Wednesday, 31 May 2017

Warga Depok Temukan Proyektil di Rumah, Ada Penembak Misterius?

Warga Depok Temukan Proyektil di Rumah, Ada Penembak Misterius?


Sebuah proyektil peluru ditemukan di sebuah rumah di Jalan Batur Raya IV RT 006 RW 05, Kelurahan Abadijaya, Kecamatan Sukmajaya, Depok, Jawa Barat. Polisi masih menyelidiki kasus penembakan misterius itu.

Pemilik rumah, Nia Kurnianingsih, terkejut saat melihat ada lubang seperti bekas peluru di atap mobil Toyota Vios-nya pada Kamis 25 Mei lalu. Lubang yang sama juga ditemukan di atas langit-langit halaman rumahnya.

"Waktu itu saya mau ke acara keluarga sama suami. Ketika membuka sarung mobil melihat lubang tepat di atas sini," ucap dia, sambil menunjukkan bekas lubang, Depok, Jawa Barat, Rabu (31/5/2017).

Sang suami, Iswara lalu mencoba mencari tahu penyebab munculnya lubang tersebut. Ternyata saat membuka pagar rumah, suaminya menemukan proyektil peluru.

"Ada proyektil peluru di situ bentuknya kecil dan warnanya kuning," ujar dia.

Keesokan harinya, Nia langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sukmajaya.

Sebelum menemukan proyektil, Nia mengaku sempat mendengar suara letusan pada Selasa 22 Mei 2017, sekitar pukul 09.00 WIB. Namun ia tak menghiraukan bunyi tersebut.

"Ada bunyi ledakan. Eh, tahunya Kamis kejadiannya begini (mobil dan atap rumah bolong)," ujar dia.

Bukan Senjata Polri

Sementara, Kanit Reskrim Sukmajaya Ajun Komisaris Leman membenarkan adanya peristiwa tersebut. Kini pihaknya sedang menyelidiki kasus penembakan misterius itu.

"Kami sudah olah TKP dan memeriksa sebanyak empat saksi. Hasil penyelidikan sementara peluru bukanlah milik polisi. Kalau standar Polri kan Revolver, ini bentuk kuningan," ujar dia.

Guna menyelidiki lebih lanjut kasus penembakan misterius ini, polisi membawa proyektil ke Mabes Polri untuk uji balistik. "Kami belum bisa memastikan jenis senjatanya, makanya hari ini kami bawa ke Mabes Polri," ujar Leman.

Share:

KPK Dalami Proses Audit BPK Terhadap Kemendes PDTT

KPK Dalami Proses Audit BPK Terhadap Kemendes PDTT


Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami keterlibatan auditor BPK lain dalam kasus dugaan suap pemberian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) terhadap Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).

Salah satu auditor BPK yang didalami keterangannya adalah Andi Bonanganom. Andi hari ini, Rabu (31/5/2017) menjalani pemeriksaan sebagai saksi untuk tersangka Sugito, selaku Irjen Kemendes PDTT.

"Pemanggilan terhadap saksi karena kami menemukan proses audit terjadi pada saat itu, dan kemudian pada rentang proses audit itu ada upaya pendekatan orang-orang tertentu dari Kemendes PDTT," ujar juru bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta.

Untuk terus mendalami penemuan tersebut, penyidik berencana melakukan pemanggilan saksi-saksi. Febri mengatakan, tak menutup kemungkinan pihaknya akan memeriksa Menteri Desa PDTT Eko Putro Sandjojo.

Eko akan dipanggil penyidik jika keterangannya dibutuhkan untuk mengungkap kasus ini.

"Terkait dengan pemeriksaan pejabat-pejabat apakah itu setingkat menteri atau dirjen, atau pejabat lain, nama saksi akan kita beritahu lebih lanjut," kata Febri.

KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di dua tempat, yakni di gedung Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan kantor Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).

Dari hasil OTT, KPK menemukan uang Rp 40 juta di ruangan Eselon I BPK, Ali Sadli. Uang itu diduga kuat terkait suap pada kasus yang berkaitan dengan pemberian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) pada laporan keuangan lembaga tersebut. Uang Rp 40 juta yang diduga merupakan bagian total komitmen Rp 240 juta karena sebelumnya pada awal Mei sudah diserahkan Rp 200 juta.

Selain itu, KPK pun menemukan Rp 1,145 miliar dan 3 ribu dolar AS di brankas Rochmadi. Namun, uang itu belum diketahui apakah terkait dengan tindak pidana korupsi atau tidak.

Atas OTT tersebut, KPK menetapkan empat tersangka yaitu sebagai pemberi suap adalah Irjen Kemendes PDTT Sugito dan pejabat eselon III Kemendes Jarot Budi Prabowo yang disangkakan Pasal 5 ayat 1 huruf atau huruf b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 KUHP jo Pasal 55 ayat-1 ke-1 KUHP.

Sedangkan sebagai pihak penerima suap adalah auditor utama keuangan negara III BPK Rochmadi Saptogiri yang merupakan pejabat eselon I dan auditor BPK Ali Sadli. Keduanya disangkakan KPK dengan Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 atau 5 ayat 2 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat 1 KUHP jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Share:

Laga Pertama Final NBA, Warriors Tanpa Pelatih

Laga Pertama Final NBA, Warriors Tanpa Pelatih


Pelatih Golden State Warriors, Steve Kerr, memutuskan tidak mendampingi timnya pada laga pertama final NBA musim ini kontra Cleveland Cavaliers yang akan digelar pada Kamis (1/6) waktu setempat. Kerr masih dalam masa pemulihan penyakitnya. 

Sudah 10 pertandingan Warriors playoff NBA, Kerr tidak berada di bangku cadangan. Ia mengalami komplikasi dari operasi tulang belakang pada 2015.

"Saya belum siap untuk melatih," kata Kerr, seperti dilansir AFP.

"Saya masih merasakan efeknya," tambah Kerr yang selama absen akan diwakili asisten pelatih Mike Brown.

Kerr menyaksikan pertandingan Warriors melalui tayangan televisi dari sebuah ruang pribadi sebelum bertemu dengan tim pada babak pertama. Kemudian  meninggalkan bench setelah pertandingan kedua melawan Portland Trail Blazers pada putaran pertama playoff NBA.

Kala itu, Kerr mengeluh sakit kepala yang hebat dan nyeri leher serta mual. Kerr mengatakan akan mengevaluasi kembali kebugarannya setelah pertandingan final pertama NBA yang dinanti-nantikan antara Cavs melawan Warriors.

Kerr, yang kini menginjak usia 51 tahun berencana melakukan perjalanan ke Cleveland pada pertandingan 3 dan 4 dalam final NBA musim ini.

"Begitu kita sampai di Game 1 mungkin saat yang tepat untuk membuat keputusan dengan cara apa pun," kata Kerr.

Share:

Shaq: James Kombinasi 3 Legenda NBA

Shaq: James Kombinasi 3 Legenda NBA


 Juara NBA empat kali, Shaquille O'Neal, memberi pujian khusus untuk LeBron James. Dia mendeskripsikan bintang Cleveland Cavaliers itu sebagai kombinasi tiga legenda.

"LeBron merupakan campuran Michael (Jordan), Shaq, dan Magic (Johnson)," kata O'Neal untuk pemain yang akan menghadapi Golden State Warriors di final NBA 2017 tersebut, dilansir SB Nation.

"Dia mirip saya karena tubuhnya lebih besar dan kuat dari pemain lain. Michael karena dia bisa menciptakan angka sesukanya. Dan Magic karena dia membuat rekan-rekannya tampil lebih baik," sambungnya.

O'Neal mengaku hanya menemukan dua pemain berkarakter sama seperti James. Sosok yang dimaksud adalah rekannya di LA Lakers, Kobe Bryant. Menurut O'Neal, James dan Bryant memiliki tekad untuk menjadi yang terbaik.

James tampil di final NBA pada tujuh musim terakhir dan berkesempatan merebut titel keempat sepanjang kariernya. Dia menjadi juara bersama Cavaliers dan Miami Heat.

Sosok berusia 32 tahun itu baru saja menyalip Jordan sebagai pengoleksi angka terbanyak sepanjang sejarah playoffs NBA.

Share:

Wajah Pacar Naysila Mirdad Dianggap Mirip Jamal Mirdad, Jodoh?

Wajah Pacar Naysila Mirdad Dianggap Mirip Jamal Mirdad, Jodoh?


 Naysila Mirdad lebih suka menyembunyikan kisah cintanya dari publik. Hal itu terbukti dari laman Instagram pribadinya yang jarang dihiasi momen bersama sang kekasih yang bernama Roestiandi Tsamanov tersebut.

Tampaknya, Naysila Mirdad hanya bersedia menunjukkan momen kebersamaan yang dianggap paling spesial pada publik. Salah satunya terlihat dalam sebuah foto yang diunggah Senin (30/5/2017).



Foto tersebut dipotret pada malam ketika Naysila Mirdad merayakan ulang tahunnya bersama orang-orang terdekat, termasuk sang kekasih, baru-baru ini. Naysila Mirdad dan Roestiandi Tsamanov pun tampak saling merangkul dan mengumbar senyum semringah.

Perhatian warganet pun tertuju pada perawakan pria yang telah memacari Naysila Mirdad selama dua tahun tersebut. Banyak orang yang menganggap Roestiandi Tsamanov mirip dengan calon mertuanya, Jamal Mirdad.

Seperti yang dikatakan pemilik akun @lintang_pertiwi88, "Koq mirip papa nya yah?" Puluhan warganet lain pun berpendapat senada. "Mirip om jamal mirdad sewaktu muda," tulis @saricute12. "sala fokus q kira bapa nya," sahut @juariah_riah.

Para pengguna Instagram seakan membaca pertanda bahwa Naysila Mirdad berjodoh dengan Roestiandi Tsamanov. Mitos yang menyatakan bahwa dua orang yang berjodoh memiliki wajah mirip tampaknya masih dipercaya oleh sebagian masyarakat di Tanah Air. 



"Wahh kyk Oom Jamal Mirdad ini kak.. Jodoh," tulis @daniarsuryowati.

"kak @naymirdad pcaranNya mirip bgt sm papa kak nay, kata orang kalau mirip brti jodoh..," sahut @adi91835.

Share:

Tuesday, 30 May 2017

KPK: Jangan Lihat Kami sebagai Anak Nakal

KPK: Jangan Lihat Kami sebagai Anak Nakal


Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menggelar rapat kerja bersama Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, KPK, dan BPK. Rapat tersebut terkait pembahasan Rancangan KUndang-Undang Kitab Hukum Pidana (RUU KUHP) 

Dalam rapat kerja RUU KUHP ini, Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M Syarief mengatakan, saat ini lembaga antirasuah tidak ingin tindak pidana korupsi masuk dalam KUHP. KPK tetap menghendaki tindak korupsi masuk dalam kejahatan luar biasa.

"Kami sama dengan BNN, kami melihat bahwa aturan pada tindak pidana korupsi ada di luar KUHP. Di RUU yang ada sekarang, kami melihat semuanya pidana yang kami hitung masih menjadi bagian dalam pasal RUU KUHP. Kami tidak ingin dilihat, KPK seperti anak nakal," ujar Laode saat Raker dengan Komisi III di Gedung DPR RI Senayan Jakarta Pusat, Selasa (30/5/2017).

Laode juga mempertanyakan tentang rumusan KUHP tersebut. Dalam hal ini, dia mempertanyakan kepada tim ahli soal dalam KUHP yang memasukkan core crime saja.

"Kalau hanya core crime-nya saja, saya melihat semua tindak pidana tidak ada yang inti. Sekali lagi, sikap keinginannya KPK masih bahkan semua norma yang ada dalam tindak pidana korupsi masih di luar KUHP," tutur dia.

"Kalau tadi dikatakan Prof Muladi yang di KUHP hanya core, dan agaknya pasal yang menjembatani di tindak pidana KUHP, saya ingin mendapat penjelasannya," sambung Laode.

Share:

Jejak WNI di Konflik Marawi

Jejak WNI di Konflik Marawi


Kekerasan pecah di Marawi, Filipina, saat puluhan anggota kelompok militan menyerbu kota itu, setelah aparat keamanan berusaha menangkap Isnilon Hapilon, seorang veteran militan Filipina yang diyakini sebagai pemimpin ISIS di kawasan itu.

Segera setelahnya, bendera hitam ISIS berkibar dan kelompok militan dilaporkan menculik seorang pendeta dan 14 jemaat gereja. Mereka juga membakar sejumlah bangunan.

Dari total 85 korban tewas, terdapat 51 anggota kelompok militan dan 13 tentara. Sementara itu, sebagian besar penduduk Marawi memutuskan mengungsi.

"Penolakan mereka untuk menyerah membuat kota tersandera. Oleh karena itu, semakin penting untuk menggunakan lebih banyak serangan udara demi membersihkan kota dan mengakhiri pemberontakan ini," terang juru bicara militer Filipina Brigadir Jenderal Restituto Padilla.

Presiden Duterte dan pimpinan militer mengatakan, sebagian besar militan berasal dari kelompok Maute yang diperkirakan memiliki sekitar 260 pengikut. Maute telah berikrar setia kepada ISIS.

Duterte menambahkan, penjahat lokal juga turut mendukung kelompok Maute di Marawi.

Konflik di Marawi mengundang perhatian pemerintah Indonesia. Sejumlah warga negara Indonesia (WNI) dikabarkan terjebak di wilayah tersebut.

Mereka terjebak di pertempuran antara pemerintah setempat dengan kelompok pemberontak. Satu orang dikabarkan tewas, tapi hal itu belum dikonfirmasi pihak berwenang.

Kepala Subbagian Humas Direktorat Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM, Agung Sampurno, menjelaskan hasil pencatatan lalu lintas keimigrasian. Ia membenarkan ada 10 WNI yang menyeberang ke Filipina.

"Sembilan orang dari Indonesia tercatat pada 11 Mei terbang ke Filipina dengan rute penerbangan Jakarta-Malaysia, Malaysia-Manila, Manila-Dapau City," kata Agung saat berbincang dengan Liputan6.com, Senin 29 Mei 2017.

Sementara seorang lain tercatat terbang ke Filipina pada 14 Mei 2017. Rute penerbangan yang dilalui adalah Jakarta-Singapura, Singapura-Dapau.

"Setibanya di Dapau mereka dijemput oleh seorang WNI yang sudah menetap di Marawi," beber Agung.

Untuk menuju ke Marawi, mereka melalui jalan darat. Tiba di lokasi tujuan, mereka tinggal di Masjid Abu Bakar Assidiq.

"Kenapa di masjid? Karena tujuan mereka adalah untuk berdakwah," kata Agung.

Sepuluh orang ini berasal dari Jamaah Tabligh yang bermarkas di Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

"Ada surat jalannya. Mereka dalam rangka khuruj untuk dakwah 40 hari. Begitu tiba di Marawi, mereka melapor ke polisi, kepala desa setempat. Jadi tidak dicurigai sebagai kelompok pemberontak. Semuanya legal," beber Agung.

Pertempuran pun pecah saat mereka dalam misi dakwah. Mereka lalu diselamatkan oleh masyarakat sekitar.

"Saat ini mereka sudah aman di bawah perlindungan polisi dan tentara di sana, tidak ada yang meninggal," kata Agung.

Marawi adalah wilayah di utara Mindanao. Wilayah ini berpenduduk mayoritas muslim. Daerah ini juga selalu menjadi tujuan dakwah. Tidak sedikit juga orang Indonesia yang menetap setelah kawin campur di Marawi.

Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly menyatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Polri dan Kementerian Luar Negeri terkait informasi WNI di Marawi. Ia berharap pemerintah bisa dengan segera mengambil tindakan.

"Polri sudah mengantisipasinya. Ada beberapa orang yang ditengarai juga WNI," ucap Yasonna.


Share:

Flakka, Narkoba Berefek Zombie Sudah Beredar di Indonesia?

Flakka, Narkoba Berefek Zombie Sudah Beredar di Indonesia?


Video yang menunjukkan efek dari seseorang mengonsumsi narkoba bernama flakka menjadi viral. Dalam video itu, tampak orang yang mengonsumsi flakka  berperilaku tidak terkendali layaknya zombie.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Budi Waseso, mengaku masih mendalami narkoba jenis flakka masuk ke Indonesia. Dia mencurigai barang haram ini sudah beredar di Indonesia.

"Ada beberapa yang kami curigai itu. Sekarang kami lakukan penelitian," ucap pria yang akrab disapa Buwas itu di Jakarta, Senin (29/5/2017).

Menurut dia, kecurigaan ini mendasar. Meski demikian, Buwas enggan berspekulasi terlebih dahulu sebelum memutuskan narkoba jenis baru itu memang sudah ada di Indonesia.

"Itu sedang dalam penelitian kita ya. Ini kan baru pendapat-pendapat. Baru kami lakukan penelitian dengan Labfor Porli, BNN, BP POM, UI, dan ITB juga," kata Budi Waseso.

Seminggu ini, sejumlah akun di Instagram mengunggah sebuah video para pemakai flakka. Narkoba jenis baru ini dapat membuat pencandunya memberi respons agresif. Mereka bisa meronta, menjerit, marah, bahkan ada pula yang tanpa sadar melukai diri sendiri.

Flakka bukan kasus baru. Masyarakat dunia pertama kali dibuat heboh pada pertengahan September 2016. Kala itu, seorang pria di Florida Selatan ditangkap pihak kepolisian setelah merusak pintu penahan badai.

Sang pria tak menyadari telah melakukan tindakan tersebut. Setelah diselidiki, pelaku menceritakan bahwa dia berada di bawah pengaruh flakka.

BNN menyampaikan, flakka telah berjangkit di Amerika Serikat dan Eropa beberapa tahun lalu. Guna mengantisipasi bahaya yang ditimbulkan, BNN dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah mengkaji narkotika sintetis jenis baru tersebut pada 2016.

Selain itu untuk mencegahnya flakka juga telah diatur dengan Permenkes Nomor 2 Tahun 2017 dengan nama kimia Alfa PVP.

Share:

BNN: Kandungan Narkoba Flakka Efeknya 10 Ribu Kali Morfin

BNN: Kandungan Narkoba Flakka Efeknya 10 Ribu Kali Morfin


Video yang menunjukkan efek dari seseorang yang mengonsumsi narkoba bernama Flakka menjadi viral. Dalam video itu tampak orang yang mengonsumsi Flakka akan berubah menjadi seperti zombie.

"Flakka telah berjangkit di US dan Eropa beberapa tahun yang lalu. Untuk mengantisipasi bahaya yang akan ditimbulkan, BNN dan Kemenkes RI telah mengkaji narkotika sintetis jenis baru tersebut tahun lalu," ujar Kabag Humas Badan Narkotika Nasional (BNN) Kombes Sulistiandriatmoko di Jakarta, Minggu (28/5/2017).

Saat ini, Sulistiandriatmoko mengungkap, Flakka telah diatur dengan Permenkes No 2 tahun 2017 dengan nama kimia Alfa PVP.

"Adapun dalam perkembangannya, kandungan zat aktif yang mengancam dan harus diwaspadai adalah fentanyl derifat, yang memiliki potensi 10.000 kali lebih kuat dari pada morfin atau 100 kali lebih kuat dari pada heroin," jelas dia.

Zat fentanyl derifat ini, sambung dia, telah dikaji pada 15-16 Mei 2017 dan telah diajukan ke Kemenkes RI untuk dimasukkan sebagai Golongan I dalam Lampiran UU Narkotika No 35 tahun 2009.

Share:

Dikawal Polisi dan Banser, Dokter Fiera Lovita Tinggalkan Solok

Dikawal Polisi dan Banser, Dokter Fiera Lovita Tinggalkan Solok



Dokter Fiera Lovita akhirnya meninggalkan Solok, Sumatera Barat setelah mendapat intimidasi dari orang tak dikenal. Intimidasi ini terjadi setelah dirinya mengunggah status di Facebook yang berkaitan dengan Rizieq Shihab, pemimpin Front Pembela Islam (FPI).

Dokter Fiera meninggalkan Solok dikawal polisi dan seorang Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama (Banser) hingga bandara. "Dikawal dari Polres Kota Solok dan dilanjutkan kepolisian daerah berikutnya. Ada tiga kali berganti mobil," ujar Dokter Fiera kepada Liputan6.com via telepon, Selasa (30/5/2017).

Kemudian setelah tiba di bandara daerah yang dituju, dokter Fiera kembali mendapat pengawalan dari seorang Banser. Ia tak bersedia menyebut daerah tujuannya.

"Yang pasti sekarang saya ingin menenangkan diri dulu. Saya belum kepikiran untuk menetap atau mencari kerja baru, yang penting saya keluar dulu dari Solok. Tenangkan diri, jauh dari pihak-pihak yang mengintimidasi," ujar dia.

Dokter Fiera pun berterima kasih kepada pihak kepolisian yang sudah mengantarkannya ke tempat aman.

Sebelumnya, Fiera mengunggah status yang memancing tindakan intimidasi kepadanya. Status itu diunggah di Facebook pada 19 sampai 21 Mei 2017. Isinya:

"Kalau tidak salah, kenapa kabur? Toh ada 300 pengacara n 7 juta umat yg siap mendampingimu, jgn run away lg dunk bib"

"Kadang fanatisme sudah membuat akal sehat n logika tdk berfungsi lagi, udah zinah, kabur lg, masih dipuja & dibela"

"masi ada yg berkoar2 klo ulama mesumnya kena fitnah, loh...dianya kaburr, mo di tabayyun polisi beserta barbuk ajah ga berani"

Status-status itu dianggap telah menghina ulama dan Islam. Pada gilirannya, menimbulkan kemarahan sekelompok orang. Ia pun didatangi langsung, diteror melalui telepon dan media sosial. Ia juga diminta menuliskan surat pernyataan dan permintaan maaf dengan meterai.

Fiera hanya tinggal bertiga dengan anaknya yang berusia 8 dan 9,5 tahun. Ketika dihubungi Liputan6.com Sabtu, 27 Mei 2017, mengenai kelanjutan kasusnya, perempuan itu menjawab, "Semua sudah selesai. Saya masih di Solok."

Dalam surat yang beredar di media sosial, Fiera menyatakan, "Atas berbagai pertimbangan di atas yaitu keselamatan saya dan anak-anak saya serta tidak adanya pihak yang akan melindungi saya di sini, ditambah suasana di lingkungan pekerjaan yang sudah tidak nyaman lagi, saya memutuskan untuk berkeinginan keluar dari Kota Solok, Sumatera Barat ini."

Ia melanjutkan, "Saya tidak mempunyai pilihan lain lagi, dan menurut beberapa pihak yang saya ajak berkonsultasi, pindah adalah solusi pilihan terbaik untuk situasi dan keadaan saya ini."

Share:

Monday, 29 May 2017

Ancam Bom Masjid Istiqlal, Pria Ini Diringkus

Ancam Bom Masjid Istiqlal, Pria Ini Diringkus


Seorang pria bernama Iyus Rusmana dibekuk aparat Polda Metro Jaya atas tudingan tindak pidana terorisme. Pria berusia 43 tahun itu ditangkap lantaran mengirimkan pesan ancaman bom ke pihak Masjid Istiqlal.

"Pelaku ditangkap tadi sore jam 16.00 WIB di The Peak Apartment Sudirman Setiabudi," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Jakarta, Senin (29/5/2017).

Argo menjelaskan, pesan ancaman itu diterima pihak Masjid Istiqlal pada Sabtu 27 Mei 2017 sekira pukul 12.00 WIB. Kejadian tersebut langsung dilaporkan ke Polsek Sawah Besar, Jakarta Pusat sekitar satu jam kemudian.

"Ancaman itu dikirim melalui pesan singkat (SMS) yang dilakukan dengan nomor 081285388403," kata dia.

Setelah menerima laporan tersebut, penyidik langsung melakukan penyelidikan awal dan mendapatkan profil pelaku serta lokasi pengiriman SMS ancaman tersebut.

Pelaku diketahui mengirimkan SMS teror dari kawasan RW 03 Pintu Air V Pasar Baru, Jakarta Pusat. Pelaku sempat berpindah-pindah saat dilakukan pengembangan dan pengejaran.

"Hingga akhirnya kita berhasil menangkap sore tadi di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan," kata Argo.

Akibat perbuatannya itu, peneror Masjid Istiqlal dijerat dengan Pasal 6 UU No 15 Tahun 2003 tentang Terorisme. Dalam penangkapan itu, polisi menyita barang bukti berupa 1 unit ponsel, 1 KTP tersangka, 1 kartu ATM, dan uang tunai Rp 150 ribu.

Share:

Polda Metro: Handphone Chat Rizieq Terdaftar di Telkom

Polda Metro: Handphone Chat Rizieq Terdaftar di Telkom


 Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono menyampaikan bahwa penyidik telah memiliki sejumlah alat bukti yang membuat status Rizieq Syihab berubah menjadi tersangka dalam kasus dugaan chat berkonten pornografi yang melibatkan Firza Husein. Salah satunya terkait kepemilikan handphone yang digunakan untuk chat.

"Handphone yang satu dengan handphone yang ini ada transmisi. Handphone itu sudah dicek di Telkom atas nama Pak Rizieq Shihab," tutur Argo di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (29/5/2017).

Kemudian untuk Firza sendiri, saksi ahli telah menyatakan bahwa foto vulgar yang ditampilkan di situs baladacintarizieq.com bukanlah editan. Termasuk juga penyelidikan terkait barang-barang yang diamankan dari kediaman Firza.

"Gambar itu bukan rekayasa. Asli. Sekarang siapa lagi yang harus dipercaya kalau bukan saksi ahli? Udah semua. Asli. Gambar itu kita cek ke TKP, benar. Iya (barang-barang) kita olah TKP, cocok," jelas dia.

Menurut Argo, Firza boleh saja menyangkal bahwa chat itu bukan hasil percakapannya dengan Rizieq. Namun, pada akhirnya yang bersangkutan tidak menampik bahwa barang lain yang diamankan penyidik merupakan kepunyaannya.

"Ya boleh (mengelak chat). Nggak masalah. Firza ngelak apanya? Chatnya. Handphonenya ngelak enggak? enggak toh. Nolaknya cuma chatnya," Argo menandaskan.

Pentolan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pornografi berupa chat seks. Rizieq Shihab juga dikenai pasal yang sama dengan Firza Husein.

Firza telah dijerat dengan Pasal 4 ayat 1 juncto Pasal 29 dan atau Pasal 6 juncto Pasal 32 dan atau Pasal 8 juncto Pasal 34 Undang-Undang RI Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi. Firza Husein pun terancam hukuman di atas 5 tahun penjara.

Share:

Densus 88 Tangkap 2 Terduga Teroris di Jawa Tengah

Densus 88 Tangkap 2 Terduga Teroris di Jawa Tengah


Anggota Detasemen Khusus atau Densus 88 Antiteror Polri kembali menangkap dua orang terduga teroris. Mereka yang ditangkap pada Senin (29/5/2017) pagi tadi berinisial W alias AZ dan TR alias AG.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul mengatakan, keduanya ditangkap di tempat berbeda. W alias AZ ditangkap di Jalan Sudomukti, Sukoharjo, Jawa Tengah. Sementara TR alias AG ditangkap di Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah.

"Mereka juga masing-masing terlibat kasus terorisme yang berbeda," kata Martinus di Mabes Polri, Jakarta, Senin (29/5/2017).

Untuk W alias AZ, kata Martin, ditangkap atas dugaan keterlibatan kasus rencana pengeboman di Istana Negara atau satu kelompok dengan Nur Solihin, tersangka teror yang ditangkap di Bintara, Bekasi, Jawa Barat.

"Sementara, TR alias AG terlibat dalam kasus teror Alfamart, Serengan, Surakarta (pelemparan molotov di Candi Resto Solobaru diduga sebagai pelaku pelempar)," terang Martinus.*

Share:

Polisi Gerebek Kios Bakso Celeng di Bogor

Polisi Gerebek Kios Bakso Celeng di Bogor


 Sebuah ruko yang dijadikan tempat produksi bakso oplosan daging sapi dengan babi hutan di Pasar Citeureup, Kabupaten Bogor, digerebek polisi, Minggu, 28 Mei 2017.

Dari penggerebekan itu, polisi menyita barang bukti berupa 46 kilogram (kg) daging babi hutan, daging ayam seberat 60 kg, daging ayam yang sudah dicampur daging celeng seberat 4 kg, 1 unit penggilingan daging kasar, 1 unit penggilingan daging halus, dan 1 buah freezer.

Petugas juga menciduk 6 orang antara lain Pranoto alias Noto pemilik usaha bakso oplosan, dan keempat karyawannya yaitu Agus Isworo, Ujang, Imat, Marjianto. Kemudian Heri Setiawan, sebagai pembeli.

"Tersangka memproduksi bakso sapi atau ayam dioplos dengan daging celeng," kata Kasat Reskrim Polres Bogor Bimantoro Kurniawan, Senin (29/5/2017).

Penangkapan berawal dari informasi masyarakat Bogor tentang adanya tempat usaha bakso yang menggunakan bahan campuran daging babi hutan.

"Setelah diselidiki ternyata benar, kemudian digerebek bersama Dinas Peternakan," kata Bimantoro.

Setelah itu, petugas Dinas Peternakan melakukan uji sampel bahan-bahan campuran bakso berikut daging yang ditemukan di dalam rumah industri milik Noto.

"Hasilnya positif, dan kami juga menemukan daging celeng sedang dicampur dengan daging ayam," kata dia.

Hasil pemeriksaan sementara, Noti menjual bakso yang diproduksinya ke konsumen seharga Rp 40 ribu sampai dengan Rp 50 ribu per kilogram.

"Harganya lebih murah karena dicampur daging celeng," kata dia.

Meski terindikasi kuat melanggar hukum, polisi belum menetapkan pemilik usaha bakso celeng ini sebagai tersangka.

"Belum, masih pemeriksaan. Karena dalam kasus ini banyak yang harus diperiksa," ungkap Kasat Reskrim Polres Bogor.

Share:

Densus 88 Tangkap Karyawan Laundry di Sukoharjo

Densus 88 Tangkap Karyawan Laundry di Sukoharjo


Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menggeledah sebuah ruko tempat jasa cuci pakaian yang beralamat di Cemani, Sukoharjo, Jawa Tengah. Penggeledahan tersebut dilakukan setelah salah satu karyawan jasa cuci pakaian tersebut ditangkap Densus 88 Antiteror.

Pantauan Liputan6.com, Senin (29/5/2017), sejumlah petugas kepolisian dengan senjata lengkap terlihat berjaga di depan ruko jasa cuci pakaian House of Laundry di Jalan Sidomukti No 33, Jatibaru, Cemani, Sukoharjo.

Selain itu, di depan kios laundry itu juga dipasang garis polisi selama proses penggeledahan yang dilakukan personel Densus 88. Selama proses penggeledahan berlangsung, masyarakat umum dilarang mendekat dan hanya berdiri di luar garis polisi.

Proses penggeledahan dilakukan petugas sejak pukul 13.00 WIB. Setelah menggeledah sekitar satu jam, petugas terlihat keluar membawa satu kardus dan satu kantong plastik yang diduga barang bukti, untuk selanjutnya dimasukkan ke dalam mobil.

Wakapolres Sukoharjo Kompol Ifan Hariyat usai menyaksikan penggeledahan di dalam kios laundry tersebut enggan untuk berkomentar terkait penggeledahan oleh Densus 88 Antiteror. "Dengan Pak Kapolres saja ya," kata dia.

Dikenal Baik

Sementara itu, pemilik usaha laundry, Ayu Devia mengaku jika pria berinisial W telah menjadi karyawan di usaha cuci pakaian belum sampai satu tahun. Selain menjadi karyawan, W beserta istri dan anaknya juga tinggal di tempat usaha tersebut.

"Dulu kan ngontrak, terus saya cari lowongan karyawan laundry. Mas W daftar dan kerja di sini. Karena tidak ada yang jaga, maka ia dan istrinya tinggal di lantai atas," kata Ayu.

Selama menjadi karyawan, lanjut dia, W merupakan orang yang baik dan jujur. Bahkan, ketika azan berkumandang, ia selalu menutup kiosnya untuk bergegas menuju masjid untuk salat berjamaah.

"Lha siapa mengira Mas W seperti itu, dia orangnya sangat baik dan juga sering bercanda," ujar Ayu.

Dia mengaku melihat W terakhir pada hari Minggu kemarin karena masih jaga di kios laundry. Namun, berdasarkan informasi dari petugas polisi, penangkapan W dilakukan pada Senin pagi.

"Kemarin masih lihat, kan masuk kerja dan gantian shift dengan adik saya. Cuma tadi polisi bilang kalau tadi pagi penangkapannya," ujar Ayu.

Dalam penggeledahan di dalam kios laundry, Ayu mengatakan petugas mencari keberadaan paspor milik W, hanya saja selama proses penggeledahan tidak berhasil ditemukan. "Katanya cari paspor, tapi tidak ketemu," jelas Ayu.

Mengenai kabar keterlibatan W dalam jaringan terorisme, Ayu mengungkapkan informasi dari kepolisian jika yang terlibat adalah teman-teman dari saudara W. Akan tetapi dalam jaringan kelompok teroris mana, ia tidak tahu.

"Kalau kata Pak Polisi, teman-temannya yang terlibat terkait bom panci presto beberapa waktu lalu," Ayu memungkas.


Share:

Sunday, 28 May 2017

JK Minta KPK Tuntaskan Kasus Dugaan Suap WTP Kemendes dan BPK

JK Minta KPK Tuntaskan Kasus Dugaan Suap WTP Kemendes dan BPK


Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dapat mengusut tuntas kasus dugaan suap pembelian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang melibatkan pejabat Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Dia menyerahkan sepenuhnya proses hukum itu kepada lembaga antirasuah.

"Hukumlah yang berjalan. Semua orang tidak bisa berjalan di atas hukum," ujar Jusuf Kalla usai acara buka bersama Partai Nasdem di Kantor DPP Partai Nasdem, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (28/5/2017).
Pria yang akrab disapa JK itu menunggu hasil proses penyelidikan dari KPK. Tentunya kasus tersebut harus dapat terungkap dengan sejelas mungkin guna pembelajaran kepada kementerian lainnya.

"Biar hukumlah yang berjalan. kita tunggu aja prosesnya," jelas JK.

KPK sebelumnya membeberkan hasil Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Jumat 26 Mei 2017. Operasi lembaga antirasuah itu dilakukan di dua tempat, yakni di gedung Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan kantor Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).

Dari OTT, KPK mengamankan tujuh orang. Mereka adalah Irjen Kemendes SUG, ALS (auditor BPK), RS (eselon I BPK), JBP (eselon III Kemendes), sekretaris RS, sopir JBP, dan satu satpam.

Share:

Langkah Mundur Ahok dari Kursi DKI 1

Langkah Mundur Ahok dari Kursi DKI 1


 Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mencabut banding atas vonis dua tahun penjara yang diberikan majelis hakim. Pasca-keputusan mengejutkan itu, Ahok menyampaikan surat pengunduran dirinya sebagai Gubernur DKI Jakarta kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi. 

Keputusan Ahok itu pertama kali disampaikan Ketua Tim Kuasa Hukum Ahok, I Wayan Sudirta. Dia mengatakan, surat pengunduran diri Ahok itu telah disampaikan kepada Presiden Joko Widodo melalui Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo. 

Wayan mengatakan, pengunduran diri Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta itu karena dia tidak ingin mengganggu pemerintahan dengan status hukumnya saat ini.

"Yang dia (Ahok) pikirkan bukan soal dikabulkan, yang penting dia (Ahok) tidak membebani Pak Jokowi, tidak membebani pemerintahan," ujar Wayan. 

Intinya, kata dia, niat baik Ahok tidak ingin merepotkan pemerintahan.

"Dia ingin suasana damai dan kepentingan bangsa tidak terganggu karena dirinya. Ini wujud menciptakan kedamaian dan melakukan sesuatu yang baik," kata dia.

Ahok sendiri sebelumnya telah memutuskan mencabut pemohonan banding ke Pengadilan Tinggi DKI Jakarta atas vonis 2 tahun penjara majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Keputusan itu diambil setelah keluarga dan Ahok berembuk.

"Jadi kami sekeluarga setelah diskusi panjang, kita memutuskan untuk melakukan pencabutan banding dan besok kami akan menyampaikan alasannya," ujar adik Ahok, Fifi Lety Indra, di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Senin 22 Mei 2017 sore.

Keputusan Ahok membatalkan banding disampaikan Veronica Tan, istri Ahok dalam sebuah konferensi pers. Veronica menyampaikan surat yang ditulis Ahok. 

"Saya tahu, tidak mudah bagi saudara menerima kenyataan seperti ini, apalagi saya," ucap Veronica Tan, membacakan surat suaminya, Ahok di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa, 23 Mei 2017.

"Tapi saya telah belajar mengampuni dan menerima sesuatu, jika untuk kebaikan kita berbangsa dan bernegara," Vero melanjutkan dengan suara terbata-bata.

Tangis Vero Untuk Ahok

Veronica berhenti sejenak mengatur napas. Air matanya terus berderai sambil memegang surat alasan suaminya yang bernama lengkap Basuki Tjahaja Purnama itu membatalkan banding.

Beberapa pengacara Ahok pun berusaha menenangkan perempuan berkebaya hijau muda itu. Sang adik ipar, Fifi Lety Indra, yang berada di sampingnya, mengusap punggung Veronica.

Namun, Fifi pun tak kuasa menahan tangis. Berkali-kali dia mengusap matanya dengan tisu. Tak lama, Veronica melanjutkan membaca surat sang suami.

Dalam surat tersebut, Ahok juga berterima kasih kepada pendukungnya telah berunjuk rasa sesuai aturan dan menyalakan lilin perjuangan untuk tegaknya konstitusi di NKRI.

"Mari kita tunjukkan kalau kita percaya Tuhan tetap berdaulat dan pegang kendali setiap bangsa. Kita tunjukkan kita beriman pada Tuhan Yang Maha Esa. Pasti kasihi sesama manusia dan tegakkan kebenaran dan keadilan bagi sesama manusia," kata Vero.

Menurut Veronica, keluarga selalu mendukung apa yang menjadi putusan Ahok. Bahkan, keluarganya memberikan dukungan kepada Ahok untuk menjalani hukuman dua tahun penjara yang dijatuhkan Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

"Dari pertama pada saat bapak menjabat sebagai gubernur, sampai menjadi tersangka, sampai pada proses hari ini, kami sekeluarga sudah merasa cukup," kata dia.

"Untuk melanjutkan apa yang harus kami lakukan. Kami dengan anak-anak dan keluarga akan men-support bapak menjalani hukuman ini," Vero menambahkan.

Baik kuasa hukum, maupun pihak keluarga, kata Vero, menyadari keputusan Ahok mencabut banding. "Dalam arti, biar Bapak jalankan ini saja. Karena untuk kepentingan semua, kepentingan bersama," kata perempuan berembut pendek itu.

Karena itu dengan tegas, Vero mengatakan, pihak keluarga tidak akan memperpanjang lagi dan menjalankan apa yang sudah diputuskan.

"Dan kita akan men-support, mendukung Bapak menjalankan ini," ucap perempuan asal Medan, Sumatera Utara itu.

Djarot Jadi Gubernur

Setelah Ahok mengajukan pengunduran diri sebagai Gubernur DKI Jakarta ke Presiden Jokowi, Kemendagri selanjutnya mengusulkan Plt Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menjadi gubernur definitif.

Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Sumarsono menjelaskan, Ahok yang telah berstatus nonaktif mengajukan surat pengunduran diri sebagai Gubernur DKI Jakarta ke Jokowi dengan tembusan Mendagri pada Selasa, 23 Mei 2017.

Surat penonaktifan Ahok dikeluarkan sejak 12 Mei setelah vonis 2 tahun penjara dalam kasus dugaan penodaan agama.

Dia menjelaskan, Ahok sudah diberhentikan sementara berdasarkan Pasal 65 ayat 4 Undang-Undang 23 Tahun 2014 tentang Pemda. Selain itu, sudah ada Keppres Nomor 56/p Tahun 2017 tertanggal 12 Mei 2017.

"Pemberhentian sementara dasarnya bukan karena pengajuan surat pengunduran diri karena vonis ditahan. Sedang pengunduran diri dari Pak Ahok ini untuk salah satu dasar pemberhentian tetapnya. Pertimbangan kedua, diberhentikan tetap bila sudah inkrah," kata Sumarsono ketika dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (24/5/2017).

Sumarsono mengatakan, setelah pencabutan banding dan pengunduran diri Ahok, sambil menunggu surat resmi dari pengadilan tinggi, Djarot kini tengah diusulkan kepada Presiden Jokowi untuk menjadi Gubernur DKI Jakarta definitif.

"Ya, menunggu saja untuk Pak Djarot sebagai gubernur definitif. Semoga minggu depan bisa diselesaikan administrasinya untuk diajukan Pak Mendagri ke Pak Presiden RI," Sumarsono menandaskan.

Siapa Jabat Wagub?

Berdasarkan undang-undang, Djarot Saiful Hidayat yang saat ini menyandang jabatan Pelaksana tugas (Plt) Gubernur, akan mengisi kekosongan jabatan Gubernur DKI.

Lalu, bila Djarot menjadi Gubernur DKI, siapa yang nanti akan mengisi jabatan wakil gubernur?

Terkait pertanyaan itu, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan, Djarot akan memimpin DKI Jakarta tanpa didampingi wakil gubernur hingga masa jabatannya habis pada Oktober 2017.

"Untuk jabatan wakil gubernur kosong, tidak diisi karena sisa waktu kurang dari 18 bulan," ujar Tjahjo Kumolo dalam keterangan tertulis yang diterima Liputan6.com, Rabu (24/5/2017).

Tjahjo menyebut surat pengunduran diri Ahok telah dilayangkan kepada Presiden Joko Widodo pada satu hari setelah pencabutan banding, atau Selasa, 23 Mei 2017.

Soal pengangkatan Djarot sebagai gubernur definitif DKI Jakarta, Tjahjo menunggu surat dari Pengadilan Tinggi DKI.

"Secara administratif menunggu surat dari PT DKI yang membenarkan pencabutan bandingnya," Tjahjo menandaskan.

Share:

Ini Alasan Ahok Cabut Banding Versi Pengacara

Ini Alasan Ahok Cabut Banding Versi Pengacara


- Ahok mencabut banding putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Pria bernama lengkap Basuki Tjahaja Purnama itu memiliki alasan khusus mencabut permohonan banding tersebut.

"Pak Ahok mengalah untuk umum," ujar salah satu pengacara Ahok, I Wayan Sudirta, dalam konferensi pers di sebuah restoran di Menteng, Jakarta, Selasa (23/5/2017).

Menurut dia, Ahok dan keluarga menghormati pengadilan. Dia juga memaklumi majelis hakim yang memutus kasus penodaan agama itu.

Walau Ahok mencabut banding, Sudirta tetap heran dengan putusan dalam kasus tersebut. Salah satunya penggunaan Pasal 156a KUHP oleh majelis hakim. Sebab, lanjut dia, Ahok tidak pernah memiliki niat untuk menistakan agama Islam dan ulama. Pada pidatonya, Ahok menyebut "elite politik" yang menggunakan ayat tersebut untuk menjatuhkannya.

Sudirta juga menyesalkan putusan hakim yang menyebut Buni Yani tidak ada kaitannya dengan kasus ini. Dia mengatakan kasus ini bermula dari unggahan video Buni Yani yang telah diedit dengan memotong kata "pakai".

Sebelumnya, Senin, 22 Mei 2017, keluarga Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mencabut permohonan banding atas vonis 2 tahun penjara majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Keputusan itu diambil setelah keluarga gubernur nonaktif DKI Jakarta itu berembuk.

"Jadi kami sekeluarga setelah diskusi panjang kita memutuskan untuk melakukan pencabutan banding," ujar adik Ahok, Fifi Lety Indra, di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Senin, 22 Mei 2017, sore.

Share:

Cara Bongkar Identitas Pemilik Nomor Telepon

Cara Bongkar Identitas Pemilik Nomor Telepon


Kamu tentunya pernah menerima telepon dari nomor yang tidak dikenal. Ini memang cukup menjengkelkan dan bikin penasaran, terlebih penelepon misterius tersebut sangat mengganggu privasi. 

Bila dengan cara memblokir belum cukup memuaskan kamu, berikut tips bagaimana cara melacak nomor telepon dan mengenali panggilan anonim yang menelepon kamu.

Pakai Aplikasi Truecaller: Caller ID & Dialer

Kamu bisa mengandalkan aplikasi bernama Truecaller: Caller ID & Dialer yang tersedia di Android, iOS, dan aplikasi berbasis web. Aplikasi ini mengklaim memiliki miliaran data base nomor telepon yang telah diidentifikasi sebelumnya.

Jadi, selain mengenali panggilan masuk, kamu juga bisa mencari tahu panggilan yang tidak terjawab dan melakukan langkah seperti memblokir mereka.

Caranya unduh dan install aplikasi Truecaller: Caller ID & Dialer di smartphone kamu. Buka Truecaller dan login, kemudian kamu akan melihat ada empat tab utama: Calls, Search, Block, dan Contacts.

Pilih Search dan setelah itu kamu bisa melacak nomor telepon berdasarkan nomor atau nama.

Truecaller merupakan perusahaan asal Swedia dengan pengguna lebih dari 85 juta di seluruh dunia

Ada banyak layanan serupa, tapi Truecaller merupakan salah satu yang paling dapat dipercaya dan memberikan informasi benar berdasarkan identitas asli, serta mampu menampilkan nama penelepon.

Truecaller Versi Web

Selain di Android, kamu juga bisa menggunakan Truecaller sebagai aplikasi web, yang dapat kamu buka di browser. Caranya buka situs Truecaller dari browser di komputer kamu.

Lalu Pilih negara dan jangan lupa sign in atau daftar jika belum punya akun Truecaller. Kemudian cari berdasarkan nomor telepon.


Share:

Hari Kedua Ramadan, Jokowi Salat Tarawih di Sentul Bogor

Hari Kedua Ramadan, Jokowi Salat Tarawih di Sentul Bogor


 Presiden Joko Widodo atau Jokowi menunaikan ibadah salat Tarawih di Masjid Andalusia, Sentul City, Bogor, Jawa Barat. Jokowi sebelumnya berturut-turut menunaikan salat Tarawih di Masjid Baitussalam di lingkungan Istana Kepresidenan Bogor.

Dalam keterangan yang diterima, Minggu (28/5/2017), tiba pada pukul 18.55 WIB, Jokowi disambut Ketua Humas STIE Tazkiah dan Anggota Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Andalusia H Sutopo. Mereka kemudian langsung memasuki masjid.

Tak berapa lama, azan berkumandang menandakan masuknya waktu Isya pada pukul 18.59 WIB. Ulil Amri Zainudin yang bertindak sebagai Imam pun langsung memimpin salat Isya.

Usai mendengarkan tausiyah dari Imam Besar Masjid Andalusia Abdul Mughni, Jokowi menunaikan salat Tarawih yang diimami Ulil Amri Zainudin. Selepas Tarawih, ia menerima tanda kenangan berupa majalah Andalusia yang diserahkan Direktur Pelaksana Andalusia Syaripudin Kusin.

Sebelum meninggalkan masjid, Presiden tak lupa menyalami jemaah yang hadir serta membagikan buku tulis dan berswafoto.

Tampak mendampingi Presiden Jokowi, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI Trisno Hendradi dan Komandan Paspampres Mayjen TNI (Mar) Suhartono.



Share:

Friday, 26 May 2017

Warga Temukan Balita Sedang Menyusu Ibunya yang Tewas

Warga Temukan Balita Sedang Menyusu Ibunya yang Tewas


Monu Balmiki (27) langsung melapor ke kantor Polisi di daerah Damoh, Pradesh, India, setelah ia menemukan jasad seorang perempuan di pinggir lintasan kereta api. Di sebelah jasad itu juga terdapat balita laki-laki dalam keadaan menangis.

Melansir My Newshub, tak lama setelah polisi datang mengevakuasi, balita nahas itu tampak sedang menyusu ibunya yang telah tak bernyawa. Dugaan sementara, ibu itu tewas tertabrak kereta api saat menyeberang. 

"Kami terkejut melihatnya, ia sangat menyedihkan. Perempuan itu tewas terbaring dan anaknya menangis di sebelahnya," ujar Balmiki. 

Ia menambahkan, jasad perempuan itu langsung dibawa ke rumah sakit untuk diautopsi. Pihak rumah sakit menyatakan perempuan itu meninggal dunia karena benturan keras di kepalanya. Hidung dan telinga perempuan itu mengeluarkan darah. 

Sementara balita malang itu juga dilarikan ke rumah sakit anak untuk diperiksa. Balita itu dipastikan tidak menderita luka sedikit pun.

Hingga kini polisi masih mencari alamat perempuan itu untuk memberi tahu keluarganya. Untuk sementara waktu, balita itu dititipkan ke tempat penampungan anak-anak yatim di Pradesh.

"Kami sedang mencari alamat perempuan itu dan berusaha mendapatkan nomor kontak keluarganya," ujar polisi.

Share:
Keluarga Besar Marga Sun. Powered by Blogger.

Breaking News

KAMI MENYEDIAKAN GAME LIVE CASINO TERBARU DI https://bit.ly/2pLGSsO SILAHKAN DAFTAR YA.. SALAM KEMENANGAN YA BOSKU

Blog Archive