Situs Judi Online dan Artikel Sex Indonesia terpercaya 2019

Senin, 26 Maret 2018

Pollycarpus Jadi Kader Partai Berkarya, Begini Kata Komnas HAM

Pollycarpus Jadi Kader Partai Berkarya, Begini Kata Komnas HAM


 Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (HAM) Sandrayati Moniaga angkat suara soal bergabungnya Pollycarpus Budihari Prijanto sebagai kader Partai Berkarya.

Menurut Sandrayati, bergabungnya mantan terpidana kasus pembunuhan aktivis Munir Said Thalib ini bisa saja menimbulkan persepsi lain di mata publik terhadap partai besutan Tommy Soeharto itu.

"Masyarakat bisa punya persepsi lain itu bisa saja. Tapi saya belum tahu apa putusan pengadilan melarang dia berpolitik praktis atau tidak," kata Sandrayati di Kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat, Jumat (9/3/2018).

Dia menjelaskan, berpolitik adalah hak setiap orang, dan secara normatif hal itu memiliki aturan.

"Jadi kalau aturan pengadilan tidak (melarang) yang bersangkutan, ya memang boleh (jadi kader partai)," terang dia.

Akan tetapi, Sandrayati menyerahkan hal ini semua kepada penilaian publik.

"Ya apabila orang seperti Pollycarpus pernah mengalami pidana dan jelas terbukti, apakah layak atau tidak, itu penilaian publik saja," dia menyudahi.

Mantan Terpidana Pembunuhan Munir

Pollycarpus adalah mantan terpidana yang divonis 20 tahun penjara, lantaran dinilai terbukti melakukan pembunuhan berencana kepada Munir Said Thalib.

Hukuman penjara 20 tahun tersebut berubah menjadi 14 tahun setelah Pollycarpus mengajukan kasasi di Mahkamah Agung. Dia pun telah dinyatakan bebas bersyarat pada 29 November 2014, usai mendekam selama delapan tahun di bui.

Share:

Wiranto Akan Bujuk KPK Tunda Pengumuman Tersangka Peserta Pilkada

Wiranto Akan Bujuk KPK Tunda Pengumuman Tersangka Peserta Pilkada


Menko Polhukam Wiranto akan mengajak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) duduk bersama. Dia ingin meminta lembaga antirasuah menunda rencana pengumuman status tersangka terhadap pasangan calon yang maju di Pilkada 2018.

Ia khawatir, langkah yang diambil KPK malah berdampak pada pelaksanaan Pilkada 2018. "Jangan sampai ada langkah-langkah tertentu, yang justru mengganggu jalannya pemilu. Yang kita harapkan, sukses, aman, tertib," tutur Wiranto di kantornya, Jakarta, Senin (12/3/2018).

Dia mengaku bukan yang pertama membicarakan hal ini pada KPK. Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, juga sudah menyampaikan persoalan yang sama.

"Tentunya nanti kami akan bicarakan lagi dengan KPK masalah-masalah seperti ini," ucap Wiranto di kantornya, Jakarta, Senin (12/3/2018).

Tak hanya dari kalangan eksekutif. KPU juga akan membahas isu yang sama dengan KPK. Ketua KPU Arief Budiman menyebut penetapan tersangka kepada calon kepala daerah pernah dibahas bersama dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi II DPR RI.

"Nanti detailnya kita akan ketemu lagi. Terakhir kita ketemu dengan rapat di komisi II. Itu kan kewenangan KPK. Kita menghargai dan menghormati," jelas Arief.

Umum Peserta Pilkada Jadi Tersangka

Sebelumnya, Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan, akan mengumumkan kandidat kepala daerah sebagai tersangka dugaan korupsi dalam pekan ini. Hal itu disampaikannya hari ini usai bertemu Ketua DPR RI Bambang Soesatyo, Kabareskrim Komjen Pol Aridono, serta Kepala Staf Presiden Moeldoko.

"Harapan kita beberapa orang yang akan ditersangkakan minimal minggu ini diumumkan," tutur Agus.

Share:

Sabtu, 24 Maret 2018

Gerindra: Gatot Nurmantyo Harus Cari Partai Lain Kalau Capres

Gerindra: Gatot Nurmantyo Harus Cari Partai Lain Kalau Capres


Ketua DPP Gerindra Ahmad Riza Patria menyatakan, mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo harus mencari partai selain Gerindra jika ingin maju sebagai Capres 2019. Gerindra tidak akan bisa mendukungnya.

"Kalau Pak Gatot Nurmantyo ingin jadi capres, ya harus cari partai lain. Kalau Gerindra kan untuk Prabowo," kata Riza di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat 23 Maret 2018.

Riza mengatakan, partainya hampir pasti mengusung Ketua Umum Gerindra Probowo Subianto sebagai Capres 2019. Karena Prabowo adalah pendiri partai berlambang Burung Garuda itu.



"Di mana kami yang membesarkan partai, Pak Prabowo yang membiayai, membesarkan dan berjuang kan tentu kita menjagokan Pak Prabowo sebagai capres, tidak ada nama lain. Kakau Pak Gatot ingin menjadi capres ya silakan cari partai lain,"

Pihaknya hormati dan hargai, kalau Gatot Nurmantyo ingin jadi cawapresnya Pak Prabowo.

"Ya kita duduk nanti sama-sama dengan partai-partai koalisi, semua nanti bergantung pada partai-partai koalisi dan Bapak Prabowo," ungkapnya.

Belum Buka Pendaftaran



Wakil Ketua Komisi II DPR ini juga menegaskan, hingga kini Gerindra belum membuka pendaftaran Capres dan Cawapres 2019. Jika ada pertemuan dengan beberapa tokoh, kata Riza, hanya sekedar silaturahmi biasa.

"Kita ini belum membuka pendaftaran Capres Cawapres. Caleg juga belum. Semua cuma silaturahmi, Pak Gatot, kami juga ketemu banyak tokoh lain, enggak cuma Pak Gatot, kita inventarisir banyak nama termasuk nama Pak Mahfud MD kan juga," ucapnya.

Share:

Jokowi-Prabowo Tarung Ulang di Pilpres 2019, PDIP Tunggu Deklarasi Gerindra

Jokowi-Prabowo Tarung Ulang di Pilpres 2019, PDIP Tunggu Deklarasi Gerindra


Jokowi akan kembali berlaga di Pilpres 2019 mendatang. Sejumlah partai politik pun sudah menyatakan dukungan, termasuk PDI Perjuangan.

Wakil Sekjen PDI Perjuangan Eriko Sotarduga mengatakan, partainya siap memenangkan Jokowi di Pilpres 2019. Partai itu juga tidak khawatir bila lawan yang akan dihadapi adalah Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto

"Iya itu baik dalam demokrasi. Artinya itu juga mengulang yang lalu. Wajar saja," kata Eriko di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa 13 Maret 2018.

Walau begitu, anggota Komisi XI DPR RI itu mempertanyakan soal waktu pendeklarasian Prabowo sebagai calon presiden dari Gerindra. Apalagi, sudah banyak DPD Gerindra yang menyampaikan dukungan ke mantan Danjen Koppasus tersebut.

"Tapi tentu kami bertanya juga kembali, kapan hal ini akan diwujudkan. Tentu ini yang akan kami tunggu," ujar dia.



Karena hal itu, Eriko menyatakan pihaknya menyambut dengan baik bila pertemuan keduanya akan terjadi di Pilpres 2019.

"Bukan hal yang aneh juga, wajar saja dan ini juga kesempatan terakhir beliau," jelas Eriko menanggapi kemungkinan tanding ulangnya Jokowi dengan Prabowo itu.

Prediksi Romahurmuziy

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy atau Romi meyakini tidak akan ada poros ketiga di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Dia memprediksi Joko Widodo atau Jokowi akan kembali bersaing dengan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

"Akan rematch. Saya yakin," kata Romahurmuziy di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa 13 Maret 2018.

Tidak Ada Poros Ketiga

Menurut Romi, poros ketiga merupakan basa basi politik saja sehingga hampir dipastikan tidak akan ada poros ketiga.



"Hampir dipastikan tidak ada. Pertama hanya akan mungkin kalau Gerindra dan PKS membentuk poros sendiri seperti yang biasa diungkapkan partai-partai itu," ujarnya.

Share:

Marak Skimming, Kartu ATM Bank Mandiri Pakai Chip Baru 25 Persen

Marak Skimming, Kartu ATM Bank Mandiri Pakai Chip Baru 25 Persen


PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, menjadi salah satu bank yang nasabahnya menjadi korban kejahatan duplikasi kartu atau skimming. Bahkan, nilai kerugian yang diterima mencapai angka ratusan juta rupiah. Tidak ingin terulang, Bank Mandiri cepat melakukan aksi pencegahan agar korban kejahatan tidak bertambah.

"Ya kita kan sebenarnya sudah melakukan banyak inisiatif ya, kayak patroli untuk memastikan bahwa tidak ada alat yang dipasang (skimmer) di ATM," kata Direktur Utama Bank Mandiri, Kartika Wirjoatdmojo di Jakarta, seperti ditulis Jumat (23/3/2018). 

Meski demikian, diakui Kartika, kasus skimming yang terjadi pada saat ini tidak begitu besar. Artinya, ada penurunan bila dibandingkan dua atau tiga tahun lalu. Hanya saja, kata dia, untuk menghilangkan kejahatan tersebut perlu dilakukan ekstra pengawasan yang tinggi.

"Tapi sebenarnya kalo kita lihat total skimming ATM sekarang itu dibandingkan dua sampai tiga tahun lalu sudah menurun. Cuma memang untuk dihilangkan habis, itu patrolinya memang harus sangat, sangat intensif," ujarnya.


Dia juga menyebut, sebagai antisipasi, Bank Mandiri juga telaha fokus mempercepat untuk mengganti kartu debit nasabah dengan kartu berteknologi chip elektronik.

"Tapi yang kedua yang memang paling fundamental ke depan percepatan untuk implementasi chip. Karena chip ini kan tentunya dua tiga tahun harusnya magnetiknya hilang, lalu risikonya reda," imbuhnya.

Diketahui, Bank Indonesia mewajibkan untuk semua bank mengimplementasikan teknologi chip standar nasional untuk debit atau ATM pada 31 Desember 2021. Aturan tersebut nantinya akan dilakukan secara bertahap.

Sementara, Kartika bilang, proses migrasi dari magnetik ke chip yang dilakukan sudah mulai berjalan di Bank Mandiri. Bahkan sampai saat ini baru 25 persen nasabah yang sudah beralih. Dalam hal ini nantinya nasabah tidak lagi perlu memikirkan soal biaya. Secara keseluruhan, Bank Mandiri akan bertanggung jawab.

"Oh itu enggak, biaya kita yang tanggung itu kan memang rekomendasi dari BI bahwa kita akan mengubah ke sana (kartu debit pakai chip). Jadi itu bagian dari cost kita lah. Bank Mandiri sudah, sudah mulai, kita sudah 25 persen tadinya kan targetnya 2021," tandasnya.

Kejahatan Skimming Bisa Teratasi Bila 100 Persen Nasabah Pakai Kartu Chip

Kasus duplikasi kartu (skimming) anjungan tunai mandiri (ATM) nasabah bank bisa teratasi sepenuhnya bila seluruh perbankan telah memakai kartu chip (chip card) sebagai pengganti kartu kredit.


"Skimming fraud baru bisa dieliminasi 100 persen kalau semua bank di Indonesia sudah mengganti debit dan kredit card-nya dengan chip card, dan juga semua ATM dan EDC machine-nya sudah di-rework pada program untuk accept chip card," kata Direktur Manajemen Risiko PT Bank Mandiri Tbk, Ahmad Siddik Badruddin, di Jakarta, Rabu (21/3/2018).

Berdasarkan regulasi dan kesepakatan dengan Bank Indonesia (BI), pada akhir 2021 nanti semua bank di Indonesia harus sudah siap dengan kartu chip. ATM dan mesin EDC juga diwajibkan siap menerima holy chip card.

Dia menjelaskan, tindak skimming masih akan terus dapat terjadi dari waktu ke waktu di hampir semua bank yang memiliki ATM sebelum kebijakan itu berlaku.

Selain itu, dia mengatakan bahwa pihaknya juga melakukan langkah mitigasi lainnya, yakni dengan menganalisa pola transaksi nasabah.

Hal itu dilakukan agar Mandiri bisa segera mengambil tindakan lebih lanjut bila sang nasabah menjadi korban tindak skimming.

"Tapi dalam mengeliminasi skimming fraud, itu tidak bisa 100 persen sampai semua debit dan kartu kredit beralih menjadi chip card," tegas dia.

Selanjutnya

Sementara itu, terkait tindak skimming beberapa hari lalu, Sekretaris Korporasi PT Bank Mandiri Tbk Rohan Hafas mengatakan, total ada 140 nasabah Bank Mandiri yang menjadi korban dengan besaran nominal yang hilang Rp 260 juta.

"Seluruh nasabah yang jadi korban skimming telah diganti uangnya pada Senin malam, dan sudah semua selesai," ucapnya.

Rohan juga menyampaikan tips kepada para nasabah Bank Mandiri, untuk sering mengganti pin kartu ATM. Selain itu, ia menjelaskan bahwa perseroannya juga telah memiliki feature tersendiri dalam meminimalisir kerugian ke depan.

"Kita di Mandiri memiliki feature untuk mengurangi risiko kerugian yang lebih besar, yaitu melalui notifikasi SMS kalau ada penarikan. Feature itu free," tukas dia.

Share:

Kasus Duit Tabungan Nasabah BRI Raib Juga Terjadi di Probolinggo

Kasus Duit Tabungan Nasabah BRI Raib Juga Terjadi di Probolinggo


Berkurangnya tabungan nasabah BRI akibat transaksi misterius, tak hanya terjadi di Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Di Kabupaten Probolinggo, peristiwa serupa juga terjadi di BRI unit Banyuanyar.

Korbannya adalah Lukman Hakim (43), warga Desa Liprak Kulon, Kecamatan Banyuanyar. Uang tabungannya sebesar Rp 11.450.000, lenyap setelah ada tiga transaksi misterius, yang diketahui lewat SMS banking, November 2017 lalu.

Setelah mendapat pemberitahuan lewat SMS, Lukman mengecek saldo ke unit BRI Banyuanyar. Dari ini diketahui, saldo tabungannya telah berkurang Rp 11.450.000. "Di ATM tersisa Rp 50.000," katanya kepada TIMES Indonesia (timesindonesia.co.id).

Saat itu juga, pria yang berprofesi sebagai petani ini langsung melapor ke unit BRI Banyuanyar. Esoknya, ia melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Probolinggo.

Karena tak kunjung ada penyelesaian, 12 Januari 2018 Lukman melapor ke BRI cabang Probolinggo. Tapi hingga kini, nasib duit Rp 11.450.000 yang raib, belum jelas nasibnya.

Lukman bercerita, raibnya uang di tabungannya terjadi ketika Kamis siang, 16 November 2017, ia mendapat SMS dari IB BRI yang berisi nomor stok m-TOKEN. Kemudian, ia menerima telepon dari nomor tak dikenal.

Penelpon mengatakan, SMS berisi nomor stok m-TOKEN yang diterima Lukman salah kirim. Ia pun meminta agar nomor tersebut dikembalikan. Permintaan itu dipenuhi Lukman.

Tak lama kemudian, Lukman mendapat SMS banking pemberitahuan terjadi tiga kali transaksi. Masing-masing dengan nilai Rp 10.000.000, Rp 1.430.000, dan Rp 200.000.

Karena Skimming?

Pada Senin, 12 Maret 2018, belasan nasabah mendatangi kantor BRI Unit Ngadiluwih, Cabang Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Mereka hendak meminta keterangan karena uangnya mendadak raib, padahal tidak merasa melakukan transaksi apa pun.

Salah satu nasabah BRI bernama Fendik mengaku kehilangan uang mencapai Rp 4 juta. Untuk itu, dia meminta pihak BRI untuk memblokir rekeningnya.

"Kemarin pukul 15.00 WIB, saya mendapatkan pesan SMS dari BRI. Isinya melakukan transaksi sebanyak tiga kali dengan jumlah Rp 4 juta. Padahal, saya tidak melakukan transaksi apa pun," ucapnya.

Kepala Cabang BRI Kediri, Dadi Kusnadi, mengaku telah mendapat laporan perihal kejadian ini. Ia telah meneruskan laporan tersebut ke kantor BRI pusat untuk menyelidiki penyebab berkurangnya saldo para nasabah.

"Kami tidak tahu tiba-tiba uang nasabah hilang begitu saja. Jadi, kami lapor ke pusat. Dugaan sementara, ini adalah skimming, yaitu penyadapan data nasabah, sehingga saat transaksi PIN nasabah bocor," katanya.

Ia menyebut, aduan terkait dengan uang nasabah yang hilang secara misterius itu terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Hampir setiap hari ada aduan dari nasabah terkait dengan uang nasabah yang hilang. Nominalnya juga beragam, antara Rp 2-Rp 3 juta.

Share:

Cegah Skimming, BRI Gencarkan Patroli ke Mesin ATM

Cegah Skimming, BRI Gencarkan Patroli ke Mesin ATM


Bank Rakyat Indonesia (BRI) memastikan akan meningkatkan pengamanan terhadap Automated Teller Machine (ATM) miliknya. Hal ini menyusul kasus pembobolan ATM dengan metode skimming di Kediri, Jawa Timur.

Direktur Utama BRI Suprajarto mengatakan, untuk mencegah terjadinya aksi-aksi seperti ini kembali terulang, pihaknya akan meningkatkan patroli ke titik-titik lokasi ATM.

"Memang kita ke depan harus dengan patroli sekarang. Walaupun sekarang ada juga tapi ini rupanya harus rutin patrolinya. Kita sudah lengkapi dengan beberapa teknologi. Karena kejar-kejaran sama penjahat ini, kita mengencangkan, dia juga mengencangin‎," ujar dia di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (15/3/2018).

‎Menurut dia, selama ini memang BRI telah melakukan patroli ke ATM, namun intensitasnya masih rendah. Dengan adanya kasus ini, patroli atau pemantauan ke ATM akan lebih ditingkatkan lagi.

"Yang penting patroli ya karena, kalau enggak kita patroli setiap hari, kan mereka semakin canggih pas saat skimming. Kemudian monitoring, dan ada beberapa yang kita lakukan misalnya transaksi anomali dan sebagainya," jelas dia.

Untuk mengintensifkan patroli tersebut, BRI akan merekrut tenaga alih daya (outsourcing). "Ya outsourcing, mau tidak mau. Kalau orang kita enggak mungkin. Karena harus harian. setiap hari dicek," tandas dia.

BRI Ganti Duit Nasabah di Kediri yang Kena Skimming

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) telah mengambil berbagai tindakan untuk menjaga transaksi nasabah dari kejahatan duplikasi kartu melalui skimming. Langkah tersebut menjadi bagian dari aspek pengelolaan manajemen risiko BRI dalam upaya menjaga keamanan transaksi dan dana nasabah.

Sekretaris Perusahaan BRI Bambang Tribaroto menjelaskan, BRI tengah melakukan enhancement keamanan di teknologi e-channel BRI.

“Kenyamanan nasabah menjadi fokus kami, dan kami pun mengimbau agar nasabah tidak perlu khawatir akan keamanan dalam menggunakan layanan BRI," ucap dia dikutip dari keterangan tertulis, Kamis (15/3/2018).

Interaksi BRI dengan nasabahnya adalah hal yang fundamental bagi bank, sehingga BRI akan melakukan edukasi kepada nasabah untuk menjaga keamanan dan kenyamanan dalam transaksi perbankan.

BRI akan mengganti semua kerugian yang dialami nasabahnya apabila hasil investigasi menunjukkan bahwa terbukti skimming.

Menilik pada kejadian dugaan skimming yang terjadi di Kediri, Bambang menjelaskan bahwa BRI telah menyelesaikan investigasi internal secara cepat. Dia mengklaim seluruh dana nasabah yang hilang telah dikembalikan secara penuh.

Share:

Jangan Tekan PIN ATM dengan Satu Jari, Ini Alasannya

Jangan Tekan PIN ATM dengan Satu Jari, Ini Alasannya


Bali lagi-lagi menjadi sasaran kejahatan perbankan dengan modus skimming. Polda Bali dalam sepekan mengungkap dua kejahatan ini yang melibatkan warga negara Turki dan Rusia. Sebelumnya, kelompok Bulgaria dan Moldova ditangkap karena kejahatan serupa.

Pengungkapan pertama dilakukan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Bali pada Sabtu, 10 Maret 2018, setelah polisi menelusuri jejak para penjahat berdasarkan laporan salah satu bank pelat merah di Bali.

Penyelidikan dilakukan terhadap di salah satu gerai ATM di Denpasar. Hasil sementara yang didapat polisi saat itu, yakni adanya modifikasi di mesin ATM yang dicurigai tersebut.

"Setelah dicek penyidik menyimpulkan kejahatan skimming," kata Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Bali AKBP Sugeng Sudarso kepada Liputan6.com, Kamis (15/3/2018).

Polisi lalu mencari tahu siapa yang memasang alat tersebut melalui closed circuit television (CCTV). Butuh waktu dua minggu untuk mempelajari dan mencari tahu siapa yang memasang alat skimming di mesin ATM tersebut.

"Akhirnya ditemukan satu warga negara asing yang gelagatnya mencurigakan. Dia juga lama berada di dalam gerai ATM tersebut," kata Sugeng.

Polisi lalu mengumpulkan ciri-ciri yang dapat merujuk pada identitas tersangka. Gayung bersambut, tidak butuh waktu lama bagi polisi untuk mengetahui jejak pria yang diketahui dari Turki tersebut.

Polisi baru menangkap para tersangka ketika mereka tengah beraksi menguras rekening korbannya.

"Kami tangkap dua orang warga negara Turki, lalu dikembangkan dengan membawa ke hotel yang mereka tinggali di Nusadua," beber Sugeng.

Di hotel tersebut polisi menangkap seorang lagi komplotan Turki. Tugasnya adalah menyalin data nasabah yang sudah terekam kamera di penutup tombol angka ATM.

"Jadi, jangan memencet nomor PIN dengan satu jari, usahakan pakai lima jari bergantian memencet PIN, agar tidak mudah terbaca oleh pelaku skimming," imbau Sugeng.

Dari tangan tersangka, polisi menyita beberapa alat skimming dan kartu-kartu magnetik yang akan digunakan untuk menyalin data korban yang sudah direkam. Polisi juga menyita enam unit laptop dari tiga tersangka.

Laporan bank bahwa kelompok Turki ini telah menguras miliaran rupiah dari aksi kejahatanya. Namun, saat ditangkap, polisi mendapati uang tunai Rp 119 juta dari tangan tersangka.

"Ini sedang didalami kemana mereka larikan uangnya. Juga menelusuri aktivitas laptop mereka dan blank account," ujar Sugeng.

Kelompok Rusia

Rabu (14/3/2018), polisi menangkap dua warga negara Rusia yang diduga melakukan kejahatan perbankan dengan modus skimming.

"Bermula dari kasus penganiayaan di mana kami menemukan kartu ATM bodong dari dompet korban. Setelah diperiksa ternyata dia melakukan skimming," ujar Sugeng.

Polisi lalu mengembangkan dan menangkap rekan pelaku yang juga warga negara Rusia di sebuah hotel di Badung.

"Kami menemukan alat-alat skimming di kamar yang mereka tempati," ujar Sugeng.

Wisatawan Asing Jadi Target

Hasil penyelidikan polisi, para tersangka menargetkan gerai ATM yang banyak dikunjungi wisatawan asing. Bukan tanpa sebab para pelaku menyasar rekening wisatawan asing.

"Alasannya karena orang asing banyak duitnya," kata Sugeng.

Penelusuran sementara mereka bergerak tidak hanya di Indonesia, tapi juga di Asia Tenggara, seperti Singapura, Malaysia, Vietnam, dan Brunei Darussalam. Mereka masuk ke Indonesia dengan menggunakan visa wisata.

Menurut Sugeng, alasan lain pelaku menyasar wisatawan asing adalah karena PIN yang digunakan lebih sederhana, yaitu empat angka. Berbeda dengan nomor PIN bank Indonesia yang menggunakan enam digit angka.

Sugeng mengimbau kepada para nasabah yang ingin mengambil uang dan terhindar dari skimming, selain menekan PIN dengan lima jari, usahakan untuk mencari ATM di keramaian.

"Jangan di tempat sepi dan tidak ada sekuritinya. Karena mereka leluasa beraksi karena tidak ada petugas keamanan yang berjaga," kata Sugeng.

Skimming atau pencurian informasi kartu kredit atau debit dengan cara menyalin informasi yang terdapat pada strip magnetik kartu sudah merebak sejak 2009. Kejahatan tersebut pun terus mengintai para nasabah hingga kini.

Skalanya pun ternyata sudah begitu meluas. Pada tahun 2015, Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri sudah mencatat ada 1.549 kasus. Ini artinya sepertiga kasus skimming di dunia terjadi di Indonesia.

Share:

Maling Konyol, Usai Bongkar Mesin ATM Lupa Bawa Isinya

Maling Konyol, Usai Bongkar Mesin ATM Lupa Bawa Isinya


Anjungan tunai mandiri (ATM) Bank Aceh yang berada di halaman Kantor DPRK Aceh Singkil di Kampung Baru, Kecamatan Singkil Utara, nyaris dibobol maling, Selasa dini hari, 6 Maret 2018.

Kapolres Aceh Singkil, AKBP Ian Rizkian Miliardin, melalui Kasat Reskrim Iptu Agus Riwayanto Diputra mengatakan, aksi pembobolan tersebut diperkirakan terjadi mulai Senin malam, 5 Maret 2018, pukul 20.00 WIB hingga Selasa dini hari. Namun, si pencuri tidak sempat membawa kabur uang tunai itu.

"Terbongkarnya kejadian itu pertama sekali oleh seorang PNS yang kebetulan melintas di sekitar itu dan melihat mesin ATM Bank Aceh terlihat terbongkar dan melaporkan hal itu ke Polsek Singkil Utara," ujar Agus, dilansir Antara.

Selanjutnya, kata Agus, hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), uang di dalam ATM tidak berhasil diambil pelaku dan sudah diamankan pihak Bank Aceh. Sementara, sidik jari yang terlacak sudah kita ambil beserta barang bukti yang berkaitan dengan kejadian tersebut.

"Sedangkan untuk saksi-saksi belum bisa kita pastikan, karena masih olah TKP awal, bahkan jumlah uang di ATM yang sudah diamankan juga belum kita ketahui," ujarnya.

Diduga Lebih dari 2 Orang

Untuk bukti selanjutnya, kata Agus, perkara itu akan diselidiki mulai dari pengecekan sidik jari. Sidik jari itu akan dicocokkan karena diduga kuat pembobol ATM lebih dari dua orang.

Sementara itu, Direktur Bank Aceh Cabang Singkil Leo Fiola belum bisa memberikan keterangan lengkap atas kejadian itu.

"Saya belum bisa memberikan keterangan, bahkan jumlah nominal uang, nantilah pihak Bank Aceh pusat yang akan memberikan keterangan pers rilis saya akan kabari lagi," ujarnya.

Kemudian, rekaman CCTV juga sudah diamankan pihaknya bersama tim lidik kepolisian untuk mengungkap tindak lanjut kasus itu.


Share:

Dari Mekah Rizieq Shihab Ingin Satukan 4 Partai, Apa Kata Mereka?

Dari Mekah Rizieq Shihab Ingin Satukan 4 Partai, Apa Kata Mereka?


 Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab mengusulkan agar Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Bulan Bintang (PBB) berkoalisi di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Namun, baik Gerindra, PKS, maupun PAN belum ada yang tegas mengiyakan usulan itu.

Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera mengatakan, usulan Rizieq Shihab merupakan hal baik, yakni untuk menyatukan umat.

"Imbauan itu perkara baik. PKS siap bersama umat dan ulama," ucap Mardani saat dihubungi wartawan di Jakarta, Kamis 22 Maret 2018.

Namun, kata Wakil Ketua Komisi II DPR ini, koalisi akan terlaksana bila semua partai dapat melepaskan ego masing-masing dengan tujuan untuk mengusung kesatuan umat.

"Iya, harus benar-benar mengutamakan kepentingan bangsa," jelas Mardani.

Adapun Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno mengatakan, partainya akan memperimbangkan masukan Rizieq Shihab itu dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PAN mendatang.

"Kita apresiasi semua input, masukan dari tokoh agama, tokoh masyarakat. Tentu itu jadi salah satu masukan, untuk jadi bahan pertimbangan di Rakernas," kata Eddy saat dihubungi, Kamis.

Dia mengatakan, saat partai besutan Amien Rais belum memutuskan arah koalisi Pilpres. Sebab itu, hingga kini kesempatan membangun arah koalisi masih terbuka lebar.

"Sampai sekarang semua opsi kita buka. Tidak ada. Belum ada keputusan yang final, karena semua itu nanti diputuskan melalui mekanisme Rakernas," ungkap Eddy menanggapi usulan Rizieq Shihab.

Respons Gerindra

Adapun dari Gerindra, Wakil Ketua Umum Ferry Juliantono mengungkapkan, partainya saat ini tengah membuka koalisi dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Demokrat. Sedangkan untuk PKS, PAN, dan PBB, pihaknya sudah pernah berkoalisi di Pilkada bahkan di Pilpres 2014.

"Kalau kita sudah terbiasa, jadi Insya Allah relatif lebih gampang komunikasi. Kita punya saling pengertian," jelas Ferry.

Sebelumnya, Rizieq Shihab menyampaikan usulannya agar Gerindra, PKS, dan PAN berkoalisi dalam Pilpres 2019 saat Wasekjen Gerindra Andre Rosaide menemuinya di Mekah.

"Tadi malam jam 21.30 waktu Mekah saya bertemu Habib Rizieq di rumah beliau. Dalam pertemuan malam tadi, HRS (Habib Rizieq Shihab) memberikan imbauan agar Gerindra, PKS, PAN, PBB bisa berkoalisi di Pilpres 2019," ungkap Andre kepada Merdeka.com, Selasa 22 Maret 2018.

"Gerindra mengapresiasi usulan HRS, Insya Allah Gerindra lagi membangun komunikasi agar bisa mewujudkan usulan HRS," ucap Andre.

Share:

PKB Ingin Poros Baru, Golkar: Jangan Ganggu Kekompakan Koalisi

PKB Ingin Poros Baru, Golkar: Jangan Ganggu Kekompakan Koalisi


Partai Kebangkitan Bangsa atau PKB mewacanakan pembentukan poros baru dengan menggandeng partai-partai Islam. PKB berencana membentuk koalisi dengan PAN serta PKS.

Ketua DPP Golkar Ace Hasan Sadzily tak mempermasalahkan poros Islam ini. Hanya saja, dia berharap hal itu tak mengganggu kekompakan koalisi partai pendukung pemerintah.

"Bagi kami Partai Golkar mengharapkan dalam pembentukan poros baru Pilpres 2019 nanti tak ganggu kekompakan partai pendukung pemerintah, untuk mengantarkan Pak Jokowi sampai 2019," ujar Ace di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta Pusat, Rabu, 7 Maret 2018.

Golkar sendiri tetap bergeming dengan keputusannya. Menurut dia, soal dukungan terhadap Jokowi hanya dapat diubah di Munas. Ace menyebut hal itu mustahil terjadi.

Pihaknya tidak akan keluar dari koalisi yang akan mengantar Jokowi di 2019. Dia enggan mencampuri urusan PKB atau partai lain yang berniat membuat poros baru.

"Karena itu, tentu kita tak mencampuri manuver partai lain untuk membuat poros baru," kata dia.

Ketua DPP PKB Lukman Edy sebelumnya mengatakan, partai basis Islam akan menjajaki poros baru untuk menghadapi Pilpres 2019. Partai-partai yang disinyalir bakal ikut adalah PKB, PAN, dan PKS.

Sikap PAN

PAN sendiri telah menyatakan tak merapat ke koalisi pemerintahan. Ketua DPP PAN Yandri Susanto mengatakan, masih terbuka peluang poros baru di luar koalisi Jokowi dan Prabowo.

PAN memberikan sinyal tak harus mengikuti Prabowo dan memungkinkan membentuk poros baru.

Share:

PDIP Siap Hadapi Poros Baru di Pilpres 2019

PDIP Siap Hadapi Poros Baru di Pilpres 2019


Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengaku siap menghadapi pertarungan di Pemilu 2019, baik dengan dua pasangan capres-cawapres maupun tiga pasangan calon.

"Kami siap berkompetisi baik dengan dua pasangan calon maupun dengan tiga pasangan calon. Kami bersiap-siap," tegas Sekjen DPP PDIP Hasto Kristianto usai memberi sambutan di acara kaderisasi kaum perempuan PDIP di Depok, Jawa Barat, Jumat (9/3/2018).

PDIP menilai wajar kehadiran poros ketiga sebagai upaya untuk memunculkan pasangan calon presiden dan wakil presiden, yang mencerminkan peningkatan kualitas demokrasi di Indonesia.

Untuk menghadapi ini, PDIP akan bekerja keras untuk menampilkan kualitas terbaik calon petahana, yakni Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

"PDI Perjuangan siap untuk menampilkan kontestasi terbaik (Jokowi)," ujar Hasto.

Share:
Keluarga Besar Marga Sun. Diberdayakan oleh Blogger.

Breaking News

KAMI MENYEDIAKAN GAME LIVE CASINO TERBARU DI https://bit.ly/2pLGSsO SILAHKAN DAFTAR YA.. SALAM KEMENANGAN YA BOSKU

SABUNG AYAM