuangannya.

"Kalau sejauh ini pemerintah masih me-review formulasi harga. Tapi kalaupun enggak naik ya kita cari jalannya," kata Arief, di Gedung DPR, Jakarta, Senin (29/1/2018).

Menurut Arief, salah satu sasaran efisiensi Pertamina jika pemerintah tidak menaikkan harga BBM adalah menekan biaya operasi (Operational Expenditure/Opex). Dia belum bisa merinci biaya operasi yang akan dipangkas.

"Kalaupun enggak dinaikin, ya kita tekan lagi di Opex, ya kita lihat lagi nanti di mana," tutur dia.

Arief mengungkapkan, bisnis hilir Pertamina khususnya penyaluran Premium dan Solar subsidi‎ menyumbang defisit terbesar. Hal ini akibat tidak disesuaikannya harga kedua jenis BBM tersebut dengan kenaikan minyak dunia.

"Kami memang banyak di hilir daripada di hulu. Hampir empat kalinya secara balance-nya,"‎ tutur dia.

Sementara itu, Diretur Utama PT Perta‎mina Elia Massa Manik mengungkapkan, laba bersih Pertamina pada 2017 mencapai US$ 2,41 miliar, angka ini turun 24 persen dibanding laba bersih 2016 sebesar US$ 3,15 miliar. ‎Penurunan laba bersih tersebut akibat tidak disesuaikannya harga Premium dan Solar bersubsidi, dengan kenaikan harga minyak dunia sepanjang 2017.

"Belum ada kebijakan penyesuaian harga premium solar, sampai dengan kuartal I 2018 ini. Ini berimbas pada penurunan laba bersih perusahaan sebesar 24 persen dibandingkan 2016‎," ‎tutur Massa.

Share:

Sri Mulyani Naikkan Subsidi Solar Jadi Rp 1.000 per Liter

Sri Mulyani Naikkan Subsidi Solar Jadi Rp 1.000 per Liter


Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memastikan akan menambah subsidi bahan bakar minyak (BBM) jenis Solar dari saat ini Rp 500 per liter menjadi Rp 1.000 per liter. Keputusan ini akan diusulkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2018 dengan DPR.

Dia menjelaskan, keputusan penambahan subsidi Solar ini seiring dengan munculnya risiko kenaikan harga minyak dunia.

"Untuk subsidi kita pastikan akan ada kenaikan dari Rp 500 per liter menjadi Rp 1.000 per liter dengan volume 16,3 juta kiloliter (Kl)," kata Sri Mulyani di kantornya, Senin (12/3/2018).

Dengan bertambahnya subsidi ini, maka beban APBN akan bertambah sekitar Rp 4,1 triliun. Meski begitu, tambahan alokasi subsidi ini tidak memengaruhi target defisit APBN 2018 yang sebesar 2,19 persen dari produk domestik bruto (PDB). 

Sebenarnya kenaikan harga minyak dunia tersebut memberikan pendapatan tambahan ke pemerintah. Namun, di sisi lain, pemerintah juga harus memastikan konsumsi masyarakat tetap terjaga, serta neraca keuangan PT Pertamina (Persero) juga tetap sehat.

Dengan tambahan subsidi mencapai Rp 4,1 triliun tersebut, Sri Mulyani memastikan akan meringankan Pertamina dalam menjalankan bisnisnya dan tetap melakukan ekspansi.

Tak hanya untuk BBM, Sri Mulyani juga akan menambah anggaran untuk subsidi listrik ke PT PLN (Persero). Selain sebagai dampak kenaikan harga minyak, PLN di 2018 juga akan menambah jumlah pelanggan subsidi sebesar 1 juta pelanggan. Hanya saja untuk PLN, Sri Mulyani mengaku belum memiliki detail angka penambahannya di APBN-P nanti.

"Dari semua itu, kita sangat optimistis defisit akan bisa kita kendalikan sesuai APBN 2017 di angka 2,19 persen dari PDB, jauh lebih rendah dari realisasi tahun lalu sebesar 2,49 persen," tutup Sri Mulyani. 

Share:

Usulan Kenaikan Subsidi Solar Sudah di Tangan Jokowi

Usulan Kenaikan Subsidi Solar Sudah di Tangan Jokowi


Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengusulkan penambahan subsidi bahan bakar minyak (BBM) jenis Solar. Saat ini pemerintah masih mensubsidi Solar sebesar Rp 500 per liter.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengakui adanya pengajuan kenaikan subsidi tersebut. Bahkan hal itu sudah dilaporkan kepada Presiden  Joko Widodo.

"Artinya saya tidak tahu penjelasannya bagaimana, yang saya dengar memang ada penyesuaian itu. Jadi itu dibahas di sidang kabinet kemarin," kata Darmin di kantornya, Selasa (6/3/2018).

Hanya saja Darmin tidak bisa menyampaikan besaran kenaikan subsidi yang diusulkan  Kementerian ESDM. "Untuk angkanya jangan tanya saya," tegas dia.

Sebab Usulan Kenaikan Subsidi

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana mengajukan penambahan subsidi ke Komisi VII DPR. Hal ini menyusul keputusan pemerintah tidak menaikkan harga‎ Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis Solar dan penambahan jumlah pelanggan listrik golongan subsidi.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Ego Syahrial mengatakan, dengan penetapan harga Solar Rp 5.550 per liter maka saat ini pemerintah masih memberikan subsidi sebesar Rp 500 per liter.

Tahun ini alokasi Solar subsidi mencapai 16 juta kilo liter (kl) dengan alokasi anggaran Rp 7 triliun. Jika Subsidi solar bertambah diperkirakan menjadi Rp 750 per liter hingga Rp 1.000 per liter.

"Mungkin ini kalau melihat proses seperti ini berkisaran antara itulah, Rp 700 sampai Rp 1.000 lah usulannya. tapi ini masih dalam proses ya," kata Ego, di Kantor Kementerian ESDM.

Share:

Jokowi Minta Menteri Antisipasi Gejolak Harga Saat Ramadan

Jokowi Minta Menteri Antisipasi Gejolak Harga Saat Ramadan


Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta para menterinya untuk segera menyiapkan langkah-langkah antisipasi kenaikan harga bahan kebutuhan sebelum masuknya bulan Ramadan. Dengan demikian, saat bulan puasa tidak terjadi gejolak harga.

Jokowi mengungkapkan, harga bahan pokok harus menjadi perhatian. Sebab, gejolak harga ini berdampak langsung pada inflasi dan membebani masyarakat miskin.

"Yang berkaitan dengan harga-harga kebutuhan pokok, yang memiliki kontribusi terhadap inflasi, pada angka kemiskinan, seperti beras harus dikendalikan," ujar dia di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (5/3/2018).

Jokowi menyatakan, telah memerintahkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution untuk segera mengambil langkah dan berkoordinasi dengan kementerian serta lembaga terkait.

"Saya perintahkan Pak Menko Ekonomi untuk koordinasikan ini," kata dia.

Jokowi menargetkan, sebelum masuk bulan Ramadan, pemerintah telah melakukan persiapan. Dengan demikian, harga kebutuhan pokok bisa terkendali saat masuk bulan puasa dan Lebaran.

"Dan saya minta betul beberapa harga, baik itu yang berkaitan dengan beras, daging, betul-betul diselesaikan agar sebelum masuk bulan puasa bisa dipastikan harga betul-betul turun," kata dia.

Share:

Kembali Sumbang Amal, Mark Zuckerberg Jual Saham Facebook Rp 6,8 Triliun

Kembali Sumbang Amal, Mark Zuckerberg Jual Saham Facebook Rp 6,8 Triliun


Pendiri sekaligus CEO Facebook Mark Zuckerberg memang dikenal sebagai sosok dermawan.

Bahkan, Zuck--begitu karib disapa, belum lama ini dikabarkan menjual saham Facebook sebesar US$ 500 juta (atau setara dengan Rp 6,8 triliun) sebagai sumbangan untuk yayasan miliknya dan sang istri--Priscilla Chan, yakni Chan Zuckerberg Initiative.

Menurut informasi yang dilansir Reuters pada Jumat (2/3/2018), informasi tersebut awalnya terungkap dari dua dokumen pengajuan Facebook pada Kamis (1/3/2018), di mana Zuck menjual 685 ribu lembar saham pada tiga hari berturut-turut di akhir Februari 2018.

"Penjualan ini merupakan langkah progresif di mana Mark sudah mencetuskan keinginannya untuk beramal kepada Chan Zuckerberg Initiative sejak September 2017," ujar seorang sumber Chan Zuckerberg Initiative.

Adapun tujuan sumbangan yang dimaksud adalah beberapa ranah, seperti ilmu pengetahuan, pendidikan, dan isu yang berkaitan dengan keadilan dan kesempatan bagi masyarakat.

"Sumbangan ini juga akan mendukung serangkaian aktivitas filantropis dan kemanusiaan yang akan diadakan dalam beberapa tahun ke depan," lanjut sumber tersebut.

Zuck sendiri pada Sepember 2017 sempat berkata ingin menjual saham sebanyak 35 juta hingga 75 juta lembar saham dalam waktu 18 bulan ke depan. Namun pada kenyataannya, Zuck akhirnya rela menjual saham senilai Rp 6,8 triliun untuk organisasinya tersebut.

Sumbangan Lain

Pada 2016, Zuck juga menyumbang amal dengan nilai yang tak tanggung-tanggung, yakni sebesar US$ 3 miliar (setara dengan Rp 39 triliun).

Dana tersebut kali ini akan disumbangkan untuk mencegah dan menyembuhkan semua jenis penyakit di seluruh dunia.

Dilansir laman The New York Times, Kamis (22/9/2016), sumbangan ini memang merupakan salah satu tujuan dari rangkaian program inisiatif Chan Zuckerberg dalam bidang kesehatan.

Chan yang juga merupakan seorang dokter, mengatakan bahwa realisasi gagasan program ini akan berlangsung selama satu dekade.

Total sumbangan itu akan digunakan untuk riset, sosialisasi, serta pembelian obat-obatan untuk penyakit yang bersifat epidemik secara global.

"Tujuan organisasi ini (Chan Zuckerberg Initiatve) adalah untuk memaksimalkan potensi kita sebagai manusia dan mempromosikan kesetaraan bahwa sehat itu adalah hak bagi semua umat manusia," kata Chan saat membuka pidatonya di sebuah perhelatan yang diadakan di San Francisco beberapa waktu lalu.

"Kami ingin meningkatkan kualitas hidup manusia, apalagi generasi Max (anak dari Chan dan Zuckerberg). Di masa depan, kami juga ingin melihat mereka hidup bahagia, sehat tanpa adanya satu gangguan apa pun,” ia melanjutkan.

Untuk Keperluan Filantropis

Ini bukan pertama kalinya inisiatif Chan Zuckerberg menggelontorkan sumbangan yang besar untuk sebuah isu penting. Sebelumnya, mereka sempat menyumbangkan hartanya sebesar Rp 1,25 triliun untuk yayasan amal.

Sumbangan tersebut akan diberikan untuk aktivitas filantropi seperti pendidikan, penyembuhan penyakit, hingga pemberdayaan masyarakat.

Zuck sebelumnya mengatakan ia akan menjual US$ 1 miliar saham Facebooknya setiap tahun. Tak hanya itu, inisiatif Chan Zuckerberg juga telah menyumbangkan US$ 24 juta (Rp 315 miliar) untuk startup yang berfokus memberikan pelatihan coding bagi anak-anak muda.

Share:

Tajir Banget, Harta Jeff Bezos Bertambah Rp 3,2 Miliar per Menit

Tajir Banget, Harta Jeff Bezos Bertambah Rp 3,2 Miliar per Menit


Pendiri dan CEO Amazon Jeff Bezos memulai tahun 2018 dengan menyandang predikat sebagai orang terkaya di dunia. Selama satu tahun terakhir, harta kekayaannya melonjak tajam. Suami dari MacKenzie Bezos ini pemilik dari kekayaan lebih dari US$ 100 miliar.

Kekayaan Jeff Bezos sebagian besar datang dari kepemilikan sahamnya di Amazon. Saham perusahaan e-commerce ini telah melonjak lebih dari 50 persen dalam enam bulan terakhir.

Menurut Bloomberg Billionaire Index, kekayaan Jeff Bezos berada pada US$ 129 miliar, naik US$ 30,1 miliar sepanjang 2018. Ini berarti, setiap menitnya pria berkepala plontos bisa mengantongi tambahan harta US$ 230 ribu atau Rp 3,2 miliar.

Seperti disadur dari Time.com, Senin (12/3/2018), jumlah kekayaan per menit yang bisa didapat Jeff Bezos lebih besar empat kali lipat dibanding rata-rata pendapatan penduduk Amerika Serikat per tahun.

Meski peningkatan kekayaan ini masih didasarkan pada pergerakan saham, hal ini bisa jadi sangat menarik apabila apa yang terjadi saat ini terus dialami Jeff Bezos dalam beberapa bulan ke depan.

Terus Melonjak

Diprediksi, harta Jeff Bezos pun akan terus bertambah dua kali lipat dari hari ini. Di akhir tahun 2018, pria yang memulai bisnisnya dengan berjualan buku ini bisa saja mengantongi harta hingga US$ 200 miliar.

Meski memiliki harta berlimpah, ayah tiga anak ini masih suka untuk melakukan hobi unik. Belum lama ini, ia membeli salah satu perusahaan media cetak populer di Amerika, Washington Post. Dan pasca pembelian tersebut, satu-satunya hal yang diubah dari Washington Post adalah kecepatan loading situs onlinenya.

Proyek lain juga ia lakukan, ketika di tahun 2000 silam yang mendirikan sebuah perusahaan layanan antariksa bernama Blue Origin LLC. Ketika ditanya tujuan membuat perusahaan tersebut, ia bermimpi bisa memberikan kesempatan bagi setiap orang untuk berpergian ke luar angkasa.

Share:

6 Miliarder Paling Tua di Dunia dalam Daftar Forbes

6 Miliarder Paling Tua di Dunia dalam Daftar Forbes


Semakin tua semakin jadi. Pepatah itu nampaknya cocok untuk menggambarkan para miliarder yang satu ini. Meski sudah berada di usia senja, beberapa miliarder berikut tetap memiliki kekayaan yang berlimpah.

Daftar tahunan World's Billionaire List dari majalah Forbes mengungkap nama-nama miliarder tertua di dunia.

Beberapa diantaranya bahkan masih masuk dalam daftar tersebut meski usianya menginjak lebih dari 90 tahun.

Ada yang menarik dari daftar miliarder paling tua ini. Tahun ini, konglomerat yang mendominasi peringkat teratas semuanya pria.

Siapa saja mereka? Berikut ulasannya melansir Forbes, Rabu (7/3/2018):

6. Len Ainsworth

Harta kekayaan: US$ 1,3 miliar

Usia: 94 tahun

Asal negara: Australia

Sumber kekayaan: Perusahaan mesin taruhan

5. Stanley Perron

Harta kekayaan: US$ 2,3 miliar

Usia: 95 tahun

Asal negara: Australia

Sumber kekayaan: Real estate dan retail

4. George Joseph

Harta kekayaan: US$ 1,4 miliar

Usia: 96 tahun

Asal negara: Amerika Serikat

Sumber kekayaan: Perusahaan asuransi

3. Aloysio de Andrade Faria

Harta kekayaan: US$ 2,5 miliar

Usia: 97 tahun

Asal negara: Brazil

Sumber kekayaan: Perbankan

2. Marcel Adams

Harta kekayaan: US$ 1,7 miliar

Usia: 97 tahun

Asal negara: Kanada

Sumber kekayaan: properti

1. Chang Yun Chung

Harta kekayaan: US$ 1,9 miliar

Usia: 99 tahun

Asal negara: Singapura

Sumber kekayaan: Bisnis pengiriman

Share:

Kurangi Rugi, Menteri Rini Ingin Bos BUMN Naik Garuda dan Citilink

Kurangi Rugi, Menteri Rini Ingin Bos BUMN Naik Garuda dan Citilink


Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno menyoroti laporan keuangan BUMN yang masih mengalami kerugian, di antaranya Garuda Indonesia. Rini mengimbau seluruh direksi BUMN naik pesawat Garuda jika melakukan kunjungan kerja ke luar kota maupun luar negeri. 

Rini mengungkapkan, pada 2016, BUMN yang masih merugi sebanyak 24 perusahaan. Kemudian pada 2017, jumlah tersebut menurun menjadi 12 perusahaan. Salah satu yang masih merugi yaitu Garuda Indonesia.

"Promosi saya terutama untuk Garuda Indonesia dan Citilink, semuanya harus naik Garuda dan Citilink. Walaupun, tadi saya minta maaf mesti naik Sriwijaya karena tidak ada Garuda sama Citilink," ujar dia di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Minggu (25/3/2018).

Sementara di tahun ini, Rini ingin perusahaan pelat merah mulai membenahi kinerjanya sehingga bisa menghasilkan keuntungan dan membuat perusahaan menjadi lebih sehat. Pada 2018 ini, ditargetkan total keuntungan yang didapatkan oleh BUMN yaitu sebesar Rp 173 triliun, atau naik 10 persen dari tahun lalu.

"Target kita semua tidak ada yang rugi, dalam arti semua BUMN sehat, harus mencetak keuntungan ‎dengan sehat. Jadi Insyaallah akhir 2018 tidak ada yang rugi," ungkap dia.

Agar BUMN bisa bebas dari kerugian, lanjut Rini, salah satunya dengan melakukan sinergi dalam hal pengadaan barang. Dengan demikian, keuangan BUMN bisa lebih efisien.

"Yang utama, sinergi dalam hal logistik. Sinergi dalam hal pengadaan barang. Sehingga kalau satu grup membutuhkan barang yang sama, kita akan koordinasi harga yang paling baik yang mana," tandas Rini Soemarno. 

Garuda Indonesia Masih Rugi Rp 2,9 Triliun di 2017

PT Garuda Indonesia Tbk membukukan pendapatan operasional sebesar US$ 4,2 miliar atau sekitar Rp 57,12 triliun selama 2017 (kurs Rp 13.600 per dolar AS). Realisasi ini naik 8,1 persen dibanding periode sebelumnya US$ 3,9 miliar, tapi masih merugi sebesar US$ 213,4 juta pada 2017. 

Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala N Mansury mengatakan, tren pertumbuhan pendapatan operasional ini salah satunya ditopang dari lini layanan penerbangan tidak berjadwal yang meningkat sebesar 56,9 persen menjadi US$ 301,5 juta pada 2017. Selain itu, sektor pendapatan lainnya (pendapatan di luar bisnis penerbangan dan subsidiaries revenue) naik 20,9 persen dengan membukukan pendapatan sebesar US$ 473,8 juta.

"Di 2017, kami menekan catatan kerugian dari kuartal I-2017 dari US$ 99,1 juta berkurang menjadi US$ 38,9 pada kuartal II-2017. Lalu mencetak laba bersih sebesar US$ 61,9 juta pada kuartal III yang naik 216,1 persen dibandingkan periode yang sama 2016," kata Pahala dalam keterangan resminya di Jakarta, seperti ditulis pada 27 Februari 2018. 

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini membukukan laba bersih US$ 70,4 juta pada semester II-2017. Terdiri dari laba bersih di kuartal III sebesar US$ 61,9 juta dan US$ 8,5 juta di kuartal terakhir tahun lalu. Capaian positif tersebut sejalan dengan upaya perusahaan dalam menekan catatan kerugian hingga menjadi US$ 67,6 juta pada kinerja sepanjang tahun lalu.

Adapun perhitungan catatan kerugian tersebut di luar perhitungan biaya extraordinary items, yang terdiri dari tax amnesty dan denda sebesar US$ 145,8 juta. Itu merupakan manajemen kebijakan jangka panjang dalam menyehatkan kondisi keuangan perusahaan.

Partisipasi pada program tax amnesty menjadi komitmen Garuda Indonesia untuk menyelesaikan permasalahan pajak yang tertunda sampai dengan 2015. Dengan demikian, bila ditambahkan dengan biaya tax amnesty dan denda pengadilan, maka total kerugian pada 2017 sebesar US$ 213,4 juta. 

Jika dihitung dengan asumsi kurs Rp 13.600 per dolar AS, maka nilai kerugian maskapai tersebut sekitar Rp 2,9 triliun. 

Pahala menambahkan, grup Garuda Indonesia sudah mengangkut sebanyak 36,2 juta penumpang pada 2017. Terdiri dari 24 juta penumpang Garuda Indonesia dan 12,3 juta penumpang Citilink. Jumlah tersebut meningkat 3,5 persen dibanding realisasi 2016 sebanyak 35 juta penumpang.

"Tren pertumbuhan trafik penumpang internasional di Garuda Indonesia sebesar 8,1 persen di 2017 dan Citilink mencatatkan pertumbuhan penumpang sebesar 10,8 persen," pungkas mantan Direktur Keuangan PT Bank Mandiri Tbk itu. 


Share:

Sri Mulyani Beri Penghargaan ke Sejumlah Pengusaha Besar yang Taat Pajak

Sri Mulyani Beri Penghargaan ke Sejumlah Pengusaha Besar yang Taat Pajak


Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan apresiasi dan penghargaan kepada 31  wajib pajak (WP) yang terdaftar dalam Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Wajib Pajak Besar. Penghargaan diberikan bagi wajib pajak yang telah berkontribusi besar dan taat terhadap peraturan perpajakan.

Beberapa perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun swasta mendapatkan penghargaan. Selain itu, ada juga Wajib Pajak Perseorangan yang membawa pulang penghargaan dari Sri Mulyani.

Sejumlah pengusaha besar yang turut menerima penghargaan antara lain Pemilik PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) Raden Eddy Kusnadi Sariaatmadja, Pemilik Salim Group Anthony Salim, Pemilik Gemala Grup Sofjan Wanandi, Pendiri dan Pemilik Medco Group Arifin Panigoro serta  Pendiri Mahaka Group Erick Tohir.

"Selain kontribusi yang besar, penghargaan juga diberikan dengan pertimbangan bahwa para wajib pajak tersebut patuh terhadap peraturan perpajakan," jelas Sri Mulyani di Gedung Radjiman Widyoningrat di Kantor DJB Wajib Pajak Besar, Selasa (13/3/2018).

Sri Mulyani pun mengimbau kepada pengusaha dan orang super kaya Tanah Air, agar mau menanamkan dananya di dalam negeri serta tidak membawanya ke luar negeri. "Tolong agar akses atau surplus usahanya itu jangan ditaruh di luar negeri, tapi tanamkan di sini (Indonesia). Kami kasih insentif," ujar dia.

Adapun tujuan pemberian insentif pajak ini untuk pertumbuhan ekonomi negara dapat mengatasi ketertinggalan dan menjadi salah satu negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di dunia.

"Tujuan kita ke depannya, Republik ini adalah negara di mana ekonominya sudah termasuk dalam 20 negara ekonomi terbesar di dunia," kata Sri Mulyani.

Pendiri PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (Grup Emtek), Eddy Kusnadi Sariaatmadja, pada kesempatan tersebut menyatakan menyambut positif langkah Sri Mulyani memberikan insentif pajak seperti tax holiday dan tax allowance. "Dengan adanya tax holiday, membuka pintu investasi bagi pengusaha untuk menanamkan modalnya di dalam negeri," jelas dia. 

Eddy melanjutkan, Ditjen Pajak saat ini telah berhasil mengubah stigma menyeramkan bagi WP. Hal itu terlihat dari keberhasilan program pengampunan pajak atau tax amnesty.

"Pengusaha waktu itu stres dan bingung, ini trick apa lagi yang dilakukan. Saya melihat, kepercayaan terhadap Ditjen Pajak sangat rendah waktu itu. Tapi menurut kami, sifat melayani inilah yang membuat WP semakin patuh terhadap pajak dan mereka mau ikut tax amnesty," ucapnya.

Eddy merasa, membayar pajak saat ini bukan lagi kewajiban, tapi sebuah kehormatan. Dia menganggap membayar pajak merupakan bentuk solidaritas sosial.

Daftar 31 Wajib Pajak

Adapun daftar 31 wajib pajak yang menerima penghargaan dari Kanwil DJP Wajib Pajak Besar, di mana 12 di antaranya adalah wajib pajak BUMN, adalah:

1. PT Adaro Indonesia

2. PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk

3. PT Astra Daihatsu Motor

4. Arifin Panigoro5. Anthoni Salim

6. PT Bio Farma (Persero)

7. PT Bukit Asam Tbk

8. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk

9. PT BNI (Persero) Tbk

10. PT BRI (Persero) Tbk

11. PT Bank Central Asia Tbk

12. PT Chandra Asri Petrochemical Tbk

13. Chairul Tanjung

14. Erick Thohir

15. Edwin Soeryadjaya

16. PT Honda Prospect Motor

17. James Tjahaja Riady

18. PT Kaltim Prima Coal

19. PT Kideco Jaya Agung

20. PT Pertamina (Persero)

21. PT Pupuk Indonesia (Persero)

22. PT PLN (Persero)

23. PT Pama Persada Nusantara

24. PT Pegadaian (Persero)

25. Eddy Kusnadi Sariaatmadja

26. Sofjan Wanandi

27. PT Semen Indonesia (Persero) Tbk

28. PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel)

29. PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia

30. PT Unilever Indonesia Tbk

31. PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.

Share:

Sri Mulyani: Insentif Pajak Bisa Bikin Ekonomi RI Besar di Dunia

Sri Mulyani: Insentif Pajak Bisa Bikin Ekonomi RI Besar di Dunia


Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Pajak (DJP) terus menginisiasi pengadaan fasilitas insentif penghapusan pajak penghasilan (tax holiday). Kebijakan tersebut diharapkan dapat membawa Indonesia memiliki kekuatan ekonomi terbesar di dunia.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, kemudahan berinvestasi melalui tax allowance akan tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang direncanakan keluar akhir bulan ini. Dia menyatakan, pengusaha yang mendapat fasilitas tax holiday tidak akan dikenakan potongan pajak sama sekali.

"Presiden telah meminta kita menyelesaikan seluruh policy mengenai insentif investasi selesai. Lewat aturan ini, saya pastikan tidak perlu negosiasi PPh antara 10-100 persen. Jangka waktunya juga sudah pasti berdasarkan jumlah investasi Anda," tutur dia di Kanwil DJP Wajib Pajak Besar, Jakarta, Selasa (13/3/2018).

Sebelumnya, aturan insentif tax holiday ini diatur dalam PMK Nomor 159/PMK.010/2015 tentang Pemberian Fasilitas Pengurangan Pajak Penghasilan Badan. Pada kebijakan tersebut, pengusaha diberikan pengurangan PPh selama 5-15 tahun dan dapat diperpanjang sampai 20 tahun.

Selanjutnya

Fasilitas ini hanya berlaku bagi sembilan sektor industri pionir dengan minimum investasi Rp 1 triliun yang mendapat pengurangan PPh mulai dari 10-100 persen. Sebuah pengecualian bagi sektor industri telekomunikasi, informasi dan komunikasi, yang minimal nilai investasinya Rp 500 juta.

Sri Mulyani pun mengimbau kepada pengusaha dan orang super kaya Tanah Air, agar mau menanamkan dananya di dalam negeri serta tidak membawanya ke luar negeri. "Tolong agar akses atau surplus usahanya itu jangan ditaruh di luar negeri, tapi tanamkan di sini (Indonesia). Kami kasih insentif," ujar dia.

Adapun tujuan pemberian insentif pajak ini adalah, agar pertumbuhan ekonomi negara dapat mengatasi ketertinggalan dan menjadi salah satu negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di dunia.

"Tujuan kita ke depannya, Republik ini adalah negara di mana ekonominya sudah termasuk dalam 20 negara ekonomi terbesar di dunia," kata Sri Mulyani.

Share:

Sri Mulyani Sedih Tak Ada Wanita Masuk Jajaran Pimpinan DPR

Sri Mulyani Sedih Tak Ada Wanita Masuk Jajaran Pimpinan DPR


Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati, menginginkan adanya wakil perempuan di dalam jajaran pemimpin DPR. Dari lima pemimpin DPR yang ada, semuanya diisi oleh kaum pria.

Hal tersebut disampaikan Sri Mulyani saat memberikan sambutan dalam peringatan International Woman's Day 2018 di Gedung DPR RI, Jakarta.

"Jadi saya tentu saja sedih pemimpin DPR tidak ada perempuan, iya kan?" ujar dia di Nusantara Hall DPR RI, Jakarta, Rabu (14/3/2018).

Sri Mulyani mengungkapkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memberikan ‎kepercayaan kepada perempuan untuk masuk dalam kabinet dan memimpin kementerian. Hal ini diharapkan juga bisa menular pada jajaran pemimpin DPR.

"Jadi kita perlu kualitas. Presiden memiliki perempuan untuk pimpinan kementerian. Kita juga berharap suatu saat pemerintah memberikan penghargaan kepada DPR kalau banyak perempuan di DPR," kata dia.‎

Sri Mulyani berharap, keberadaan perempuan di DPR bukan hanya sebagai anggota, tetapi juga masuk dalam jajaran pemimpin parlemen. Dengan demikian, diharapkan kebijakan publik yang ditelurkan DPR menjadi lebih seimbang.‎

"Bukan hanya 30 persen (kuota perempuan di parlemen), tapi juga on top, pemimpin DPR. Karena itu penting, dan saya yakin kalau banyak perempuan di DPR seluruh kebijakan publik lebih memiliki lensa yang seimbang," tandas Sri Mulyani.

Sri Mulyani Naikkan Subsidi Solar Jadi Rp 1.000 per Liter

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memastikan akan menambah subsidi bahan bakar minyak (BBM) jenis Solar dari saat ini Rp 500 per liter menjadi Rp 1.000 per liter. Keputusan ini akan diusulkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2018 dengan DPR.

Dia menjelaskan, keputusan penambahan subsidi Solar ini seiring dengan munculnya risiko kenaikan harga minyak dunia.

"Untuk subsidi kita pastikan akan ada kenaikan dari Rp 500 per liter menjadi Rp 1.000 per liter dengan volume 16,3 juta kiloliter (Kl)," kata Sri Mulyani di kantornya, Senin (12/3/2018).

Dengan bertambahnya subsidi ini, beban APBN akan bertambah sekitar Rp 4,1 triliun. Meski begitu, tambahan alokasi subsidi ini tidak memengaruhi target defisit APBN 2018 yang sebesar 2,19 persen dari produk domestik bruto (PDB). 

Sebenarnya kenaikan harga minyak dunia tersebut memberikan pendapatan tambahan ke pemerintah. Namun, di sisi lain, pemerintah juga harus memastikan konsumsi masyarakat tetap terjaga, serta neraca keuangan PT Pertamina (Persero) juga tetap sehat.

Dengan tambahan subsidi mencapai Rp 4,1 triliun tersebut, Sri Mulyani memastikan akan meringankan Pertamina dalam menjalankan bisnisnya dan tetap melakukan ekspansi.

Tak hanya untuk BBM, Sri Mulyani juga akan menambah anggaran untuk subsidi listrik ke PT PLN (Persero). Selain sebagai dampak kenaikan harga minyak, PLN di 2018 juga akan menambah jumlah pelanggan subsidi sebesar 1 juta pelanggan. Hanya saja untuk PLN, Sri Mulyani mengaku belum memiliki detail angka penambahannya di APBN-P nanti.

"Dari semua itu, kita sangat optimistis defisit akan bisa kita kendalikan sesuai APBN 2017 di angka 2,19 persen dari PDB, jauh lebih rendah dari realisasi tahun lalu sebesar 2,49 persen," tutur Sri Mulyani.   



Share:

UU MD3 Disahkan, PDIP Belum Serahkan Nama Calon Pimpinan MPR dan DPR

UU MD3 Disahkan, PDIP Belum Serahkan Nama Calon Pimpinan MPR dan DPR


Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan partai pimpinan Megawati Soekarnoputri belum bisa mengungkapkan nama tambahan pimpinan MPR dan DPR.

Sebab dia beralasan UU tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD atau MD3 belum mendapatkan kepastian. Hingga kini tepat sebulan UU MD3 disahkan DPR, Presiden Joko Widodo atau Jokowi belum juga menandatanganinya.

"Nama pimpinan DPR, MPR akan disampaikan pada waktunya," kata Sekjen PDIP Hasto di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (14/3/2018).

Karena hal itu, Hasto menyebut PDIPini belum menyerahkan nama-nama calon pimpinan tersebut.

"Kita belum ada menyerahkan. Belum diputuskan namanya, yang jelas satu nama untuk DPR dan MPR," jelas Hasto.

Sebulan Pascapengesahan UU MD3

Sebelumnya, DPR dan pemerintah diwakili oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly telah mengesahkan UU MD3 pada 14 Februari 2018 lalu.

"Seperti yang sudah diatur dalam kosntitusi kita. Ketika dalam waktu 30 hari Presiden tidak tanda tangan secara otomatis UU tersebut berlaku," jelas Ketua DPR Bambang Soesatyo.

Share:

Partai Golkar Proses Titiek Soeharto Jadi Wakil Ketua MPR

Partai Golkar Proses Titiek Soeharto Jadi Wakil Ketua MPR


Dewan Pimpinan Pusat Partai Golongan Karya (Golkar) tengah memproses pergantian pimpinan MPR dengan mengirimkan surat penetapan nama Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto) untuk menggantikan Mahyudin.

"Ya benar, proses itu memang sudah berjalan," ujar Ketua Koordinator bidang Kepartaian DPP Partai Golkar Ibnu Munzir, Jumat 9 Maret 2018 malam.

Ia mengatakan, surat penetapan dikirimkan oleh Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Lodewijk Freidrich Paulus ke MPR untuk segera diproses.

Ibnu mengatakan, pergantian pimpinan MPR dari Partai Golkar kemungkinan hanya untuk penyegaran saja.

"Saya tidak paham pertimbangan penggantian. Mungkin penyegaran saja," ujar dia seperti dikutip Antara.

Isu penggantian Mahyudin dengan Titiek Soeharto sudah berhembus sejak akhir 2017. Mahyudin sendiri telah berulang kali merespons hal itu.

Respons Mahyudin

Mahyudin pernah mengemukakan bahwa mekanisme pergantian pimpinan MPR tidak dapat serta merta dilakukan partai politik, sebab pimpinan MPR mewakili pula unsur DPD RI.

Ia pun menambahkan, terdapat aturan dalam Undang Undang mengenai MPR, DPR, DPD dan DPRD (UU MD3) tentang posisi jabatan di MPR RI.

Pasal 17 menyebut pergantian pimpinan MPR jika memenuhi unsur kematian, mengundurkan diri atau diberhentikan.

"Tidak mudah ganti-ganti pimpinan itu. Ada aturan," kata Wakil Ketua Dewan Pakar Golkar ini.


Share:

Partai Berkarya Usung Tommy Soeharto Jadi Ketum di Rapimnas Sore Ini

Partai Berkarya Usung Tommy Soeharto Jadi Ketum di Rapimnas Sore Ini


Partai Berkarya menggelar Rapimnas III di Solo pada sore ini, Sabtu (10/3/2018). Pada rapimnas ini, kader Partai Berkarya akan mengusung dewan pembinanya, Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto menjadi ketua umum.

"Iya (akan usung Tommy jadi ketum)," kata Sekretaris Jenderal Partai Berkarya Badaruddin Andi Picunang kepada Liputan6.com, Sabtu (10/3/2018).

Menurut dia, kader Partai Berkarya menginginkan Tommy maju menjadi calon presiden dalam Pemilu 2019. Oleh karena itu, mereka akan mengangkat Tommy sebagai ketua umum.

Dia pun mengatakan Rapimnas Partai Berkarya ini diikuti oleh 34 dewan pimpinan wilayah (DPW) dan pengurus 514 kabupaten/kota. Rapimnas kali ini mengusung tema, "Menuju Pemilu 2019 bersama Partai Berkarya untuk Indonesia Jaya."

Rapimnas ini akan berlangsung hingga Selasa 13 Maret 2018. Kader Partai Berkarya juga akan berziarah ke makam Presiden RI kedua Soeharto di Astana Giri Bangun, serta memperingati Supersemar.

Susun Strategi
Sekjen Berkarya Badaruddin Andi Picunang mengatakan, rapimnas itu akan membahas strategi pemenangan Partai Berkarya di Pemilu Legislatif dan posisi politiknya pada Pilpres 2019.

"Agendanya pemaparan materi strategi Pilleg 2019. Serta juga kemungkinan mengenai pilpres," kata Badar di Jakarta, Jumat.

Dia belum mau memberi bocoran terkait posisi Partai Berkarya dalam Pilpres 2019. Dia hanya mengatakan, kader partai tidak ingin mengusung tokoh di luar Berkarya dalam pesta demokrasi tersebut. Termasuk kemungkinan mengusung Jokowi.

"Bisa ya, bisa tidak, bergantung suara dalam Rapimnas. Tetapi sejauh ini, kader menginginkan Dewan Pembina (Tommy) kami untuk maju sebagai capres," kata Badar seperti dilansir Antara.

Share:

Keluarga Cendana Ragukan Peluang Tommy Soeharto Jadi Capres

Keluarga Cendana Ragukan Peluang Tommy Soeharto Jadi Capres


Nama Putra mantan Presiden Soeharto, Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto disebut-sebut akan maju di pemilihan presiden mendatang. Saudaranya, Siti Hediati Hariyadi atau Mbak Titiek, pun turut berkomentar.

Ia menyerahkan pilihan sepenuhnya pada masyarakat. "Masyarakat yang nanti akan memilih siapa yang terbaik untuk bangsa," ucap Titiek di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Minggu (11/3/2018).

Menurut Titiek, peluang Tommy kecil. Pasalnya, pendaftaraan calon presiden sudah kian dekat.

Sementara, Tommy belum melakukan persiapan apa pun. "Mana mungkin dalam waktu singkat bisa memasukkan calon yang belum disosialisasikan di masyarakat," ungkap Titiek.

Tommy sendiri kini berkiprah sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Berkarya. Sebelumnya, ia pernah lama bergabung di Golkar.

Meski demikian, Titiek, yang masih menjadi kader Golkar, tak risau partai yang digawangi Tommy akan menggerus suara Golkar.

"Golkar, berkarya, tujuannya untuk kesejahteraan rakyat. Makin banyak partai selama tujuannya bagus, kenapa tidak," pungkas Titiek.

Didorong Jadi Presiden

Partai Berkarya menggelar Rapimnas III di Solo, baru-baru ini. Pada Rapimnas, kader Partai Berkarya akan mengusung dewan pembinanya, Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto menjadi ketua umum.

"Iya (akan usung Tommy jadi ketum)," kata Sekretaris Jenderal Partai Berkarya Badaruddin Andi Picunang.

Menurut dia, kader Partai Berkarya menginginkan Tommy maju menjadi calon presiden dalam Pemilu 2019. Oleh karena itu, mereka akan mengangkat Tommy sebagai ketua umum.

Share:

Deretan Purnawirawan Jenderal di Partai Berkarya

Deretan Purnawirawan Jenderal di Partai Berkarya


Partai Berkarya menjadi satu dari 14 partai politik peserta Pemilu 2019. Partai yang berlambang pohon beringin ini didirikan oleh Hutomo Mandala Putra atau Tommy Suharto. Anak bungsu Presiden ke-2 RI Soeharto.

Di jajaran pengurus, Tommy mengajak sejumlah purnawirawan TNI. Beberapa sempat menududuki jabatan penting di masa Orde Baru seperti Mayjen TNI (Purn) Muchdi Purwoprandjono (Muchdi Pr) yang merupakan Danjen Kopassus, Maret-Mei 1998.

Selain itu, Partai Berkarya juga menerima mantan terpidana kasus pembunuhan aktivis HAM Munir, Pollycarpus Budihari Prijanto sebagai kader. Mantan pilot Garuda Airlines itu mendaftar sebagai pengurus daerah Tangerang.

"Iya benar. Pak Polly bergabung sejak proses verifikasi di DPD kita. Dia menjadi anggota biasa," kata Sekretaris Jenderal Partai Berkarya Badaruddin Andi Picunang.

Alasan Menerima Pollycarpus

Badaruddin mengaku tidak khawatir jika keberadaan Pollycarpus akan memengaruhi elektabilitas Partai Berkarya. Menurut dia, kasus yang menjerat Pollycarpus merupakan masa lalu. 

"Itu kan masa lalu. Kita tidak di belakang seseorang. Apalagi negara sudah membebaskannya," ujar Badaruddin kepada Liputan6.com.

Pollycarpus menghirup udara bebas dari Lapas Kelas I Sukamiskin Bandung pada 28 November 2014. Saat itu, permohonan bebas bersyarat yang dia ajukan dikabulkan.

Lolos Verifikasi Faktual KPU

Partai Berkarya sempat dinyatakan tidak lolos verifikasi faktual Komisi Pemilihan Umum (KPU) karena ketidakhadiran bendahara umum mereka saat verifikasi.

"Tadinya kita ada kekurangan untuk bendahara umum karena sedang dirawat di rumah sakit. Beliau kecapekan, banyak agenda," ujar Badaruddin kepada Liputan6.com, Januari 2018 lalu.

Namun, ketidakhadiran bendahara umum itu sudah diatasi dengan kedatangan pihak KPU yang disaksikan Bawaslu ke rumah sakit tempat sang bendahara umum dirawat. Setelah itu, Partai Berkarya pun dinyatakan lolos verifikasi faktual.

Share:
Keluarga Besar Marga Sun. Powered by Blogger.

Breaking News

KAMI MENYEDIAKAN GAME LIVE CASINO TERBARU DI https://bit.ly/2pLGSsO SILAHKAN DAFTAR YA.. SALAM KEMENANGAN YA BOSKU

Blog Archive