Situs Judi Online dan Artikel Sex Indonesia terpercaya 2019

Selasa, 04 Juli 2017

Kapolri Perintahkan Seluruh Jajaran Perketat Pengamanan Markas

Kapolri Perintahkan Seluruh Jajaran Perketat Pengamanan Markas


 Kapolri Jenderal Tito Karnavian memerintahkan kepada seluruh jajarannya untuk meningkatkan pengamanan di masing-masing markas kepolisian. Hal ini menyusul sejumlah kasus penyerangan terhadap anggota kepolisian di markas kepolisian.

"Kami sudah menugaskan kepada seluruh anggota di jajaran untuk mengamankan Mako (Markas Komando) dan mengamankan diri masing-masing pada saat bertugas, di rumah maupun di perjalanan," kata Tito di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Selasa (4/7/2017).

"Saya sudah instruksikan kepada seluruh kepala wilayah, Kasatker, memperkuat dan mengevaluasi sistem pengamanan markas masing-masing," sambung Tito.

Tito mengatakan, dengan adanya kejadian penyerangan polisi di kantor polisi, maka pengetatan dan pengamanan perlu dilakukan. Mantan Kapolda Metro Jaya itu pun akan membatasi sejumlah orang yang akan masuk ke kantor-kantor kepolisian.

"Sehingga orang yang masuk enggak sembarangan," ucap Tito.

Pada Minggu 25 Juni 2017, Markas Polda Sumatera Utara diserang oleh sejumlah orang yang diduga kelompok teror. Kejadian itu mengakibatkan salah satu penjaga pos, Aiptu Martua Sigalinging, meninggal. Pelaku menyerang Aiptu Martua dengan senjata tajam jenis pisau.

Tak hanya di Mapolda Sumut, teror juga sempat terjadi di dekat Mabes Polri, Jakarta. Tepatnya di Masjid Falatehan, kompleks Peruri, Jakarta Selatan, yang lokasinya berdekatan dengan kantor Kapolri. Peristiwa yang terjadi pada 30 Juni 2017 lalu, mengakibatkan dua orang anggota Brimob terluka. Pelaku penyerangan yang diketahui bernama Mulyadi akhirnya tewas ditembak.

Setelah kejadian itu, Markas Polsek Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, diteror orang tak dikenal, Selasa pagi (4/7/2017) tadi. Pagar kantor dipasangi bendera warna hitam dengan tulisan kalimat tauhid menyerupai lambang ISIS. Saat ini polisi masih memburu pelaku tersebut.

Share:

Ayah Tiri Obama Pernah Berdinas di ABRI, Ini Penjelasan TNI AD

Ayah Tiri Obama Pernah Berdinas di ABRI, Ini Penjelasan TNI AD


Presiden ke-44 Amerika Serikat Barack Obama mengaku bangga mempunyai seorang ayah tiri bernama Lolo Soetoro yang merupakan seorang warga Indonesia. 

Dalam pidato pembukaan Kongres Diaspora Indonesia ke-4, Barack Obama sempat menyinggung sosok ayah tirinya. Suami dari Michelle itu mengatakan Lolo adalah sosok yang mengenalkan toleransi kepadanya. 

"Ayah tiri saya, ayah Maya, adalah seorang muslim. Tapi, ia menghargai orang Hindu, Buddha, Kristen...," kata Obama di Jakarta, Sabtu, 1 Juli 2017.

Lolo Soetoro merupakan seorang topograf lulusan Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada. Lolo diketahui pernah berdinas di Angkatan Darat TNI (dulu bernama ABRI) sebagai Topograf. Dikutip dari majalah TIME, Lolo masuk ABRI sebagai bagian wajib militer dengan pangkat terakhir kolonel. 

Terkait hal itu, Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen Alfret Denny Tuejeh mengaku tengah menelusuri jejak Lolo Soetoro yang disebut juga pernah ditugaskan menjadi salah satu tim yang memetakan Papua Barat.

"Dinas topografi merupakan satuan badan pelaksana TNI AD. Kita masih telusuri lagi ke dinas topografi," ujar Denny kepada Liputan6.com, Senin (3/7/2017). 

Namun demikian, Denny mengatakan bila memang ayah tiri Obama itu benar berdinas di TNI, pihaknya mengaku bangga karena seorang anggota TNI berperan besar dalam mendidik sosok yang kelak menjadi Presiden Amerika Serikat.

"Yang pasti, kita juga ikut bangga seorang mantan Presiden Amerika pernah dididik dan dibesarkan oleh Perwira Menengah Angkatan Darat Indonesia," ucap Denny.

Dia juga meyakini, sosok Lolo Soetoro memberikan pengaruh yang cukup besar bagi kehidupan Obama. Terlebih dalam beberapa kesempatan Obama kerap menyanjung sosok sang ayah sebagai salah satu orang yang cukup berpengaruh dalam membentuk karakternya, khususnya dalam menghargai keberagaman.    

"Saya yakin ayah tiri Obama pasti ikut mewarnai pemikiran Obama kecil pada saat itu. Pemahaman beliau (Obama) tentang konsep bernegara bangsa Indonesia yang Bhinneka Tunggal Ika, juga sedikit banyak diturunkan ayah tirinya ketika itu," kata Denny. 

Karena itu, Denny mengaku tak heran bila Obama beberapa kali memuji Lolo Soetoro dan menyebut pria yang meninggal di usia 51 tahun itu sebagai orang yang baik serta berpengaruh besar pada dirinya. 

"Tentu saja saya percaya Obama memiliki kenangan tersendiri tentang hal ini," Denny menandaskan.

Share:

Senin, 03 Juli 2017

Tas Mencurigakan Bikin Heboh Warga, Kapolres Depok Minta Maaf

Tas Mencurigakan Bikin Heboh Warga, Kapolres Depok Minta Maaf


Kapolresta Depok melalui Kasubag Humas Polresta Depok, Ajun Komisaris Rahmaningtyas menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat atas penemuan tas mencurigakan diduga bom.

Menurutnya, kejadian tersebut membuat heboh masyarakat. Terlebih, ketika peristiwa berlangsung aktivitas pengendara sempat terganggu.

"Khususnya di Jalan Margonda Depok. Tadi siang, kami harus menutup sementara jalan dilokasi tersebut," ucap Rahmaningtyas, Senin (3/7/2017).

Dia menjelaskan standard operating procedure (SOP) sudah mengatur sedemikian rupa penanganan benda mencurigakan. Terutama dalam memberikan keamanan.

"Nah begitulah SOP yang kami lakukan. Karena kami tidak berspekulasi. Kami harus memikirkan kemungkinan terburuk," ujar dia.

Tak hanya permintaan maaf, Kapolresta Depok juga memberikan apresasi tinggi terhadap respons masyarakat.

"Kami juga mengucapkan terimaksih berkat kepedulian warga yang melaporkan kejadian ini hal yang tidak tidak diinginkan bisa dicegah," ucap Rahmaningtyas.


Share:

Pemilik Tas Diduga Bom di ITC Depok Masih Misteri

Pemilik Tas Diduga Bom di ITC Depok Masih Misteri


Kepolisian Resort Kota (Polresta) Depok masih menyelidiki pemilik tas mencurigakan diduga bom, yang tergeletak di trotoar Jalan Margonda Raya atau tepatnya di depan ITC Depok. Hingga kini siapa pemilik tas tersebut masih misteri.

Kapolsek Pancoran Mas Depok, Komisaris H Nadapdap mengatakan, sejumlah saksi sedang diperiksa untuk mengetahui pemilik tas tersebut. Menurut keterangan saksi, diketahui tas hitam itu sengaja ditinggalkan.

"Ada dua orang laki-laki meletakkan tas di depan ITC Depok. Sebelumnya mereka sempat naik angkot dulu," ucap dia.

Ciri-ciri salah satu terduga pemilik tas diduga bom tersebut antara lain memiliki tinggi 165 sentimeter. "Kami masih mengumpulkan informasi," tegas dia.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna menyayangkan tidak adanya kamera pengawas di areal pusat perbelanjaan.

"Kami tanyakan kepada pemilik. Seharusnya untuk usaha yang besar ini ada CCTV karena bisa merekam lalu lalang orang," tandas dia.

Share:

Hasil Pemeriksaan Polisi terhadap 4 Orang Dekat Penusuk 2 Brimob

Hasil Pemeriksaan Polisi terhadap 4 Orang Dekat Penusuk 2 Brimob


Polri telah memeriksa empat saksi yang dekat dengan penyerang anggota Brimob di Masjid Falatehan dekat Mabes Polri. Mereka adalah kakak kandung, kakak ipar, teman sekolah, dan teman kerja pelaku Mulyadi.

"Hasil dari keterangan mereka, diketahui bahwa Mulyadi ini selalu asyik dengan handphone-nya. Bahkan selalu mengatakan bahwa ISIS dan khalifah itu baik," ucap Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (3/7/2017).

Menurut Setyo, kakak Mulyadi tahu saat adiknya tersebut membeli pisau yang diduga digunakan untuk menikam dua anggota polisi pada Jumat malam, 30 Juni 2017.

"Tapi kakaknya tidak mau tahu untuk apa, karena dia tahunya Mulyadi mau pulang kampung dan akan menemani temannya di Jakarta. Ternyata malah melakukan penikaman di Masjid Falatehan," ujar dia.

Dia mengatakan, Mulyadi sudah terpengaruh konten-konten radikalisme melalui media sosial. Saat melakukan aksinya, Mulyadi merupakan pelaku tunggal atau lone wolf tanpa bergabung dalam kelompok teroris tertentu.

"Sementara ini tidak ada jaringan, kita cek dari hubungan, baik secara fisik ataupun komunikasi tidak ada, belum didapat jaringan," jelas Setyo.

Dua anggota Brimob terluka parah setelah diserang Mulyadi di dekat Mabes Polri, Jakarta Selatan, usai melaksanakan salat Isya pada Jumat, 30 Juni 2017.

Usai melakukan aksi, Mulyadi melarikan diri menuju Terminal Blok M hingga akhirnya tewas setelah diterjang timah panas lantaran tidak mengindahkan tembakan peringatan petugas.

Sementara dua personel Brimob yang terluka, dirawat di Rumah Sakit Polri, Kramatjati, Jakarta Timur. Kondisi mereka terus membaik.

Share:

Istri Kapolri: 2 Brimob Korban Penusukan dalam Kondisi Stabil

Istri Kapolri: 2 Brimob Korban Penusukan dalam Kondisi Stabil


 Istri Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Tri Suswati menjenguk dua anggota Brimob korban penusukan di Masjid Falatehan dekat Mabes Polri, pada Jumat 30 Juni 2017.

"Kita sudah bertemu dengan dua korban penusukan yang di Lapangan Bhayangkara dan satu korban yang di kampung Melayu," ujar Tri Suswati di RS Polri, Kramatjati, Jakarta Timur, Senin (3/7/2017).

Ketua Umum Bhayangkari itu menjelaskan, dua anggota Brimob korban penusukan yang diduga dilakukan Mulyadi ini dalam kondisi baik.

"Karena sudah dioperasi di tempat yang terluka, dalam kondisi stabil," kata dia.

Tri mengaku bangga dengan keduanya yang semangat menjalankan tugas sebagai anggota Polri dengan segala risiko.

"Mereka tetap semangat menjalankan tugas selanjutnya karena mereka juga menyadari risiko sebagai anggota Polri adalah yang terburuk," terang Tri.

Dua anggota Brimob terluka parah setelah diserang Mulyadi di dekat Mabes Polri, Jakarta Selatan usai melakukan salat Isya pada Jumat 30 Juni 2017. Usai melakukan aksi, Mulyadi melarikan diri menuju Terminal Blok M hingga akhirnya tewas setelah diterjang timah panas lantaran tidak mengindahkan tembakan peringatan petugas.

Share:

Polri Periksa Novel Baswedan di Singapura dalam Waktu Dekat

Polri Periksa Novel Baswedan di Singapura dalam Waktu Dekat


 Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan, pemeriksaan Novel Baswedan akan diupayakan dalam waktu dekat. Menurut dia, saat ini sudah ada koordinasi dengan pihak dokter di tempat Novel dirawat di rumah Sakit Singapura.

"Tapi belum tahu kapan, teman-teman sudah berangkat ke sana atau belum," ucap Setyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Senin (3/7/2017).

Sementara itu, mengenai kerja sama pengusutan kasus Novel Baswedan, kata Setyo, KPK akan fokus dalam masalah korupsi saja.

"Jadi bukan sepakat bersama-sama, saya luruskan, karena dari KPK memahami tugas mereka hanya masalah korupsi," ujar dia.

Akan tetapi, kata dia, KPK akan terus mendukung proses penyidikan, seperti memberikan informasi-informasi pendukung.

"Kalau memerlukan ahli IT dari KPK, mereka juga bersedia untuk bekerja sama," jelas Setyo.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mengajak KPK bekerja sama mengungkap pelaku dan dalang di balik penyerangan Novel Baswedan.

"Saya sudah menyampaikan kepada Ketua KPK bahwa Polri menawarkan kepada KPK, mungkin untuk membentuk tim yang kemudian bisa mem-back up atau menempel tim yang dari Polri," ujar Tito  di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin 19 Juni 2017.

Tito mengatakan, penyidik KPK memang berbeda tugas dan fungsi dengan penyidik Polri. Meski begitu, Tito membuka diri jika penyidik KPK ingin bergabung untuk menyelidiki kasus teror terhadap Kepala Satgas korupsi e-KTP itu.

Share:

Minggu, 02 Juli 2017

Obama yang Melunasi Janji

Obama yang Melunasi Janji


Berakhir sudah perjalanan mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama di Indonesia. Setelah sembilan hari berada di Indonesia, Presiden ke-44 AS Barack Obama melanjutkan kunjungannya ke Korea Selatan. Dia terbang dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, sekitar pukul 10.40 WIB, Minggu 2 Juli 2017.

Selama berada di Indonesia, pria yang memiliki nama kecil Barry itu menghabiskan waktu untuk berwisata di sejumlah wilayah eksotis Indonesia. Dalam berlibur, dia membawa rombongan yang berjumlah 14 orang, termasuk istrinya Michelle Obama dan anaknya, Natasha Marian Obama dan Malia Ann Obama.

Publik pun sudah mengetahui, Obama pertama menjejakkan kaki di Indonesia adalah di Pulau Bali. Dengan menggunakan pesawat pribadi jenis Gulfstream G-V N50JE, Obama dan rombongan mendarat di Bandara Ngurah Rai pada Jumat 23 Juni 2017 pukul 18.52 Wita.

Tujuannya tentu saja untuk berlibur. Sejumlah lokasi wisata di Pulau Dewata dikunjungi Obama dan rombongan. Di antaranya pergi ke museum Agung Rai Museum of Art (ARMA) di kawasan Gianyar, Bali, yang tak jauh dari hotel tempatnya menginap.

Kemudian pada Minggu 25 Juni 2017, ia bersama istri terlihat sedang berjalan melewati terasering padi Jatiluwih di Tabanan yang masuk ke dalam salah satu warisan dunia UNESCO.

Pada Senin 26 Juni, Obama melakukan olahraga ekstrem arung jeram bersama istrinya, Michelle, dan dua anaknya Malia serta Sasha di Sungai Ayung, Badung.

Pada hari berikutnya, dia dan sekeluarga berkunjung ke Pura Tirta Empul di Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar. Dan pada hari terakhir, Obama terbang ke Yogyakarta meninggalkan Bali pukul 12.11 Wita.

Setelah melakukan perjalanan selama 19 menit, Barack Obama dan rombongan mendarat di Kota Gudeg sekitar pukul 12.30 WIB. Mulai Rabu 28 Juni hingga Jumat 30 Juni, Obama berada di Kota Pelajar.

Sewaktu kecil, Obama sering berkunjung ke Yogyakarta saat libur panjang menggunakan kereta api dari Jakarta. Tak lama tiba di Hotel Tentrem, Obama langsung meluncur mengunjungi Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah. Dia tiba pada Rabu sore, 28 Juni 2017.

Kehadiran Obama di Candi Borobudur mendapat pengawalan cukup ketat dari petugas keamanan. Iring-iringan mobil yang membawa Obama tersebut tiba di Candi Borobudur sekitar jam 16.35 WIB. Sehari setelahnya, dia mengunjungi Candi Prambanan.

Tak hanya dua candi fenomenal itu, dia juga mengunjungi wisata alam Puncak Becici, Kecamatan Dlingo, Bantul. Datang bersama anak dan istrinya, Obama selalu menunjukkan gaya kasual. Dia mengenakan kaus polo berwarna biru, celana panjang putih, serta kacamata hitam.

Puncak Becici sekaligus mengakhiri acara jalan-jalan Obama, karena agenda selanjutnya akan dilakukan di Jakarta, di mana Obama akan menjadi pembicara utama dalam Kongres Diaspora Indonesia di The Hall Kasablanka, Sabtu 1 Juli 2017.

Share:

Jokowi, Hujan dan Bakso

Jokowi, Hujan dan Bakso


Tiba di Jakarta pada Jumat siang, 30 Juni 2017, Obama langsung menemui di Jokowi di Istana Bogor setelah beristirahat sejenak di Hotel Mandarin Oriental. Kehadiran Obama tak lain atas undangan Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

Dalam berbagai kesempatan bertemu Obama, Jokowi memang selalu menyampaikan undangan untuk berkunjung ke Indonesia. Obama pun dikabarkan mengamini undangan itu, meski tak bisa memastikan kapan bakal mengunjungi Tanah Air.

Jokowi menyambut langsung kedatangan Obama di halaman Gedung Induk Istana Bogor. Setelah bersalaman dengan Jokowi, Obama menyalami Iriana dan putra Jokowi, Kaesang Pangarep yang turut menyambut kedatangannya.

Pria bertubuh kurus itu mengajak Obama ke dalam Istana. Senyum seakan tak pernah hilang dari wajah keduanya. Obama bahkan sempat melambaikan tangan ke arah awak media sebelum menyusuri tangga istana.

Setelah mengisi buku tamu, Jokowi mengajak Obama ke beranda belakang Istana untuk melakukan Veranda Talk. Tak diketahui pembicaraan Jokowi dan Obama di beranda. Keduanya tampak menikmati pemandangan Kebun Raya Bogor yang ada tepat di hadapan mereka.

Jokowi dan Obama lalu berjalan menuju golf car. Obama naik lebih dulu di sisi kanan dan Jokowi menyusul duduk di kursi sopir di sebelah kiri. Sebelum jalan, tangan kiri Obama sempat menepuk pundak Jokowi dua kali.

Jokowi menjadi sopir Barack Obama kali itu dari Istana Bogor sampai ke Grand Garden tempat mereka makan. Lagi-lagi senyum dan tawa keduanya terus terlihat sepanjang perjalanan.

Obrolan dilanjutkan di halaman restoran. Jajanan pasar, seperti onde-onde, talam ubi, kue mangkok, dan panada cakalang. Termasuk secangkir teh hangat.

Baru 10 menit berbincang, hujan deras turun. Jokowi dan Obama pindah ke ruangan terbuka di dalam restoran. Atap yang menaungi ruangan itu membuat keduanya tetap bisa berbincang sambil menikmati alam Kebun Raya Bogor tanpa khawatir kehujanan.

Teh hangat tetap tersedia. Kali ini semangkuk bakso kuah menemani Jokowi dan Obama berbincang. Sekitar 20 menit mereka ngobrol saat itu. Lebih lama dari yang dijadwalkan.

Masih di tengah hujan gerimis, Jokowi kemudian melepas Obama kembali ke Jakarta. Yang jelas, hujan tak menjadi halangan bagi keduanya untuk menjalin keakraban. Kehangatan pertemuan keduanya jelas terlihat dari gestur serta gelak tawa Obama dan Jokowi saat berbincang berdua.

Share:

Tentang Janji dan Jokowi

Tentang Janji dan Jokowi


Akhirnya, tibalah acara puncak itu. Obama menghadiri dan berbicara di hadapan peserta Kongres Diaspora Indonesia di The Hall Kasablanka pada Sabtu pagi, 1 Juli 2017.

Dalam pidatonya, Obama antara lain membahas tentang kunjungannya kali ini serta pendapatnya tentang sosok Presiden Jokowi. Dia mengatakan, kedatangannya tak lain untuk memenuhi janji kepada Presiden Jokowi.

Obama mengaku, saat masih menjabat sebagai Presiden AS dan bertemu Jokowi, dia sudah kadung mengucapkan janji. Dan saat ini adalah waktu yang tepat bagi dirinya untuk menepati janji itu.

"Saya bilang ke Presiden Jokowi, negara Asia yang akan saya kunjungi pertama kali setelah tidak lagi menjabat presiden adalah Indonesia. Itu karena saya percaya dengan masa depan negeri ini," kata Obama.

Tentang Jokowi, dia mengatakan mantan Wali Kota Solo itu merupakan sosok yang tenang dan merupakan seorang pemimpin yang berintegritas. Obama mengatakan sudah memperhatikan Jokowi sejak pertemuan pertama mereka.

"Sejak kami bekerja bersama, saya selalu melihat pribadi yang tenang, penuh integritas, seseorang dengan disiplin yang tinggi," ujar Obama.

Obama mengaku cukup mengenal baik seorang Jokowi. Meski, keduanya baru beberapa kali bertemu secara langsung. Obama juga memuji kepemimpinan Jokowi serta memuji pembangunan ekonomi, infrastruktur, dan sumber daya manusia di Indonesia selama kepemimpinan Jokowi.

Karena itu, Obama berharap Indonesia bisa belajar dari kesalahan negara Barat yang dinilainya gagal menekan perubahan iklim. Dia juga berharap Indonesia terus berkomitmen menekan perubahan iklim serta bergerak dengan cepat untuk mengatasi hal tersebut.

"Indonesia harus belajar dari kesalahan negara Barat yang gagal menekan perubahan iklim. Dan agar Indonesia tidak melakukan kesalahan yang sama. Indonesia harus terus bekerja cepat untuk mengatasi hal tersebut," ujar Obama.

Dia mengapresiasi langkah Indonesia yang mulai mengaplikasikan kendaraan umum massal untuk menekan penggunaan kendaraan pribadi di Jakarta. Kendaraan umum selama ini menyumbang emisi gas buang yang sangat besar.

Tak hanya itu, Obama juga menyoroti toleransi yang hidup di Indonesia. Dia pun melihat pada pengalamannya selama tinggal di Indonesia.

"Ayah tiri saya, ayah Maya, adalah seorang Muslim. Tapi, ia menghargai orang Hindu, Buddha, Kristen,..." kata Obama.

Obama juga mengaku melihat banyak bukti toleransi di Indonesia. Misalnya, keberadaan Candi Borobudur dan Candi Prambanan, peninggalan Buddha dan Hindu yang dijaga dan dilestarikan di negara yang mayoritas penduduknya adalah Muslim.

Tak hanya itu, banyak rumah ibadah, misalnya masjid dan gereja, yang berdiri berdampingan.

"Itu adalah simbol bahwa Indonesia pada dasarnya menghargai keberagaman dan toleransi. Jika orang-orang tidak menghargai toleransi, masyarakat akan runtuh. Jika kita tidak mengatasi perbedaan, kemanusiaan akan hancur. Kita harus toleran, menghargai perbedaan," tegas Obama.

Salah satu tantangan untuk menjaga toleransi, kata Obama, justru datang dari hal yang memudahkan kehidupan manusia: komunikasi modern.

"Kita mudah mengakses berita. Namun, jika kita melihat perkembangan saat ini, banyak berita palsu atau kabar bohong yang rentan politisasi," kata Obama.

"Kita harus cerdas menghadapi itu. Jika tidak, akan menyebabkan perpecahan," tambah dia.

Pria yang lahir di Hawaii itu mengimbau generasi muda, khususnya pemuda Indonesia, untuk ambil tindakan demi menjaga dan merawat toleransi serta keberagaman.

"Masa depan bergantung pada orang yang percaya dengan pluralisme, menghargai hak asasi manusia, dan toleransi," tegas Obama.

Share:

Selesai Jamu Obama, Jokowi Habiskan Akhir Pekan di Warung Kopi

Selesai Jamu Obama, Jokowi Habiskan Akhir Pekan di Warung Kopi


Presiden Jokowi memang tidak kehabisan akal menghabiskan waktu akhir pekannya. Setelah menjamu Presiden Amerika Serikat ke-44, Barack Obama di Istana Negara Bogor, Jokowi tampak menghabiskan akhir pekannya di luar Istana. Lalu, tempat apa yang dipilih ayah dari Kaesang Pangarep ini?

Berbeda dengan liburan Obama yang penuh pengawasan, tidak ada orang yang berani menahan gerak langkah presiden yang gemar blusukan ini ke luar Istana. Terlihat pada Minggu, (2/7/2017), Presiden Jokowi mengunjungi sebuah warung kopi di bilangan Cipete Raya, Jakarta Selatan, yaitu Tuku Kopi.

Menggunakan kemeja putih safari, Jokowi tampak dikelilingi warga yang ingin menyapanya. Tetap saja pengamanan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) mengawasi Jokowi dari masyarakat yang ingin menyapa orang nomor satu di republik ini. Tak sedikit masyarakat yang mengeluarkan gawai untuk mengabadikan momen berharga ini.

Dikenal sebagai presiden yang gemar keluar Istana Negara untuk mengunjungi masyarakat, bukan kali ini saja Jokowi mendadak jalan-jalan. Sebelumnya, Jokowi juga pernah menikmati film yang dibintangi anaknya, Kaesang, di Bogor, sebelum pergantian akhir tahun. Kisah Jokowi potong rambut di sebuah barbershop juga mencuri perhatian masyarakat, hingga membuat sang pencukur rambut merinding karena harus memegang kepala presiden.

Bahkan, Jokowi juga mencuri hati Barack Obama, yang menyatakan sosoknya sebagai pribadi yang tenang dan berintegritas. Hal itu disampaikannya pada Kongres Diasporta Indonesia di Mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Sabtu (1/7/2017).

“Sejak kami bekerja sama, saya selalu melihat pribadi yang tenang, penuh integritas, seseorang dengan disiplin yang tinggi,” ungkap Obama.

Tentunya kesan Obama ini tidak lepas dari kebiasaan Jokowi yang dekat dengan masyarakat, sehingga semua orang dapat bertemu langsung dengan kepala pemerintah mereka. Bagi masyarakat yang ingin berfoto dengan Jokowi, jangan lupa meminta izin terlebih dahulu dengan Paspampres, agar keamanan Presiden tetap terjaga. Selamat berakhir pekan Pak Presiden!

Share:

9 Hari Obama di Indonesia, Ini Rangkuman Kegiatannya

9 Hari Obama di Indonesia, Ini Rangkuman Kegiatannya


 Setelah sembilan hari berada di Indonesia, Presiden ke-44 AS Barack Obama melanjutkan kunjungannya ke Korea Selatan. Dia terbang dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, sekitar pukul 10.40 WIB.

Selama berada di Indonesia, pria yang memiliki nama kecil Barry itu menghabiskan waktu untuk berwisata di sejumlah wilayah eksotis Indonesia. Dalam berlibur, dia membawa rombongan yang berjumlah 14 orang. Mereka adalah istrinya, Michelle Obama, dan anaknya, Natasha Marian Obama dan Malia Ann Obama. 

Selain itu, Alex David Arevalo, Anita Breckenridge, Chynna Yrome Dywris Clyton, Gar-Yeu Ng Konrad, Katina Latrelle Hoyles, Ng Suhaila Kala Nai-La, Joshua David Pruett, Maya Kasandra Soetoro, Allen Antonio Taylor, dan Ng Savita Lola Yan Song.

Setelah berlibur, Obama menghadiri sejumlah pertemuan penting di Bogor, Jawa Barat dan Jakarta. Pertemuan ini merupakan agenda yang telah lama disusun.

Share:
Keluarga Besar Marga Sun. Diberdayakan oleh Blogger.

Breaking News

KAMI MENYEDIAKAN GAME LIVE CASINO TERBARU DI https://bit.ly/2pLGSsO SILAHKAN DAFTAR YA.. SALAM KEMENANGAN YA BOSKU

SABUNG AYAM