Situs Judi Online dan Artikel Sex Indonesia terpercaya 2019

Kamis, 05 Oktober 2017

Panglima TNI: Tak Etis Bicara Capres Sekarang

Panglima TNI: Tak Etis Bicara Capres Sekarang


 Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo sudah mulai dikaitkan dengan konstelasi Pilpres 2019. Gatot disebut sebagai sosok yang cocok untuk cawapres Jokowi kelak.

Menanggapi hal itu, Gatot menilai tidak tepat saat ini sudah membicarakan Pilpres 2019. Terlebih dirinya masih menjabat sebagai Panglima TNI.

"Saya sekarang Panglima TNI tidak etis saya punya keinginan untuk menjadi wapres maupun presiden. Karena dua-duanya adalah atasan saya," ujar Gatot di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Sabtu (12/8/2017).

Gatot berterima kasih kepada semua pihak yang mendukung dirinya untuk maju di Pilpres 2019. Namun, saat ini dia ingin fokus menjalankan tugas sebagai Panglima TNI.

"Kan tidak etis gitu. Biarkan saya fokus sebagai Panglima TNI untuk melaksanakan tugas saya menjaga keutuhan NKRI," imbuh dia.

Nama Gatot mulai santer akan diikutsertakan pada Pilpres 2019. Golkar dan PAN secara terang-terangan menyebut Gatot sebagai sosok yang tepat mendampingi Jokowi 2019 mendatang.

Di Solo, sudah beredar stiker yang menampilkan foto Jokowi dan Gatot sebagai pasangan capres dan cawapres 2019.

Share:

Jokowi Ingatkan TNI Tidak Masuk ke Politik Praktis

Jokowi Ingatkan TNI Tidak Masuk ke Politik Praktis


Peringatan HUT ke-72 TNI dimanfaatkan oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi untuk mengingatkan kembali peran dan posisi TNI.

Presiden menegaskan, bahwa TNI tidak masuk ke dalam politik praktis. Sesuai pesan Jenderal Besar Sudirman, lanjut Jokowi, bahwa politik tentara adalah politik negara dengan loyalitas untuk bangsa dan negara.

"TNI adalah milik nasional yang ada di semua golongan, yang tidak terkotak-kotak, dan tidak masuk ke politik praktis. TNI selalu menjamin keutuhan dan membangun kesatuan, serta solidaritas antar anak bangsa," ujar Jokowi saat berpidato di depan 1.600 prajurit TNI, di Cilegon, Banten, Kamis (5/10/2017).

Tak hanya itu, pada kesempatan ini Presiden Jokowi juga menyampaikan terima kasih atas peran sentral TNI menjaga NKRI dan Pancasil.

"Saya menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya atas profesional TNI yang terus meningkat, juga atas komitmen TNI yang memegang sumpah prajurit," ucap Jokowi yang didampingi Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Mulyono, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KASAL) Laksamana TNI Ade Supandi, dan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KASAU) Marsekal Hadi Tjahjanto.

Presiden Jokowi berjanji akan menjadikan TNI sebagai angkatan bersenjata yang semakin disegani negara-negar lain, dan akan menjadi kekuatan besar di regional dan Asia.

"Dengan penuh keyakinan saya percaya bahwa TNI akan selalu menjadi terdepan dan pertama menjaga kesatuan RI," tegas Jokowi.

Share:

Di Depan Presiden, Panglima TNI Jenderal Gatot Minta Maaf

Di Depan Presiden, Panglima TNI Jenderal Gatot Minta Maaf


Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo meminta maaf kepada seluruh tamu undangan dan Presiden Joko Widodo. Permohonan maaf dilontarkan lantaran membeludaknya warga yang ingin menyaksikan perayaan HUT ke-72 TNI.

"Kami memohon maaf karena banyak yang berjalan kaki," kata Jenderal Gatot di atas podium usai defile senjata tiap matra TNI di Cilegon, Banten, Kamis (5/10/2017).

"Bahkan Bapak Presiden juga berjalan kaki sampai 2 kilometer," Panglima TNI menambahkan.

Hal tersebut, kata Gatot, karena antusiasme warga yang ingin menyaksikan perayaan HUT ke-72 TNI. Bahkan, sebut Gatot, ada sebagian warga yang sudah ada di lokasi acara sejak pukul 02.00 WIB dini hari.

"Tidak mungkin kami suruh kembali," kata Gatot.

Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo menghadiri Upacara Peringatan HUT ke-72 TNI Tahun 2017 ini.

Namun saat hampir tiba di lokasi upacara, rangkaian kendaraan Presiden tidak bergerak selama hampir 30 menit. Saat itu jarak dari kendaraan yang ditumpangi Presiden ke lokasi upacara kurang lebih 2 km.

Melihat situasi seperti ini, Presiden memutuskan untuk berjalan kaki. "Presiden tadi di dalam mobil memutuskan berjalan kaki," ucap Ajudan Presiden Kolonel Mar Ili Dasili.

Semula Presiden berjalan kaki hanya didampingi perangkat Kepresidenan. Tak lama setelah berjalan kaki, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian yang juga terjebak dalam kemacetan turut mendampingi Presiden.

Saat berjalan kaki, Presiden tampak melambaikan tangan kepada masyarakat. "Pak Jokowi.. Pak Jokowi," ucap masyarakat yang menyaksikan Presiden berjalan kaki.

Tiga ratus meter menjelang lokasi upacara, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Mulyono, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KASAL) Laksamana TNI Ade Supandi dan Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU) Marsekal Hadi Tjahjanto menyambut kedatangan Presiden dan berjalan kaki bersama menuju lokasi upacara.

Dalam upacara tersebut, Presiden bertindak selaku Inspektur Upacara. Selain itu, Presiden menganugerahkan tanda kehormatan Republik Indonesia, yakni Bintang Kartika Eka Paksi Nararya, Bintang Jalasena Nararya, dan Bintang Swa Bhuwana Paksa Nararya.

Share:

Rabu, 04 Oktober 2017

Ini Judul Resmi Sinetron Baru Cut Meyriska

Ini Judul Resmi Sinetron Baru Cut Meyriska


Sempat disebut-sebut akan berjudul Setelah Aku Mati, sinetron terbaru Cut Meyriska akhirnya merilis judul resmi. Tanpa diduga, judul sinetron tersebut ternyata adalah Dia. Cut Meyriska sang bintang utamanya sendiri lah yang pertama mengumumkan.

Lewat akun Instagramnya, bintang Putri Titipan Tuhan ini baru saja membagikan banner poster Dia pada penggemar. Perubahan judul ini jelas saja mengejutkan. Pasalnya, judul sebelumnya dianggap memang sudah pas jika melihat beberapa cuplikan teaser yang sudah dimunculkan.

Dalam teasernya, sinetron produksi Sinemart yang masuk dalam daftar Cerita Baru SCTV ini menampilkan cuplikan adegan Cut Meyriska yang bersedih lantaran kekasihnya (dimainkan Rionaldo Stokhorst) sudah meninggal.

Arwah Rionaldo yang gentayangan pun terus mengikuti Cut Meyriska. Omar Daniel yang menjadi sahabat mereka, ternyata bisa melihat Rionaldo dan akhirnya menjadi perantara komunikasi antar keduanya.

Namun dengan judul baru yang lebih singkat, tak membuat pecinta sinetron kehilangan antusias. Judul baru ini sendiri pastinya juga telah melalui banyak pertimbangan. Bisa jadi karena menyesuaikan dengan soundtrack lagunya yang berjudul sama yang dilantunkan oleh Anji.

Dia sendiri menjadi satu dari empat judul sinetron anyar dalam Cerita Baru SCTV yang akan tayang serentak mulai Senin, 9 Oktober 2017 mendatang. Seperti sinetron yang dibintangi Cut Meyriska, Rionaldo Stokhorst, dan Omar Daniel sebelumnya, Putri Titipan Tuhan, Dia juga dibesut sutradara bertangan dingin, Maruli Ara.

Share:

Pengangguran, Andika Kangen Band Utang untuk Beli Susu Anak

Pengangguran, Andika Kangen Band Utang untuk Beli Susu Anak


 Andika Kangen Band menegaskan bahwa dirinya akan terus menagih royalti kepada pihak label TA Pro Music & Publishing.

Pasalnya, saat ini Andika mengaku sudah tak lagi bekerja. Selain tak punya pemasukan tambahan, Andika Kangen Band juga sampai berutang pada orang lain untuk membeli susu anak.

"Kami enggak manggung-manggung jadi rugi materilah. Jujur ya, saya kan punya keluarga nih, punya banyak anak. Anak saya sampai enggak menyusu, saya utang dengan tetangga. Malu lah lama-lama," kata Andika Kangen Band di Polresta Depok, Jawa Barat, Selasa (3/10/2017).

Kenyataan itu membuat Andika Kangen Band merasa terpukul. Selama ini kehidupannya beserta anak-anak selalu tercukupi. Namun sejak tak punya penghasilan dari royalti musik, Andika tak lagi dapat menafkahi keluarga.

"Kalau saya pinjam terus, kapan saya balikinnya? Selama ini anak saya enggak kekurangan, sampai saya konflik dengan mantan (istri) dan anak-anak enggak dinafkahin. Tujuannya (menuntut) kan untuk itu," ujar Andika Kangen Band.

Namun, pelantun lagu "Yolanda" itu enggan menuturkan berapa jumlah utang yang dimilikinya. "Enggak etis-lah kalau disebutkan. Enggak perlu tahu dapur saya, intinya saya punya utang," tandasnya.

Share:

Sudah 50 Tahun, Tante Sandra Dewi Ini Tampak Seperti Gadis Muda

Sudah 50 Tahun, Tante Sandra Dewi Ini Tampak Seperti Gadis Muda


Belakangan ini dunia maya dihebohkan dengan sosok wanita bernama Puspa Dewi. Perempuan cantik itu rupanya tak lain adalah tante dari aktris Sandra Dewi.

Namun, bukan itu yang menjadikan Puspa Dewi perbincangan hangat publik. Tante Sandra Dewi itu ternyata membuat warganet tercengang dengan penampilannya di usianya yang sudah menginjak 50 tahun.

Meski sudah berusia setengah abad, Puspa Dewi memiliki penampilan yang tak jauh berbeda dengan seorang gadis. Kulitnya tampak kencang, nyaris tak terlihat satu garis keriput pun di wajahnya.

Padahal, tante Sandra Dewi itu memiliki dua putra yang sudah beranjak dewasa. Tak jarang, Puspa Dewi disangka kakak atau bahkan kekasih putranya.

Tak heran banyak wanita di luar sana yang merasa iri sekaligus penasaran tentang rahasia awet muda tante Sandra Dewi itu. "umurnya udah 50thn tapi masih kayk abg," kata @arieztha_95.

"Buk udah usia 50 tahun coba masih kaya usia 20 tahun foto sama anak sampai kaya sm pacar," ujar @siwiannisalina.

"Berasa tua kalo liat emak emak gini tapi umurnya 50 tahun," sahut @renaelviana.

Dan ternyata tidak sulit bagi Puspa Dewi untuk tetap awet muda. Tante Sandra Dewi itu pun membagikan rahasianya.

"tips awet muda dari @puspadewihc adalah selalu happy, selalu bersyukur, mengkonsumsi makanan sehat dan olahraga!" tulisnya di Instagram pribadinya.

Share:

Kenalan dengan Tiga Adik Hamish Daud yang Secantik Raisa

Kenalan dengan Tiga Adik Hamish Daud yang Secantik Raisa


Pernikahan Raisa dan Hamish Daud sukses mencuri perhatian masyarakat Indonesia. Pasangan berparas tampan dan cantik ini juga berhasil membuat semua orang patah hati.

Sepertinya Hamish Daud benar-benar beruntung karena hidupnya dikelilingi wanita cantik. Diam-diam, bintang film Critical Eleven itu rupanya punya tiga adik perempuan yang cantik-cantik.

Ketiganya diketahui bernama Tarita Weber, Karima Weber, dan Gaia Weber. Keberadaan mereka terkuak saat menghadiri pernikahan Hamish Daud dengan Raisa yang dihelat, Minggu, 3 September 2017.

Meski tak pernah terekespos ke media, ketiga adik Hamish Daud ini ternyata tak kalah cantik dengan Raisa. Lihat saja penampilan mereka setelah dipoles dengan makeup di hari pernikahan Hamish dan Raisa tempo hari. Mereka kompak mengenakan kebaya berwarna ungu.

Seperti diketahui, ayah Hamish Daud merupakan pria berkebangsaan Australia, sementara sang ibu berasal dari Bawean, Madura. Tak heran wajah anak-anaknya tampan dan cantik.

1. Tarita Weber

Tarita merupakan adik tertua Hamish Daud. Di antara mereka bertiga, Tarita lah yang terlihat paling kalem. Bahkan saat didandani, Tarita tidak pernah rewel dan menyerahkan semuanya kepada sang makeup artist.

"Si paling pasrah di makeupin, selalu jawab "it's up to you, i trust your judgement" setiap ditanya preference. She's the sweetest!" cerita Gyanda Agtyani selaku makeup artist yang berkesempatan mendandani Tarita.

2. Karima Weber

Karima Weber adalah adik kedua dari Hamish Daud. Dari Instagram pribadinya diketahui ketiga adik Hamish tersebut menetap di Bali.

Karima begitu bahagia menyambut Raisa menjadi bagian dari anggota keluarganya. "Ah benar-benar pasangan yang serasi!!! Aku ikut bahagia kakak menemukan seseorang yang sama jahilnya denganmu," ungkap Karima Weber.

3. Gaia Weber

Si bungsu satu ini rupanya sehari-hari tidak pernah pakai makeup. Beruntung, ia punya wajah cantik. Meski tak mengenakan makeup, wajahnya tetap terlihat memukau.

Bukan cuma punya wajah cantik, Gaia Weber juga punya otak cerdas. Kabarnya, adik bungsu Hamish Daud itu merupakan lulusan Universty of the Arts, London, Inggris.

4. Tetap Cantik Meski Tanpa Makeup.

Banyak wanita yang mengandalkan makeup untuk terlihat cantik. Tapi tidak dengan ketiga adik Hamish Daud, yakni Tarita, Karima dan Gaia.

Dalam kesehariannya, mereka bertiga hampir tidak pernah ber-makeup. Meski begitu, ketiganya tetap terlihat cantik dan menarik.

Lihat saja dalam foto yang diunggah Karima beberapa waktu lalu di Instagramnya. Ketiganya berpose bersama sang mama saat berlibur ke Spanyol.

Share:

Punya Satu Anak, Alvin Faiz Dibilang Mirip Artis Korea

Punya Satu Anak, Alvin Faiz Dibilang Mirip Artis Korea


 Putra Ustaz Arifin Ilham, Muhammad Alvin Faiz, sempat membuat heboh dengan menikah di usia 17 tahun dengan perempuan Tionghoa bernama Larissa Chou. Keduanya menikah pada 6 Agustus 2016.

 Saat ini, pasangan yang terpaut usia tiga tahun ini telah memiliki seorang anak yang diberi nama Muhammad Yusuf Alvin Ramadhan.

Meski telah menjadi ayah, pesona Alvin masih tetap seperti ABG kebanyakan. Alvin tetaplah remaja yang masih kerap sibuk dengan hobinya dan mengikuti tren.

Baru-baru ini, ia mengunggah sebuah foto dan mendapat tanggapan beragam dari warganet.
Dalam foto tersebut, Alvin menyematkan filter ala kelinci. Alvin berujar bahwa ia mengunggah foto tersebut demi menyenangkan sang istri, Larrisa Chou.

YA ALLAH...."
"Kayak Artis Korea kak ,"
"ya Allah vin hahaa sekali kali blh lah foto bgtu yaahh.."
"gemesss banget...ya gini deh kalo nikahnya pas usia muda...udah jadi bapak pun masih keliatan ABG.,"
"Nyenengin istri tp yg seneng akhwat yg komen disini.,"
"Kok mirip sung jae bang?,"

Share:

Selasa, 03 Oktober 2017

Drama Pulangnya Setya Novanto dari Rumah Sakit

Drama Pulangnya Setya Novanto dari Rumah Sakit


Ketua DPR Setya Novanto sudah pulang dari RS Premier, Jatinegara, Jakarta Timur. Dia meninggalkan rumah sakit pada Senin malam 2 Oktober 2017 setelah sepekan lebih dirawat.

"Benar sudah pulang tadi malam. Kurang lebih pukul 20.00," ujar Humas RS Premier, Sukendar, kepada Liputan6.com di Jakarta, Selasa 3 Oktober 2017.

Menurutnya, kepulangan Ketua Umum Partai Golkar yang terbelit kasus korupsi e-KTP tersebut juga sudah mendapat izin dari dokter yang merawat. "Pak Novanto sudah pulang dengan seizin dokter yang merawat," jelas Sukendar.

Setya Novanto masuk RS Premier, Jatinegara, pada Minggu 17 September malam. Sebelumnya, ia dirawat di RS Siloam. Awalnya, Novanto pingsan saat sedang berolahraga.

Dokter mendiagnosisnya terkena penyakit vertigo. Selanjutnya, ia juga disebut mengidap sakit ginjal hingga penyakit jantung. Dia juga sempat melakukan operasi katerisasi jantung di Rumah Sakit Premier.

Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Partai Golkar Roem Kono menegaskan, Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto tidak mengalami sakit tumor. Menurutnya, itu hanya sakit tenggorokan.

Sakitnya Setya Novanto sempat menjadi bahan perbincangan dan pertanyaan lantaran munculnya foto yang viral mengenai kondisi Ketua DPR itu. Dalam foto tersebut, Novanto tengah tidur dan memakai alat bantu pernapasan.

Keluarnya pria yang menang dalam praperadilan kasus e-KTP melawan KPK ini dari rumah sakit, lepas dari pantauan awak media yang menunggu sejak dua hari lalu di sekitar RS. Pihak rumah sakit pun membantah kalau Novanto pulang secara sembunyi-sembunyi.

"Tidak (sembunyi-sembunyi). Beliau keluar pukul 20.00. Lewat pintu depan, seperti pasien lain. Keluar pakai mobil dikawal dengan voorijder," ucap Sukendar.

Roem Kono juga menegaskan, Setya Novanto tidak pindah rumah sakit usai keluar dari RS Premier.

"Tidak ada pemindahan rumah sakit, tetap saja di situ. Tapi beliau saya lihat sudah tidak betah di rumah sakit. Saya pikir satu dua hari ini sudah di rumah dalam pengawasan dokter," tuturnya.

Sementara itu, pantauan di kediaman Setya Novanto di Jalan Wijaya XIII Nomor 19, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, sekitar pukul 11.30 WIB, pada Selasa 3 Oktober 2017, terlihat beberapa mobil parkir di depan kediamannya. Gerbang warna abu-abu rumah tersebut tertutup.

Seorang petugas keamanan yang tidak mau disebutkan namanya itu mengaku enggan berkomentar mengenai keberadaan Setya Novanto. "Enggak tahu, saya enggak bisa komentar. Saya cuma jaga-jaga aja di sini," ucap petugas keamanan itu.

Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan pun bersyukur Setya Novanto sudah keluar dari rumah sakit.

"Saya secara pribadi juga ucapkan selamat atas sudah sembuh kembali dari rumah sakit sehingga dapat kembali dan kita kangen pada Pak Ketua DPR untuk bisa bekerja dan bersama-sama," ucap Taufik di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Selasa 3 Oktober 2017.

Dia berharap Setya Novanto, tetap sehat dan bugar sehingga bisa dapat segera kembali bekerja sebagai Ketua DPR. "Kita harap segera mungkin," ujar Taufik.

Politikus PAN ini mengatakan, selama Setya Novanto sakit, kinerja DPR tidak begitu terganggu. Alasannya, kerja pimpinan DPR kolektif kolegial.

Dia menjelaskan, sudah ada pembagian tugas yang jelas untuk masing-masing pimpinan DPR. Ada yang bertugas sebagai koordinator politik keamanan, kesra, dan ekonomi keuangan.

KPK Langsung Bertindak

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang masa pencegahan ke luar negeri Ketua DPR RI Setya Novanto. Ketua Umum Partai Golkar tersebut kembali dicegah ke luar negeri selama enam bulan ke depan.

"Sudah dicegah kemarin. Sudah (dikirim surat pencegahan ke luar negeri kemarin)," ujar Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan saat dikonfirmasi, Selasa 3 Oktober 2017.

Permintaan perpanjangan pencegahan tersebut sudah diterima pihak Ditjen Imigrasi Kemenkumham. Kabag Humas Ditjen Imigrasi Agung Sampurno‎ mengatakan, pihaknya telah menerima surat tersebut sejak Senin, 2 Oktober 2017.

"Iya, kemarin tanggal 2 Oktober ada surat dari KPK, ditandatangani oleh Ketua (KPK), isinya pencegahan, pelarangan ke luar negeri atas nama Pak SN (Setya Novanto)," kata Agung.

Menurut Agung, permintaan pencegahan ke luar negeri dilakukan KPK lantaran Setya Novanto masih menjadi saksi penting kasus korupsi pengadaan e-KTP.

KPK juga terus bergerak melakukan pemeriksaan saksi-saksi kasus e-KTP. Selasa 3 Oktober 2017, penyidik KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap lima orang saksi yang terdiri PNS dan pihak swasta.

Mereka diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi e-KTP dengan tersangka Anang Sugiana Sudihardjo.

Anang diduga berperan menyerahkan uang kepada Ketua DPR Setya Novanto dan anggota DPR lain melalui Andi Agustinus. Sugiharto dalam persidangan juga pernah meminta Anang menyiapkan uang US$500 ribu dan Rp 1 miliar untuk diberikan ke Politikus Hanura Miryam S Haryani.

Sementara itu, Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif juga senang mendengar kabar Ketua DPR Setya Novanto keluar dari RS Premiere Jatinegara.

"Ya, kalau Beliau sudah sehat, itu kan lebih bagus, ya," ujar Laode Syarif di Jakarta, Selasa.

Ia berharap Ketua Umum Partai Golkar tersebut bisa memenuhi panggilan penyidik KPK. Novanto hingga kini masih dibutuhkan keterangannya sebagai saksi kasus korupsi e-KTP.

"Jadi kalau Beliau sudah sehat, diharapkan ya apabila kalau misalnya dimintai keterangan oleh pihak KPK itu bisa hadir," kata dia.

Ada Sprindik Baru untuk Setnov?

Ketua DPR Setya Novanto atau Setnov lolos dari jeratan tersangka korupsi proyek pengadaan e-KTP. Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Cepi Iskandar mengabulkan gugatan praperadilan Setnov dan menyatakan penetapan Ketua Umum Partai Golkar itu sebagai tersangka kasus e-KTP tidak sah.

Banyak pihak dari pakar hukum pidana, termasuk mantan Komisioner KPK Indriyanto Seno Adji, mengatakan KPK memiliki hak untuk mengeluarkan surat perintah dimulainya penyidikan (sprindik) baru terhadap Ketua Umum Partai Golkar tersebut.

Saat disinggung terkait target KPK untuk menetapkan kembali Setnov sebagai tersangka, Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif menyatakan pihaknya tak memiliki target tersebut.

"Tidak ada target," ujar Laode Syarif di Jakarta, Selasa (3/10/2017).

Laode mengaku, pihaknya hingga kini masih mempelajari putusan hakim Cepi Iskandar yang tak mengesahkan penetapan tersangka korupsi e-KTP terhadap Novanto.

"Kami lagi berpikir, menelaah, karena kami belum dapat juga (dokumen) putusan (praperadilan) yang ada," kata dia.

Sementara itu, Kepala Biro Hukum dan Humas Mahkamah Agung (MA) Abdullah menegaskan putusan praperadilan Setya Novanto tidak menghilangkan perbuatan pidana yang disangkakan. Ia menjelaskan esensi praperadilan hanya menentukan keabsahan penetapan tersangka.

"Tidak menghilangkan perbuatan pidananya itu sendiri", kata Abdullah seperti dilansir Antara, Selasa 3 Oktober 2017.

Abdullah merujuk Peraturan Mahkamah Agung Nomor 4 Tahun 2016. Dalam Pasal 2 Ayat (3), dinyatakan: putusan praperadilan yang mengabulkan permohonan tentang tidak sahnya penetapan tersangka tidak menggugurkan kewenangan penyidik untuk menetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka lagi.

Seseorang tidak bisa begitu saja lepas dari jerat hukum meski pengadilan menyatakan penetapan status tersangkanya tidak sah. Penyidik dimungkinkan menetapkannya lagi sebagai tersangka.

Norma itu memungkinkan KPK menentapkan kembali Setya Novanto sebagai tersangka. Hanya saja, menurut Abdullah, ada persyaratan yang harus dipenuhi.

"Kalau Penyidik telah memenuhi paling sedikit dua alat bukti baru yang sah, berbeda dengan alat bukti sebelumnya yang berkaitan dengan materi perkara (praperadilan)", kata Abdullah.

Terkait putusan praperadilan Setya Novanto, Abdullah mengatakan MA menghormati apa yang telah diputuskan oleh hakim.

Ia menegaskan putusan hakim atau majelis hakim menjadi tanggung jawab mutlak yang bersangkutan. Putusan itu tidak ada hubungan dengan ketua pengadilan yang bersangkutan, atau ketua pengadilan tingkat banding, maupun pimpinan MA.

"Baik Ketua Pengadilan Tingkat Banding maupun Pimpinan Mahkamah Agung sama sekali tidak boleh intervensi," ujar Abdullah.

Abdullah menegaskan bagaimanapun putusan Hakim atau Majelis Hakim tidak ada hubungan dengan Ketua Pengadilan yang bersangkutan, atau Ketua Pengadilan Tingkat Banding maupun Pimpinan MA.

"Mahkamah Agung menghormati apa yang telah diputuskan oleh Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan atas praperadilan Setya Novanto," kata Abdullah.

Lebih lanjut Abdullah mengatakan bahwa Ketua Pengadilan telah melakukan pembinaan dan pengawasan agar tidak terjadi penyalahgunaan atau pelanggaran etika hakim.

Share:

Djarot: Mulai 14 Oktober Masuk Ancol Gratis

Djarot: Mulai 14 Oktober Masuk Ancol Gratis


Rencana Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menggratiskan tiket masuk pantai Ancol akhirnya terlaksana.

Usai bertemu Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol di Balai Kota, Djarot menyebut pihak Ancol sepakat untuk uji coba tiket gratis pada 14 Oktober mendatang atau hari terahir masa aktif Djarot sebagai gubernur.

"Ini ada Direksi Ancol, saya bilang dikaji betul kebijakan kita membebaskan pengunjung Ancol. Saya minta 14 Oktober uji coba dimulai, gratis untuk orang yang masuk," kata Djarot di Balai Kota Jakarta, Selasa (3/10/2017).

Djarot menyatakan, masa uji coba gratis masuk Ancol akan berlaku selama 6 bulan. Uji coba yang dimaksud adalah uji coba pengamanan Ancol.

"Uji coba itu sistem pengamanannya, dan ini jam 9.00 harus tutup, jadi pengunjung yang masuk sana meski jam 8 malam itu jam 9 harus keluar," kata dia.

Tarif Parkir Progresif

Meski tiket masuk gratis, namun tarif parkir akan dinaikan dan tiket masuk wahana tetap berbayar.

"Tapi kendaraan tarif parkirnya progresif. Dan Kalau dia masuk ke wahana baru bayar," ujarnya.

Mantan Wali Kota Blitar itu menyebut, Ancol tidak akan merugi meski tarif tiket dihapuskan, sebab, nantinya pendapatan dari pusat kuliner dan seni akan lebih ramai.

"Multiple efeknya itu yang dihitung misalnya kuliner di sana akan laris, pasar seni akan hidup," uja Djarot.

Share:

Buat Kuis ala Jokowi, Djarot Bagikan Sepeda ke Anak Panti Asuhan

Buat Kuis ala Jokowi, Djarot Bagikan Sepeda ke Anak Panti Asuhan


Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat merayakan puncak Hari Anak Nasional bersama sekitar 1.000 anak panti asuhan se-Jakarta di Dufan, Ancol.

Tidak hanya memberikan tiket rekreasi gratis, Pemprov melaui Djarot juga membagikan sepeda lewat kuis ala Presiden Jokowi.

"Ada yang mau sepeda?" tanya Djarot di Dufan, Rabu (23/8/2017).

Anak-anak kompak menjawab "mau" dengan antusias. Djarot lantas memberi kuis yakni sebutkan tiga nama gubernur DKI.

"Sebutkan tiga nama gubernur Jakarta? Hayo," tanya Djarot.

Puluhan anak tunjuk tangan, Djarot lantas menujuk satu anak perempuan untuk maju ke panggung.

"Namanya siapa?" tanya Djarot.

"Pak Ahok," jawab anak itu.

"Belum. Hahaha nama kamu," jawab Djarot sambil tertawa.

"Rahma Ramadani dari panti Al Hidayah," ucap anak tersebut.

"Semangat betul dia. Sebutkan ayo," ucap Djarot.

"Pak Ahok, Pak Anies," kata Rahma.

"Belum (jadi gubernur)," ucap Djarot.

"Pak Djarot, Pak Fauzi Bowo," lanjut Rahma.

"Nah ya. Betul, ambil sepedanya," kata Djarot disambut tepuk tangan anak-anak.

Rahma lantas memilih sepeda dengan corak emas. Wajahnya berseri penuh dengan senyuman. "Terima kasih Pak Djarot," ucap Rahma.

Djarot membagikan tiga sepeda dengan tiga kuis. Sepanjang acara, yel-yel untuk Djarot dinyanyikan anak-anak.

"Pak Djarot siapa yang punya, Pak Djarot siapa yang punya, yang punya kita semua," nyanyi anak-anak.

Pada sambutannya, Djarot meminta sekitar 6.000 anak panti yang belum dapat giliran ke Dufan agar dapat menikmati fasilitas serupa.

"Saya minta tiap dua minggu mereka ke sini," tandas Djarot.

Share:

HUT ke 72 RI, Simpang Susun Semanggi Diresmikan

HUT ke 72 RI, Simpang Susun Semanggi Diresmikan


Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan meresmikan Simpang Susun Semanggi tepat pada perayaan Hari Ulang Tahun ke-72 Republik Indonesia. Simpang Susun Semanggi ini disebut-sebut sebagai kado dari Jakarta untuk Indonesia.

Rencananya, flyover ini diresmikan oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

"Diresmikan dan di-grand launching oleh Presiden Insya Allah tanggal 17 Agustus sebagai kado istimewa bagi warga Jakarta dan bangsa," tutur Djarot di Simpang Susun Semanggi, Jakarta Selatan, Kamis 27 Juli 2017.

Peresmian Simpang Susun Semanggi ini merupakan salah satu cara DKI Jakarta merayakan HUT RI. Acara tersebut termasuk dalam rangkaian "Gebyar Jakarta Merah Putih".

Gebyar itu terdiri dari Gebyar Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA), peresmian Koridor 13, hingga peresmian Simpang Susun Semanggi.

Rangkaian perayaan dimulai 16 sampai 19 Agustus 2017. Panggung besar telah berdiri di halaman Balai Kota Jakarta sejak 16 Agustus pagi.

"Tanggal 16 malam hari di Balai Kota pentas lagu perjuangan Kemerdekaan RI," ujar Sekretaris Daerah Saefullah di Balai Kota Jakarta, Rabu 16 Agustus 2017.

Pada 17- 18 Agustus malam, Pemprov DKI menggelar Malam Apresiasi Seni Budaya Kemerdekaan RI di panggung Balai Kota. Acara itu akan diisi hiburan band-band remaja, marawis, dan gambang kromong.

"Puncak acara akan dilakukan pada 19 Agustus, akan ada parade RPTRA dari Monas hingga Balai Kota. Selanjutnya pukul 09.00 WIB di Balai Kota Jakarta, ada lomba memasak nasi goreng sehat dan lomba menyanyi antara eselon II dan III," ujar Saefullah.

Pada pekan terakhir Agustus, perayaan HUT ke-72 RI masih akan berlanjut, yakni dengan meresmikan enam rusunawa DKI. "Peresmian enam rumah susun, seperti Rawa Bebek, Cakung Barat, Jl. Raya Bekasi Km 2, Marunda, Semper dan KS Tubun," tandas Saefullah.
Share:
Keluarga Besar Marga Sun. Diberdayakan oleh Blogger.

Breaking News

KAMI MENYEDIAKAN GAME LIVE CASINO TERBARU DI https://bit.ly/2pLGSsO SILAHKAN DAFTAR YA.. SALAM KEMENANGAN YA BOSKU

SABUNG AYAM