Situs Judi Online dan Artikel Sex Indonesia terpercaya 2019

Kamis, 07 April 2016

Ngentot Dengan Dosen Inggris


Ngentot Dengan Dosen Inggris


 Aku Ayu, ketika baru mulai kuliah semester 1 aku mendapat info bahwa dosen bahasa Inggris tu genit 

banget, selalu mencoba ngegaet mahasiswi yang dia anggep seksi ke rumahnya dengan alesan prstasi kuliah 

yang tidak bagus. Meskipun bukan mata kuliah utama tapi dapet nilai jelek dari mata ajarannya bisa 

mempengaruhi prestasi perkuliahan juga, karena bisa menggeret IPK kebawah, palagi kalo nilai mata kuliah 

laennya cuma pas2an aja, yang penting lulus. Makanya banyak mahasiswi yang memanfaatkan kegenitan pak 

dosen ini sebagai cara yang mudah untuk mendongkrak nilai keatas, katanya bisa sampe mendapat nilai 

tertinggi. Wah bole juga dicoba nih. Dari SMU nilai pelajaran Inggrisku gak pernah bagus, selalu dibawah 

rata2. Sebenernya pak dosen tu kerensi orangnya, kurasa umur 40an, badan atletis, gak gendut, tipeku 

banget deh. Kayanya si ada darah indonya gitu, gak tau salah satu ortu atau kakeknya yang bule. Memang si 

kalo kasi kuliah matanya suka jelalatan memandangi aku, aku si cuek2 aja belagak gak perhatiin 

jelalatannya. Kayanya dia penasaran juga kerna aku cuek2 aja, gak memberi signal apa2 atas aksinya. 

Beberapa kali dia manggil aku ke kantornya untuk menanyakan apakah aku ada kesulitan dalam pelajarannya 

kerna nilai quizku gak brapa bagus, aku bilang aja sejak smu memang nilai Inggrisku gak pernah bagus, 

tapi ya lulus juga si waktu ujian akhir smu dengan nilai Inggris yang segitu itu. Kayanya dia tersinggung 

dengan perkataanku, dia nganggep aku menyepelekan mata kuliahnya. Wah kaget juga aku, maksudku cuma crita 

kok ditanggepinnya salah. Aku berusaha menjelaskan tapi dia malah menutup pembicaraan. aku share kejadian 

ini ke temen2ku, mreka bilang aku cari penyakit buka front ma tu dosen, pasti nanti ujung2nya dia bakal 

ngegenitin aku. Kutanya kaya apa si genitnya, mereka cuma tertawa aja, ntar liat en rasakan ndiri ja, 

asik juga kok. Jadi penasaran aku jadinya, ya kutunggu move selanjutnya aja deh.

Satu sore bubar kuliah, aku agak lambat meninggalkan gedung fakultasku, temen2ku dah pada ngilang 

semuanya. Ketika aku jalan keluar komples universitas ada mobil mepet aku dan mengklakson sekali. Aku 

noleh, jendela mobil terbuka, ternyata pak dosen itu, senyum memandangku, gak menampakan bau permusuhan 

si dari pandangan matanya, "Mo ikut Ay". "Makasi pak". "ayolah, kita tuntaskan obrolan tentang mata 

kuliahku ini". Wah dia blon nutup front rupanya, ya udah aku terpaksa ngikut deh. Dia membukakan pintu 

mobilnya dari dalem dan aku duduk disebelahnya. Saat itu aku memang make blus dan rok mini, karena aku 

duduk otomatis roknya makin terangkat keatas sehingga separuh paha mulusku menjadi terpampang nyata (ni 

istilah dah gak tersengar diucapkan lagi ya). "Wuih mulusnya, laler nemplok bisa kepleset tu". Eh ni 

dosen Inggris ngomongnya bisa pake bahasa kaya gitu juga, beneran indo pa bukan ni, masak bodolah, yang 

penting kan ganteng, seleraku banget. "Mangnya kita mo ngobrol dimana pak". "Ya cari tempat yang santai 

aja, sembari makan". Wah mo ditraktir, rupanya ini move untuk ngegenitin aku, ya gak apalah digenitin, 

asik begini lagi. Jalan macet jadi dia sering mindah2in persneling satu ke dua dan sebaliknya, tiba2 dia 

menyenggol pahaku yang memang deket posisinya dengan persneling mobilnya. "Sori ya, sengaja". Wah mulai 

deh genitnya. Aku si diem aja, cuma senyum2 aja, "gak apa2 kok pak kalo memang sengaja". Dia tertawa, 

malah meletakkan tangannya diatas pahaku, jarinya mengilik2 pahaku, geli akunya. To the point banget ni 

lelaki, "katanya gak papa, ya aku parkir disini ja ya tangannya". "Ntar nabrak lo pak". Dia mengangkat 

tangannya dari pahaku kerna mesti mindahin persneling lagi. "Kamu cantik Ay, masi abg banget ya". "Ya 

iyalah pak, ayu kan baru lulus smu blon lama. Ini ja baru semester 1". "Kamu sexy". "apanya yang sexy si 

pak, biasa ja kali. ayu kan kurus gini". "bukan kurus tu ay, tapi langsing, tapi bodi kamu proporsional 

kok, makanya kubilang kamu sexy". "Makasi deh pak disanjung2 gitu". "Suka?" aku cuma ngangguk aja.

Tak terasa mobil dibelokkan pada restoran yang mewah dengan fasilitas karaoke. Dia memilih ruang hanya 

untuk dua orang. "Kamu suka makanan apa". "apa aja lah pak", namanya juga ditraktir ya ikut aja ma selera 

yang nraktir. Setelah makanan tersedia dia mempersilahkan aku untuk menyantapnya. Dia ngobrolin ngalor 

ngidul aja soal bahasa Inggris, aku hanya menimpalinya sambi lalu kerna mulutku sibuk ngunyah makanan 

yang dia pesan, enak2 semuanya. kalo pergi sendiri mah gak kebayarlah harganya, kuliat tadi di daftar 

menu harganya bukan untuk ukuran kantongku yang pas2an lah. "Enak Ay". "Banget pak, makasi ya, baru kali 

in Ayu ngerasain makanan seenak ini, ya ada harga ada barang ya pak". "Jangan manggil pak lah, kan bukan 

di ruang kuliah". "abis manggil apa dong, om deh ya", kataku becanda, gak tau dia mengiyakan aja". "Ya om 

lebi akrab kayanya ya, lagian aku kan seumuran ma om kamu kan" Aku ngangguk aja. "Kamu suka nyanyi kan, 

kita karokean bentar ya, gak buru2 mesti pulang kan". "Gak pak eh om,, Ayu kos kok, jadi gak da yang 

nungguin". "O gitu". Dia milih lagu dan mulai nyanyi, "ayo ikutan nyanyi dong Ay, tu ambil mike satunya". 

aku ikutan nyanyi juga, kebetulan aku ngerti lagunya. Setelah selesai lagunya, aku berkata, "Katanya 

bapak, eh om, mo bahas omongan kita tempo ari di kantor". "tadi kan udah". "Yang sembari makan?" "iya, 

cukuplah segitu, dah beres semuanya kan". O cuma segitu toh, kamuflasenya dangkal banget ya, mo ngajak 

aku jalan pake bilang mo bahas kuliah. "Lagian ma abg cantik kaya kamu bosen lah bahas kuliah melulu". 

Jadi mo bahas apa lagi om". "Kan sekarang lagi nyanyi, enjoy aja lagi".

AC di ruang kecil dan tertutup gini kerasa dingin banget buat aku, sehingga aku duduk agak meringkuk. 

"Dingin ya Ay". "iya om, Ayu gak bisa diruangan ber ac kaya gini". Dia terus aja nyanyi lagi tetapi 

tangannya mulai memeluk pundakku. Dia menarik badanku sehingga merapat ke tubuhnya. Tangannya mengelus2 

rambutku. tak lama kemudian dia mengecup pipiku. aku menoleh kearahnya, dan kesempatan itu tak 

disia2kannya, segera dia mengecup lembut bibirku. Aku hanya memejamkan mataku menikmati kecupan hangat 

dibirku, lama2 aku hanyut juga oleh ciumannya. Kujulurkan lidahku menjilat bibirnya, langsung saja dia 

menyambut lidahku dengan belitan lidahnya. Dia kembali mengulum bibirku dengan penuh napsu, sampe 

akhirnya aku kehabisan napas. Dia tersenyum memandangiku yang terengah2 karena serunya ciumannya barusan. 

Kembali dia mengecup bibirku pelan, kali ini tangannya mulai menjelajah. Dielusnya toket imutku dari luar 

blusku. Kemudian kancing blusku dibukanya satu2, dingin rasanya toketku dielus2 dengan jarinya. Tangannya 

nyelip kedalam braku dan menyentuh2 pentilku, kurasakan pentilku mulai mengeras karena ulahnya, napsuku 

bangkit karenanya. Palagi dah lama juga cowokku gak berbagi kenikmatan karena dia sibuk dengan 

pekerjaannya diluar kota, dah 2 minggu lebih dia gak balik2. Dia berusaha melepas blusku tapi kucegah, 

"mana asik nerusin disini om". "O gitu ya, keapartmentku aja yuk". "Mangnya tante gak marah om". Gak ada 

tante dirumah, aku tinggal ndiri kok". "Om blon keluarga?" "udah si, tapi dia gak ada disini, di negara 

sebrang". Dia bilang dia bapaknya bule dan ibunya prempuan lokal di negara jiran. strinya juga perempuan 

lokal. aku nanya lagi, "Kok bahasa indo nya ok banget ya". Dia bilang "Aku dah lama tinggal disini tapi 

keluargaku gak betah tinggal disini, jadilah aku tinggal ndirian disini". "Trus ketemunya kapan om". "Ya 

kalo da libur panjang lah, aku kan juga ada bisnis disini, ngajar tu kan cuma buat hobi aja". "Sembari 

nyari abg ya om". "tau aja kamu. Nerusin diapartmentku aja ya, mau kan. Kamu kan juga gak da yang 

nungguin di kos". Aku cuma ngangguk, dah nanggung naik napsuku, kalo disetop bisa uring2an aku di kos 

ntar, mana gak da cowokku lagi kan. Aku merapikan pakeanku yang tadi dia acak2, dan keluar dari ruang 

karoke bersamanya.

aku dibawanya ke apartmentnya, megah dan mewah, tapi sepi sekali. "Terang aja sepi, yang tinggal disini 

kan expat semuanya, ya lebi sering gak dirumahnya lah kalo jam segini, mereka kan umumnya berbisnis, jadi 

jam segini masi melakukan lobby2 bisnis, tengah malem baru mreka pulang". "Om kok gak ngelobby buat 

bisnisnya". "ni kan lagi melobby kamu"., jawabnya sembari ketawa. Apartmentnya mewah, 3 kamar tidur, 

padahal dia cuma tinggal ndirian, ya bukan urusanku lah, yang penting kan dia mo berbagi kenikmatan ma aq 

ni malem. aku sampe mnggelinjang membayangkannya em el ma dia. "Napa Ay, kedinginan". "Gak kok om, cuma 

ngebayangin aja". Ngebayangin apa". "bentar lagi mo di em el in ma om", jawabku sembari ketawa. "Dah 

pengen ya kamu".

aku digandengnya masuk kamar tidurnya. Aku duduk di ranjang besarnya sementara dia masuk ke kamar mandi. 

Dia keluar kamar mandi hanya berbalut handuk, tubuhnya sangat berotot dan rambutnya basah, kayanya dia 

menyiram2 badannya bentar untuk menghilangkan keringat. "Kok mandi gak ngajak2 si om". "O kamu mo mandi 

toh, dah wangi kok badanmu". Dia mencium bau parfumku ketika menciumku di ruang karoke tadi. Dia duduk 

disebelahku dan memelukku erat, "Yang, kamu cantik sekali". Mulai deh pergombalannya, tadi manggil nama 

sekarang manggilnya yayang. Ya biar aja deh, aku juga suka kok dipanggil yayang ma lelaki ganteng kaya 

dia, mana setengah bule lagi. Tak lama kemudian dia kembali menyosor bibirku, aku menyambut ciumannya 

dengan mesra. Tangannya menempel di tengkukku sehingga bibir kami makin erat bersatu. Lidahnya membelit 

lidahku kemudian dia mengisap2 lidahku dengan penuh napsu. Tanganya kembali mengelus toketku dari luar 

blusku. perlahan dibukanya kancing blusku, ditariknya blusku keluar dari rokku dan sebentar kemudian 

blusku dah terbang meninggalkan tubuhku. tinggal bra dan rok miniku saja, dia semakin agresif saja 

kelihatannya. Dia mulai meremas toketku yang masih tertutup bra ku. "yang kamu sexy sekali, toket kamu 

imut, pas dengan genggaman tanganku". Dia meremas dengan gemasnya, Didekatkan bibirnya pada toketku yang 

masi tertutup bra, kemudian dia mulai menciumi toketku. Braku diturunkan sedikit sehingga pentilku nongol 

keluar yang segera disambut dengan kuluman bibirnya. "Pentil kamu imut banget yang, jarang diemut ya". 

"Sering kok om, cowok Ayu gemes banget kalo dah ngemut pentil". aku kegelian jadinya, rambutnya yang jadi 

sasaran untuk menahan geli tadi. Braku segera dilepaskan sehingga aku sama2 bertelanjang dada seperti 

dia.

aku dibaringkannya diranjang, tangannya pun langsung menempel didada-ku. Perlahan dia meremas toketku, 

meremasnya perlahan2, tangan besarnya menangkup seluruh permukaan toketku. "AAAhhh...", aku mendesis 

pelan, nikmat sekali rasanya ketika tangannya meremas2 toketku pelan2 gitu, membuat napsuku makin naik 

aja. aku mulai membalas permainannya, kurabai dadanya yang berotot itu, kusentuh pentilnya 

perlahan,sementara masih kami berciuman mesra. Pentilku dimainkannya lagi, dijepit dengan bibirnya, 

ditariknya pelan sambil terus meremas toketku. Kemudian tangannya bermigrasi dan toket turun ke perutku, 

menyelinap kebelakang badanku mencari kait rokku dan sebentar kemudian kaitan rokku dah terlepas. aku 

mengangkat pantaku dikit dan lepaslah rokku dari tubuhku. Dia melakukan itu semua dengan tetep mencium 

bibirku dan sesekali mencium telingaku sehingga aku makin menggelinjang. ahli banget dia melakukannya, 

dah sangat berpengalaman kayanya ni orang ngegarap abg2 yang jadi mahasiswinya.

Aku kembali mendesis saat jemarinya menyeruak masuk dalam cd hitamku. Jarinya membelai bulu jembutku yang 

halus hingga menyentuh itilku dan menggeseknya perlahan. aku sampe terlonjak seperti kesetrum menahan 

rangsangan yang dia berikan dibagian sensitif dari tubuhku. Ciumannya turun dari mulut ke dadaku, 

lidahnya menjilati pentilnya, digoyang2kannya kesana kemari dan akhirnya dikulumnya, sesekali digigitnya 

dan kemudian dikenyot2nya. Berbarengan dengan itu jarinya tetap memainkan itilku, kemudian membelai me 

mekku yang sudah basah. Terasa sekali jari2nya yang besar itu muali mengorek lubang me mekku. Perlahan 

dia masukkan jarinya kedalam me mekku. "ahhh… ” aku mendesah karena dia mulai mengocok me mekku dengan 

jarinya setelah jarinya terbenam separuhnya dalam me mekku. kocokannya makin lama makin cepat dan makin 

dalam aja dia membenamkan jarinya dalam me mekku. ”ahhh.. ”, kembali aku mendesah saat sebuah hentakan 

kuat dilakukannya, seluruh jari tengahnya amblas dalam mem ekku. Dia kembali melumat bibirku sembari 

mengocok me mekku dengan jarinya secara cepat. aku makin menggelinjang karena ulahnya, cairan nikmatku 

berhamburan keluar me mekku membasahi tangannya, tapi kocokannya gak dihentikannya malah dipercepat. baru 

pake jari aja dah kaya gini rasanya, palagi pake yang itu ya.makin melorot saja cdku karena ulahnya 

hingga aku berinisiatif melepasnya sendiri.me mekku makin basah saja dibuatnya, rangsangan yang 

diberikannya membuat me mekku terasa gatal2 nikmat. "aaaahhh... om..." lenguhku ketika dia melepaskan 

bibirku.

Aku mengangkangkan pahaku lebar2 supaya dia lebih mudah mengakses me mekku. Lidahnya kembali memainkan 

pentilku sementara jari tengahnya terus aja melaksnakan tugasnya dengan ahli. aku makin blingsatan saja, 

pinggul-ku terus bergoyang tak jelas arah, ” Ahhh,…. ” Kugenggam bahunya, memeluknya dan aku tenggelam 

dalam kenikmatan ini. Kurasakan ngilu yang dahsyat pada me mekku, betisku pun mengeras, demikian seluruh 

otot yang ada di tubuhku, aku mengejang hebat, disertai desahan hebat, aku mencapai orgasme ku yang 

pertama, hanya dengan permainan tangannya. Tubuhku bergetar beberapa saat. Masih saja dia memacu jarinya 

dalam me mekku, sampai harus kupegang tangannya untuk mencegah dia kembali memaju mundurkan jarinya dalam 

me mekku. Napasku tersenggal-senggal, sementara dia melepaskan pelukanku, dia berpindah ke bawah, jarinya 

yang masih mengkilat oleh cairan nikmatku itu dibelaikan kebulu jembutku. Dia jongkok dihadapan-ku, dan 

tiba-tiba..” Slap-slap,..” lidahnya membelai itil dan bibir me mekku, aku langsung mengelinjang 

kenikmatan. sesekali digigitnya pelan itilku. Lidahnya terus membelai permukaan me mekku dan sesekali 

mengemutnya menyeruput cairan nikmat yang meleleh keluar. Bunyi kecipak dari me mekku membuat dia makin 

menjulurkan lidahnya pada bagian dalam me mekku. Aku semakin kegelian. Semakin aku menggeliat mengangkat 

pantat kurasakan sentuhan lidah dalam me mekku dan tangan nya yang satu juga masih tidak mau lepas pada 

toketku. Lengkap sudah kepuasan saat ini. Semua daerah sensitif milikku telah direngkuhnya. Aku membekap 

kepalanya dan menekannya erat ke selangkanganku. aku menggelinjang hebat, menikmati tiap saat lidahnya 

menyentuh mem ekku dan tak perlu waktu lama aku mencapai klimaxku yang ke 2. ” Sruput-sruput,. ” dia 

menyeruput habis cairan me mekku yang membanjir keluar. "Aduh om, nikmat banget, cuma pake lidah aja om 

dah bikin ayu terkapar dua kali". Dia senyum aja memandangiku yang terkapar kenikmatan. "malem ini aku 

akan kasi kenikmatan yang lebih buat kamu yang. kamu bisanya em el ma cowok kamu ya". aku ngangguk. 

"Nikmat?" "Lebi nikmat ma om".

Dia senyum mendengarnya, berdiri dan melepaskan anduk yang membelit dipinggangnya. Wuih batangnya yang 

besar luar biasa dan begitu panjang menyembul keluar. aku sampai terbelalak melihatnya, mungkin hampir 2 

kali lipat dari batang cowokku. aku sampe begidik ngebayangin me mekku kemasukan batang jumbo kaya gitu. 

"Yang, diemut dong", pintanya. Aku bangun dan berlutut. ku gengam, keras sekali, kurasakan batangnya 

berdenyut perlahan dalam gengamanku. Kukocok pelan batangnya, kepalanya mengeluarkan sedikit cairan 

precum. Kuseka cairan yang keluar itu, kubersihkan kepala batangnya dari bulu jembutnya yang tercabut dan 

menempel pada kepala batangnya. Kugerakan lidahku membelai kepala batangnya, kugerakan ke seluruh 

permukaan batangnya, pemiliknya pun mendesah kenikmatan, ” ahhh, diisep dong yang". Lidahku terus 

menelusuri batangnya yang panjang hingga kepangkalnya yang penuh bulu jembut yang lebat.

Kuangkat batangnya yang menyentuh pusernya saking panjangnya, perlahan kusentuh dan kuremas biji 

pelernya, kemudian kujilati dan kuemut, dia mendesah keenakan.Tanganku masih mengocok batangnya, sebelum 

kulumat kepala batangnya di mulutku. kubuka mulutku lebar-lebar, perlahan kumasukan kepalanya dalam 

mulutku. Aku dengan menganga penuh kususahan agar batangnya masuk dalam rongga mulutku, tetapi masih 

tidak bisa. Mulutku yang kecil tidak muat mengulum semuanya. Panjang sekali, tak sampai separuh yang 

tertampung dalam mulutku, kujilati sesekali kepala batangnya dalam mulutku. "Nikmat banget yang", 

lenguhnya. "Kamu ahli banget ya ngemutnya". Kukocok2 batangnya dengan tanganku, sementara kepalau 

bergerak maju mundur mengemut batangnya keluar masuk mulutku. Dengan susah payah kuemut2 batangnya, 

semakin cepat dan semakin cepat. Kurasakan ada cairan manis keluar sedikit di mulutku. Kuhisap semakin 

kuat dan kuat, dia pun semakin keras erangannya. tangannya bekerja lagi mengelus me mekku yang mulai 

mengering basah kembali. Mulutku masih penuh kemaluan batangnya dengan gerakan keluar masuk. dia berusaha 

membenamkan batangnya lebi dalam di mulutku sehingga membuat aku tersedak. biknya dia menghentikan 

usahanya. Cukup lama aku mengemut batangnya sampe akhirnya dia gak dapat menahan napsunya lagi, aku 

dibaringkannya kembali diranjang.

Ditekuknya lututku sehingga posisi aku ngangkang berbentuk huruf M. me mekku menyembul keatas. Batangnya 

sudah mengarah tepat di bibir me mekku, perlahan mendesak masuk. ” Ooohhh.. pelan ya om". Perlahan batang 

besar itu masuk dalam me mekku, besar sekali. Dia mendorong batangnya masuk perlahan makin dalam, aku 

memejamkan mataku berusaha menahan rasa ngilu yang menyertai masuknya batangnya ke me mekku. Batangnya 

terus melesak masuk, perlahan kurasakan bagaimana batangnya membelah tubuhku, me mekku benar-benar terasa 

penuh meski belum ada setengah yang masuk. "Sempit banget me mekku yang, susah aku masukinnya". "Bisnya 

batang om gede banget, me mek ayu baru skali ini kemasukan ukuran jumbo kaya om punya". "pantes jadi 

peret banget me mek kamu yang, tapi nikmat banget". Dia mulai meneken agak keras supaya batangnya bisa 

terus masuk, makin lama tekanannya makin keras sampe akhirnya “Blessshh.. ” sebuah hentakan kuat sekuat 

tenaganya, dia berhasil memasukan batangnya ambles ke me mekku. penuh banget rasanya sampe ke mulut 

rahimku. “aauu.” Kutahan pantatnya untuk tidak bergerak. Rupanya dia mengerti me mekku agak sakit dan dia 

juga ikut diam sesaat. Kurasakan batangnya berdenyut dan aku tidak mau ketinggalan. Aku berusaha mengejan 

sehingga batangnya merasa kupijit-pijit.

Selang beberapa saat me mekku rupanya sudah dapat menerima batangnya yang terbenam dalam banget dan mulai 

berair sehingga ini memudahkan dia untuk bergerak. Aku mulai basah dan terasa ada kenikmatan mengalir di 

sela pahaku. sesaat kemudian dia mulai memompaku, digoyangkannya batangnya keluar masuk me mekku. 

"Ooohhhh… ” aku hanya dapat melenguh, rasa sakit sudah hilang, berganti kenikmatan. sambil mengenjotku, 

tak lupa dia terus mencumbuku, desahanku sedikit tertahan oleh ciumannya. Kubantu dial dengan ikut 

menggerakkan pantatku berputar. “Aaahh, yang”, erangnya menahan laju perputaran pantatku, rupanya dia 

juga kegelian kalau aku menggerakkan pantatku. Ditahannya pantatku kuat-kuat agar tidak berputar lagi, 

justru dengan menahan pantatku kuat-kuat itulah aku menjadi geli dan berusaha untuk melepaskannya dengan 

cara bergerak berputar lagi tapi dia semakin kuat memegangnya. Kulakukan lagi gerakanku berulang dan 

kurasakan biji pelernya menghantam pantatku berulang. Rupanya dia termasuk kuat juga, sekian lama 

batangnya mengenjot me mekku masih tetap saja tidak menunjukkan adanya kelelahan bahkan semakin meradang. 

Kucoba mempercepat gerakan pantatku berputar semakin tinggi dan cepat sampe akhirnya aku yang kepayahan 

sendiri. “Kecepek, kecepek, kecepek”, bunyi me mekku saat batangnya mengaduk2. Genjotannya bertambah 

gencar saja, kecepatannya makin bertambah seiring makin basahnya mem ekku. Dia meremas2 toketku dengan 

penuh napsu sambil terus menggenjot me mekku. ”Ahhh, hmmm,” aku terus mendesah tak karuan. Dia melepaskan 

satu kakiku. Kini hanya satu kakiku yang diangkatnya. Diciumnya jempol dan telapak kakiku yang membuatnya 

makin nikmat saja , tubuh ku menggelinjang nikmat, hingga dia kembali menggenjotku. sampai 

akhirnya...Orgasme kembali menyambar, me mekku mulai terasa ngilu , rasanya sesak disumpali batang 

sebesar itu, apalagi digenjot dengan kecepatan yang demikian hebat. "Om, Ayu lemes om, istirahat bentar 

bole gak om".

Tapi dia terus aja menggenjotku dengan penuh napsu. ”Aku dah mo kluar Yang", jawabnya. Aku hanya bisa 

pasrah saja, batangnya masih keluar masuk dengan hebatnya, masih secepat tadi, aku sangsi dengan 

perkataanya, apa memang sudah mo kluar, Hingga tubuhku kembali bergetar, aku kembali berorgasme yang 

menghabiskan tenagaku, makin meleleh cairan me mekku keluar mengikuti kluar masuknya batangnya, napasku 

makin terengah-engah, aku dah lemes banget. Malah dia meminta aku untuk nungging, batangnya dicabutnya 

dari me mekku, masih sangat perkasa dan berlumuran cairan me mekku. aku diposisikannya nungging dan dia 

siap menancapkan lagi batangnya kedalam me mekku. Tangannya mencengkaram pinggul-ku, sebelum kembali dia 

menghunjamkan batangnya. Tubuh kami sudah penuh dengan keringat, dia menciumi punggungku yang basah, 

menyelosor kedepan dan menciumku, aku hanya pasrah saja. Sesekali dia menampar pantatku, ”Ayo yang", 

pintanya agar aku ikut bergoyang, namun aku bisa apa, aku benar-benar sudah lemes. Beberapa menit 

kemudian tubuhku kembali bergetar. Jempolnya yang menyeruak masuk dalam pantatku, mendobol bendungan 

Orgasme yang sudah tak tertahan, "ahhhhh,… ”, tubuhku mengejang hebat,. Dia malah menarik rambutku, tak 

memberi kesempatan buatku beristirahat, bagaikan seorang joki yang sedang menunggang kuda dia 

menggenjotku, cairan me mekku sampai meleleh keluar sesaat setelah orgasme itu, napasku makin habis, 

rasanya suaraku pun sudah serak, terlalu banyak mendesah. Aku sudah benar-benar lemes, sementara dia 

masih bersemangat menggenjotku, sampai akhirnya kurasakan batangnya makin membengkak dalam me mekku, 

sementara dia makin kesetanan saja mengenjotku. Dan, ”Aaaahhhhh...” serunya, kemudian terasa cret, cret, 

cret, semburan maninya berkali2 dalam me mekku. badanku bergetar dan aku kembali mencapai orgasmeku 

bersamaan dengan muncratnya maninya yang begitu banyak. Aku tersungkur diranjang saking lemesnya. "Yang 

nikmat banget deh kamu. aku blon pernah merasakan me mek seperet punyamu, nikmat banget memijit punyaku 

sampai nggak karuan rasanya, aku puas banget Yang. Kamu?" aku hanya bisa menggangguk lemes dan terengah2. 

dia mencabut batangnya dari me mekku. dah terkulai tapi tetep ja besar, berlumuran maninya dan cairan me 

mekku. aku ditelentangkan dan dia mencium bibirku mesra sekali. tak lama kemudian langsung tertidur 

kecapaian.

Aku tidur nyenyak sekali, mungkin saking lemesnya ya. Aku terbangun, kulihat dari jendela diluar dah 

terang. Dia gak da dikamar, kuliat jam, dah siang juga deh. Pintu kamar terbuka, dia masuk ke kamar 

tersenyum, masi bugl seperti aq. kuliat batangnya dah tegang lagi, wah pasti minta jatah ronde ke 2 ni. 

"Pagi sayang, gimana, enak bobonya". Nyenyak sekali om". "Kamu laper gak". Aku ngangguk. "pastinya laper 

ya, semalem kan kerja keras". "om si nakal, lama banget maennya". "tapi suka kan". Aku kembali ngangguk. 

"Nikmat gak kamu semalem". "banget". "mana nikmat dibanding ma cowok kamu". "Ma om lah, o punya kan jau 

lebi besar dan om maennya lebi lama". "Bentar ya, aku dah buatin sereal diseduh ma susu panas. Gak da 

makanan laen soalnya aku, mau kan". Aku ngangguk. Baik banget dia dah nyiapin sarapan buat aku. Dia 

keluar kamar, gak lama kemudian dia masuk lagi membawa nampan, diatas nampan ada semangkuk sereal dan 

secangkir susu coklat, khusus dia siapin buat aku. Tersentuh aku karena perhatiannya. Dia taruh nampannya 

di meja sebelah ranjang, "masih panas yang, kamu bebersih ja dulu". "Om?" "aku udah, waktu bangun". "Kok 

gak ngajak2 Ayu, ayu pengen dimandiin ma om". "Ya udah, aku mandi lagi deh ma kamu". Dia mengangkat 

badanku dari ranjang, aku kaget waktu diangkat, segera kurangkulkan tanganku dilehernya. Dia membawaku ke 

kamar maandi, aku diturunkan di kotak shower. Shower dinyalakan dan disetel supaya airnya anget. "Kamu mo 

keramas?" "gak usah deh om, bis mandi pasti om mint jatah lagi kan". "Tau aja kamu". "ya tau lah, Ayu 

juga masi pengen ngerasain batang om masuk lagi kok". Dia menggunakan shower untuk menyirami badanku, 

tanpa mengenai rambutku. Dia mengambil sabun cair, dituangkan dikit ke telapak tangannya dan membalurkan 

ke tubuhku. Semua bagian tubuhku dibalur dengan sabun cair, partinya termasuk toket, jembut, me mek dan 

pantatku. api dia gak merangsang aku di kotak shower, dia tau aku laper jadi tugasnya dia laksanakan 

secepet mungkin tapi bersih. Setelah selesai membilas badanku, dia meng anduki badanku sampe kering. "Mo 

sikat gigi, nih, baru kok sikatnya". Dia mengasongkan sikat gigi yang dah dilumuri odol. Bukan maen dah 

servicenya. Segera dia meninggalkan aku di kamar mandi, aku menggosok gigi. enak rasa odolnya, gak 

terlalu pedes tapi seger dimulut. Kuliat merk odolnya, kayanya gak da di supermarket deh, kali dia bawa 

dari negaranya kalo dia pulang nengok keluarga.

Selesai gosok gigi aku keluar kamar mandi, aku duduk dipinggir ranjang dan menyantap sereal yang dia 

buatkan untukku, masi panas tapi gak terlalu sehingga aku bisa menyantapnya sampe abis, menyusup susu 

coklatnya aku sruput sampe habis. "Mau lagi, toast mungkin". "Kenyang om". Dia duduk disebelahku, memeluk 

dan mencium bibirku mesra sekali. "ayu emut ya batang om". "bole aja sayang, sampe keluar di mulut kamu 

ya". Dia telentang di ranjang, aku nelungkup diatas badannya. aku mencium bibirnya, terus pipinya, 

kemudian aku mengemut pentilnya, dia hanya merem melek aja gk komentar apa2. sambil mengemut pentilnya 

batangnya yang dah keras lagi kukocok2 pelan, makin lama makin cepet, dia mulai mendesah, "enak yang, 

diemut dong". Pentilnya kutinggalkan, ciumanku turun ke pusernya, batangnya terus aja ku kocok2 dengan 

cepet. Kujilati lubang kencingnya, terasa ada cairan keluar dari lubang kencingnya. Kuemut2 kepalanya 

yang besar membengkak, kemudian kukocok dengan mulut, kepalanya ku keluar masukkan di mulutku sembari 

terus mengocok batangnya. sesekali biji pelernya kuremes pelan, dia makin mendesah2, "nikmat banget 

emutan kamu yang". aku melepas emutan pada kepala batangnya, batangnya ku keataskan samil terus kukocok2. 

aku mulai menjilati biji pelernya, sesekali kuemut2 juga bijinya. kemudian kujilati batangnya mulai dari 

pangkalnya terus ke atas, leher batangnya kujilati sekeliling kepalanya, ini mebuat dia kembali mendesis 

keenakan, "kamu tau aja yang gimana bikin aku enak". Kepalanya kembali masuk ke mulutku, kukenyot keras 

sambil kukeluar masukkan di mulutku dengan cepat, kepalaku jadi terangguk2 karenanya, batangnya juga 

kukocok2 dengan cepat. Lama juga aku mengemut kepala batangnya, mulutku dah pegel ngenyot terus tapi dia 

gak menunjukkan tanda2 akan mucrat di mulutku. "Om, mulut ayu pegel ni, om blon mo kluar ya". "Blon yang, 

aku masukkin ke memek kamu aja ya lagi". aku ngangguk.

Aku sekarang berbaring dan dia yang nelungkup diatasku. Dia mencium bibirku dengan mesra dambil memegang 

pipiku. kemudian dia memagut bibirku dengan hangat dan aku menyambutnya dengan tak kalah mesranya. Sambil 

berciuman tangannya mengelus paha dan selangkanganku. aku mengangkangkan pahaku supaya dia mudah 

mengakses selangkanganku. “Ahhhhhh ….", aku mulai mendesah saat tangannya dengan lincah bermain-main di 

dalam bibir me mekku dan mempermainkan itilku. Jarinya menggesek pintu masuk lubang me mekku dan 

dibenamkan kedalam me mekku, aku kembali melenguh keenakan. Aku sangat menikmati aktivitas foreplaynya 

karena aku tau aku bisa orgasme terus2an mulai dari aktivitas foreplaynya. dia pinter banget mengolah 

badanku dalam foreplay sehingga aku metrasa sangat nyaman seblum batang besarnya kembali membelah me 

mekku. Dia lalu menindihku, menciumi bibir, kuping dan leherku sambil menggesek-gesekkan batangnya pada 

me mekkuku. "Om, ayu dah pengen dimasukin lagi om".

Dia malah memelorotkan badannya untuk menciumi, menghisap dan meremas2 toket dan memlintir2 pentilku. 

Kemudian dia merosot lebi jauh lagi kebawah dan pindah ke selangkanganku. Kedua kakiku dinaikkannya ke 

bahunya sehingga pahaku seperti menjepit kepalanya. Dengan lahap dia menjilati me mekku dengan lidahnya, 

tidak ada satu bagian pun dari me mekku yang luput dari sapuan lidahnya. Lalu dia mainkan itilku dengan 

lidahnya sebelum kemudian dihisap dan digigit-gigitnya yang membuat badanku jadi melenting nikmat. aku 

gak tahan lagi atas perlakuannya, gak lama lagi, "Ooommm....", aku mendapat orgasmeku yang pertama hari 

ini. Lidahnya bukannya berhenti setelah tahu aku mendapat orgasme, tapi malah dilanjutkan dengan 

menjilati cairan yang keluar dari liang me mekku. Lidahnya juga mulai melakukan “penetrasi” kedalam 

lubang me mekku. Nikmatnya...., "ayo dong om, dimasukin..."

Dia merangkak lagi keatas tubuhku, sambil mencium bibirku kembali, tangannya mengarahkan kepala batangnya 

menusuk kedalam lubang me mekku yang sudah membengkak kemerahan. "Aduuhhhh …enak ooommm….…” Kembali aku 

merasakan sesek dan penuh di me mekku ketika dia mulai menekan masuk kepala batangnya kedalam me mekku 

yang kemudian diea enjotkan pelan2 agar masuk makin dalem. BLESSS ……….. dia akhirnya memasukkan seluruh 

batangnya ke dalam liang me mekku dalam sekali genjotan keras. "Ohhhhhhhh…pelan-pelan Oooommm” "Masi 

sakit yang". "Gak kok om, nikmat banget malah, makin om pelan2 makin kerasa nikmatnya om", jawabku 

terengah. “Ohhhh…”, Aku terus mendesah dan mendesis saat liang me mekku dipompa oleh batangnya. “Teruskan 

ooommm…lebi cepet om....uuhhhh….nikmatnya". Terdengar bunyi kecipak dari dalem me mekku yang sudah 

dibanjiri cairan nikmatku sendiri”. aku terus saja melenguh dan mendesah saking nikmatnya digesek batang 

jumbo di me mekku. Dia nelungkup diatasku, ke 2 tangannya disusupkan kepunggungku supaya dia bisa 

memelukku erat sekali, sambil menciumi bibirku dia trus saja menggenjotkan batangnya keluar masuk me 

mekku dengan cepet dan keras. tiap kali batangnya ambles semua di me mekku sampe terasa banget mentognya, 

ini membuat aku terus saja melenguh, sampe akhirnya, "aaaahhhhh...." aku melenguh keras sekali ketika aku 

mencapai orgasmeku lagi. Mataku terbelalak memandanginya sebelum akhirnya kembali terpejam untuk 

menikmati efeknya. Dia mengurangi frekuensi genjotan batangnya disesuaikan dengan irama napasku yang 

pelan2 menjadi normal lagi, gak terengah2 lagi. Kami lalu berciuman dengan mesra sambil berpelukan.

"Kamu diatas ya Ay", katanya sambil berbaring telentang. Batangnya yang masi perkasa menjulang keatas 

dengan kerasnya. Aku memposisikan kepala batangnya persis di mulut me mekku, perlahan kuturunkan badanku, 

terasa sekali kembali batang besarnya membor masuk me mekku yang terasa sesek oleh jejalan batang jumbo 

itu. Aku menggeliat2 nikmat, makin rendah aku menurunkan badanku, makin dalem masuknya tu batang. Sampe 

akhirnya aku terduduk diatas selangkangannya. Batangnya dah menyusup dalem banget di me mekku. "Peret 

banget me mek kamu Ay, nikmatnya juga banget", katanya sambil meremes toket dan melintir pentilku. Aku 

terduduk seperti orang menunggang kuda. aku mulai menaik turunkan pantatku, kadang kugesekkan maju 

mundur, sesekali kuputer pantatku sehingga batangnya seperti kuplintir2 dengan dinding me mekku. Dia 

terpejam menahan nikmat, akupun demikian, nikmat banget rasanya gesekan batang besarnya ke dinding me 

mekku sampe dalem banget. dengan posisi ini aku bisa menentukan sendiri bagian mana dalam liang me mekku 

yang ingin kegesek batangnya lebih banyak karena lebih mendatangkan rasa nikmat buatku. Dia juga membantu 

dengan mengangkat pinggulnya setiap kali aku bergerak turun kebawah, membuat sodokan batangnya terasa 

lebih mantap. "Heehhhh….…,” aku mendesah tertahan karena harus juga aktif bergerak naik turun. Keringatku 

bercucuran walaupun sebenarnya suhu ruangan cukup dingin karena AC dipasang secara penuh. Demikian juga 

dengan cairan me mekku yang mulai mengalir deras sampai merembes keluar mengalir turun melalui kedua 

pahaku. Nafasku semakin memburu dan gerakanku semakin tidak teratur karena merasakan orgasmeku akan 

segera datang. Kuliat expresi wajahnya pun berbeda2 karena terlihat seperti menahan sesuatu dan tangannya 

yang memegang pinggangku mulai bergerak-gerak dengan gelisah. “Om, Ayu udah mau nyampe lagi,” kataku 

setengah berteriak. “Aku juga udah mau keluar yang, bareng ya,” jawabnya. Dan gak lama kemudian, 

"aaaaahhhhh", hampir berbarengan kami sama2 melenguh, aku nyampe dan dia ngecret. aku telungkup aja 

diatas badannya merasakan gelombang orgasme yang melanda tubuhku seperti ombak tsunami, Kerasa banget 

maninya nyembur2 secara periodik berkali2 didalem me mekku. Heran juga, ini ngecretnya yang kedua tapi 

maninya masi banyak aja nyemburnya. Aku mencium bibirnya dan disambut dengan pelukan hangat. Kami terus 

berciuman dengan saling melumat bibir dan memainkan lidah masing-masing. Di dalam liang me mekku kadang-

kadang batangnya terasa berkedut-kedut saat kami berciuman yang membuatku merasa geli, tanpa sadar aku 

kemudian membalasnya dengan melakukan kontraksi pada otot me mekku sehingga seperti meremas
batangnya.

Dia mengajakku berguling pelan-pelan sehingga sekarang kembali aku ditindihnya. "Nikmat yang", bisiknya 

ditelingaku. "Banget om", jawabku sembari menciumnya kembali dengan mesra. "aaaahhhh" aku melenguh ketika 

dia mencabut batangnya dari me mekku. Batangnya terlihat berlumuran cairan mani dan lendir nikmatku. 

Kemudian dia pergi ke kamar mandi dan kembali lagi membawa handuk yang sudah dibasahi dengan air hangat. 

Dengan lembut selangkanganku di bersihkan olehnya, terutama cairan me mekku setelah itu baru dia 

membersihkan batangnya sendiri. "Yang katimbang kamu ngekos, tinggal disini ja ma aku, jadi aku bisa tiap 

malem ngerasain peretnya me mek kamu. Mau ya". "Ntar diomongin orang sekampus om, trus cowok Ayu mo 

dikemanain". "Kamu putusin aja, kamu jadi cewekku aja ya". Egois banget ya. "Ntar Ayu dah nemeni om, om 

masi ja maen ma cewek2 laen dikampus". "Ya gak lah, kan dah da kamu. em el ma kamu paling nikmat dari 

semua mahasiswi yang perna aku em el in yang, me mek kamu peretnya ngangenin banget, aku masi pengen lagi 

dan lagi yang". Aku binun ngejawabnya, pengen juga si ngerasain batang besar terus2an di me mekku, dan 

gak usah bayar uang kos dan biaya hidup lagi. tapi banyak hal yang kudu dipikirin juga kerna aku dan dia 

kan di satu kampus, masak aku kudu pindah sekolah. Lagian gimana aku kudu mutusin pacarku, ntar dia 

ngarang crita untuk disampein ke ortu lagi kalo aku tinggal ma om2, jadi piaraannya om2. "Atau kamu nikah 

siri ja ma aku, ntar aku ngelamar kamu deh". Waduh, usulnya makin menjadi2 ni. "Kan kamu bisa resmi 

tinggal ma aku disini". "Binun om, kudu pelan2 mikirnya".

REPOST BY: RAJAPOKER88


Share:
Keluarga Besar Marga Sun. Diberdayakan oleh Blogger.

Breaking News

KAMI MENYEDIAKAN GAME LIVE CASINO TERBARU DI https://bit.ly/2pLGSsO SILAHKAN DAFTAR YA.. SALAM KEMENANGAN YA BOSKU

Arsip Blog

SABUNG AYAM