Situs Judi Online dan Artikel Sex Indonesia terpercaya 2019

Senin, 27 Juni 2016

Inilah Rita Agustina, Wanita Santun Sok Agamis Gak Tahunya Pembuat Vaksin Palsu


Inilah Rita Agustina, Wanita Santun Sok Agamis Gak Tahunya Pembuat Vaksin Palsu


Rita Agustina, pelaku pembuat vaksin palsu yang ditangkap Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Tipideksus) Mabes Polri, adalah lulusan sebuah akademi perawat. Dia juga pernah bekerja sebagai perawat di sebuah rumah sakit swasta.

"Dia (Rita) pernah jadi perawat di RS dan dia lulusan akademi perawat. Kalau lulusannya dari mana, nanti saya lihat dulu," ujar Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Mabes Polri Brigjen Agung Setya saat dikonfirmasi detikcom, Senin (27/6/2016).

Rita ditangkap bersama suaminya, Hidayat Taufiqurahman di rumah mewahnya di Kemang Pratama Regency, Bekasi Timur, pada Selasa (21/6/16) malam.

Dari penangkapan itu polisi membawa barang bukti berupa 36 dus vaksin atau sekitar 800-an ampul.

Satpam maupun tetangga pasutri tersebut saat ditemui wartawan mengaku tidak tahu pekerjaan pasutri tersebut.

Selain menangkap dua pasutri itu, polisi juga mengamankan 11 orang lainnya dari berbagai tempat di Jakarta, Banten dan Jabar, yang merupakan jaringan berbeda.

Polisi mengendus praktik pembuatan vaksin palsu untuk bayi itu telah dilakukan sejak 2003.

Menkes Nila F Moeloek menyatakan, vaksin palsu didapat di RS kecil dan klinik. Karena itu, Menkes mengimbau ibu yang bayinya disuntik vaksin palsu untuk diulang. Pemerintah akan memberikan vaksin ulang gratis.

Kemenkes juga mengimbau pada ibu-ibu agar tidak khawatir jika dulunya bayi mendapatkan imunisasi di Posyandu, Puskesmas, dan rumah sakit pemerintah. Sebab vaksin disediakan oleh pemerintah yang didapatkan langsung dari produsen dan distributor resmi. Jadi vaksin dijamin asli manfaat dan keamanannya.

REPOST BY: KINGPK88


Share:

Minggu, 26 Juni 2016

Usai Diringkus, Beginilah Wajah Melas Jakmania Yang Keroyok Polisi & Lakukan Penghasutan


Usai Diringkus, Beginilah Wajah Melas Jakmania Yang Keroyok Polisi & Lakukan Penghasutan


Laga Persija vs Sriwijaya FC yang digelar di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (24/06/16) lalu berakhir kisruh. Jakmania, suporter Persija merangsek masuk ke lapangan hijau begitu mengetahui klub kesayangannya tertinggal 0-1 oleh Sriwijaya FC.

Peristiwa di dalam stadion imbas dari kericuhan yang terjadi di luar stadion. Akibatnya, empat orang anggota polisi menjadi korban kerusuhan suporter itu.

Keempatnya yakni Brigadir Hanawiah, Brigadir Supriadi, Brigadir Wawan Chandra, dan Aiptu Muhtadi. Mereka kini tengah menjalani perawatan di RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur.

Tak hanya itu, seorang penjual minuman pun turut menjadi korban. Penyakit jantung korban kumat begitu kerusuhan pecah.

Kerusuhan tersebut tak terlepas dari adanya ulah provokator di lapangan.

Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti mengunggah wajah para pelaku beserta postingan yang menghasut dan menyerang polisi dengan kata-kata kasar. Dia menegaskan tak ada tempat bagi suporter brutal.

"Lihat wajah-wajah mereka saat sebelum ditangkap dan sesudah ditangkap. Yang terus menyebarkan kebencian, termasuk yang buat kerusuhan akan kami kejar kemana pun dan kami tegakkan hukum atas perbuatan kalian. Negara tidak boleh kalah oleh suporter brutal."

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono mengatakan setelah kejadian anggota Dirkrimum dan Dirkrimsus Polda Metro berhasil melakukan pengungkapan. Penyelidikan dimulai dari lokasi kejadian, lalu adanya foto dan video yang beredar.

"Khusus TKP Brigadir Hanafi yang sedang kritis sulit. Tapi yang Brigadir Yudda agak mudah. Karena beredar di TV, foto-foto, video terjadi pemukulan dan penyerangan anggota kami di lapangan," jelasnya.

Dari situ, lanjut Dwi, pelaku penyerangan terhadap Yudha bisa diringkus. "Kita tangkap atas nama J alias Oboy di Cikarang sekitar pukul 21.30 Wib. Kemudian, ada juga 6 Jakmania lainnya yang ditangkap terkait kasus hate speech yang di TKP pintu 7," ungkapnya.

Menurut Dwi, enam pelaku itu mem-posting terkait kejadian di TKP dengan korban Brigadir Hanafi yang sekarang masih kritis. Pelaku melakukan provokasi pada intinya perlawanan terhadap petugas sehingga kita ambil tindakan tegas.

"Saudara MR, R, I, S, A, dan tadi pagi subuh kita tangkap lagi atas nama AF di Grogol. Kalau yang kelima yang saya sebutkan tadi kita tangkap sekitar pukul 20.00-21.30 Wib, satu di Bogor, dan lainnya di Angke," ungkapnya.

"Sampai pagi ini ada 7 orang. Satu kasus pengeroyokan. 6 Kasus hate speech. Dari ini kita berharap berkembang, karena saksi minim sekali. Yang bersangkutan langsung meng-upload gambar TKP," tandasnya.

REPOST BY: Kingpk88


Share:

Balas Dendam, 10 Orang Bersenjata Penyerang Toko Jersey Persija Adalah Oknum Polisi ?


Balas Dendam, 10 Orang Bersenjata Penyerang Toko Jersey Persija Adalah Oknum Polisi ?


Kerusuhan antara The Jakmania dan polisi di Stadion Utama Gelora Bung Karno nampaknya berlanjut. Sebuah toko yang menjual baju Persija Jakarta dan tempat berkumpulnya The Jakmania diserang oleh orang misterius.

Sementara di Facebook didapati akun yang mengatasnamakan anggota polisi memposting status yang mengarah akan melakukan serangan kepada The Jakmania usai bentrok di Jumat (24/6/16) malam.

Pemilik akun itu bernama Cornelius Fransiscus Sinaga menyebut, apa yang dilakukan The Jakmania pada Jumat lalu telah menghilangan Hak Asasi Manusia bagi kepolisian.

"Tidak ada HAM bagi kami dan tidak diespos kami jd korban," tulis dia di akun Facebooknya, Sabtu (25/6/16).

Dia yang beridentitas sebagai salah satu anggota Sabhara di Polda Metro Jaya ini memposting sebuah foto di mana seorang anggota polisi dikejar oleh The Jakmania dan dipukuli.

"Selamat bergoyang THE JACK NANTI MALAM!!" sambung dia. Dilihat dari waktu mempostingnya, Cornelius memposting pada pukul 13.15 WIB, sementara penyerangan dilakukan pada pukul 21.30 WIB.

Beberapa jam sebelumnya dia juga memposting sebuah foto para The Jakmania yang diamankan saat rusuh terjadi. Dia juga menulis keterangan seakan-akan hendak menyerang balik.

"Ini belom seberapa THE JACK!! Tunggu surprise kami lg nanti malam," tulis dia di akun yang sama.

Sebelumnya, penyerangan ini terjadi pada Sabtu (25/6/16) malam sekira pukul 21.30 WIB di Toko Crazy Orange Distro yang ada di Jalan Percetakan Negara Raya, RT 002, RW 006 Nomor C263 Kelurahan Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Diketahui, toko ini adalah lokasi berkumpulnya The Jakmania yang ada di sekitar Cempaka Putih. Adapun yang menyerang ialah sejumlah orang tak dikenal berjumlah 10 orang.

"Pelaku semuanya menggunakan jaket dan helm, kemudian menggunakan motor Yamaha RX King," ujar Kasubag Humas Polres Jakarta Pusat Kompol Suyatno saat dikonfirmasi, Minggu (26/6/16).

Pelaku ini membawa senjata tajam jenis samurai, kemudian ada juga yang menodongkan senjata api kepada sejumlah The Jakmania yang berkumpul di lokasi.

Sebanyak tiga anggota The Jackmania terluka atas penyerangan secara tiba-tiba ini. Mereka ialah Farhan mengalami luka tusuk di perut, Reza mengalami luka di pelipis, Agil mengalami luka di pelipis dan pundak.

Setelah melakukan penyerangan, para pelaku langsung melarikan diri. Sementara korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Tinggi Johar Baru dan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.

Belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait dengan akun Cornelius Fransiscus Sinaga. JawaPos.com masih terus berupaya mengkonfirmasi Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Awi Setiyono

REPOST BY: KINGPK88


Share:

Ibu Ini Terisak Isak Dibohongi Anaknya, Gak Tahunya Ditangkap Polisi Usai Nonton Persija


Ibu Ini Terisak Isak Dibohongi Anaknya, Gak Tahunya Ditangkap Polisi Usai Nonton Persija


Endang (47) menangis terisak-isak saat menjemput anaknya, Andri yang ditangkap Polda Metro Jaya karena terlibat aksi perusakan di GBK usai pertandingan Persija dengan Sriwijaya.

"Andri izin ke saya pergi ke kampus," ujar Endang sambil menangis, saat menjemput Andri di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (25/6/2016)

Menurut Endang, hari ini Andri ujian di kampusnya dan dia minta disiapkan baju. Endang heran anaknya belum datang hari ini, sampai ada kabar anaknya ditangkap polisi.

"Saya curiga kenapa belum datang hari ini dan saya dapat kabar dari tetangga kalau anak saya di sini," katanya sambil menangis dan ditemani suaminya ini.

Endang datang bersama suaminya dari Depok. Dia diminta polisi menunjukkan KTP dan KK untuk menjemput pulang anaknya.

"Ini buat pelajaran biar besok tidak kejadian seperti ini," tutur Endang.

Andri ikut diamankan bersama ratusan suporter pendukung Persija di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Jumat (24/6/16) malam.

Mereka diamankan di lokasi saat terjadinya peristiwa pembakaran sepeda motor, perusakan mobil dan perusakan pagar stadion.

Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Awi Setiyono, suporter yang dibebaskan hari ini sebanyak 155 orang.

REPOST BY: KINGPK88


Share:

Tak Ada Ampun, Ahok Akan Cabut KJP Pelajar Yang Ditangkap Saat Kericuhan di GBK


Tak Ada Ampun, Ahok Akan Cabut KJP Pelajar Yang Ditangkap Saat Kericuhan di GBK


Dinas Pendidikan DKI Jakarta memastikan Kartu Jakarta Pintar (KJP) pelajar yang ikut ditangkap saat kericuhan suporter bola di Gelora Bung Karno, Senayan, akan dicabut. Tim saat ini masih melakukan pendataan daftar pelajar yang dibawa ke Mapolda Metro Jaya.

"Begitu terdaftar saat diamankan di kepolisian, KJP kita cabut," tegas Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) DKI Jakarta Sopan Adrianto saat dikonfirmasi detikcom, Minggu (26/6/2016).

Disdik saat ini masih melakukan penelusuran terhadap nama-nama suporter bola yang dibawa ke Mapolda Metro saat kericuhan pada laga Persija kontra Sriwijaya, Jumat (24/6). Polisi memang melepaskan sekitar 155 suporter yang kebanyakan remaja.

"Saya dapat data sementara ada sekitar 155 orang yang dilepas. Ada 14 yang masih diperiksa karena diduga provokator. Tapi kebanyakan mereka dari Depok. Pagi ini kami lakukan pengecekan ulang," sambungnya.

Sopan menyebut sanksi pencabutan KJP terhadap pelajar yang melakukan kekerasan, bullying termasuk narkoba diatur dalam Peraturan Gubernur (Pergub) DKI.

"Yang melakukan hal-hal tersebut akan kita setop KJP," ujar dia.

Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebelumnya mengaku geram dengan kericuhan suporter di GBK. Apalagi kebanyakan suporter diketahui masih berusia remaja.

"Kami akan cek sekolah di mana," kata Ahok. "Sekolahnya yang kasih sanksi," imbuhnya.

REPOST BY: KINGPK88


Share:

Ini Perbedaan Tampang Jamal Saat Melakukan Aksi Pengeroyokan Dan Saat Tertangkap


Ini Perbedaan Tampang Jamal Saat Melakukan Aksi Pengeroyokan Dan Saat Tertangkap


Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Krishna Murti mengatakan ada 6 orang yang ditangkap karena diduga terlibat mengeroyok Brigadir Hanafi di Gelora Bung Karno, Senayan. Salah satu yang ditangkap bernama Jamal alias Oboy.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono mengatakan, para terduga pelaku menjalani pemeriksaan insentif terkait kasus pengeroyokan yang membuat Brigadir Hanafi kritis.

"Diperiksa terus, ini juga yang provokasi di medsos. Kita lagi mendalami, dia memprovokasi atau terlibat (pengeroyokan), kita sedang dalami," ujar Kombes Awi, Minggu (26/6/2016).

Dari informasi yang diterima detikcom, Jamal ditangkap di Cikarang, Bekasi pada Sabtu (25/6/16) malam. Saat diamankan, Jamal mengenakan kaus warna hitam. Dia diapit sejumlah personel polisi saat dibawa ke Mapolda Metro.

Kombes Awi mengatakan, polisi mengantongi sejumlah petunjuk untuk menangkap terduga pelaku pengeroyokan saat terjadi kericuhan pada laga Persija melawan Sriwijaya di GBK, Jumat (24/6/16). Penangkapan terhadap pelaku dilakukan tim gabungan Subdit Jatanras Ditkrimum dan Subdit Cyber Crime Ditkrimsus Polda Metro.

"Itu kan kita pakai video-video, foto-foto kekerasan The Jak, makanya nanti kita proses," kata Awi.

Belum ada keterangan lengkap mengenai para terduga pelaku pengeroyokan juga provokator yang ditangkap polisi. Polisi memastikan kasus kericuhan di GBK akan ditindak secara hukum.

REPOST BY: KINGPK88


Share:

Jumat, 24 Juni 2016

Akhirnya Ahok Keok Lawan Warga Di Pengadilan Dalam Kasus ini


Akhirnya Ahok Keok Lawan Warga Di Pengadilan Dalam Kasus ini


Warga eks pemilik lahan yang digunakan untuk pembangunan Rusun Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, meminta Pemprov DKI Jakarta segera melaksanakan putusan pengadilan terkait pembayaran ganti rugi dan pemberian unit rusun.

Warga diketahui telah memenangkan gugatan mereka di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat hingga kasasi di Mahkamah Agung.

"Salah satu amar putusan yang sudah sesuai dengan apa yang dikabulkan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat sudah berkekuatan hukum tetap dengan penggantian Rp 10 juta setiap keluarga. Nilainya Rp 4,73 milyar untuk 473 KK," ujar salah satu warga, Masri Rizal, di LBH Jakarta, Jumat (24/6/2016).

Penggantian Rp 10 juta tersebut merupakan akumulasi biaya sewa rumah Rp 2 juta per tahun selama 5 tahun pembangunan rusun. Pembebasan lahan warga untuk pembangunan Rusun Petamburan dilakukan pada tahun 1997.

Saat itu, Pemprov DKI menjanjikan pembangunan rusun selesai dalam waktu satu tahun. Jika pembangunan melebihi waktu tersebut, Pemprov DKI menjanjikan pemberian uang kompensasi.

Pembangunan pun molor dan baru selesai setelah lima tahun. Namun, selama itu, Pemprov DKI tidak pernah menepati janjinya memberikan uang kompensasi.

"Setelah enam tahun hal itu tidak direalisasi, makanya tahun 2003 kami mengajukan gugatan," kata Masri.

Selain pemberian uang kompensasi, Pemprov DKI juga menjanjikan bahwa setiap KK akan mendapatkan unit rusun tambahan (jatah DO) berdasarkan luas lahan masing-masing KK. Perjanjiannya, lahan seluas 51-100 meter persegi mendapatkan subsidi 1 jatah DO, lahan 101-150 meter persegi mendapatkan 2 jatah DO, dan seterusnya. Namun, janji itu pun tak sepenuhnya direalisasikan.

Dari 473 warga yang menggugat, masih ada 91 KK yang belum mendapatkan jatah DO-nya. Sebab, Pemprov DKI hanya memberikan jatah DO kepada KK yang memiliki lahan seluas 83 meter persegi ke atas.

Salah satu warga yang belum mendapatkan jatah DO tersebut yakni Suripto. "Saya belum dapat karena rumah saya 70 meter," kata dia.

Warga pun berharap Pemprov DKI segera melaksanakan putusan pengadilan itu. Jika tidak, warga rencananya akan menyurati Presiden Joko Widodo agar hak mereka dipenuhi Pemprov DKI.

"Kami punya hak mengajukan upaya paksa, tapi kami belum mengajukan karena melibatkan banyak pihak. Jadi, bikin surat dulu ke Presiden Jokowi, gubernur kan langsung di bawah presiden," tutur Masri.

REPOST BY: KINGPK88


Share:

Setelah Kemarin Bersikap Tenang, Ahok Mulai Garang & Serang Balik eks Teman Ahok


Setelah Kemarin Bersikap Tenang, Ahok Mulai Garang & Serang Balik eks Teman Ahok


Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau biasa disapa Ahok akhirnya angkat bicara terkait pernyataan mantan relawan Teman Ahok yang membeberkan kecurangan dalam pengumpulan KTP.

Ahok membela Teman Ahok sekaligus menjelaskan prosedur pengumpulan KTP untuk modalnya maju di Pilgub DKI melalui jalur independen.

Ahok menuturkan pengumpulan KTP tidak semudah yang dibayangkan. Selain mengumpulkan fotokopi KTP, harus meminta nomor kontak pemilik KTP untuk mengkonfirmasi dukungan.

"Semua KTP yang masuk, begitu masuk ke komputer itu kasih notifikasi. Terima kasih anda telah memberikan dukungan," jelas Ahok di Balai Kota, Jakarta, Kamis (23/6/6)

Dari situ mantan Bupati Belitung Timur ini ingin mengatakan bahwa tidak mungkin melakukan kecurangan dalam proses pengumpulan KTP. Termasuk menggandakan KTP hanya untuk mencapai target 1 juta KTP.

"Kalau kamu pakai jatah Rp 500 untuk satu KTP, kalau dia copy semua, bohongin kamu," kata Ahok.

Dia menyerang balik dengan menyebut, mantan Teman Ahok yang menyampaikan ada pembohongan dalam pengumpulan KTP justru orang-orang yang melakukan kecurangan.

"Nah yang lima main itu ketahuan pas notifikasi. Makanya dipecat," tutup Ahok.

REPOST BY: KINGPK88


Share:

Survey Terbaru: Ahmad Dhani Jauh Lebih Buruk dari Ahok di Mata Responden


Survey Terbaru: Ahmad Dhani Jauh Lebih Buruk dari Ahok di Mata Responden


Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berada pada urutan tertinggi dalam survei popularitas tokoh menjelang pilkada Jakarta yang dilakukan lembaga Populi Center. Ahok mendapatkan persentase sebanyak 99,2 persen.

Posisi kedua diduduki Gubernur Banten Rano Karno sebesar 97,2 persen, lalu musisi yang berhasrat menjadi calon gubernur Jakarta Ahmad Dhani 96,8 persen, disusul politisi Partai Demokrat Dede Yusuf 89,8 persen, dan Ketua Umum Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra 84,8 persen.

"Sama sepertinya Februari dan April 2016, pada Juni 2016 BTP (Basuki Tjahaja Purnama) tetap menduduki peringat peringkat pertama tingkat popularitas publik dengan persentase 99,2 persen," kata peneliti Populi Center Nona Evita dalam diskusi bertema Dinamika Pilgub DKI 2017: antara Parpol dan Independen di kantor Populi Center, Slipi, Jakarta Barat, Kamis (23/6/2016).

Dari 20 tokoh yang disurvei tentang penilaian positif dan negatif dari responden, dari sisi penilaian positif Rano Karno mendapatkan 78,2 persen.

Sedangkan penilaian positif untuk Ahok berada di bawah Rano yaitu 74,5 persen. Sementara penilaian negatif responden terhadap Ahok sebesar 17,5 persen.

"Rani Karno menempati posisi tertinggi untuk tokoh dengan penilaian positif dengan persentase 78,2 persen. Sementara BTP, meski memiliki popularitas lebih tinggi dibanding Rano Karno," kata dia.

Sedangkan Ahmad Dhani nilai positifnya 38,2 persen, sementara nilai negatifnya jauh lebih tinggi ketimbang Ahok, yakni sampai 45,2 persen.

"Sebaliknya, Ahmad Dhani menempati posisi tertinggi untuk tokoh dengan penilaian negatif sebesar 45,2 persen," kata Nona.

Survei dilakukan Populi Center dari Desember 2015 hingga April 2016 terhadap 400 responden. Dilakukan melalui wawancara tatap muka. Responden tersebar di Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, dan Kepulauan Seribu. Survei tersebut menggunakan metode acak bertingkat dengan margin error kurang lebih 4,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

REPOST BY: KINGPK88


Share:

Terungkap, Ini Dia Mantan Ketua KPK Yang Sangat Bernafsu Ingin Mentersangkakan Ahok


Terungkap, Ini Dia Mantan Ketua KPK Yang Sangat Bernafsu Ingin Mentersangkakan Ahok


Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)‎ Taufiequrachman Ruki menegaskan adanya indikasi perbuatan melawan hukum terhadap pembelian lahan di RS Sumber Waras oleh Pemda DKI Jakarta.

‎Itulah yang membuatnya mendorong Badan ‎Pemeriksa Keuangan (BPK) melakukan audit investigasi.

Dari laporan hasil pemeriksaan keuangan Pemda DKI tahun 2014 yang kala itu baru diterbitkan, kata Ruki ada temuan di nomor 30. Disebutkan bahwa pembelian RS Sumber Waras telah mengakibatkan kerugian Pemda DKI sebesar Rp 191 miliar

"Saya ingat betul. Saya pelajari semua. Saya pelajari dari perspektif auditor. Lihat ada indikasi perbuatan melawan hukum. Kerugian sudah pasti perbuatan melawan hukum," tegasnya saat ditemui di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (23/6/16).

Selain ada kerugian sebesar Rp. 191 miliar, dicantumkan pula ‎pada audit investigatif pembelian lahan RS Sumber Waras sejumlah prosedur yang dilanggar Pemda DKI. ‎

Katanya,pembelian sbuah tanah dengan menggunakan anggaran negara biasanya cash and carry. Beg‎itu dibayar tanah itu langsung jadi milik Pemda DKI. Namun, dalam perjanjian lahan Sumber Waras, menjadi milik Pemda DKI setelah dua tahun kemudian.

"Logikanya, dari undang-undang keuangan negara itu udah nggak bener‎," sindirnya.

‎Indikasi atau clue dalam bahasa penyelidikan kata Ruki sudah didapatkan. Untuk itu, tinggal ditindaklanjuti laporan BPK.

"Sayangnya ketika masuk, masa jabatan saya sebagai Plt habis. Maka saya teruskan ke pimpinan yang baru karena perkaranya baru di tahap penyelidikan," ‎pungkasnya.

REPOST BY: KINGPK88


Share:

Ini Kata Polisi Soal Aksi Pelemparan Batu Mobil Ahok Oleh Massa Anarkis


Ini Kata Polisi Soal Aksi Pelemparan Batu Mobil Ahok Oleh Massa Anarkis


Kehadiran Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dalam peresmian Ruang Publik Terbuka Ramah Anak (RPTRA) di Penjaringan Indah, Penjaringan, Jakarta Utara, disambut demo massa. Massa anti Ahok ini sempat melempari polisi dengan batu.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes (Pol) Awi Setiyono menjelaskan, pihaknya sudah memprediksi akan terjadinya penolakan dari massa anti Ahok. Oleh karena itu, polisi membuat plan A dan plan B untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan termasuk 'jalur evakuasi' untuk Ahok.

"Waktu peresmian itu, memang kita tahu ada yang pro-kontra, akhirnya kita bikin plan A plan B. Seakan-akan (Ahok) lewat situ padahal lewat jalan lain, saat pulangnya juga begitu," jelas Awi kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (24/6/2016).

Awi mengatakan, massa tidak puas karena tidak bisa bertemu dengan Ahok pada saat itu. Sehingga massa melakukan tindakan kekerasan dengan melempari petugas menggunakan batu.

"Yang terjadi mereka tidak puas karena tidak ketemu Ahok akhirnya lempar-lemparan, tapi jauh dari tempat peresmian. Mereka lemparin polisi pakai batu dan massa sempat masuk ke Bandengan," lanjutnya.

Sekitar 500 personel polisi mengamankan aksi anarkis tersebut. Polisi memukul mundur massa yang tergabung dalam LSM dengan water canon.

Sekitar pukul 17.00 WIB lebih, massa berhasil dibubarkan. Dua anggota polisi dari Polsek Penjaringan dikabarkan mengalami luka akibat lemparan batu.

REPOST BY: KINGPK88


Share:

Rabu, 22 Juni 2016

Terbongkar, Gak Nyangka Banget ,Inilah Identitas Ormas yang Ancam Teman Ahok


Terbongkar, Gak Nyangka Banget ,Inilah Identitas Ormas yang Ancam Teman Ahok


Ormas yang mengancam Teman Ahok ternyata berada di bawah naungan partai politik (Parpol).

Sayangnya, pendiri Teman Ahok Singgih Widiastono tak merinci Parpol yang melakukan pengancaman itu.

"Tadi pagi tepat pukul 9 saya ditanya oleh seorang koordinator posko kami, kami rahasiakan namanya. Datang tergopoh-gopoh kesini, beliau cerita bahwa beliau menerima ancaman dari sebuah ormas, ormas yang turut basicly mereka berjalan ketika ada Jokowi Ahok ada, juga yang diresmikan oleh Jokowi, ormas ini juga ada di bawah naungan partai politik," jelas Singgih dalam jumpa pers di Pejaten, Pasarminggu, Jaksel, Rabu (22/6/2016).

Menurut Singgih, tak hanya itu saja, dua hari yang lalu ada yang menelepon beberapa Teman Ahok dan melakukan pengancaman.

"Mereka diminta menyebutkan berapa anggaran yang mereka diterima dari teman Ahok," jelas dia.

"Kami sangat menyayangkan sekali sikap Ormas ini," tutur dia lagi.

Foto Simpatisan PDIP yang Berhianat ke Teman Ahok Beredar di Dunia Maya

Satu dari lima orang yang ikut konfrensi Pers di Kafe Dua Nyonya, Cikini yang berpakaian kaos PDIP kini potonya ramai di dunia maya seperti Facebook dan Twitter.

“Mantan Teman Ahok itu simpatisan PDIP, wajar jika dia berhianat ke Teman Ahok, karena selama ini PDIP selalu menyudutkan Teman Ahok, ujar Akun Ruben.

Kelima orang yang telah berkhianat ke Teman Ahok karena ada Ormas dibelakangnya mereka adalah Paulus Romindo, Richard Sukarno, Khusnul Nurul, Dodi Hendaryadi dan Dela Novianti.

Menanggapi aksi 5 orang itu, bagi pendiri Teman Ahok, mereka masuk dalam daftar barisan sakit hati.

Pendiri Teman Ahok Singgih Widiyastono mengatakan pernyataan Paulus sangat tidak bisa dipercaya. “Kami kaget, tetapi jadi bahan candaan kami,” kata Singgih saat konferensi pers di Sekretariat Teman Ahok, Pejaten, Jakarta Selatan, Rabu (22/6/2016).

Singgih mengakui mereka sempat masuk Teman Ahok, namun hanya untuk mencari uang. Namun, keinginan mereka memperkaya diri tidak terwujud. “Anggaran di Teman Ahok tidak bisa buat memperkaya diri,” ujar Singgih.

Singgih menduga ada kelompok yang menyetir lima orang itu. Singgih semakin yakin karena mereka bisa mengumpulkan media massa di sebuah kafe di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

“Tadi pagi pukul 09.00 WIB, saya didatangi oleh salah seorang koordinator posko (korpos) kami. Beliau datang tergopo-gopo. Beliau cerita bahwa beliau diancam salah satu ormas,” kata Singgih.

Korpos tersebut dipaksa memberikan keterangan palsu pada acara konferensi pers. Singgih mengatakan, korpos itu menolak permintaan ormas dan kabur dari acara konferensi pers.

Terkait tudingan relawan Teman Ahok digaji Rp2,5 juta per bulan, Singgih menjelaskan, duit yang diberikan relawan atau penanggung jawab posko untuk operasional. Jumlahnya pun tidak sampai Rp2,5 juta.

“Duit itu bukan gaji atau bonus, lebih kepada operasional. Tidak mungkin selamanya kita membayar kerja relawan dengan ucapan terima kasih. Relawan dimanapun ada operasional,” jelas dia.

Sementara duit operasional untuk koordinator posko tidak mencapai Rp5 hingga Rp10 juta seperti tudingan kelima eks Teman Ahok. Dia bilang, tidak semua korpos mendapat honor. Korpos kebanyakan meminta biaya operasional untuk rapat dengan penanggung jawab posko.

Singgih juga membantah ada biaya pengadaan seragam, printer, laptop, distribusi koran, cetak koran, ponsel dan spanduk posko mencapai Rp12,5 miliar. “Semuanya tidak benar, mereka mengarang bebas. Posko aktif saat ini tidak mencapai 153,” ujar Singgih.

REPOST BY: KINGPK88


Share:
Keluarga Besar Marga Sun. Diberdayakan oleh Blogger.

Breaking News

KAMI MENYEDIAKAN GAME LIVE CASINO TERBARU DI https://bit.ly/2pLGSsO SILAHKAN DAFTAR YA.. SALAM KEMENANGAN YA BOSKU

SABUNG AYAM