Situs Judi Online dan Artikel Sex Indonesia terpercaya 2019

Rabu, 13 Desember 2017

Airlangga Hartarto Ditunjuk Jadi Ketua Umum Golkar

Airlangga Hartarto Ditunjuk Jadi Ketua Umum Golkar


 Airlangga Hartarto ditunjuk menjadi Ketua Umum Partai Golkar menggantikan Setya Novanto. Penunjukkan ini berlangsung dalam rapat pleno yang digelar di kantor DPP Golkar, Jakarta, Rabu malam.

Menurut Wakil Sekretaris Jenderal Golkar Ace Hasan, Airlangga ditunjuk secara aklamasi.

"Jabatan ketua umum nonaktif (lowong). Pengisian jabatan lowong dengan memutuskan Airlangga Hartarto sebagai ketua umum," ucap Ace saat dikonfirmasi, Rabu (13/12/2017).

Untuk mengukuhkan jabatan baru Airlangga ini, Golkar akan menggelar Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) pada 19-20 Desember 2017. Namun sehari sebelum itu, yakni pada 18 Desember 2017, akan lebih dulu dilangsungkan Rapat Pimpinan Nasional.

Ace juga menyebut, penanggungjawab Munaslub telah ditunjuk.

"Penanggungjawab Munaslub Idrus Marham. Ketua Penyelenggara Nurdin Halid. Ketua SC Ibnu Munzir. Ketua OC Agus Gumiwang Kartasasmita," pungkas Ace.

Sebelum penunjukan Airlangga, rapat sempat diskor sekitar pukul 10.30 WIB.

Janji Airlangga

Sebelum ditunjuk jadi Ketua Umum Golkar, Airlangga Hartarto berjanji akan merajut kebersamaan dan merangkul semua pihak di tubuh partai berlambang pohon beringin.

"Selalu saya sampaikan kita merajut kebersamaan agar Golkar bisa bangkit," ucap Airlangga di DPP Golkar, Jakarta, Rabu (13/12/2017).

Dia menuturkan, hal ini perlu dilakukan, mengingat agenda politik ke depan. Dimana akan ada pilkada serentak, pemilihan legislatif, dan pemilihan presiden.

"Pilkada itu dalam waktu enam bulan ke depan dan agenda terkait pileg dan pilpres juga dalam waktu tidak lama lagi, tahun depan lah, bulan Agustus sudah ada calon untuk presiden," lanjut Airlangga.

Karena itu, dia berharap Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) yang digelar untuk memilih ketua umum baru pengganti Setya Novanto, bisa diselesaikan secara kekeluargaan, musyawarah dan mufakat.

"Tentunya kepengurusan itu hasil musyawarah mufakat dengan biasanya mengatur formatur, baik dari unsur daerah maupun pusat," ujar Airlangga.

Share:

Memanas Jelang Pleno, Golkar Terbagi 2 Faksi Soal Munaslub

Memanas Jelang Pleno, Golkar Terbagi 2 Faksi Soal Munaslub


Partai Golkar kembali memanas jelang rapat pleno yang diadakan malam ini di kantor DPP, Jakarta Barat. Semua sepakat diadakan musyawarah nasional luar biasa (munaslub), tapi berbeda dalam menentukan waktunya.

Ketua DPP Golkar, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Fraksi Partai Golkar, Agus Gumiwang Kartasasmita, mengatakan, Munaslub Golkar harus dilakukan Desember ini. Pendukung Airlangga Hartarto sebagai calon ketua umum Golkar ini menyebut agar munaslub langsung diadakan pada 20 Desember 2017.

"Ya kami menginginkan munaslub sesegera mungkin. Kalau bisa diselenggarakan paling lambat tanggal 20. Karena tentu alasannya agenda politik ke depan yang sangat penting. Khususnya berkaitan dengan pendaftaran pilkada," ucap Agus di kantor DPP Golkar, Jakarta, Rabu (13/12/2017).

Hal ini tampaknya juga diamini oleh Airlangga sendiri. Dia menuturkan, memang paling tepat harus sesegera mungkin.

"Diharapkan bulan Desember ini bisa diselesaikan," tutur Airlangga.

Meski demikian, lanjut dia, semua tergantung dengan dinamika rapat pleno Partai Golkar malam ini. "Nanti dibahas di sini. Tentunya kita lihat perkembangan pleno," ungkap Menteri Perindustrian itu.

Beda Pandangan

Sementara itu, rencana munaslub tersebut mendapat suara sumbang dari faksi Setya Novanto. Pelaksana Tugas Ketua Umum Golkar Idrus Marham enggan berspekulasi bahwa helatan akbar tersebut akan dilaksanakan bulan ini.

"Jadi saya tidak boleh berwacana, biarlah nanti di dalam rapat pleno. Kalau nanti saya katakan begini, nanti dianggap lagi bahwa Plt Ketum sudah mengarahkan. Itu tidak boleh. Biar betul-betul aspirasi ini tumbuh dari seluruh pengurus DPP secara sungguh-sungguh memperhatikan aspirasi sebelumnya," tegas Idrus.

Dia menuturkan, hal ini perlu dilakukan agar tidak ada elite Golkar yang merasa tercederai. Dengan begitu, harus benar-benar mengambil keputusan yang terbaik.

"Karena itu, saya katakan nanti. Sebentar," tutur Idrus.

Cacat Hukum

Bak gayung bersambut, Aziz Syamsuddin, yang juga orang setia Setnov menolak jika ada munaslub Desember. Dia berkilah agar perayaan Natal tidak terganggu.

"Ya kan kasihan orang (merayakan) Natal dan Tahun Baru. Natalan dululah," ungkap Aziz.

Pria yang duduk di Komisi III DPR RI ini menyatakan, seharusnya rapat pleno bukan membahas munaslub, melainkan rapimnas. Sebab, soal munaslub harus dibahas di rapimnas.

"Nanti itu bukan soal munas. munas itu harus melalui rapimnas. Tanggal dan tempat munas itu harus ditetapkan dalam rapimnas. Bukan dalam Pleno DPP," tukas Aziz.

Dia menyebut jika akhirnya munaslub terlaksana, tanpa adanya rapimnas, dirinya mengklaim itu hal yang cacat. Meski demikian, semua tergantung dalam dinamika yang ada.

"Ya lihat dulu ini seperti apa. Saya belum tahu ini gimananya. (Langsung munaslub) cacat," pungkas Aziz.

Share:

Ini Respons Aziz Syamsuddin soal Penolakan Jadi Ketua DPR

Ini Respons Aziz Syamsuddin soal Penolakan Jadi Ketua DPR


Pelaksana tugas (Plt) Sekjen Partai Golkar Aziz Syamsuddin mendapat penolakan dari sebagian besar anggota Fraksi Golkar sebagai Ketua DPR menggantikan Setya Novanto. Aziz menilai, penolakan tersebut akibat adanya perbedaan di internal mereka.

Sebab, terdapat dua surat yang dikirimkan fraksi kepada DPR yakni melalui Ketua Fraksi Golkar Robert Kardinal dan Sekretaris Fraksi Golkar Agus Gumiwang. 

"Dalam hal ini Pak Agus Gumiwang buat dukungan, kami dari Pak Robert enggak ada buat dukungan," kata Aziz di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (11/12/2017).

Aziz enggan berkomentar saat ditanyakan prihal penolakan itu lebih lanjut. Dia menyatakan pihak yang menolak itu meminta dalam penunjukan pengganti Setya Novanto diselesaikan secara mekanisme internal Partai Golkar.

"Saya enggak mau berkomentar jauh, itu kan perasaan orang kita enggak tahu," ujar Azis Syamsuddin.

Karena hal itu, Aziz tidak mempersoalkan akan adanya penolakan dari temannya di Fraksi Golkar. Penolakan itu bukanlah salah satu bentuk penghambat dirinya menjabat menggantikan Setya Novanto sebagai Ketua DPR.

"Kalau masalah teman-teman menolak saya, secara pribadi merasa enggak ada konflik tapi secara mekanisme tadi disampaikan melalui surat Pak Agus Gumiwang," jelas Aziz Syamsudin.

Ditolak 60 Anggota Fraksi

Sekretaris Dewan Pembina Partai Golkar Fadel Muhammad mengatakan, sebagian besar anggota Fraksi Golkar di DPR menandatangani ketidaksetujuan pergantian pemimpin DPR ke Aziz Syamsuddin.

Ia menilai perubahan pucuk pemimpin DPR diwarnai kesewenang-wenangan. Sebanyak 60 anggota DPR Golkar sudah menolak.

"Sudah lebih dari setengah, kita ada 91 orang yang berhalangan enam orang. Sebanyak 60 orang saya kira sudah cukup," kata Fadel di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin 11 De/12/2017).

Polemik pergantian Ketua DPR merupakan imbas surat Setya Novanto. Ia mengajukan pengunduran diri dan menunjuk Aziz Syamsuddin sebagai penggantinya.

Penunjukan Aziz Syamsuddin dinilai tidak sesuai mekanisme Partai Golkar.

"Golkar ini partai besar, kita mau prosesnya dilaksanakan dengan baik, dapat dipertanggungjawabkan, accountable, jangan serta merta seperti ini, malu," papar dia.


Share:

Airlangga: Surat Setnov Tunjuk Pengganti Ketua DPR Tak Wajar

Airlangga: Surat Setnov Tunjuk Pengganti Ketua DPR Tak Wajar


Beredar kabar Setya Novanto mengirimkan surat pengunduran dirinya sebagai Ketua DPR dan menunjuk anggota Komisi III DPR Fraksi Partai Golkar, Aziz Syamsuddin, untuk menggantikan posisinya. 

Partai Golkar menyebut, proses tersebut tidak wajar. Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto yang merupakan salah satu Ketua DPP Partai Golkar mengatakan, seharusnya penunjukan penggantian Ketua DPR dilakukan setelah musyawarah nasional luar biasa (Munaslub) partai selesai digelar.

"Tentu wajarnya itu sesudah Munas Luar Biasa. Karena kalau itu masuk di agenda yang tiba-tiba, ini kan tentu tidak sesuai dengan mekanisme yang bisa berlaku di DPR. Dan DPR kan sebuah lembaga tinggi negara tentu kita wajib menghormati DPR dan proses yang dilakukan parpol," tutur Airlangga di bilangan Kasablanka, Jakarta Selatan, Minggu (10/12/2017).

Menurut Airlangga, kalaupun benar DPR sudah menerima surat tersebut, harusnya disampaikan terlebih dahulu ke Golkar. Terlebih, pembahasan itu merupakan agenda besar yang hasilnya harus ditunjukkan kepada publik.

"Di DPR tetap ada mekanisme. Walaupun sudah menerima surat, harus disampaikan ke Badan Musyawarah (Bamus), dan Bamus itu perlu mengadakan rapat di mana diagendakan dalam rapat DPR," jelas Airlangga.

Buat Malu Golkar

Ketua Gerakan Muda Partai Golkar (GMPG) Ahmad Doli Kurnia menambahkan, dirinya mendapat informasi kemunculan surat tersebut sejak dua hari lalu. Bagi dia, itu merupakan tindakan yang mempermalukan Golkar dan DPR RI.

"Bagaimana kita bisa tidak malu, lembaga tinggi negara diatur oleh orang yang berada di dalam jeruji penjara. Anehnya lagi, orang-orang di DPR, khususnya Azis Syamsuddin dan lainnya mengikuti apa yang jadi keinginannnya," ujar Doli.

Kalaupun surat itu benar, lanjut dia, ada banyak hal yang perlu dipersoalkan. Kabarnya surat sudah ditandatangani oleh Setya Novanto sebagai Ketua Umum dan Idrus Marham sebagai Sekretaris Jendral.

"Padahal DPP udah lakukan pleno dan menunjuk Plt-nya itu Idrus Marham. Jadi sekarang ini partai ini pemegang kendalinya siapa? Kenapa sudah di Plt kan Idrus sebagai Plt Ketum, tapi tiba-tiba surat yang ditandatangani Setya Novanto dan Idrus masih berlaku?" beber dia.


Share:

The Fed Dongkrak Suku Bunga

The Fed Dongkrak Suku Bunga


Bank sentral Amerika Serikat (AS) atau the Federal Reserve (the Fed) menaikkan suku bunga 0,25 persen. Hal ini sudah diperkirakan oleh banyak pihak.

Akan tetapi, kebijakan the Fed tetap menaikkan suku bunga kembali pada 2018. Ekonomi pun diproyeksikan tumbuh lebih cepat.

Kebijakan the Fed tersebut merupakan masuk dari kebijakan akhir tahun 2017. Ini juga didorong dari data ekonomi relatif baik. Ini merupakan realisasi bagi bank sentral yang berjanji untuk melanjutkan pengetatan kebijakan moneter secara bertahap.

Setelah menaikkan suku bunga sebanyak tiga kali pada 2017, the Fed diproyeksi akan naikkan suku bunga sebanyak tiga kali masing-masing pada 2018 dan 2018. Sebelum angka 2,8 persen tercapai dalam jangka panjang. Kebijakan itu tidak berubah sejak September.

"Aktivitas ekonomi meningkat dengan tingkat yang solid. Kenaikan data lapangan kerja yang solid,"ujar the Fed's policy committee dalam sebuah pernyataan.

Adapun tingka suku bunga the Fed naik 1,25 persen menjadi 1,5 persen pada pertemuan kebijakan the Fed pada Desember 2017. Sentimen itu pun berdampak positif ke bursa saham AS atau wall street.Namun imbal hasil surat berharga AS jadi tertekan.

Pejabat the Fed juga mengakui kalau ekonomi telah meningkat pada 2017. Ini ditunjukkan dari kenaikan perkiraan pertumbuhan ekonomi dan menurunkan tingkat pengangguran di masa mendatang.

Produk Domestik Bruto (PDB) diperkirakan tumbuh 2,5 persen pada 2018. Angka ini naik dari perkiraan 2,1 persen pada September. Sementara itu, tingkat pengangguran turun menjadi 3,9 persen pada 2018 dibandingkan proyeksi terakhir 4,1 persen.

Namun inflasi tetap 2 persen,seperti target the Fed. Namun ada potensi inflasi kembali melemah sehingga menimbulkan kekhawatiran the Fed tidak melihat alasan untuk percepat kenaikan suku bunga yang diharapkan.

Ini berarti, reformasi pajak oleh Presiden AS Donald Trump jika disahkan Kongres akan berlaku tanpa bank sentral merespons dengan bentuk tingka suku bunga dan kekhawatiran lonjakan inflasi yang tinggi.

"Ini menunjukkan setidaknya beberapa anggota the Fed tidak melihat alasan untuk mempertahankan suku bunga dengan ekonomi tumbuh lebih kuat," ujar Kate Warne, Investment Strategist Edward Jones seperti dikutip dari laman Reuters, Kamis (14/12/2017).

Adapun pejabat the Fed melihat tingkat suku bunga naik menjadi 3,1 persen pada 2020. Angka ini di atas target yang diharapkan the Fed 2,8 persen. Ini mengindikasikan kemungkinan kekhawatiran tentang kenaikan tekanan inflasi dari waktu ke waktu.

The Fed juga menyatakan tetap konsisten untuk mengurangi neraca. Pihaknya tidak investasikan kembali surat berharga dan aset berupa sekuritisasi masing-masing US$ 12 miliar dan US$ 8 miliar per bulan.

Menanti Keputusan The Fed, Bursa Asia Menghijau

Sebelumnya sebagian besar bursa Asia menguat pada pembukaan perdagangan Rabu pekan ini. Investor menunggu kesimpulan pertemuan dua hari Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau the Federal Reserve (the Fed).

Mengutip CNBC, Rabu 13 Desember 2017, indeks patokan Korea Selatan Kospi naik 0,35 persen saat Presiden Korea Selatan Moon Jae-in memulai perjalanan empat hari ke China. Program senjata Korea Utara dan sistem pertahanan rudal di Seoul diharapkan masuk dalam agenda pertemuan dengan para pemimpin China.

Di Sydney Australia, Indeks S&P/ASX 200 juta melonjak 0,2 persen pada perdagangan pagi ini. Saham perusahaan perbelanjaan Westfield melonjak 14 persen setelah menerima penawaran pengambilalihan senilai US$ 17 miliar dari miliarder Prancis.

Namun di Jepang, indeks Nikkei tertekan tipis 0,04 persen di awal perdagangan meskipun saham-saham sektor otomotif dan keuangan mengalami kenaikan.

Saham-saham energi di bursa Jepang menjadi pemberat indeks. Sementara saham-saham sektor teknologi bergerak campuran.

Di AS, sebagian besar indeks utama meningkat karena optimisme reformasi perpajakan. Dow Jones naik 118,77 poin atau 0,49 persen, mencatat rekor penutupan 24.504,80.

Saat ini, pelaku pasar tengah menunggu hasil pertemuan the Fed mengenai kenaikan suku bunga. Sebagian besar pengamat memperkirakan Bank Sentral AS akan menaikkan suku bunga acuan hingga seperempat poin.

Investor juga tengah mengawasi langkah-langkah the Fed dalam menanggapi rencana perubahan kebijakan perpajakan.

Share:

Selasa, 12 Desember 2017

HEADLINE: Banjir Jakarta Belum Puncak, Apa Solusi Anies-Sandi?

HEADLINE: Banjir Jakarta Belum Puncak, Apa Solusi Anies-Sandi?


Langit gelap yang menaungi Jakarta pada Senin siang, 11 Desember 2017 seolah menjadi pertanda buruk: banjir akan kembali melanda ibu kota. Benar saja, air yang seakan tumpah dari langit kemudian merendam jalanan, membanjiri terowongan dan permukiman warga, bahkan menggenangi bagian dalam bioskop Planet Hollywood.

Sementara itu, angin yang menerjang kencang memecahkan kaca sejumlah gedung, menumbangkan pepohonan yang kemudian merintangi jalanan. Macet parah tak terhindarkan. Hujan selama beberapa jam mampu 'melumpuhkan' sebagian Jakarta. Banjir berlanjut pada Selasa 12 Desember 2017.

Kepala Pusat Data Informasi (Kapusdatin) Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho meminta warga Jakarta mewaspadai banjir.

Sebab, menurut dia, hujan deras yang terjadi pada 11 dan 12 Desember bukanlah puncaknya.

"Hujan akan terus meningkat hingga Februari nanti. Biasanya (puncak) banjir Jakarta terjadi pada akhir Januari-awal Februari. Lakukan antisipasinya," ungkap Sutopo di Jakarta, Selasa (12/12/2017).

Ia menambahkan, sejak lama Jakarta sudah rawan banjir, bahkan sejak kota ini menyandang nama Batavia di era penjajahan. Ancaman kian meningkat seiring land-use change atau alih lahan yang terjadi di Jabodetabek, yang menghalangi serapan air.

"Siapapun yang menjadi Gubernur DKI Jakarta akan sulit menuntaskan banjir," kata Sutopo.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi, hujan sedang hingga lebat seperti yang mengguyur Jakarta pada 11 Desember, masih berpotensi kembali turun di beberapa wilayah Jakarta.

Misalnya, kondisi cuaca diprediksi berawan dan berpotensi hujan sedang hingga lebat hingga 18 Desember 2017, terutama pada siang hari.

"Pada 15-18 Desember, turunnya hujan bisa terjadi pada siang atau sore hari," demikian pernyataan BMKG yang dikutip Liputan6.com, Selasa (12/12/2017) itu.

Hingga 18 Desember 2017, intensitas turunnya curah hujan diprediksi akan berkisar pada 5 sampai 20 mm/jam atau 20 sampai 100 mm per hari.

"Hujan dikatakan ringan jika intensitas curah hujan berkisar 0,1-5 mm/jam atau 5-20 mm/hari. Sedangkan hujan dikatakan turun sangat lebat jika intensitas curah hujannya >20 mm/jam atau >100 mm/hari," jelas BMKG.

Bukan hanya di Jakarta, potensi turunnya hujan sedang-lebat dapat terjadi di hampir seluruh wilayah Indonesia.

Antara lain di Sumatera Barat, Riau, Jambi, Bengkulu, Kepulauan Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Bali, NTB, NTT, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Papua Barat, dan Papua.

Solusi Anies-Sandi


Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan biang keladi munculnya 31 titik banjir yang terjadi pada 11 Desember 2017. Selain pompa yang tidak berfungsi, aliran air yang terhambat karena proyek pembangunan LRT dan MRT juga ikut andil.

"Gatsu (Jalan Gatot Subroto) dan daerah selatan yang terjadi genangan cukup tinggi itu Kuningan. Saya komunikasi, cek langsung, masalahnya adalah karena sebagian dari tali air terhambat proyek yang sedang berjalan, baik MRT, LRT maupun proyek lain," kata Anies Baswedan di Balai Kota Jakarta, Selasa (12/12/2017).

Anies menyebut, Dinas Sumber Daya Air sudah mengingatkan pihak proyek  untuk menyelesaikan tali air yang terhambat karena proyek pembangunan, namun tidak ada tindak lanjut. Ia menambahkan, tindakan tegas akan diambil.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini punya solusi mengatasi banjir dan untuk menghadapi puncak musim hujan di Jakarta. Menurut Anies, solusi itu terangkum dalam tiga sikap: Siaga, Tanggap, dan Galang.

"Siaga artinya, kita siap memastikan semua terkait saluran air itu siap menampung dan menyalurkan air. Tanggap itu, begitu ada masalah jangan diam, tapi langsung bertindak. Galang artinya ajak yang lain terlibat," ungkap Anies.

Dengan menjalankan ketiga hal tersebut, Anies berharap banjir tidak kembali mengepung Jakarta. Selain itu, Anies menyatakan pihaknya akan memaksimalkan 145 rumah pompa, 152 pompa stasioner, dan 150 pompa mobile untuk menyedot genangan.

"Sisi persiapan kita sudah lakukan, tapi kalau ada satu saja yang ceroboh muncul masalah, itu bisa dihindari jika kita semua jalankan dengan konsisten. Saya bertanggung jawab. Jadi ketika kejadian (banjir) kemarin, saya tahu, ini tanggung jawab saya," ujarnya.

Selain memaksimalkan pompa, solusi Anies yang lain adalah memastikan saluran dan tali air lancar dan tidak ada hambatan, baik sampah maupun karena imbas proyek pembangunan.

Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno punya solusi lain. Sandi akan mempersiapkan sumur resapan untuk mengantisipasi banjir yang sifatnya jangka panjang.

"Jadi, harus ada sumur-sumur yang besar sekali, sekitar 30 sentimeter diameternya," tutur Sandi.

Ia menambahkan, pihaknya akan menggandeng dunia usaha dan bekerjasama dengan akademisi untuk menuntaskan banjir. Mengenai konsep sumur resapan sendiri, Sandi ingin air hujan bisa disimpan di bawah tanah.

"Kita punya aquifer, aquaduc, tempat penyimpanan di bawah tanah itu. Yang diciptakan oleh Allah SWT itu, hujan itu, malah jadi berkah," ujar Sandi, yang mengaku akan menjadikan kawasan Cipete sebagai daerah percobaan.

Terpisah, Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta Teguh Hendarwan mengatakan, pihaknya memastikan 145 rumah pompa, 152 pompa stasioner, dan 150 pompa siap digunakan.

Meski telah memasuki musim hujan, kata Teguh, pengerukan sungai tetap berlanjut. "Pengerukan kali dan maksimalkan alat berat terus diitensifkan," kata dia saat dihubungi di Jakarta.

Sementara, Kepala Suku Dinas SDA Jakarta Selatan Holi Susanto menyatakan, saat ini pihaknya fokus memastikan saluran air lancar tanpa hambatan. "Memastikan tiap saluran air lancar, satgas-satgas siaga," ucapnya.

Selain itu, empat kali di Jakarta Selatan juga terus dikeruk dengan memasukkan alat berat. "Pengiriman (alat berat) ekskavator di Krukut, Kali Mampang, Kali Swadarma dan Kali Kebayoran Baru, " kata Holi.

Sedangkan Kepala Dinas Kehutanan, Pertamanan, dan Pemakaman DKI Jakarta Djafar Muchlisin mengatakan, pada musim penghujan pihaknya fokus melakukan penopingan di kawasan Protokol. "Ada 41 tim penopingan, tiap tim terdiri 7-8 orang yang kita sebut pasukan hijau. Mereka fokus menoping," ujarnya.

Ujian untuk Anies-Sandi

Meski sejak zaman dulu Jakarta sudah banjir, menurut Pengamat Tata Kota Universitas Trisakti, Yayat Supriatna,  penyelesaian masalah tersebut merupakan salah satu ujian bagi kepemimpinan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.

Yang menjadi tantangan adalah, seberapa cepat keduanya tanggap terhadap banjir.

"Genangannya itu pasti ada, tapi bagaimana harus cepat diatasi. Jakarta harusnya kan genangan tinggal kenangan. Genangan itu kan mungkin terjadi di lebih banyak tempat, nah itu harus dilihat, disikapi, dan harus disiasati," kata Yayat saat dihubungi Liputan6.com.

Ia menilai, ada beberapa kemungkinan penyebab banjir kembali melanda Jakarta. Seperti drainase yang tidak maksimal, penyumbatan, atau pompa yang tidak berfungsi.

"Juga harus benar dilihat apakah sumber genangan-genangan itu apakah dari pekerjaan kontruksi LRT, MRT, atau pembangunan trotoar. Tapi kan seharusnya sudah ada antisipasi, minimal pompa-pompa di underpass-underpass itu siaga. Jalan MH Thamrin dan Kuningan menjadi begitu parah, apakah itu disebabkan benar karena ada pekerjaan jalan, karena air kemarin kan sangat keruh berlumpur," ujar Yayat.

Terkait apa yang harus dilakukan Anies-Sandi dalam mengatasi banjir dalam jangka pendek, ia menilai, keduanya perlu mempelajari perubahan-perubahan cuaca sambil menyelesaikan masalah genangan yang terjadi.

"Sebenarnya curah hujan ini setiap tahun sama di setiap kota, tapi yang paling penting adalah bisa maksimal kapasitas sistemnya untuk menanggulangi (banjir) khususnya di titik-titik rawan. Itulah yang harusnya menjadi catatan dilakukan tindakan-tindakan preventif," ucap Yayat.

Fokus terhadap wilayah-wilayah yang paling rawan banjir, sambung dia, merupakan tugas utama jajaran Pemprov DKI untuk mencegah banjir. "Ke depan itu jangan sampai ada bencana lalu muncul alasan-alasan klise. Justru semua sistem harus siap 24 jam, petugas siap bergantian semua," Yayat memungkas.

Share:

5 Alasan Anies-Sandi Terkait Banjir Jakarta

5 Alasan Anies-Sandi Terkait Banjir Jakarta


Hujan yang mengguyur Jakarta telah menimbulkan banjir di sejumlah ruas jalan protokol. Aktivitas masyarakat pun kini menjadi terganggu.

Pantauan Liputan6.com, Selasa (12/12/2017), genangan terjadi di Jalan Ahmad Yani, Jakarta Timur. Kemudian di wilayah Tebet, Duri Kosambi, dan Pancoran arah Kalibata.

Kondisi ini sebelumnya juga terjadi pada Senin, 11 Desember 2017. Kala itu, selain pohon tumbang di mana-mana, Jakarta juga sempat lumpuh lantaran sejumlah jalur protokol digenangi air dengan ketinggian yang variatif.

Yang terparah, air setinggi 50-100 meter menggenangi terowongan Dukuh Atas, Jakarta Pusat. Kondisi ini membuat jalur itu terputus. Pengendara harus mencari alternatif lain atau menerobos banjir dengan risiko kendaraan menjadi mogok.

Atas kondisi ini, Gubernur Anies Baswedan maupun Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno langsung bereaksi. Keduanya mengungkapkan ragam alasan terkait dengan keadaan yang menimpa Jakarta.

Apa saja pernyataan keduanya dalam menanggapi banjir Jakarta tersebut? Ini dia ulasannya.

1. Allah Kirim Hujan

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menilai banjir dan genangan yang mengepung di beberapa titik akibat fenomena alam yang tidak bisa dihindari. Karena itu, dia meminta masyarakat untuk menerimanya.

"Kita enggak bisa melawan alam, kualat kalau ngelawan alam. Jangan bilang ini pasti surut atau banjirnya cuma segini. Ini adalah fenomena alam," ujar Sandiaga Uno di Balai Kota, Senin (11/12/2017).

Menurut pria yang biasa disapa Sandi itu, hujan deras yang mengguyur Ibu Kota hingga dua jam lebih ini justru menjadi nikmat harus disyukuri.

"Allah lagi ngirimin hujan. Kalau kita punya sistem yang baik, hujan justru harus menjadi berkah bagi kita," ucap politikus Partai Gerindra itu.

2. Aplikasi Pantau Banjir

Selama hujan ekstrem melanda Jakarta, Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno mengaku terus memantau kondisi lapangan melalui aplikasi "Pantau Banjir". Melalui aplikasi itu, Sandi mengaku dapat memantau titik-titik wilayah yang tergenang banjir akibat hujan deras.

"Ini aplikasinya ada di Jakarta Smart City, bisa dipakai. Di sini teman-teman bisa lihat, pos pengamatan, Bendungan Katulampa masih 60 sentimeter, belum ada (tanda) kuning sama hijau," kata dia.

Sandi mengaku dirinya belum mendapat laporan dari Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta berkaitan jumlah titik banjir.

"Belum ada (laporan). Tapi saya enggak mau mengganggu mereka karena saya bisa pantau pakai ini di sini, ada aplikasinya, " Sandiaga Uno menandaskan.

3. Salahkan Pencinta Pohon

Hujan deras dan angin kencang melanda Ibu Kota pada Senin. Akibatnya, beberapa titik di Jakarta banjir dan pohon tumbang.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan, penyebab pohon tumbang karena ada sejumlah pihak yang menentang penebangan pohon.

"Ya kalau pohon tumbang itu topping off. Kalau misal agak dimakan umur, yang ada rayap segala macam di-chop. Problemnya kemarin ini kita banyak resistensi dari komunitas yang menginginkan pohon-pohon lebih baik diselamatkan," kata Sandiaga di Balai Kota, Senin (11/12/2017).

Cuaca saat ini, kata Sandi, tidak memungkinkan pohon-pohon yang berpotensi tumbang untuk diselamatkan.

"Tapi dengan cuaca sekarang ini kita enggak bisa lagi, karena bisa membahayakan orang lain," kata dia.

Sandi berharap komunitas pencinta pohon untuk memberikan pengertian terkait keselamatan pohon.

"Kami harapkan pengertian dari teman-teman komunitas pencinta pohon untuk bersama-sama kita, karena satu nyawa itu harus betul-betul dijaga jangan sampai ada kecelakaan karena pohon tumbang dan antisipasi selain penguatan ya harus di-chop," kata Sandi.

4. Akibat Proyek MRT-LRT

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, selain pompa yang tidak berfungsi, banjir yang melanda sejumlah wilayah di Jakarta, Senin, 11 Desember 2017 kemarin, juga disebabkan tali air yang terhambat karena proyek pembangunan LRT dan MRT.

"Gatsu (Jalan Gatot Subroto) daerah selatan yang terjadi genangan cukup tinggi Kuningan. Saya komunikasi, cek langsung masalahnya adalah karena sebagian dari tali air terhambat proyek yang sedang berjalan, baik MRT, LRT, maupun proyek lain,” kata Anies Baswedan di Balai Kota Jakarta, Selasa (12/12/2017).

Anies menyebut, Dinas Sumber Daya Air sudah mengingatkan pihak proyek itu untuk menyelesaikan tali air yang terhambat karena proyek pembangunan, tapi tidak ada tindak lanjut. Oleh karena itu, ia memastikan akan menindak tegas.

“Kita akan tegas bahwa jangan menyepelekan soal saluran air, proyek harus jalan tapi saluran air juga harus diperhatikan karena itu merepotkan warga,” ujarnya.

Anies menginstruksikan semua pihak untuk memastikan semua tali air itu berfungsi, tidak ada lagi saluran air yang terhambat, apalagi di daerah jalan protokol.

Usai genangan Senin kemarin, Anies akan memanggil semua pihak untuk memastikan saluran air dan pompa bekerja maksimal.

“Kita akan panggil semuanya. Kita akan instruksikan untuk bersihkan semua saliran air yang menghambat,” ujar Anies Baswedan.

5. Anak Buah Teledor

Hujan deras disertai angin kencang mengguyur Jakarta sepanjang Senin siang hingga sore. Beberapa titik di Ibu Kota dikepung banjir. Terparah ada di terowongan Dukuh Atas, Jakarta Pusat.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan langsung meninjau titik banjir tersebut. Dari hasil blusukannya, Anies menyebut, penyebab banjir karena pompa di sana tidak berfungsi. Dari enam pompa, ternyata hanya dua yang berfungsi. Anies menegaskan akan memanggil SKPD malam ini juga lantaran membiarkan pompa rusak.

"Operator di sini menyampaikan bahwa mereka sudah lapor sejak 22 Oktober dan tidak ada tindak lanjut dari atasannya. Jadi, saya akan panggil, akan tindak atasannya," kata Anies di lokasi, Senin (11/12/2017).

Anies menyebut, perintahnya untuk tanggap bencana saat Apel Siaga Banjir beberapa waktu lalu, tidak dilaksanakan anak buahnya.

"Perintahnya jelas. Kita lakukan apel siaga, meminta seluruh aparatur pastikan semua berfungsi dengan baik, setiap potensi masalah dilakukan mitigasi dan ini teledor, tidak dilaksanakan," tegas Anies.

Menurut Anies, seharusnya banjir di Dukuh Atas bisa dicegah. Sebab, air dapat disedot oleh pompa hanya dalam satu jam.

"Air bisa kesedot dua pompa itu dalam satu jam. Tapi, sebetulnya kalau semua berfungsi, tidak perlu ada genangan air. Jadi, sebenarnya ini sesuatu yang bisa dicegah dan kita akan panggil semua yang bertanggung jawab, dikoreksi, dan ditindak tegas," ujar dia.



Share:

DKI Ajak Warga Jakarta Gaungkan “Demam” Asian Games 2018

DKI Ajak Warga Jakarta Gaungkan “Demam” Asian Games 2018


Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengajak semua warga dan pemangku kepentingan untuk menggaungkan “demam” Asian Games 2018. Yang akan diselenggarakan di dua kota, yaitu, Jakarta dan Palembang mulai 18 Agustus hingga 2 September 2018.

Ajakan dan motivasi untuk menyebarluaskan dan menggaungkan spirit Asian Games disampaikan terus menerus oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahuddin Uno dalam berbagai kesempatan dan acara. Seperti saat meresmikan kegiatan melukis mural tiang Jalan Layang Non Tol Kasablanka, Kuningan, Jakarta Selatan, pada Jumat, 1 Desember 2018, Sandiaga ingin lukisan mural di 11 tiang tersebut menceritakan mengenai Asian Games 2018 yang akan digelar di Jakarta.

Dengan begitu bisa menggaungkan Asian Games XVIII lebih luas lagi kepada masyarakat. Sehingga setiap masyarakat yang melewati kawasan Kasablanka dapat melihat lukisan mural di tiang jalan layang tersebut. Kemudian menimbulkan semangat bagi mereka untuk turut menyukseskan pesta olahraga empat tahunan ini.

“Saya ingin tiang ini berbicara mengenai Asian Games 2018. Selain karya anak-anak menjadikan Jakarta lebih indah, juga dapat menggaungkan Asian Games lebih luas lagi. Kita harus bekerja keras lagi menggaungkan Asian Games 2018,” kata Sandiaga di UPT Laboratorium Lingkungan Hidup DKI, Kasablanka, Jakarta Selatan, Jumat, 1 Desember 2018.

Ia tidak hanya ingin 11 tiang yang dilukis mural, seluruh tiang JLNT Kasablanka dapat dilukis mengenai Asian Games. Bahkan hingga seluruh tiang-tiang jalan layang yang ada di lima wilayah DKI Jakarta, harus bisa dihias lukisan mural yang menceritakan Asian Games.

“Kita masih punya waktu 10 bulan lagi untuk menggelorakan semangat Asian Games 2018. Saya ingin, semua tiang di jalan layang dapat dihias dengan lukisan mural yang menceritakan semangat Asian Games di Jakarta,” tuturnya.

Saat ini, pengecatan dan penghiasan lukisan mural di 11 tiang JLNT Kasablanka telah usai. Sebanyak 150 siswa dari SMK 58 dan SMK 46 telah melukis mural selama tiga hari, dari Jumat (1/12) hingga Minggu (3/12). Lokasi selanjutnya yang akan dilukis adalah tiang JLNT Tol Antasari.

Desain merupakan karya pelajar dari 50 SMA di DKI Jakarta. Target pelaksanaan Desember 2017. Ajakan untuk menggaungkan “demam” Asian Games 2018 ini juga disampaikan Sandiaga dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia yang digelar Bank Indonesia Perwakilan DKI Jakarta di Hotel Pullman, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa (5/12).

“Penyelenggaraan Asian Games 2018 tinggal 10 bulan lagi. Semua venue yang menjadi tanggung jawab Pemprov DKI sudah hampir rampung. Tapi yang belum terasa adalah fever atau demam Asian Games,” kata Sandiaga dalam acara tersebut.

Ia membandingkan dengan Pemerintah Kota Tokyo yang menjadi tuan rumah penyelenggarakan Olimpiade 2020. Saat ini, sudah bergaung kata “Tokyo 2020” di setiap suduh kota. Bahkan warga Jepang pun turut membicarakan Tokyo 2020. Sandiaga pun ingin, setiap sudut kota Jakarta bersama warganya menggaungkan “Jakarta 2018”.

“Waktu saya ke Tokyo pada akhir 2015 lalu, saya melihat setiap orang berbicara Tokyo 2020. Lima tahun sebelum Olimpiade 2020 di kota itu. Saya juga ingin seperti itu, setiap warga Jakarta membicarakan Jakarta 2018, perhelatan Asian Games XVIII,” ujarnya.

Sandiaga tidak ingin Asian Games hanya menjadi sebuah perhelatan olahraga saja, melainkan dapat menjadi papan loncat bagi Indonesia untuk naik menjadi bangsa yang lebih kompetitif lagi. Menjadikan Jakarta menjadi kota megapolitan yang sejajar dengan kota-kota besar dari negara-negara maju.

“Karena itu, saya ingin bantuan dunia usaha menjadikan Asian Games ini buah bibir atau top of mind dan branding yang kuat dalam kehidupan masyarakat di Jakarta. Sehingga kita tidak hanya menghadirkan pelaksanaan Asian Games yang sukses, tetapi juga melahirkan kemajuan Jakarta dan Indonesia,” ungkapnya.

Selain masalah infrastruktur, Pemprov DKI Jakarta juga harus membuat masyarakat Jakarta memiliki cermin budaya masyarakat modern, terutama dalam kedisiplinan bermasyarakat, berkendara, hingga menjaga kebersihan. Menurut Sandiaga, kepercayaan dari OCA dan Pemerintah Indonesia terhadap Jakarta sebagai kota utama penyelenggara Asian Games 2018, jangan sampai disia-siakan. Pasalnya dunia internasional akan melihat wajah ibukota Indonesia yang sebenarnya.

"Masyarakat ibukota harus memiliki sikap ramah tamah yang memang selama ini menjadi budaya dan mengakar dalam menyambut para atlet internasional yang berlaga di Asian Games 2018. Karena setelah puluhan tahun, akhirnya Indonesia menjadi tuan rumah kompetisi olahraga di Benua Asia ini," tuturnya.

Ia optimis dengan berbagai persiapan infrastruktur optimal yang sudah disiapkan pemerintah mulai dari MRT, LRT, Kampung Atlet Kemayoran dan ditambah keramahan 'Urban Participatory' dari warga ibukota akan semakin mengharumkan nama Indonesia di mata dunia.

"Mari dukung atlet kita agar bisa menjadi juara umum dalam pagelaran Asian Games 2018. Masyarakat ibukota dapat membantu dengan memberikan dukungan yang damai dan bersikap ramah pada seluruh atlet internasional yang berkompetisi di perhelatan ini," tandasnya.

Sandiaga juga meminta warga Jakarta yang berminat menyaksikan berbagai kompetisi cabang olahraga Asian Games XVIII/2018 yang dipertandingkan di Jakarta, khususnya di seputaran Senayan, seyogyanya naik bus saja. Saat Asian Games XVIII/2018 berlangsung, untuk mengantisipasi kemacetan, Pemprov DKI bersama Dinas Perhubungan merencanakan penutupan jalan kearah Sudirman sehingga warga Jakarta hanya bisa mengakses jalan itu dengan memakai moda transportasi Transjakarta.

"Inasgoc sudah menyampaikan bahwa sebagai keharusan yaitu tutup satu jalur, dan itu sekarang sedang dipikirkan Dishub, untuk pastikan rekayasa lalu lintas dan simpul kemacetan baru yang mungkin akan timbul," kata Sandi saat meninjau venue Asian Games di kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, Minggu (12/11).

Selain melakukan rekayasa lalu lintas, Sandi juga minta warga Jakarta untuk memakai akomodasi transportasi umum seperti Transjakarta, tapi jika tetap pakai kendaraan pribadi warga tidak dibolehkan gunakan jalur di Jalan Sudirman.

"Saya juga himbau kepada masyarakat Jakarta, ini tiga minggu wajah Indonesia dipertaruhkan di level dunia. Jangan sampai warga Jakarta enggak siap. Tiga minggu nanti belajar sabarlah, belajar menggunakan kendaraan umum, belajar menggunakan jalur yang enggak melintas di venue utama. Jadi itu yang harus kita dorong ke depan dan ini butuh kerjasama dan masyarakat Jakarta harusnya siap," harap Sandi.

Selain itu, Dinas Perhubungan DKI juga siap melakukan rekayasa lalu lintas demi kelancaran perjalanan atlet menuju venue. Kerja sama juga dilakukan bersama Dinas Lingkungan Hidup DKI dalam pengadaan VIP toilet, menjaga kebersihan dan mengurangi polusi di sekitar Jakarta.

"Dan juga yang terpenting adalah polusi. Kami akan pastikan kendaraan-kendaraan yang emisi polusi yang besar akan ditindak 2 (hingga) 3 bulan sebelum Asian Games. Dan dipastikan mereka tidak bisa beroperasi, karena kita tidak ingin udara Jakarta kotor atau polusinya meningkat," ujar Sandi.
Share:

Sandiaga: Twitter Saya Isinya Bully Semua

Sandiaga: Twitter Saya Isinya Bully Semua


Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno hadir dan menyerahkan hadiah kepada pemenang kompetisi Jakarta Open Data Challenge HackJak 2017 di Bappeda, Jakarta.

HackJak merupakan perlombaan untuk memanfaatkan data yang dimiliki Pemprov DKI Jakarta. Tujuan dari HackJak adalah mendorong DKI Jakarta agar menjadi open city melalui open government.

Pemanfaatan data ini dibuat dalam 3 bidang perlombaan yakni hackaton, visualthon, dan designathon.

Kepala Bappeda DKI Tuti Kusumawaty mengatakan, jumlah peserta lomba HackJak dari tahun ke tahun meningkat. Pada 2017, peserta HackJak bertambah drastis dalam waktu dua hari saat tweet tentang kompetisi HackJak di retweet Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Bapak Wagub (Sandi) tidak retweet. Mungkin kalau tahun depan retweet pesertanya tambah banyak," ujar Tuti saat sambutan.

Sandi pun terlihat bingung mendengar pernyataan tersebut.

Saat pidato pun Sandi memberikan keterangan mengenai peristiwa tersebut.

"Kalau minta retweet Ibu nanti bilang saya saja ya, soalnya twitter saya isinya bully semua," ucap Sandiaga yang sontak disambut tawa audiens.

Sandi pun menjelaskan maksud pernyataannya tersebut.

"Lihat aja twitter saya isinya. Twitter saya ketutup kan semua. Jadi kemarin Bu Tuti bilang 'Pak Gub nge-retweet, mungkin kalau Pak Sandi nge-retweet lebih banyak pesertanya. Jadi saya bilang mohon maaf Bu nggak keliatan kali isinya ketutup twitter saya banyak yang gitulah," tutur Sandiaga.

Hentikan Saling Cibir

Sandi menginginkan ajang HackJak ini bisa dijadikan momen untuk menghentikan saling bully di media sosial.

"Tadi pagi Pak Jokowi sampaikan, sudahlah yuk kita hentikan nih saling mencibir, memecah belah di sosial media. Presiden sudah sampaikan seperti itu jadi yuk kita sama-sama gunakan kesempatan ini untuk menghentikan kegiatan-kegiatan yg membelah bangsa kita," pesan Sandi.

Sandi berharap media sosial dapat dimanfaatkan untuk bersatupadu satu sama lain.

"Justru medsos itu dipakai untuk merekatkan kita," tegas Sandi.


Share:

Sandiaga Ingin Kawasan Pasar Ikan Jadi Lokasi Wisata

Sandiaga Ingin Kawasan Pasar Ikan Jadi Lokasi Wisata


Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Sandiaga Uno meminta revitalisasi kawasan Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara dipercepat. Ia ingin menjadikan kawasan Pasar Ikan sebagai salah satu pusat wisata.

"Saya bilang ini waktu yang sangat baik untuk motivasi teman-teman di Dinas KPKP (Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Perikanan) untuk menyelesaikan ini mengintegrasikan dengan Museum Bahari," ujar Sandiaga di kawasan Jakarta Utara, Jumat (8/12/2017).

"Dan dengan masyarakat sekitar yang mendukung kita sosialisasikan ini bisa buat wisata," imbuh dia.

Sandi menargetkan kawasan Pasar Ikan ini dapat selesai direvitalisasi pada 28 Desember 2017. Dengan revitalisasi, nantinya akan dapat meningkatkan perekonomian warga sekitar.

"Kita bisa buat juga lapangan kerja dan memastikan bahwa pembangunan di kawasan sini mengintegrasikan multisektor, sektor pariwisata, sektor ketahanan pangan, sektor kebudayaan, juga lapangan pekerjaan," ucap Sandi.

Sandi menyebut, pencanangan Pasar Ikan menjadi salah satu pusat wisata, khususnya sejarah, telah menjadi rekomendasi dari tim cagar budaya.

Sementara itu, Kepala Dinas KPKP Darjamuni mengatakan, proyek revitalisasi kawasan Pasar Ikan sudah mencapai 87 persen. Revitalisasi terdiri dari revitalisasi tempat pelelangan ikan (TPI) dan pasar kuliner bagi wisatawan.

"Kita memperbaiki TPI ini, TPI bersejarah karena dibangun pada tahun 1863. Jadi fungsinya kita alihkan jadi objek wisata karena sudah jadi objek wisata yang kita integrasikan dengan Museum Bahari yang ada," tutur dia.

Menurut Darjamuni, kayu-kayu tua di kawasan Pasar Ikan sempat hilang. Namun, dirinya memastikan telah mendapatkan material berkualitas lain untuk mengganti kayu-kayu tersebut.

"Kurang dijaga waktu itu kita memang kehilangan kayu. Seperti tadi saya bilang dari 18 tinggal 2 yang utuh, makanya kita harus ganti persis sama dengan kayu yang ada makanya kita harus pesan ke Kalimantan sana. Kayu yang sudah dilindungi, selain carinya sulit, izin keluarnya pun sulit," tutur Darjamuni.

Penataan Kampung Akuarium

Sementara itu, terkait penataan Kampung Akuarium, Sandi meminta agar warga sedikit bersabar. Menurutnya, pembuatan tempat penampungan sementara bagi warga akan segera dibangun.

"(Kampung Akuarium) nanti Pak Anies yang pegang sendiri. Jadi Pak Anies ingin ditata, dibangun shelter dulu. Kita sabar aja dulu nanti penyelesaiannya seperti apa," tutur dia.

Sandi menjelaskan, penataan Kampung Akuarium nantinya akan saling terintegrasi. Menurutnya, dalam penataannya nanti akan melibatkan warga.

"Penataan ini sudah terintegrasi. Dan ini adalah bentuk partisipasi kolaboratif," tegas Sandi.


Share:

Senin, 11 Desember 2017

Menanti Solusi Banjir Jakarta

Menanti Solusi Banjir Jakarta


 Hujan lebat disertai kilauan kilat menyapa Ibu Kota. Suara petir yang menggelegar menimbulkan suasana tersendiri bagi warga. Mereka kian waspada setelah melihat langit Jakarta tampak semakin gelap tertutup awan yang sangat hitam.

Kondisi ini mengidentifikasikan bahwa cuaca pada Senin siang 11 Desember 2017 itu bukan kejadian biasa. Cuaca itu bisa dibilang ekstrem.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan ekstrem ini terjadi lantaran adanya pengumpulan masa udara basah dan uap air yang cukup signifikan. Proses itu sudah berlangsung sejak Minggu 10 Desember 2017.

"Ada indikasi potensi pembentukan dan pertumbuhan awan hujan sehingga indikasi potensi hujannya lebih didominasi intensitas lebat-sangat lebat dalam hitungan jam," kata Kepala Bagian Humas BMKG Hary Tirto Djatmiko kepada Liputan6.com, Jakarta, Senin (11/12/2017).

Akibat hujan yang berlangsung sekitar 3 jam tersebut, Jakarta menjadi lumpuh. Tak hanya diwarnai pohon tumbang, sejumlah ruas jalan utama juga dikepung banjir dengan ketinggian variatif.

Pantauan Liputan6.com, banjir menggenangi ruas Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta. Bahkan, kompleks menteri di Jalan Denpasar juga terendam.

Masih di daerah Kuningan juga terlihat air menggenang di depan Bank UOB. Ketinggian banjir mencapai sekitar 40 cm. Banjir yang terjadi menyebabkan arus lalu lintas terganggu.

Kendaraan roda empat pun sudah tidak dapat melewati daerah tersebut.

Selain itu, banjir juga terjadi di ruas Tol Dalam Kota dan Jalan Gatot Subroto mengarah ke Pancoran. Tepatnya dari depan Gedung Bulog dan Kantor Kemnaker.

Yang terparah, air setinggi 50-100 sentimeter menggenangi jalur terowongan Dukuh Atas, Jakarta Pusat. Akibatnya, para pengendara harus mencari alternatif lain jika tak ingin kendaraannya mogok setelah menerobos banjir.

Seperti truk yang nekat 'berenang' di terowongan Dukuh Atas ini. Kendaraan tersebut harus menyerah setelah tak kuat menerjang banjir Jakarta. Akibatnya, truk itu mogok dan didorong warga ke tempat yang lebih tinggi.

Pompa Air Mati

Kabar terowongan Dukuh Atas banjir menyita perhatian Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Sesaat hujan mereda, Anies langsung meluncur ke daerah banjir.

Dengan mengenakan jas hujan dan topi, Anies Baswedan  mengecek pompa air di kawasan Dukuh Atas.

"Kita pantau jalan Dukuh Atas tadi ada genangan 1 meter, seharusnya tidak terjadi tapi ada masalah pada pompa," kata Anies di lokasi.

Dari enam pompa, ternyata hanya dua yang berfungsi. Anies menegaskan akan memanggil SKPD terkait malam ini juga lantaran membiarkan pompa rusak.

"Operator di sini menyampaikan bahwa mereka sudah lapor sejak 22 Oktober dan tidak ada tindaklanjut dari atasannya. Jadi saya akan panggil, akan tindak atasannya," tegasnya.

Sementara Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menilai, banjir dan genangan yang mengepung beberapa titik Jakarta akibat fenomena alam yang tidak bisa dihindari. Karena itu, dia meminta masyarakat untuk menerimanya.

"Kita enggak bisa melawan alam, kualat kalau ngelawan alam. Jangan bilang ini pasti surut atau banjirnya cuma segini. Ini adalah fenomena alam," ujar Sandiaga Uno di Balai Kota, Senin (11/12/2017).

Menurut pria yang biasa disapa Sandi itu, hujan deras yang mengguyur ibu kota hingga dua jam lebih ini justru menjadi nikmat yang harus disyukuri.

"Allah lagi ngirimin hujan. Kalau kita punya sistem yang baik, hujan justru harus menjadi berkah bagi kita," ucap politisi Partai Gerindra itu.

Sandi mengaku selama hujan deras terjadi, dia terus memantau kondisi lapangan melalui aplikasi 'Pantau Banjir'. Melalui aplikasi itu, Sandi mengaku dapat memantau titik-titik wilayah yang tergenang banjir akibat hujan deras.

"Ini aplikasinya ada di Jakarta Smart City, bisa dipakai. Di sini teman-teman bisa lihat, pos pengamatan, Bendungan Katulampa masih 60 sentimeter, belum ada (tanda) kuning sama hijau," kata dia.

Sandi mengaku dirinya belum mendapat laporan dari Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta berkaitan jumlah titik banjir yang ada di hari ini.

"Belum ada (laporan). Tapi saya enggak mau mengganggu mereka karena saya bisa pantau pakai ini di sini, ada aplikasinya," Sandiaga Uno menandaskan.

Solusi Sederhana dari JK

Di sela rapat koordinasi tingkat menteri yang membahas antisipasi bencana alam di Gedung Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Anies Baswedan mengungkapkan tiga kunci Ibu Kota mengantisipasi bencana alam, termasuk banjir.

"Kita melakukan apel, aparat pemerintah yang bertugas diberikan instruksi untuk melaksanakan tiga langkah utama, yaitu harus posisinya siap, yang kedua tanggap, dan ketiga adalah galang," terang Anies, Rabu 29 November 2017.

Untuk menghadapi bencana banjir saat musim hujan tiba, Anies menyatakan Jakarta saat ini sudah memulai operasi siaga. Untuk itu, tiga kata kunci tadi harus dipegang seluruh aparat.

"Tidak hanya sumber daya yang ada di institusinya, namun juga sumber daya yang ada di masyarakat," papar Anies.

Ia menambahkan, ada beberapa langkah lain yang dilakukan jajarannya. Mantan Mendikbud ini mengedepankan pembaruan informasi sehingga bencana Ibu Kota dapat diatasi.

"Kita punya koordinasi langsung. Praktis 24 jam perkembangan kita langsung update," katanya.

Sementara solusi sederhana dipaparkan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Menurut dia, masalah penanganan banjir sebenarnya bisa diatasi jika disikapi dengan tepat.

"Banjir itu kan sederhana saja, lebih banyak air masuk daripada keluar. Kenapa air masuk ke Jakarta? Karena dari Bogor, hutan di Bogor sudah tidak ada dan sebagainya. Kenapa tertahan di Jakarta? Karena selokan penuh sampah. Begitu sederhananya. Begitu juga kota lain. Bagaimana selesaikan itu secara sederhana," jelas JK di Jakarta, Senin (11/12/2017).

Dia juga memberi saran agar pejabat di Jakarta memberikan instruksi kepada masyarakat untuk bersama-sama berperan dalam menangani banjir. Mereka diminta dapat bertanggung jawab terhadap lingkungannya masing-masing.

"Wajibkan semua orang bersihkan selokan depan rumahnya. Berikan mereka semua sekop untuk mensekop sampah-sampah. Langsung 1 juta orang yang bekerja bersihkan Jakarta," jelas JK.

JK juga meminta masyarakat dan jajaran Pemprov DKI untuk tidak mengandalkan pasukan oranye. Harus ada langkah strategis untuk bisa merangkul warga guna mewujudkan Jakarta kota layak huni.

"Bukan hanya (mengandalkan pasukan) baju oranye. Tentu itu juga sesuatu hal cerdas, yang smart. Gimana partisipasi masyarakat hidup bersama, agar kota layak huni," ucap JK.



Share:

Banjir di Jakarta, dari Kompleks Menteri hingga Jalan Tol

Banjir di Jakarta, dari Kompleks Menteri hingga Jalan Tol


Hujan lebat yang mengguyur Jakarta menyisakan banjir. Sejumlah ruas jalan di Ibu Kota terendam air dengan ketinggian variatif.

Pantauan Liputan6.com, Senin (11/12/2017), banjir menggenangi ruas Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta. Bahkan, kompleks menteri di Jalan Denpasar juga terendam.

Selain itu, banjir juga terjadi di ruas Tol Dalam Kota dan Jalan Gatot Subroto mengarah ke Pancoran. Tepatnya dari depan Gedung Bulog dan Kantor Kemnaker.

Pemilik akun Twitter @Johanesmojo menginformasikan adanya genangan air di depan kampus Atmajaya, Semanggi. "Kondisi jalan banjir depan kampus Atmajaya dan Semanggi mengarah ke Blok M."

Banjir juga terjadi di depan Kuningan City arah Tanah Abang. Arus lalu lintas di jalan tersebut menjadi tersendat, lantaran air menggenangi jalan dengan ketinggian sekitar 10 cm.

Kemacetan juga terjadi di Jalan Iskandar Muda depan Gandaria City, yang disebabkan kondisi jalan yang tergenang air.

Pohon Tumbang

Hujan yang disertai angin kencang juga menumbangkan sejumlah pohon di Jakarta.

Petugas Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya menginformasikan adanya pohon tumbang di traffic light Kuningan pada Senin (11/12/2017) pukul 14.22 WIB.

"Dalam penanganan petugas," tulis petugas TMC di akun Twitter @TMCPoldaMetro.

Akun @CommuterLine juga mengungkap adanya pohon tumbang di Stasiun Karet. "#InfoLintas Terdapat pohon tumbang di Stasiun Karet, saat ini masih dalam proses evakuasi."

Sejumlah warganet juga mengabarkan adanya pohon tumbang, salah satunya akun @aryokristiyanto. "Pohon tumbang tepat di depan Hotel Mulia Senayan Jakarta 14.00wib 11/12, harap berhati2."

"ada pohon yang tumbang di jalan pangeran jayakarta depan showroom honda dan hanya bisa jalan 1 lajur saja," tulis @p1ndy5.

Akun @Zukrilzaed juga menginformasikan, "Hati-hati melintas di sekitar taman Honda Tebet, Jaksel. Hujan lebat ada pohon tumbang."

Share:
Keluarga Besar Marga Sun. Diberdayakan oleh Blogger.

Breaking News

KAMI MENYEDIAKAN GAME LIVE CASINO TERBARU DI https://bit.ly/2pLGSsO SILAHKAN DAFTAR YA.. SALAM KEMENANGAN YA BOSKU

SABUNG AYAM