Sunday, 28 January 2018

Kisah Hidup Miliarder Sederhana IKEA yang Wafat di Usia 91 Tahun

Kisah Hidup Miliarder Sederhana IKEA yang Wafat di Usia 91 Tahun


Kabar duka datang dari salah satu miliarder dunia. Ingvar Kamprad, pemilik perusahaan ritel furnitur terbesar, [IKEA](http://bisnis.liputan6.com/read/3109917/mengintip-gaya-hidup-sederhana-10-orang-terkaya-dunia?source=search "") meninggal di usia 91 tahun di Smaland, Swedia. 

Pria asal Swedia ini kerap masuk dalam jajaran miliarder dunia. Kisah perjalanan kesuksesan Kamprad hingga mampu membawa IKEA dikenal seperti saat ini cukup bisa membuat kita berdecak kagum.

Kamprad telah mendedikasikan hidupnya untuk membangun perusahaan ritel furnitur ini selama lebih dari 70 tahun. Hingga saat ini, kekayaannya diprediksi mencapai sekitar US$ 39,3 miliar sekitar Rp 513 triliun.

Ia menempati posisi ke-10 orang terkaya di Swedia dan menjadi salah satu orang terkaya versi Forbes di urutan 412.

Mengutip Business Insider, BBC dan lainnya, Minggu (28/1/2018), Kamprad mampu mencapai kesuksesan dengan terus menetapkan etos kerja pribadi dan profesional dalam setiap inovasi yang ia keluarkan.

Pria yang lahir di Swedia pada 1926 ini memang memiliki bakat bisnis sejak kecil. Saat usianya masih menginjak 5 tahun, ia sudah berjualan tiket pertandingan untuk mendapat pemasukan pribadi.

Menginjak usia 10 tahun, Kampard kecil memulai berjualan pernak-pernik musim libur kepada tetangga dekat rumahnya.

Di usia 17 tahun, Kamprad mendapatkan uang dari ayahnya sebagai hadiah karena mampu mendapat nilai bagus di sekolah. Ia pun menggunakan uang tersebut untuk mendirikan IKEA di tahun 1943. Ia tidak memperkenalkan bisnis yang ia jalani tersebut hingga usahanya menginjak usia 5 tahun.

Pada awalnya, Kamprad hanya berjualan furnitur sederhana, seperti bingkai foto. Namun semakin lama, bisnisnya pun berkembang sangat signifikan. Nama IKEA sendiri ia ambil dari akronim namanya, Ingvar (I) Kampard (K) serta nama desa dan keluarga tempat ia dilahirkan, Elmtaryd (E) dan Agunnaryd (A).

Pada 1956, Kamprad melakukan inovasi dalam dunia perbelanjaan furnitur dengan memperkenalkan metode ‘flatpacking’. Metode ini memperbolehkan konsumen untuk membeli furnitur secara satuan, sehingga mampu mendesain sendiri interior yang diinginkan.

Menurut penulis terkenal Malcolm Gladwell, Kamprad merupakan manusia yang hebat. Ia mampu mengkombinasikan kesadaran, keterbukaan, dan ketidaksukaan yang ia miliki sehingga mampu membuatnya innovator ulung seperti sekarang ini.

Kamprad mulai memindahkan markas IKEA dari Swedia ke Denmark pada 1973. Namun, perusahaannya kini sudah memiliki markas besar di Belanda.

Selain bidang furnitur, Kampard juga melebarkan bisnisnya di dunia makanan dengan mendirikan IKEA Food Service. Pada 2015,  IKEA Food Service mampu menyumbang US$ 1,7 miliar pendapatan.

Miliarder Sederhana
Selain dikenal sebagai pebisnis dan inovator ulung, Kamprad juga merupakan sosok yang luar biasa. Walaupun memiliki aset kekayaan sangat banyak, dia dikenal masyarakat sebagai pribadi yang rendah hati.

Menurut laporan yang ada, ia tetap memilih untuk bepergian dengan pesawat kelas ekonomi, tinggal di hotel murah, dan mengendarai mobil Volvo yang sama yang sudah ia miliki sejak 20 tahun yang lalu.

Ia begitu cermat menyimpan uang, bahkan memilih membeli baju bekas di bazar. Hal itu ia ungkapkan dalam sebuah tayangan dokumenter TV Swedia.

Ia lakukan itu demi membantu bisnisnya, Ikea, mendunia dan menjadi salah satu merek perabot terkenal.

"Aku pikir, baju-bajuku semua nyaris dari toko baju bekas atau pasar murah. Ini adalah salah satu caraku menunjukkan contoh penghematan yang baik," kata Kampard kepada TV4, seperti dilansir dari The Guardian, Maret 2016. 

"Lagipula, itu sudah jadi kebiasaan orang Smaland untuk hidup hemat," ujarnya lagi. Smaland adalah kota perkebunan di selatan Swedia, tempat ia berasal. 


Share:

0 comments:

Post a Comment

Keluarga Besar Marga Sun. Powered by Blogger.

Breaking News

KAMI MENYEDIAKAN GAME LIVE CASINO TERBARU DI https://bit.ly/2pLGSsO SILAHKAN DAFTAR YA.. SALAM KEMENANGAN YA BOSKU

Blog Archive