Situs Judi Online dan Artikel Sex Indonesia terpercaya 2019

Jumat, 15 April 2016

Cerita Sex Guru Bule Isap Penisku


Cerita Sex Guru Bule Isap Penisku


Sewaktu aku masih kelas 1 SMU ada salah satu guru yang cantik dan jika memberikan 

keterangan atau pelajaran enak untuk diserap ilmunya, namanya Mia umurnya yang masih 

muda dibanding guru yang ada disekolah, dengan kulit putihnya bodynnya yang mantap dia 

sekarang sudah menjanda dikarenakan suaminya yang 3 tahun kemarin meninggal dunia.

Yang aku senang dari Bu Mia adalah jika mengajar ia sering tak sadar kalau bagian atas 

bajunya agak terbuka sehingga tali BH pada bagian pundaknya sering terlihat oleh aku 

yang jika pelajarannya selalu mengambil duduk di depan dekat meja guru. BH yang dia 

gunakan selalu warna hitam dan itu selalu menjadi tontonan gratisku setiap 

pelajarannya.

Pagi itu sekitar jam delapan lewat kami sudah dipulangkan karna akan ada rapat guru. 

Aku agak kesal karna pelajaran kedua matematika artinya aku gak bisa ngeliat 

pemandangan indah hari ini, dan untuk menghilangkan suntuk aku pun pergi main ketempat 

kawanku. Aku masih tak tahu aku akan dapat rejeki nomplok.

Sekitar jam sembilan lewat aku pergi pulang, dan pada saat lewat sekolah aku melihat 

Bu Mia sedang menunggu angkot, aku pun mengajaknya

" mari saya antar Bu " ajakku tanpa berharap dia mau

" tapi rumah ibu agak jauh ko " ia mencoba menolak

" gak pa-pa kok bu, gak enak sama guru PPKN " candaku

setelah berpikir sebentar akhirnya ia mau " iya deh tapi ibu pegangan ya soalnya ibu 

pernah jatuh dari motor "

" silahkan Bu " setelah itu kau menjalnkan motorku dengan kecepatan sedang.

Tangan Bu Mia yang berpegangan pada pahaku menyebabkan reaksi pada penisku, apalagi 

jika mengerem pada lampu merah aku merasa ada sesuatu yang empuk menekan dari 

belakang.

Sampai dirumahnya yang agak berjauhan dengan rumah-rumah yang lain aku disuruh masuk 

dulu. Dan ketika sudah duduk di sofa empuk Bu Mia bicara

"ibu ganti baju dulu ya ko "

setelah itu ia masuk kamar dan menutup pintu mungkin karna kurang rapat sehingga pintu 

itu terbuka lagi sedikit. Entah setan mana yang masuk kekepala ku sehingga aku 

memberanikan diri untuk mengintip ke dalam.

Di dalam sana aku bisa melihat bagaimana Bu Mia sedang membuka satu persatu kancing 

bajunya dan setelah kancing terakhir ia tidak langsung menanggalkan bajunya, tapi itu 

sudah cukup membuat napasku membuat nafasku memburu karna kau bisa melihat kalau 

sepasang dadanya yang besar seperti hendak melompat keluar.

Karna terlalu asyik pintu itupun terbuka lebar. Aku kaget dan hanya bisa mematung 

karna ketakutan. Bahkan penisku langsung mengkerut.

Melihat aku, Bu Mia tidak terlihat kaget dan tetap membiarkan bajunya terbuka. Setelah 

itu ia mendekati aku

" kamu sering ngeliat BH ibu kan " tanyanya didekat telingaku

" i..iya Bu " jawabku ketakutan.

" kalau gitu ibu kasih kamu hukuman " lalu ia menarikku dan didudukkan ditepi tempat 

tidur.

" sekarang kamu baring tutup mata dan jangan gerak kalo teriak boleh aja " katanya 

dengan suara nafas yang agak memburu.

Aku pun menurut karna merasa bersalah. Lalu ia membuka retsleting celana sekolahku 

menurunkan CDnya dan mengelus-elus penisku dengan lembut, setelah penisku tegak lagi 

dia berjongkok dan menjilatinya.

"auh.. uh.. uuh .." rintihku menahan kenikmatan semantara Bu Mia sibuk dengan 

aktivitasnya

"ah .. mmhh.. Bu stop bu" rintihku karna aku merasa seperti mau meledak

Dia tak menjawab, malah semakin hebat menyedot penisku. Tubuhku semakin mengejang dan 

tanpa bisa kubendung lagi, muncratlah cairan putih itu dan aku langsung terduduk 

sambil berpegangan pada tepi ranjang.

Rasanya seperti sedang melayang, ia telan habis spermaku sementara aku masih terduduk 

kaku, malu takut dan senang bercampur jadi satu. Bu Mia lalu berdiri dan tersenyum

"gimana..lebih enak dari pada cuman liat khan..?" sambil kedua tangannya menjambak 

rambutku

"iya Bu enak sekali" jawabku mulai berani sambil ikut berdiri.

Setelah wajah kami berhadapan ia menciumku dengan lembut, lalu membimbingku duduk 

ditempat tidur. Kami berpelukan dan Mia kembali menciumku, lalu melumat bibirku 

sementara tangannya menanggalkan seluruh pakaian ku, dengan tangkas aku mengimbangi 

gerakan tangan itu sehingga akhirnya kami sama sama tanpa pakaian. Bedanya aku 

telanjang bulat sementara Mia masih memakai BH hitamnya karna memang sengaja tak ku 

lepas.


Mia melepaskan ciuman dibibirku lalu mengarahkan kepala ku kebawah yaitu payudaranya, 

aku segera melepas BH nya dan mulai meremas-remas dadanya, sekali-sekali aku puntir 

putingnya sehingga ia melenguh panjang.

Puas meraba aku lalu menyapu seluruh dadanya dengan lidahku dan menyedot ujung 

putingnya sambil digigit-gigit sedikit. Hasilnya hebat sekali Mia bergoyang sambil 

meracau dengan kata-kata yang tak jelas.

Setelah itu Mia berdiri sehingga aku berhadapan dengan vaginanya, wangi yang baru 

pernah kucium itu membuatku bertambah panas sehingga kujilati semua permukaan 

vaginanya yang sudah banjir itu.


Setelah itu Mia merebahkan diri di ranjang tangannya mendekap kepalaku pahanya dibuka. 

Sehingga memudahkan aku menjilat dan memasukkan lidahku kedalam vaginanya dan 

menggigit-gigit bagian daging yang merah jambu. Sehingga tubuh Mia semakin mengejang 

hebat

"sshh.. aahh.. terus ko" pintanya diikuti desah nafasnya.

Sekitar lima menit ku sapu vaginaya aku melepaskan dekapan pada kepalaku dan kembali 

mengulum bibirnya. Ia lalu meraih penisku

"masukkan ya ko udah gak tahan" katanya dengan terengah dan membimbing penisku 

menerobos goa miliknya yang tek pernah lagi merasakan penis semenjak suaminya 

meninggal.

Aku merasakan kenikmatan yang kebih hebat dibandingkan saat dimasukkan kemulutnya.

"slep..slep..slep" kuputar-putar didalam sambil mengikuti goyangan pantat Mia. sambil 

kupompa bibir kami terus berperang dan tanganku meraba dan meremas payudaranya dan 

sekali kali memuntir putingnya.

"uh..ah..mm..ssh..terus ko..mmh" desahnya sambil meremas pantatku.

Penisku terasa semakin menegang dan vaginanya semakin hebat berdenyut memijit penisku, 

tak terasa sudah sepuluh menit kami "bergoyang".

"ooh ..mmh.. ah udah gak kuat.. biarin aja di situ ko mmh .." rintih Mia terpejam.

Akupun semakin memperdalam tusukanku dan mempercepat tempo karna juga merasakan 

sesuatu yang akan keluar.

"sshh..aarrgghh" jeritnya sambil mencengkram punggungku,

"aahh..aahh" desahku pada saat yang bersamaan sambil mulutku menyedot kedua puting 

susunya kuat-kuat secara bergantian.

Air maniku muncrat bertepatan dengan air hangat yang terasa memandikan penisku didalam 

vaginanya.Kami menikmati puncak orgasme sampai betul-betul habis, baru aku mencabut 

penisku setelah sangat lelah dan bebaring di sebelahnya sambil meremas dadanya pelan-

pelan.

Kemudian dia menindihku dari atas dan bertanya "gimana hukuman dari aku ko ..?"

"enak Bu hukuman terenak didunia makasih ya"

"ibu yang terima kasih udah lama ibu bendung hasrat, hari ini dan seterusnya ibu akan 

tumpahkan kekamu semuanya" sambil mencium ku.

Setelah istirahat beberapa waktu kami kembali melanjutkan aktivitas itu tentu saja 

dengan tehnik dan gaya yang berbeda-beda. Tak terhitung berapa kali aku melakukannya 

sewaktu SMA yang jelas jika aku pulang kesana pasti kami melakukan lagi dan lagi.

REPOST BY: RAJAPOKER88

Share:
Keluarga Besar Marga Sun. Diberdayakan oleh Blogger.

Breaking News

KAMI MENYEDIAKAN GAME LIVE CASINO TERBARU DI https://bit.ly/2pLGSsO SILAHKAN DAFTAR YA.. SALAM KEMENANGAN YA BOSKU

Arsip Blog

SABUNG AYAM