Situs Judi Online dan Artikel Sex Indonesia terpercaya 2019

Selasa, 26 September 2017

Animo Gila Masyarakat pada Nikahsirri.com


Animo Gila Masyarakat pada Nikahsirri.com


Seorang pria bernama Aris Wahyudi memiliki ide gila dengan membuat situs Nikahsirri.com. Dalam laman itu dia melelang para perawandan perjaka dengan cara mudah dan murah.

Lebih gilanya lagi, animo masyarakat untuk bergabung dalam jaringan itu sangat besar. Dalam 4 hari setelah dideklarasikan pada 19 September 2017, sudah ada 5.300 klien yang bergabung dalam situs Nikahsirri.com. Sementara jumlah mitra sebanyak 300 orang. Polisi pun dibuat terkejut.

"Informasi terakhir yang bisa kita dapatkan ternyata sudah ada 5.300. Kemarin kan 2.700an ternyata setelah kita trace semuanya data-datanya melalui ahli IT kita dapatkan klien itu 5.300," ujar Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Adi Deriyan Jayamarta di Polda Metro Jaya, Selasa (26/9/2017).

Namun, hingga saat ini polisi masih berusaha masuk dalam ruang mitra di mana para perawan dan perjaka ditawarkan.

"Cara ini yang sekarang kita ingin dapatkan kita ingin lakukan masuk ke dalam ruang mitra itu bersama dengan tersangka. Kan setiap kegiatan harus disaksikan oleh tersangka sehingga tersangka juga mengetahui langkah-langkah yang kita lakukan itu langkah-langkah yang benar," ujar dia.

Polisi belum dapat profil para perawan dan perjaka yang dilelang itu. Namun, belakangan dikabarkan salah satu persyaratan yang diterapkan pada situs nikahsirri.com ini adalah setiap perempuan yang siap dinikahi secara siri harus perawan dan berumur lebih dari 14 tahun.

Padahal, 14 tahun adalah usia di mana seorang remaja. Terlebih gadis belia membutuhkan perlindungan yang lebih. Pemilik situs ini berdalih, nikahsirri.com diluncurkan guna membantu para perawan dan perjaka untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

Untuk bergabung dalam progran Nikahsirri.com, Aris Wahyudi mempunyai cara untuk memastikan mitra dan kliennya itu dalam keadaan perjaka atau masih perawan. Untuk memastikan mitra dan kliennya benar-benar perawan, untuk perempuan diminta melakukan tes keperawanan. Sementara untuk laki-laki, diminta melakukan sumpah pocong.

Untuk bergabung dalam progran nikahsirri.com, Aris Wahyudi mempunyai cara untuk memastikan mitra dan kliennya itu dalam keadaan perjaka atau masih perawan. Caranya, untuk perempuan diminta melakukan tes keperawanan, sementara laki-laki, diminta melakukan sumpah pocong.

"Kalau perempuan kan bisa di tes medis, tes perawan nanti ada surat dari dokter, nah kalau laki-laki kan sulit, mereka perjaka atau bukan, jadi harus melalui prosedur sumpah pocong," ucap Aris dikutip dari situs nikahsirri.com.

Sementara untuk mitra atau klien yang beragama nonmuslim, jika ingin mengikuti lelang perawan, nantinya harus pindah agama terlebih dahulu.

Aris menambahkan, sebutan mitra ‎disematkan bagi perawan atau perjaka yang berminat dalam kontes lelang dan fotonya dipampang di situs tersebut. Sementara klien adalah pihak yang berminat menggunakan jasa situsnya untuk mendapatkan perawan atau perjaka melalui mekanisme lelang.

Adi menduga, syarat itu masih sebatas strategi marketing pelaku. Meski begitu, polisi tetap menelusuri metode tes keperawanan dan keperjakaan yang dilakukan Aris.

"Itu kan sebagai bentuk bagian dari pemasaran dia ya. Sampai sekarang sih saya belum dapatkan keterangan bagaimana dia melakukan tes keperawanan atau keperjakaan," ujar Adi.

Sejauh ini, polisi baru mendapatkan informasi bahwa peluang menjadi mitra Nikahsirri.com dibuka secara luas. Mereka diwajibkan mengisi beberapa persyaratan seperti identitas dan menampilkan foto.

Polisi juga bakal menggali motif mereka yang bergabung menjadi mitra di Nikahsirri.com. Berdasarkan keterangan sementara tersangka Aris Wahyudi, para mitra mendaftar begitu saja secara gratis.

Jika terbukti terdapat unsur paksaan, bukan tidak mungkin Aris bakal dijerat dengan Undang-undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

"Akan kita cari tahu apakah mitra ini atas kesadaran dirinya sendiri cara mendaftarkan, atau memang dipaksakan, disuruh. Nah itu beda," kata dia.

Polisi belum mengetahui apakah 5.300 klien itu memberikan identitas yang benar atau tidak. Sebab saat menelusuri polisi menemukan alamat email dengan kode luar negeri.

"Artinya gini ada alamat email tetapi wilayahnya wilayah luar negeri, kodenya siapa, ini kodenya kode luar negeri apakah orang luar negeri yang masuk ke email itu atau apakah orang Indonesia yang masuk dengan kode email luar negeri," ucap Adi.

Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat meminta agar polisi menangkap semua orang yang terlibat dalam Nikahsirri.com.

Djarot menilai penawaran jasa lelang keperawanan dalam nikahsirri.com tak jauh berbeda dengan bisnis prostitusi. Dia pun menganggap bisnis tersebut tidak sesuai dengan norma kemanusiaan dan merendahkan martabat kaum Hawa.

"Itu merendahkan perempuan. Itu kasarnya, maaf ini, jual beli keperawanan. Itu menurut saya sangat merendahkan kaum perempuan," ucap mantan Wali Kota Blitar itu.

Selain merendahkan perempuan, layanan di situs tersebut merupakan bentuk eksploitasi manusia terhadap manusia lain.

"Kedua itu merupakan eksploitasi, eksploitasi manusia oleh manusia," ucap politikus PDI Perjuangan ini.

Dia menyebut fenomena nikahsirri.com ini merupakan salah satu bentuk penyalahgunaan media sosial. Karena itu, Djarot mendukung langkah polisi memberi sanksi berat bagi pelakunya.

"Harus ditangkap karena dia memanfaatkan kepandaian dia, dalam merancang socmed ya, harus segera ditindak," Djarot Saiful Hidayat menegaskan.


Share:

Aksi 29 September di DPR Bakal Diikuti 50 Ribu Massa Ormas Islam

Aksi 29 September di DPR Bakal Diikuti 50 Ribu Massa Ormas Islam


Sejumlah organisasi masyarakat (ormas) Islam menyambangi Gedung MPR/DPR/DPD Senayan, Jakarta Pusat. Di antaranya Forum Umat Islam (FUI), Presidium Alumni 212, dan Front Pembela Islam (FPI).

Kedatangan mereka untuk menemui Wakil Ketua DPR Fadli Zon dan menyampaikan aspirasinya jelang aksi pada Jumat 29 September atau aksi 299 mendatang di Parlemen.

Mereka yang hadir diantaranya Sekjen FUI Muhammad Al Khaththath, Wasekjen FPI Ja'far Sodhiq, dan Ketua Presidium Alumni 212 Slamet Maarif. Setidaknya, ada dua hal yang mereka minta kepada DPR.

"Kita minta DPR mengawal konstitusi Undang-undang tentang larangan PKI itu dengan betul-betul. Ada beberapa tuntutan juga kepada DPR untuk MKD (Mahkamah Kehormatan Dewan) memberhentikan anggota yang sudah terang-terangan anti-Pancasila," ujar Ja'far di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Senin (25/9/2017).

Lalu, Slamet Maarif menjelaskan rencana aksi yang akan dilakukan pada Jumat 29 September atau aksi 299 di depan Gedung DPR. Ia berharap, perwakilan massa aksi nantinya dapat diterima oleh pimpinan.

"Nanti hari Jumat akan turun 50.000 massa setelah salat dzuhur. Mohon dikondisikan pimpinan DPR dan MPR," kata dia.

Tak hanya itu, Maarif juga menceritakan soal pengepungan massa di Gedung Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta. Maarif meminta Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk menjelaskan hal tersebut.

"Kita melihat ada kejanggalan dan keanehan. Acara tidak ada izin tapi kenapa enggak ada pencegahan, seperti garis polisi ke LBH dan panitia diciduk, maka enggak akan terjadi bentrok pada Senin dini hari lalu," jelas Maarif.

Demo Harus Tertib

Menanggapi semua hal tersebut, Fadli Zon mengaku menampung segala aspirasi dari perwakilan yang datang. Ia berjanji akan meneruskan aspirasi ini kepada pimpinan DPR lainnya.

"Ya ini untuk aksi (aksi 299) saya baru tahu. Nanti saya beri tahu yang lainnya supaya nanti kalau jadi delegasi bisa bertemu dengan pimpinan DPR," ucapnya.

Politisi Partai Gerindra ini pun berjanji akan menerima delegasi dan aspirasi dari massa aksi yang akan hadir.

"Kita negara demokrasi, aksi demonstrasi sah-sah saja, tentu dengan tertib. Kalau tadi ada permintaan delegasi, tentu delegasi itu akan kita terima, tergantung rekan-rekan DPR, komisi terkait mungkin bisa menerima," terang dia.

Sementara terkait pengepungan di Gedung LBH Jakarta, Fadli meminta perwakilan melengkapi bukti bahwa LBH memang mengadakan seminar terkait PKI. Sebab, kata dia, pihak LBH Jakarta telah membantah mengadakan seminar bertemakan PKI.

"Ya bisa saja sebenarnya kawan-kawan LBH kalau misalnya punya informasi tersebut bisa menyampaikan. Tetapi sejauh yang saya lihat, informasi dari kawan-kawan FUI ini nanti bisa menjadi dasar dulu bisa disampaikan teruskan dari beberapa pihak terkait agar duduk persoalan ini jelas ada atau tidak kegiatan tersebut di LBH ini," tutur dia.

Meski begitu, Fadli menegaskan, dalam hukum yang berlaku di Indonesia, PKI sudah tidak memiliki tempat lagi. Dia menilai, hukum yang mengatur hal tersebut sudah jelas, ada, dan tertuang dalam Ketetapan atau Tap MPRS Nomor 25 tahun 1966.

"Hukum jelas yang sekarang ini tidak memberikan satu ruang bagi ajaran komunis, bagi partai komunis, bagi usaha-usaha untuk membangkitkan kembali ideologi ini," tegas Fadli.

Share:

EKSKLUSIF: Aksi Sindikat Internasional Menguras ATM di Indonesia

EKSKLUSIF: Aksi Sindikat Internasional Menguras ATM di Indonesia


 Skimming atau pencurian informasi kartu kredit atau debit dengan cara menyalin informasi yang terdapat pada strip magnetik kartu, sudah merebak sejak 2009. Dan kejahatan tersebut terus mengintai para nasabah, hingga kini.

Skalanya pun ternyata sudah begitu meluas. Di tahun 2015, Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri sudah mencatat ada 1.549 kasus. Ini artinya sepertiga kasus skimming di dunia terjadi di Indonesia!

Dan, siapa sangka, ternyata pelakunya lintas negara. Penelusuran tim Liputan6.com mengungkap secara terperinci modus operandi sebuah kasus skimming yang terjadi pada Juli 2017 lalu.

Pelakunya adalah Ion Iabanji, yang berpaspor Moldova. Dia beraksi memasang alat skimmer di sejumlah mesin ATM di Bali. Pria 40 tahun itu berkomplot dengan rekannya, Iurie Vrabie (37), yang juga orang asing.

Polisi menduga, keduanya adalah anggota sindikat kejahatan internasional, yang menjadikan Indonesia sebagai salah satu sasaran operasi mereka.

Kejahatan ini terbongkar berkat laporan yang diterima Bareskrim Polri soal ada penarikan gelap dari rekening 56 nasabah di dua bank di Indonesia. Anehnya, penarikan uang tak berlangsung di dalam negeri, tapi di Amerika Serikat, Bulgaria, Meksiko, dan sejumlah negara lain.

Para nasabah yang jadi korban ramai-ramai melapor ke bank. Mereka tidak merasa menarik uang simpanan, apalagi dari luar Indonesia.

"Transaksi tersebut disanggah nasabah pemilik rekening," kata Ipda Bambang Meiriawan, penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, yang terlibat dalam penyelidikan kasus ini, kepada Liputan6.com.

Saat penyelidikan dimulai, Ipda Bambang mengungkapkan, ada sebuah surat kaleng dikirimkan kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Surat tanpa identitas itu menginformasikan, ada kelompok jaringan kejahatan finansial siber asal Bulgaria sedang beroperasi di Bali. Juga disebutkan, mereka datang ke Indonesia dengan menggunakan identitas palsu dan menyamar sebagai turis. Kapolri langsung mendisposisikan surat itu ke Direktorat Siber Bareskrim Polri.

Penulis surat kaleng mencantumkan dua nomor telepon seluler. Dari situ, polisi mendapat petunjuk. Aktivitas dua nomor tersebut langsung ditelisik.

"Kami menduga, pengirim surat adalah barisan sakit hati," kata Kasubdit Siber Kombes Irwan Anwar. Aparat menduga, penulisnya adalah anak salah satu anggota sindikat yang sudah ditangkap polisi.

Berbekal hasil pelacakan nomor telepon di surat kaleng itu, penyidik menemukan jejak para pelaku, yang tak sadar ponsel mereka sudah disadap.

Polisi menguntit kawanan itu yang akan beraksi Kamis tengah malam, 3 Agustus 2017. Kali itu, lokasinya bukan di Bali, tapi di Surabaya.

Ion Iabanji dan Iurie Vrabie tak sadar, gerak-gerik mereka terus dikeker petugas. Kombes Irwan bersama tim buru sergapnya, termasuk Ipda Bambang, sudah bersiaga.

Dengan tenang, para kriminal itu masuk ke sebuah ruangan kaca di mana terdapat dua mesin ATM, di Varna Culture Hotel, Surabaya. Iabanji yang berkaos merah dan topi hitam masuk ke dalam bilik ATM. Vrabie mengawasi di luar.

Dari rekaman CCTV yang dilihat jurnalis Liputan6.com, terlihat apa yang mereka lakukan di bilik ATM berukuran 3x2 meter itu. 

Iabanji berdiri cukup lama di depan mesin ATM. Dari luar, ia seperti sedang melakukan transaksi. Namun, jari-jarinya memegangi lubang tempat kartu ATM biasa dimasukkan. Rupanya, ia sedang menempelkan skimmer atau alat pencuri data.

"Di TKP, kami menemukan alat bukti skimmer," kata Ipda Bambang Meiriawan.

Selesai kedua kriminal itu beraksi, petugas langsung datang mengepung. Mereka tak berkutik, dan langsung diborgol di area parkir hotel. 

"Kami juga menemukan kartu yang masih kosong. Nantinya kartu itu akan diisi data," kata Ipda Bambang.

Tonton bagaimana kedua penjahat itu memasang alat skimming di dalam mesin ATM: 

Share:

Letusan Gunung Agung dari Masa ke Masa

Letusan Gunung Agung dari Masa ke Masa


Status Gunung Agung dinaikkan menjadi level IV atau Awas sejak 22 September 2017. Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api, Pusat Vulkanologi, dan Mitigasi Bencana Geologi Kementerian ESDM Gede Suantika mengatakan, Gunung Agung telah mengeluarkan semburan uap air dari dalam kawah.

Peristiwa itu menjadi indikasi, magma sudah berposisi semakin ke atas untuk mendobrak katup penutup. Selain itu, intensitas gempa vulkanik yang semakin sering menjadi indikasi lain akan terjadinya letusan.

Sejak periode 1800-an, Gunung Agung sudah meletus 4 kali. Letusan terakhir terjadi tahun 1963 yang menyebabkan 1.148 orang meninggal dunia. Sejak saat itu, Gunung Agung tertidur selama 54 tahun hingga 2017.

Selengkapnya dapat dilihat dalam Infografis di bawah ini:



Share:

Polda Metro Tetapkan Presdir PT Asuransi Allianz Tersangka

Polda Metro Tetapkan Presdir PT Asuransi Allianz Tersangka


Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya telah menetapkan Presiden Direktur PT Asuransi Allianz Life Indonesia, Joachim Wessling dan Manajer Claim perusahaan tersebut, Yuliana Firmansyah, sebagai tersangka.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Adi Deriyan Jayamarta membenarkan, keduanya ditetapkan sebagai tersangka terkait perlindungan konsumen. Dalam waktu dekat polisi akan memeriksa keduanya.

"Betul, nanti saya lihat rencana sidiknya, ya," ujar Adi saat dikonfirmasi, Jakarta, Selasa (26/9/2017).

Sementara itu, kuasa hukum pihak pelapor sekaligus korban, Alvin Lim, mengatakan, kliennya bernama Ifranius Algadri melaporkan Joachim dan Yuliana Firmansyah karena merasa dipersulit saat meminta klaim biaya perawatan rumah sakit.

Alvin menjelaskan, pihak Allianz selalu meminta catatan medis lengkap rumah sakit sebagai syarat untuk mencairkan atau klaim dari biaya rumah sakit. Sementara rumah sakit tidak pernah memperkenankan memberi catatan medis lengkap karena melanggar Permenkes No 269/Menkes/PER/III/2008 tentang rekam medis.

"Biasanya penolakan klaim itu perdata. Tapi kenapa ini pidana, karena yang kami permasalahkan bukanlah dibayar atau tidak dibayarnya sebuah klaim. Tetapi bagaimana dia memproses klaim tersebut, ada unsur tipu daya," ucap Alvin di Mapolda Metro Jaya.

Dalam kasus ini, lanjut Alvin, Allianz diduga telah menipu sejumlah nasabahnya dengan proses klaim yang tidak mungkin bisa dipenuhi. Dengan begitu, klaim nasabah akan hangus dalam waktu dua minggu kerja.

"Kasus ini intinya perusahaan Allianz menggunakan modus tipu daya untuk menolak klaim nasabah secara halus, tapi melanggar hukum. Dalam waktu dua minggu tanpa adanya surat lengkap rekam medis, klaim ditolak," jelas dia.

Di lokasi yang sama, Ifranius mengaku dipersulit dengan adanya aturan yang diminta pihak Allianz. Penolakan klaim oleh Allianz ia alami setelah menjalani perawatan pada 2016 di salah satu rumah sakit swasta.

"Pas pertama gabung, bilangnya proses klaimnya gampang, Pak, 14 hari kerja kita bayarkan. Tapi pada nyatanya, klaim saya hingga hari ini tidak dibayarkan," keluh Ifranius.

"Saya sangat kecewa dengan Allianz, karena kekecewaan saya yang begitu besar, saya serahkan kepada kuasa hukum saya," sambung dia.

Laporan terhadap Joachim Wessling dan Yuliana Firmansyah tertera dalam Laporan Polisi Nomor: LP/1645/IV/2017/Dit Reskrimsus tanggal 3 April 2017. Diduga, pihak terlapor melanggar Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Share:

Senin, 25 September 2017

HEADLINE: Tubuh Menggelembung, Tanda Gunung Agung Siap Meletus?

HEADLINE: Tubuh Menggelembung, Tanda Gunung Agung Siap Meletus?


Aktivitas vulkanik Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali, terus meningkat. Kepala Bidang Mitigasi Gunungapi, Pusat Vulkanologi, dan Mitigasi Bencana Geologi Badan Geologi Kementerian ESDM, Gede Suantika, menjelaskan Gunung Agung mengeluarkan semburan uap air dari kawahnya.

"Sejak Minggu mengeluarkan semburan uap air atau asap putih setinggi 200 meter. Itu artinya pemanasan air di bawah oleh magma semakin meningkat," kata Suandika di Pos Pengamatan Gunung Agung di Rendang, Karangasem, Senin (25/9/2017).

Keluarnya uap air mengindikasikan indikasi magma sudah semakin ke atas untuk mendobrak katup penutup kepundan. Di samping itu, jumlah kegempaan semakin banyak dan kuat.

Dia mengatakan, kegempaan di kawah semakin meningkat. Namun, gempa vulkanik dalam agak menurun dari dua hari lalu dibandingkan dengan sehari sebelumnya. "Tekanan magma sudah semakin ke atas. Dan dengan kegempaan itu serta semburan uap air menandakan magma sudah semakin ke atas," jelasnya.

Berdasarkan laporan dari Pos Pengamatan Gunung Agung, per Senin (25/9/2017), periode pengamatan pukul 24.00 hingga pukul 06.00 Wita menunjukkan kegempaan vulkanik dangkal jumlahnya sebanyak 102, amplitudo 2-4 mm, dan durasi 10-15 detik.

Sedangkan, gempa vulkanik dalam jumlahnya 125, durasi 15-30 detik. Gempa tektonik lokal berjumlah 14, durasi 30-60 detik.

Status vulkanik Gunung Agung meningkat cepat dalam beberapa hari terakhir. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi‎ (PVMBG) Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, menaikkan status Gunung agung menjadi Level IV (Awas) tepat pukul 20.30 Wita, Jumat 22 September 2017.

Sebelumnya status Gunung Agung dinaikkan dari dari Level II (Waspada) ke Level III (Siaga) terhitung mulai Senin, 18 September 2017, pukul 21.00 WITA. Adapun Gunung Agung dinaikkan statusnya dari Level I (Normal) ke level II (Waspada) mulai Kamis 14 September 2017.

Seiring status terakhir, kawasan zona merah pun dikosongkan. Zona merah diperluas radiusnya dari 6 kilometer menjadi 9 kilometer. Sementara untuk sektoralnya diperluas dari 7,5 kilometer menjadi 12 kilometer.

Analisa terakhir PVMBG juga mengindikasikan bahwa energi vulkanik Gunung Agung terus meningkat dan memiliki potensi untuk meletus

‎"Indikasi magma naik ke permukaan sudah terdeteksi. Kita harus waspada dan monitor terus-menerus secara intensif," ujar ‎Kepala PVMBG Kasbani.

Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan Gunung Agung belum tentu meletus, namun potensi meletus memang menguat.

"Data dari satelit ada inflasi atau penggembungan tubuh dari Gunung Agung karena ada penggelembungan energi" kata Sutopo di Jakarta, Senin (25/9/2017).

Berdasarkan pantauan satelit serta pengamatan lain, proses yang terjadi di dalam kawah Gunung Agung sangat aktif.

"Semua pengamatan menunjukkan akan meletus, beberapa hari lalu kelihatan ada asap kelabu putih tapi sekarang tidak ada. Tapi, proses yang terjadi dalam perut bumi atau magma masih sangat aktif," kata Sutopo.

Seiring dengan adanya potensi Gunung Agung meletus, tercatat per Senin 25 September 2017, pengungsi mencapai 59.820 jiwa warga. Selain di Karangasem, daerah pengungsian juga di kabupaten lain seperti Klungkung, Buleleng, juga Kota Denpasar.

BNPB terus menyisir warga yang berada hingga radius 12 kilometer. Saat ini proses evakuasi warga terus dilakukan sampai di lokasi aman.

Gubernur Bali, Made Mangku Pastika, memberi peringatan keras kepada turis baik asing maupun domestik untuk tidak berada pada zona yang dekat gunung. "Kalau ngotot, petugas harus paksa ke luar. Tangkap, suruh ke luar," kata dia.

Antisipasi tidak hanya di Bali. Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, juga menyiapkan tempat pengungsian.

"Kami siap menyambut saudara-saudara kita dari Bali yang akan mengungsi akibat letusan Gunung Agung," kata Asisten I Setda Kota Mataram, Lalu Martawang. 

Lebih Besar Dibanding Merapi

Kondisi Gunung Agung patut diwaspadai terkait dengan potensi besarnya letusan. Menurut catatan pakar vulkanologi, Surono, karakter letusan Gunung Agung tidak pernah kecil. Bahkan, kata pria yang akrab disapa Mbah Rono ini, letusan Gunung Agung akan lebih besar dari letusan Gunung Merapi pada 2010.

"Karakter letusan Gunung Agung tidak pernah kecil. Paling tidak, lebih besar dari Merapi tahun 2010," kata Surono di Karangasem, Bali, Sabtu 23 September 2017.

Surono menambahkan Gunung Agung juga akan memuntahkan material yang lebih besar dari Gunung Merapi.‎ Material yang ditumpahkan bisa lebih besar dari 150 juta meter kubik.

Gunung Agung adalah satu dari sekian banyak gunung berapi di Indonesia di wilayah Cincin Api yang mengelilingi Pasifik dan samudera timur India. Letusan Gunung Agung bersifat sporadis, namun terkenal akan abu vulkanik dan sulfurdioksida yang dilontarkan ke atmosfer.

Sejarah mencatat, Gunung Agung terakhir meletus pada 1963 dengan korban jiwa mencapai 1.000 orang lebih. Ketinggian Gunung Agung berkurang dari 3.142 mdpl menjadi 3.014 mdpl akibat letusan itu.

Gunung vulkanik tipe monokonik strato ini sempat tidur panjang, 120 tahun, hingga meletus pada 1963. Sejak era 1800-an, setidaknya Gunung Agung telah empat kali meletus. Pada 1808, Gunung Agung melontarkan abu dan batu apung. Kemudian, 13 tahun berselang, Gunung Agung kembali meletus pada 1821.

Pada 1843, Gunung Agung meletus didahului sejumlah gempa bumi dan memuntahkan abu vulkanik, pasir, dan batu apung. Terakhir 120 tahun kemudian, pada 1963, Gunung Agung meletus dahsyat: 1.148 jiwa melayang, dan 296 orang luka-luka.

Dari catatan sejarah vulkanologi, pola letusan Gunung Agung hampir sama. Letusan Gunung Agung tak hanya bersifat eksplosif memuntahkan lava pijar, abu vulkanik, dan bebatuan, namun juga efusif berupa aliran awan panas dan aliran lava.

Pada 1963, letusan Gunung Agung melalui lima fase. Fase pertama adalah fase gejala yang ditandai dengan terasanya gempa tepat di bawah Gunung Agung.

Berikutnya terjadi fase pembuka yang ditandai dengan letusan pembuka untuk kemudian membentuk danau lava. Fase tersebut disusul dengan erupsi pertama yang menyemburkan material vulkanik sejauh 14 kilometer ke utara.

Kemudian terjadi erupsi kedua yang melontarkan material vulkanik sejauh 10 km ke arah selatan. Fase terakhir adalah letusan susulan yang cenderung berlangsung lama.

Nenek Chaeriyah, warga Jembrana, mengaku masih ingat dengan letusan Gunung Agung. Namun, dia lupa tahun terjadinya letusan tersebut. Sepanjang ingatannya, abu tebal menutupi langit Kabupaten Jembrana saat Gunung Agung meletus.

"Mudah-mudahan Gunung Agung tidak jadi meletus, karena suasana waktu itu tidak enak dan mencekam, meskipun daerah sini jauh dari gunung tersebut," katanya.

Cerita senada disampaikan Ketut Wenten (35) dan istrinya, Wayan Nidep (42), warga Desa Kiduling, Kreteg, Besakih, Karangasem. Dari cerita orangtuanya, kata Wenten, saat Gunung Agung meletus 54 tahun lalu, orangtuanya sampai tidak bisa mengevakuasi hewan ternak mereka.

Mereka lalu memotong ternak tersebut dan dibagikan kepada tetangga. Setelah itu, baru orangtuanya mengungsi sebelum Gunung Agung meletus.

Saat ini pemerintah lebih siaga dalam mitigasi potensi bencana. Sejumlah persiapan mitigasi telah dilakukan antara lain dengan mengungsikan penduduk sekitar, membuat radius aman 12 km hingga, hingga antisipasi darurat bencana selama dua minggu sampai satu bulan.

Sejumlah negara lain juga telah mengeluarkan travel advice hingga warning kepada warganya yang berminat ke Indonesia atau tengah berada di daerah yang terdampak jika Gunung Agung meletus. Australia, Singapura, Inggris, Amerika Serikat, dan Selandia Baru telah menerbitkan peringatan tersebut.

Share:

Gunung Agung Beri Sinyal Segera Meletus

Gunung Agung Beri Sinyal Segera Meletus


Kepala Bidang Mitigasi Gunungapi, Pusat Vulkanologi, dan Mitigasi Bencana Geologi Badan Geologi Kementerian ESDM Gede Suantika mengatakan, Gunung Agung mengeluarkan semburan uap air dari kawah gunung tersebut sejak Minggu, 24 September 2017.

"Status Gunung Agung yang sudah level IV (Awas) sejak kemarin mengeluarkan semburan uap air atau asap putih setinggi 200 meter. Itu artinya pemanasan air di bawah dengan magma semakin meningkat," kata Suandika di Pos Pengamatan Gunung Agung di Rendang, Karangasem, Bali, seperti dilansir Antara, Senin (25/9/2017).

Ia mengatakan dengan keluarnya uap air, menandakan indikasi magma sudah semakin ke atas untuk mendobrak katup penutup kepundan. Di samping itu, jumlah kegempaan semakin banyak dan kuat.

"Dari pengamatan memang terjadi intensitas kegempaan semakin meningkat. Jumlah kegempaan vulkanik dangkal, seperti hari Minggu (24/9) yang semakin meningkat dibandingkan pada hari Sabtu (23/9)," Suandika menambahkan.

Dia mengatakan, kegempaan di kawah semakin meningkat. Namun, gempa vulkanik dalam agak menurun dari dua hari lalu dibandingkan dengan sehari sebelumnya.

"Tekanan magma sudah semakin ke atas. Dan dengan kegempaan itu serta semburan uap air menandakan magma sudah semakin ke atas," ujar pria asal Kabupten Buleleng itu.

Berdasarkan laporan dari Pos Pengamatan Gunung Agung, pada Senin, ketika periode pengamatan pukul 24.00 hingga pukul 06.00 Wita, kegempaan vulkanik dangkal jumlahnya sebanyak 102, amplitudo 2-4 mm dan durasi 10-15 detik.

Sedangkan, vulkanik dalam jumlahnya 125, amplitudo 4-8 mm, S-P : 1.5-2.5 detik, durasi 15-30 detik. Begitu juga tektonik lokal jumlahnya 14, amplitudo 6-8 mm, S-P : 5-7 detik, durasi 30-60 detik.

Gunung Agung dengan ketinggian 3.142 mdpl, di Kabupaten Karangasem, saat ini visual gunung kabut 0-I hingga kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati. Begitu juga kondisi cuaca berawan, mendung, dan hujan. Angin bertiup lemah ke arah barat. Suhu udara 22-23 derajat Celsius dan kelembaban udara 87-88 persen. Volume curah hujan sembilan mm per hari.

Share:

Ada 60 Ribu Pengungsi Gunung Agung, Berikut Penyebarannya

Ada 60 Ribu Pengungsi Gunung Agung, Berikut Penyebarannya


Sebanyak 59.820 jiwa warga sekitar wilayah terdampak potensi letusan Gunung Agung, Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali, mengungsi ke sejumlah titik pengungsian yang tersebar di daerah itu."Hingga saat ini hampir 60 ribu jiwa yang mengungsi," ucap Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial (Kemsos), Harry Hikmat, yang dihubungi dari Jakarta, Senin (25/9/2017), dilansir Antara.

Ia menjelaskan, warga yang mengungsi tersebar di berbagai daerah. Antara lain di Kabupaten Klungkung, jumlah pengungsi sebanyak 14.808 jiwa yang tersebar di 114 titik pengungsian dengan titik pengungsian terbesar di GOR Sueca Pura Gel Gel sebanyak 3.789 jiwa. Di Kabupaten Karangasem jumlah pengungsi sebanyak 30.012 jiwa yang tersebar di enam kecamatan. Di Kabupaten Bangli, warga yang mengungsi mencapai 7.047 jiwa yang tersebar di 23 titik pengungsian.

Selain itu, sebanyak 6.486 jiwa warga Kabupaten Buleleng mengungsi ke 11 titik pengungsian yang tersebar di daerah itu. Di Kota Denpasar, tercatat pengungsi sebanyak 1.467 jiwa di 15 titik. "Dari Kabupaten Tabanan dan Badung sedang dalam pendataan," katanya.

Dia juga menyebutkan ada upaya-upaya yang dilakukan Kemsos dalam penanganan siaga darurat erupsi Gunung Agung, antara lain melakukan koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Pemprov Bali serta Dinas Sosial (Dinsos) setempat. Selain itu, Kemsos mengerahkan personel, baik Taruna Siaga Bencana dan pilar sosial lainnya, serta mengerahkan peralatan evakuasi, mobilitas, dan sarana pendukung lainnya.

Di sisi lain, Dinsos Karangasem bertindak sigap dengan mengeluarkan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebanyak 62 ton untuk kebutuhan pengungsi di Karangasem. Dinsos Provinsi Bali menyiagakan dan mendistribusikan beras reguler sebanyak 50 ton untuk distribusi Kabupaten Bangli, Buleleng, dan Klungkung, masing-masing 10 ton. Kemsos juga mendirikan dapur umum lapangan untuk pengungsi Gunung Agung di 10 titik, yaitu di Posko Candi Kuning Bedugul Tabanan, Posko Dinas Sosial Bangli, Posko Dinsos Kota Denpasar, Posko Klungkung 2, Posko Klungkung 3, Posko GOR Sueca Pura Gelgel, Posko Bandem Karangasem, Posko Ulakan, Posko Utama Karangasem dan Posko Tembok Buleleng.

Pengungsi Terus Mengalir

Sehari sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menginformasikan, jumlah pengungsi dari zona merah Gunung Agung terus bertambah seiring dengan laporan yang masuk ke Pusdalops BPBD Provinsi Bali di berbagai titik pengungsian. Data sementara, jumlah pengungsi sekitar Gunung Agung, pada Minggu siang tadi sekitar pukul 12.00 Wita, tercatat 34.931 jiwa.

"Pengungsi tersebar di 238 titik pengungsian yang tersebar di tujuh kabupaten di Bali," ucap Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, dalam keterangan tertulis, Minggu, 24 September 2017.

Sutopo memperkirakan, jumlah pengungsi ini akan terus bertambah karena belum semua pengungsi terdaftar. Bahkan, ada sebagian masyarakat yang mengungsi keluar Pulau Bali. Pendataan terus dilakukan oleh Pusdalops BPBD Provinsi Bali selaku institusi yang berwenang mengeluarkan data pengungsi secara resmi. Adapun sebaran dari 34.931 jiwa pengungsi yang tersebar di 238 titik pengungsian adalah di Kabupaten Badung 3 titik (328 jiwa), Kabupaten Bangli 23 titik (2.883 jiwa), Kabupaten Buleleng 13 titik (4.649 jiwa), Kabupaten Denpasar 5 titik (297 jiwa), Kabupaten Giayar 12 titik (161 jiwa), Kabupaten Karangasem 81 titik (15.129 jiwa), dan Kabupaten Klungkung 101 titik (11.484 jiwa).

Banyaknya titik pengungsian akibat status Awas Gunung Agung yang menyebar menyebabkan kendala dalam distribusi bantuan logistik. Apalagi, banyak titik pengungsian yang hanya berisi kurang dari 10 jiwa pengungsi. "Gubernur Bali telah memerintahkan agar pengungsi yang sedikit jumlahnya dapat dijadikan satu di satu tempat dengan jumlah sekitar 200 jiwa per titik pengungsian nantinya," Sutopo menambahkan.

Share:

Peraih Emas ASEAN Paragames Ungsikan Keluarga dari Gunung Agung

Peraih Emas ASEAN Paragames Ungsikan Keluarga dari Gunung Agung


Naiknya status Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali, menjadi Awas mengharuskan warga di zona merah yang tinggal di kaki gunung tersebut diungsikan. Tak terkecuali, keluarga atlet peraih medali emas ASEAN Paragames 2017, Ni Nengah Widiasih yang mengungsi ke Denpasar.Setelah berjuang keras dalam ajang ASEAN Paragames di Malaysia, atlet angkat besi itu tiba di Solo, pada Minggu, 24 September 2017. Pulang ke Tanah Air, perempuan yang kerap disapa Widi ini membawa dua medali emas. Medali itu didapatnya dari nomor angkatan snatch putri 45 kilogram dan nomor 86 kg. Bahkan, ia juga memecahkan rekor Asia untuk angkatan angkatan 96 kg.

Setelah mendarat di Solo, ia rencananya bakal langsung terbang ke Bali, esok harinya. Ia hendak menengok keluarga besarnya yang mengungsi ke Kota Denpasar, setelah mendengar kabar naiknya status Gunung Agung menjadi Awas. Rumah Ni Nengah diketahui berada tidak jauh dari Gunung Agung.

"Saya ingin segera pulang ke Bali. Mau menengok keluarga, keluarga kami memang tinggal di bawah Gunung Agung," ujar Widi di Bandara Adi Soemarmo, setibanya dari Malaysia, pada Minggu, 24 September 2017.Ni Nengah mengatakan, keluarga besarnya sudah dievakuasi rumahnya yang berada di Denpasar. "Saya sudah punya rumah di Denpasar. Jadi keluarga mengungsi ke sana. Rumahnya kecil, jadi berdesak-desakan," tutur dia yang juga meraih medali perunggu pada Paralympic di Brasil, tahun lalu.Kabar mengenai status Awas Gunung Agung sudah diterima Ni Nengah sejak beberapa hari lalu saat di Kuala Lumpur. Ia mendengarnya setelah selesai bertanding. "Seandainya kabar itu diterima saat mau berangkat, pasti konsentrasinya pecah," katanya.Ni Nengah sendiri bakal langsung beralih fokus pada Asian Paragames. Ia membidik medali emas. "Habis ini persiapkan untuk Asian Paragames," ucapnya.

Share:

Kepulangan Atlet SEA Games Balap Sepeda Jadi Ajang Berebut Selfie

Kepulangan Atlet SEA Games Balap Sepeda Jadi Ajang Berebut Selfie


Pulangnya atlet SEA Games 2017 ke kampung halamannya cukup menarik perhatian, khususnya para atlet yang berasal dari Jawa Timur (Jatim). Selain disambut hangat pengurus KONI Jatim, kepulangan para atlet ini menarik perhatian dan menjadi ajang berebut selfie.

Seperti tim balap sepeda asal Jawa Timur yang membela Merah Putih, di ajang olahraga Asia Tenggara itu. Saat tiba di Bandara International Juanda Terminal 2 Garuda, keramaian pun terjadi. Para pengunjung Bandara Internasional Juanda Surabaya mengetahui kedatangan beberapa atlet ini. Hampir semuanya berebut mengambil gambar dan selfie dengan para pahlawan olahraga ini. 

Salah satu pengunjung, Ratna Indrasari, mengaku sangat senang dengan kedatangan para atlet ini. "Ini (sambil mengangkat selulernya) bisa jadi kenang-kenangan, apalagi mereka atlet yang berjuang demi negara."

Tak lama berselang, atlet im ski air Indonesia asal Jatim juga datang, membuat keadaan semakin ramai. Apalagi KONI Jatim juga melakukan seremonial dengan pengalungan bunga kepada atlet. 

Ketua Harian, M Nabil merasa bangga dengan capaian atlet balap sepeda yang semuanya bisa menyumbangkan medali. "Ini prestasi sangat membanggakan. Semoga ini menjadi contoh bagi atlet muda. Tentunya saya berterima kasih kepada pengprov ISSI Jatim berhasil dalam pembinaan dan organisasi," kata Nabil.

Perlu diketahui, keempat atlet balap sepeda asal Jawa Timur, semuanya membawa pundi-pundi medali bagi Merah Putih, di antaranya, Elga Kharisma medali emas nomor BMX putri, Crismonita Dwi Putri dua medali perak dari nomor Team Sprint 500 M putri dan Individual Sprint 500 M putri, Eko Bayu Nurhidayat medali perunggu nomor 400 M TP dan Nandra Eko Wahyudi medali perunggu nomor Omnium putra. 

Sementara atlet Ski Air, Muhammad Zahidi Putu, meriah dua medali emas di nomor Jumping dan Overall putra dengan total poin 2372.37 (Slalom 571,43, Tricks 800,94 dan Jump 1000). Nur Alimah meraih medali perak nomor Overall putri, dengan total poin 1979,75 (Slalom 409,09, Tricks 672,22, dan Jump 898,441), perunggu untuk nomor jumping putri dan trick putri. Sedangkan Galuh Mutiara Maulidina nomor Wakeboard putri, kebagian perak dengan total poin 47,67. 

Share:

Minggu, 24 September 2017

Panglima TNI: Saya Tak Akan Tanggapi soal 5.000 Senjata Ilegal

Panglima TNI: Saya Tak Akan Tanggapi soal 5.000 Senjata Ilegal


Menko Polhukam Wiranto memberikan penjelasan terkait pemesanan 5.000 senjata yang disampaikan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Menurut Wiranto, senjata yang dipesan itu berasal dari Polri. Ada 500 pucuk senjata yang dipesan dan untuk kepentingan sekolah intelijen.

Menanggapi hal tersebut, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menegaskan, pihaknya tidak pernah merilis tentang adanya institusi di luar TNI yang berencana mendatangkan 5.000 pucuk senjata secara ilegal ke Indonesia.

"Saya tidak pernah "press release" (soal senjata), saya hanya menyampaikan kepada purnawirawan, namun berita itu keluar. Saya tidak akan menanggapi terkait itu (senjata ilegal)," kata Panglima TNI usai menutup Kejurnas Karate Piala Panglima TNI Tahun 2017, di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Minggu malam, (24/9/2017).

Namun demikian, dirinya mengakui bahwa beredarnya video dan rekaman soal itu di dunia maya adalah memang pernyataannya.

"Seribu persen itu benar kata-kata saya. Tapi saya tidak pernah press release, sehingga saya tidak perlu menanggapi hal itu," tegas dia seperti dikutip dari Antara.

Terkait kebenaran informasi bahwa ada institusi di luar TNI yang berencana mendatangkan 5.000 pucuk senjata secara ilegal ke Indonesia, Panglima TNI kembali enggan menanggapi soal itu. Juga terkait adanya masalah komunikasi antara TNI, BIN dan Polri seperti diungkapkan oleh Wiranto.

"Tanyakan ke Pak Wiranto," imbuhnya.

Berawal dari Cilangkap

Dalam rekaman yang beredar, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyebut ada institusi tertentu yang akan mendatangkan 5.000 senjata secara ilegal dengan mencatut nama Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

Pernyataan itu disampaikan Jenderal Gatot dalam silaturahmi TNI dengan purnawirawan di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, Jumat 22 September 2017.

Acara tersebut turut dihadiri Menko Polhukam Wiranto, mantan Wakil Presiden Republik Indonesia Jenderal (Purn) Try Sutrisno, Laksamana TNI (Purn) Widodo AS, dan mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus, Letnan Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto yang juga Ketua Umum Partai Gerindra, serta sejumlah petinggi TNI lainnya.

Share:

Jokowi Minta Kapolri Telusuri Jenderal Terlibat Sindikat Saracen

Jokowi Minta Kapolri Telusuri Jenderal Terlibat Sindikat Saracen


Presiden Joko Widodo atau Jokowi telah memerintahkan Kapolri Tito Karnavian untuk mengusut tuntas sindikat Saracen. Sindikat ini diduga menyebarkan ujaran kebencian di media sosial.

Jokowi mengungkapkan, tidak sekadar mengusut sindikatnya, dirinya juga meminta Kapolri menelurusi siapa saja yang menggunakan jasa sindikat Saracen ini untuk kepentingannya.

"Saya sudah perintahkan kepada Kapolri diusut tuntas. Bukan hanya Saracen-nya saja, tetapi siapa yang pesen. Siapa yang bayar, harus diusut tuntas," ujar dia di Silang Monas, Jakarta, Minggu (27/8/2017).

Selain itu, Jokowi meminta mantan Kapolda Papua tersebut untuk menelusuri keterlibatan jenderal dalam sindikat tersebut. Menurut dia, masalah ini bukan soal saja soal siapa yang ada di dalam Saracen, tetapi juga siapa yang menggunakan jasanya.

"Tadi kan saya sampaikan, bukan hanya yang ada di organisasi itu, tetapi siapa yang pesan. Yang penting di situ," tandas dia.

Ketua MPR RI Zulkifli Hasan mengapresiasi polisi yang mengungkap sindikat penyebar ujaran kebencian Saracen. Menurut dia, sindikat seperti Saracen haruslah dihentikan.

Usut Tuntas

"Harus kita hentikan. Ini kerjaan siapa? Mesti kita cari," ujar Zulkifli di Jakarta, Sabtu 26 Agustus 2017.

Dia pun menceritakan pertemuannya dengan tokoh-tokoh agama yang merasa tersakiti dengan ada sindikat penebar kebencian.

"Kita juga heran, saya ketemu tokoh-tokoh Islam merasa disakiti, ketemu Budha merasa disakiti juga, kok disakiti semuanya?" kata dia.

Ketua Umum PAN ini pun meminta agar para penebar kebencian dihukum berat. "Ini adu domba jahat, hukum yang berat," tegas Zulkifli.

Share:
Keluarga Besar Marga Sun. Diberdayakan oleh Blogger.

Breaking News

KAMI MENYEDIAKAN GAME LIVE CASINO TERBARU DI https://bit.ly/2pLGSsO SILAHKAN DAFTAR YA.. SALAM KEMENANGAN YA BOSKU

SABUNG AYAM