Situs Judi Online dan Artikel Sex Indonesia terpercaya 2019

Senin, 04 September 2017

Mendagri: Menteri Kabinet Harus Sukseskan Jokowi di Pilpres 2019

Mendagri: Menteri Kabinet Harus Sukseskan Jokowi di Pilpres 2019


Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengingatkan para menteri untuk bekerja lebih baik mendekati tahun politik 2018. Salah-salah, persepsi masyarakat bisa negatif terhadap pemerintah.

Menteri Dalam Negari Tjahjo Kumolo mengartikan, pesan Jokowi ini sebagai tanda agar para menteri bisa bekerja efektif. Tidak hanya untuk kesuksesan pemerintah, tapi kesuksesan Jokowi pada Pilpres 2019.

"Ini kan bagian dari sebuah tim. Tim setidaknya menyukseskan program-program Pak Jokowi, mensukseskan Nawacita, termasuk mensukseskan Pak Jokowi di Pilpres 2019," kata Tjahjo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 29 Agustus 2017.

Dia mengatakan, menteri Kabinet Kerja merupakan sebuah koalisi permanen dalam pemerintah. Terlepas mereka yang sudah bergabung sejak awal atau yang baru masuk di tengah pemerintahan. Karena itu, besar harapan Tjahjo koalisi partai politik 2019 tidak berubah.

"Mudah-mudahan, minimal ini," imbuh dia.

Politisi PDIP itu menyadari, koalisi parpol memang bersifat cair dan tidak permanen. Setiap partai politik punya kesepakatan dan tawaran masing-masing sebelum menentukan dukungan.

Tawar Menawar Posisi

"Apakah yang sekarang ini akan mendukung Pak Jokowi, bisa iya bisa tidak. Karena mohon maaf, semua partai pendukung itu kan bargaining-nya bagaimana bisa dapat posisi wapres. Kan wapresnya hanya satu," ucap Tjahjo.

Ketika target itu tidak tercapai, bisa saja tawaran berubah menjadi anggota kabinet. Atau bahkan keluar dari koalisi dan membuat koalisi baru.

"Sah-sah saja, wong tidak ada, pendukung Pak Jokowi tidak ada akte notaris, tidak ada kok," tutur dia.

Share:

Golkar: Reshuffle Kabinet Harus Untungkan Rakyat

Golkar: Reshuffle Kabinet Harus Untungkan Rakyat


Sekjen Partai Golkar Idrus Marham mengaku partainya tak ambil pusing mengenai isu perombakan atau reshuffle kabinet yang kabarnya bakal dilakukan Presiden Jokowi dalam waktu dekat ini.

Menurut Idrus, sejak awal mendukung Jokowi, partainya tidak melakukan lobi-lobi politik untuk meminta jabatan menteri atau jabatan apapun di pemerintah.

"Soal reshuffle, sejak awal kami tanpa syarat," kata Idrus di DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Jumat (11/8/2017).

Idrus mengatakan, perombakan menteri di kabinet merupakan hak prerogatif presiden Jokowi. Oleh karena itu yang terpenting, kata dia, reshuffle seharusnya bisa menjamin peningkatan kinerja pemerintah.

"Reshuffle harus jamin peningkatan kinerja, produktifitas kinerja, sehingga rakyat rasakan reshuffle ini. Kemudian juga yang menguntungkan bagi rakyat," ucap Idrus.

Saat ditanya mengenai namanya yang dikabarkan bakal masuk dalam kabinet. Idrus mengaku tidak pernah berkomunikasi dengan pihak Istana terkait hal itu.

"Saya enggak pernah komunikasi dengan masalah itu," kata Idrus.

Menurut Idrus, saat ini dia dan partainya tengah fokus mempersiapkan strategi guna menyambut Pilkada 2018 dan Pilpres 2019 mendatang.

Share:

Minggu, 03 September 2017

Misteri Pembunuhan Pegawai BNN

Misteri Pembunuhan Pegawai BNN


Indria Kameswari (38), Pegawai Balai Diklat Badan Narkotika Nasional (BNN) ditemukan tak bernyawa di rumahnya, di Perum River Valley, Desa Palasari, Kecamatan Cijeruk, Bogor.

Saat ditemukan bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha, Jumat 1 September 2017 pukul 07.30 WIB. Jasad korban dalam keadaan sudah meninggal dengan luka benda tajam di bagian punggung.

Posisi tubuh korban ditemukan dengan keadaan tengkurap di dalam rumah. Pada punggung korban terdapat luka diduga akibat benda tajam.

"Kejadian tersebut diketahui oleh saksi tetangga korban yang tinggal bersebelahan. Tetangga tersebut tahu dari anak korban yang lari dari rumahnya," kata Kasubag Humas Polres Bogor Kabupaten, AKP Ita Puspita Lena, di Bogor, Sabtu 2 September 2017, seperti dikutip dari Antara.

Polisi sampai saat ini masih manyelidiki penyebab kematian Indria.

"Untuk penyebab kejadian masih dalam penyidikan," kata Ita Puspita.

Korban diketahui tinggal di perum tersebut bersama suaminya, Abdul Malik Azis (39), yang bekerja sebagai karyawan swasta.

"Korban sudah satu tahun tinggal mengontrak di perumahan River Valley," kata Ita.

Kapolres Bogor AKBP Andi M Dicky mengatakan, jenazah Indria Kameswari telah selesai diotopsi. Namun pihak tim forensik masih menganalisis terhadap hasil otopsi tersebut sehingga hasilnya belum dapat dikabarkan.

"Hasil otopsi belum keluar. Kami masih nunggu," ujar Dicky saat dikonfirmasi, Minggu 3 September 2017.

Menurut dia, hasil otopsi menjadi pendukung utama untuk proses penyelidikan lebih lanjut. "Otopsi tetap menjadi pegangan utama," kata dia.

Namun demikian, diakui Dicky, dari hasil olah TKP ada beberapa petunjuk yang ditemukan di lokasi bahwa korban tewas diduga kuat karena dibunuh.

Selain adanya luka di bagian tubuh korban juga terdapat ceceran darah di lantai rumahnya.

Tak hanya itu, lanjut Dicky, adanya keterangan saksi yang menyebutkan mendengar suara letupan mirip senjata api sebelum korban ditemukan tewas di rumahnya.

"Dari keterangan saksi memang sempat mendengar suara tembakan. Itu kami cocokan lukanya dengan keterangan saksi," jelas Dicky.

Kapolres Bogor AKBP Andi M Dicky menyatakan, pihaknya terus memburu pelaku pembunuhan Indria.

"Pelakunya belum ada yang kami tangkap, anggota masih di lapangan mencari suaminyaa," kata Dicky, Bogor, Minggu 3 September 2017.

Dari hasil olah TKP, polisi menemukan luka di bagian punggung korban.

Hingga saat ini, polisi masih terus menyelidiki kasus ini dan mencari keberadaan suami korban Abdul Malik Azis (39) yang tiba-tiba menghilang setelah kejadian tersebut.

Keterangan saksi

Maulana, kepala keamanan perumahan menyebut Abdul Malik (39), suami Indria Kameswari, pergi tergesa-gesa meninggalkan perumahan sekitar 30 menit sebelum korban ditemukan tewas.

"Pas lewat pintu gerbang perumahan dia bawa mobil ngebut seperti terburu-buru," kata Maulana, Bogor, Minggu 3 September 2017.

Sebelum kejadian, lanjut Maulana, AM datang Jumat sekitar pukul 03.00 WIB. Sekitar pukul 07.00 WIB, AM kembali pergi tergesa-gesa meninggalkan perumahan tersebut.

Tidak lama kemudian, Maulana mendapat kabar dari anggotanya bahwa Indria ditemukan tewas di dalam rumahnya.

"Saya langsung lapor ke polisi," ujar Maulana.

Awalnya, lanjut Maulana, Indira ditemukan sudah tak bernyawa setelah anak kandung korban meminta tolong kepada tetangganya bahwa kedua orangtuanya terlibat adu mulut.

"Waktu disamperin oleh tetangganya, ibunya sudah meninggal," kata dia.

Menurut keterangan anggotanya, korban ditemukan tewas di kamar mandi dalam kondisi luka di bagian punggung.

"Saya juga sempat lihat ada darah di lantai kamar mandi. Cuma tidak tahu luka apa," ungkap Maulana.

Namun, saat itu semua peralatan rumah tangganya masih terlihat rapi. Tidak ada satu pun barang yang rusak.

"Cuma TV yang masih nyala," kata Maulana.

Tri Hardyanto, tetangga korban mengatakan, sudah 14 bulan Indria bersama suami dan satu orang mengontrak rumah tersebut. Dia juga memiliki satu orang pembantu rumah tangga untuk mengasuh anaknya yang masih berumur 3 tahun.

Selama mereka tinggal, warga tidak melihat ada yang gelagat yang mencurigakan dari keluarga korban.

"Saya belum pernah dengar mereka ribut besar, kalau ribut biasa sih pernah. Wajar, namanya juga rumah tangga," kata Tri.

Tri menambahkan, kedua pasangan suami istri ini bekerja. Indria bekerja di BNN Lido, sedangkan suaminya mengaku sebagai kontraktor.

"Kalau AM jarang pulang, tapi saya pernah ngobrol sama suaminya itu," kata dia.

Sementara itu, di rumah kontrakan yang dihuni Indria bersama satu anaknya masih terpasang garis polisi.

Semenjak peristiwa pembunuhan, rumah warna oranye itu pun kini nampak sepi. Hanya terlihat jemuran pakaian dan sepeda milik anak korban di depan halaman rumah tersebut.

Pelaku Suaminya?

Meninggalnya Indria Kameswari mendapat perhatian dari BNN. Lembaga pemberantas narkoba itu menurunkan tim untuk mengejar pelaku.

"Memang benar Indria Kameswari itu bekerja di Lembaga Balai Diklat BNN di Lido," tutur Kabag Humas BNN Kombes Sulistiandriatmoko, Jakarta, Minggu 3 Agustus 2017.

Menurut Sulis, BNN ikut turun mengejar pelaku. Hanya saja, tim yang dibentuk sifatnya hanya membantu kinerja aparat kepolisian saja.

"Ya membantu Polri aja. Membantu Polsek yang melakukan pencarian, tapi belum dapat sampai sekarang. Tugas nanti tetap kepolisian. Kita hanya membantu saja," jelas dia.

Sulis menambahkan, Indria diduga tewas dibunuh oleh suaminya sendiri, Abdul Malik Azis (39).

"Dari pihak kepolisian, yang dicurigai memang suaminya," ujar Sulis.

Dia menyebut, suami Indria diketahui bekerja sebagai pegawai swasta. Yang bersangkutan tiba-tiba menghilang usai peristiwa itu.

"Sejauh ini, hasil otopsi dari RS Kramat Jati belum keluar sehingga belum bisa dipastikan meninggal karena apa," jelas Sulis.

Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Yusri Yunus, menambahkan dugaan tersebut masih didalami penyidik.

Sementara petugas terus mencari keberadaan Abdul Malik Azis yang dari awal diketahui tinggal bersama Indria di Perumahan River Valley, Desa Palasari, Cijeruk, Bogor.

"Itu kan dugaan, masih didalami. Kalau polisi, harus dengan bukti dan fakta. Kalau sudah terungkap akan disampaikan," ujar Yusri.

Ucapan Simpati Mengalir

Tewasnya Indria Kameswari mengundang sejumlah simpati. Ucapan duka bermunculan di akun Instagram Indria, indriakameswari50.

"Innalillahi wainna ilaihi rojiun... saya tidak mengenal anda mbak, tp doa saya semoga almarhumah indria kameswari dilapanglan jalannya, diampuni dosanya dan diterima semua amal ibadahnya.. Aamiin Ya Robbal Alamiin... al fatikah...." tulis pemilik akun panggil_aku_yuni, di sebuah foto yang diunggah Indria, Minggu 3 September 2017.

Sejumlah warganet mendoakan agar Indria khusnul khatimah dan amal perbuatan diterima disisi-Nya.

"Innalillahi ya allah... smoga dtrima amal ibadah ny," tulis pemilik akun riz_kie4.

Indria Kamsewari dikenal aktif memposting aktifitasnya di Instagram. Sejumlah foto aktifitaskan sebagai pegawai BNN banyak diunggah di akunnya tersebut.

Sehari sebelum meninggal dunia, Indria sempat memperbarui foto profilnya di Facebook. Dalam poto itu, ia tampak anggun mengenakan jilbab kuning. Ia sedang tersenyum. Foto tersebut pun dikomentari rekannya.

"Cewek mana sih ??? Koq cakep banget...." tulis teman, Leo, dalam akun Facebook Indria.

Pertanyaan itu pun dijawab Indria dengan penuh canda. Namun ungkapan tersebut tak disangka menjadi komentar terakhir sebelum Indria ditemukan tewas di rumahnya.

"Dari nuuun jauuuhhh diujunggg," tulis wanita berusia 38 tahun ini yang ditambah dengan ikon tawa.

Sejumlah rekan Indria menyebut bahwa ungkapan itu kini telah dialami Indria. Mereka pun menyampaikan duka cita yang mendalam atas kepergian wanita yang disapa Indi ini.

"Iya dri, kamu udah pergi jauh sekarang.... selamat jalan sayang," kata rekan lainnya, Evi Lestiawati.

"Benar2 di ujung dunia.. indiiiiiii.... sprt mimpi atas takdirmu," ujar teman almarhumah, Niar Villario.

Share:

Pembunuh Pegawai BNN di Bogor Diduga Suami Korban

Pembunuh Pegawai BNN di Bogor Diduga Suami Korban


Pegawai Lembaga Balai Diklat Badan Narkotika Nasional (BNN) di Lido Bogor yakni Indria Kameswari (38) diduga tewas dibunuh oleh suaminya sendiri, Abdul Malik Azis (39). Pihak kepolisian dibantu dengan tim BNN tengah mengejar terduga pelaku itu.

"Dari pihak kepolisian, yang dicurigai memang suaminya," ujar Kabag Humas BNN Kombes Sulistiandriatmoko saat dihubungi Liputan6.com di Jakarta, Minggu (3/9/2017).

Sulis menyebut, suami Indria diketahui bekerja sebagai pegawai swasta. Yang bersangkutan tiba-tiba menghilang usai peristiwa itu.

"Sejauh ini, hasil otopsi dari RS Kramat Jati belum keluar sehingga belum bisa dipastikan meninggal karena apa," jelas Sulis.

Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Yusri Yunus, menambahkan dugaan tersebut masih didalami penyidik. Sementara petugas terus mencari keberadaan Abdul Malik Azis yang dari awal diketahui tinggal bersama Indria di Perumahan River Valley, Desa Palasari, Cijeruk, Bogor.

"Itu kan dugaan, masih didalami. Kalau polisi, harus dengan bukti dan fakta. Kalau sudah terungkap akan disampaikan," ujar Yusri.

Polisi melakukan penyelidikan terhadap penemuan mayat Indria Kameswari yang merupakan PNS di Ciamis, Jawa Barat. Korban ditemukan tewas di rumah kontrakannya dengan luka pada bagian punggung.

Jasad pegawai BNN itu pertama kali ditemukan oleh warga pada Jumat, 1 September 2017 sekitar pukul 07.30 WIB. Saat ditemukan, korban berada di kamar mandi.

Ikut Buru Pembunuh

BNN menurunkan tim untuk mengejar pembunuh Indria Kameswari (38). Perempuan berjilbab yang bekerja di BNN itu ditemukan tewas di kamar mandi kediamannya, Perumahan River Valley, Desa Palasari, Cijeruk, Bogor.

"Memang benar Indria Kameswari itu bekerja di Lembaga Balai Diklat BNN di Lido," tutur Kabag Humas BNN Kombes Sulistiandriatmoko.

Menurut Sulis, BNN memang ikut turun mengejar pelaku. Hanya saja, tim yang dibentuk sifatnya hanya membantu kinerja aparat kepolisian saja.

"Ya membantu Polri aja. Membantu Polsek yang melakukan pencarian, tapi belum dapat sampai sekarang. Tugas nanti tetap kepolisian. Kita hanya membantu saja," jelas dia.

Share:

BNN Ikut Kejar Pembunuh Pegawainya di Bogor

BNN Ikut Kejar Pembunuh Pegawainya di Bogor


Badan Narkotika Nasional (BNN) menurunkan tim untuk mengejar pembunuh Indria Kameswari (38). Perempuan berjilbab yang bekerja di BNN itu ditemukan tewas di kamar mandi kediamannya, Perumahan River Valley, Desa Palasari, Cijeruk, Bogor.

"Memang benar Indria Kameswari itu bekerja di Lembaga Balai Diklat BNN di Lido," tutur Kabag Humas BNN Kombes Sulistiandriatmoko saat dihubungi Liputan6.com di Jakarta, Minggu (3/9/2017).

Menurut Sulis, BNN memang ikut turun mengejar pelaku. Hanya saja, tim yang dibentuk sifatnya hanya membantu kinerja aparat kepolisian saja.

"Ya membantu Polri aja. Membantu Polsek yang melakukan pencarian tapi belum dapat sampai sekarang. Tugas nanti tetap kepolisian. Kita hanya membantu saja," jelas dia.

Jasad Indria Kameswari kini berada di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Belum diketahui pasti motif dari peristiwa pembunuhan itu.

"Sejauh ini hasil otopsi dari RS Kramat Jati belum keluar sehingga belum bisa dipastikan meninggal karena apa," Sulis menandaskan.

Jasad Indria pertama kali ditemukan oleh warga pada Jumat, 1 September 2017 sekitar pukul 07.30 WIB. Saat ditemukan, korban berada di kamar mandi.

Masih Diselidiki

Kepolisian Resor Bogor Kabupaten, masih manyelidiki penyebab kematian Indria Kameswari (38) yang bertugas di BNN.

"Untuk penyebab kejadian masih dalam penyidikan," kata Kasubag Humas Polres Bogor Kabupaten, AKP Ita Puspita Lena, di Bogor, Sabtu 2 September 2017, seperti dikutip dari Antara.

Peristiwa diketahui terjadi Jumat 1 September  di Perum River Valley, Desa Palasari, Kecamatan Cijeruk. Korban diketahui bernama Indria Kameswari.

Korban diketahui tinggal di perum tersebut bersama suaminya, Abdul Malik Azis (39), yang bekerja sebagai karyawan swasta.

"Korban sudah satu tahun tinggal mengontrak di perumahan River Valley," kata Ita.

Share:

Sikap Majelis-Majelis Agama Buddha soal Kekerasan atas Rohingya

Sikap Majelis-Majelis Agama Buddha soal Kekerasan atas Rohingya


Majelis-Majelis Agama Buddha Indonesia angkat bicara terkait kasus kekerasan terhadap etnis Rohingya di Rakhine, Myanmar. Mereka mengaku prihatin atas krisis kemanusian yang terjadi di kawasan tersebut.

"Konflik di Rakhine Myanmar bukan konflik agama melainkan konflik sosial dan kemanuasiaan," tulis Majelis-Majelis Agama Buddha Indonesia dalam pesan tertulis, Minggu (3/9/2017).

Pernyataan Majelis-Majelis Agama Buddha Indonesia tersebut ditandatangani 16 pimpinan organisasi dan berisi 10 poin pernyataan.

Berikut penyataan lengkapnya:

Krisis dan kekerasan kembali terjadi di Rakhine, Myanmar. Baik masyarakat sipil maupun militer, menjadi korban secara fisik maupun psikis. Secara khusus komunitas masyarakat sipil terdampak sangat signifikan di tengah konflik bersenjata antara militer Myanmar dengan kelompok bersenjata.

Melihat eskalasi dari krisis dan konflik kekerasan yang terjadi tidak kunjung mereda dan berdampak buruk, maka dengan ini kami Pimpinan Majelis-majelis Agama Buddha Indonesia menyatakan:
1. Keprihatinan mendalam atas krisis kemanusiaan di Rakhine, Myanmar, yang telah menimbulkan korban jiwa dan kerugian moril serta amateril yang besar, bukanlah konflik agama melainkan konflik sosial dan kemanusiaan.

2. Menumbuhkan solidaritas kemanusiaan atas krisis Rakhine, Myanmar, dengan mengedepankan sikap cinta kasih bahwa korban atau pun masyarakat yang terdampak adalah sama-sama manusia yang setara dan serasa di hadapan Tuhan.

3. Menghentikan kebencian dan tindak kekerasan agar tidak semakin memperparah kerusakan yang diakibatkan.

4. Mendesak Pemerintah Myanmar untuk memberikan perlindungan, bantuan dan hak asasi dasar kepada masyarakat Rakhine.

5. Menolak segala bentuk provokasi untuk memperluas dan membawa isu konflik dan krisis Rakhine, Myanmar, ke Indonesia yang dapat mengganggu kerukunan hidup umat beragama di Indonesia.

Imbau Saring Informasi

6. Mengimbau masyarakat Indonesia untuk dapat menyaring informasi yang beredar melalui media sosial, dan tidak terprovokasi untuk menyebarkan kebencian. Kami sangat mengharapkan kepada Cyber Crime Polri dan BIN agar mendeteksi informasi yang berbentuk provokasi agar tidak tersebar ke masyarakat.

7. Kami sangat mengharapkan Pemerintah Indonesia menjamin umat beragama untuk beribadah dengan tenang dan aman, serta menjamin keamanan terhadap rumah ibadah yang berada di Indonesia.

8. Sangat perlu diingat bahwa tidak ada agama yang dapat dikaitkan dengan aksi terorisme, karena aksi keji tersebut sama sekali tidak mencerminkan perilaku umat beragama. Kejadian ini harus dapat menjadi pendorong bagi bersatunya umat beragama di Indonesia bahkan di seluruh dunia.

9. Kami menghimbau seluruh umat beragama, khususnya umat Buddha untuk tidak terprovokasi. Sebagai umat beragama sudah selayaknya kita bersama-sama menjaga kerukunan dan perdamaian di Indonesia serta di seluruh dunia.

10. Kami umat Buddha Indonesia yang menjunjung tinggi kerukunan dan perdamaian menyampaikan rasa empati atas penderitaan yang dialami oleh saudara-saudara kita pengungsi Rohingya, dan masyarakat di Rakhine, Myanmar, untuk itu kami berdoa agar penderitaan ini segera berakhir.

Demikian Pernyataan Sikap kami. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa melimpahkan berkah nan luhur kepada seluruh umat manusia.

Semoga semua Makhluk hidup berbahagia.

Jakarta, 30 Agustus 2017

Share:

Doa untuk Warga Rohingya Juga Menggema di Probolinggo

Doa untuk Warga Rohingya Juga Menggema di Probolinggo


Sebagai bentuk keprihatinan dan simpati, ribuan santri di Kota Probolinggo, Jawa Timur, menggelar aksi solidaritas dengan doa bersama untuk warga etnis Rohingya di Rakhine, Myanmar.

Krisis kemanusiaan dan konflik Rohingya di Myanmar, mengundang keprihatinan umat Islam di Tanah Air. Tak terkecuali santri Pondok Pesantren (Ponpes) Riyadlus Sholihin, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, Minggu (3/9/2017).

Selepas salat zuhur, ribuan santri melaksanakan salat gaib di masjid yang berada di lingkungan ponpes. Usai salat gaib dilanjutkan dengan tahlilan dan doa bersama.

"Setiap ada kejadian yang berkenaan umat Islam, kami senantiasa melaksanakan salat gaib dan doa bersama. Ya, sebagai santri kita harus peka dengan kejadian yang terjadi saat ini," tutur Ahmad, salah satu santri.

Bagi para santri, krisis kemanusiaan dan konflik Rohingya di Myanmar, sangat biadab. Mereka pun mengutuk keras perbuatan keji terhadap ribuan etnis Rohingya itu.

"Kami berduka dengan peristiwa yang terjadi pada perayaan Idul Adha itu. Pemerintah harus bertindak tegas untuk membantu mereka dengan cara apa pun," kata Rahmat Maula, salah satu staf pengajar.

Adapun Habib Hadi Zainal Abidin, pengasuh Ponpes Riyadlus Sholihin, mengatakan bahwa keluarga besar ponpes yang dipimpinnya mengecam keras tindakan yang diambil oleh Pemerintah Myanmar.

Menurut dia, pembunuhan dan penindasan terhadap etnis Rohingya di Rakhine, Myanmar, telah melanggar hak asasi manusia (HAM). Karena itu, sudah sepantasnya Pemerintah Indonesia bersikap keras, salah satunya dengan memutuskan hubungan diplomatik.

"Kami akan mengirimkan petisi agar pemerintah segera mengambil keputusan tegas untuk menolong warga Rohingya," ujar anggota Komisi VII DPR RI ini.

Imbauan Cak Imin

Sebelumnya di Ibu Kota, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mengimbau keluarga besar PKB dan Nahdlatul Ulama (NU) menyisihkan gaji bulanan untuk membantu konflik Rohingya di Myanmar.

Cak Imin meminta hal itu dilakukan, mulai dari menteri, anggota DPR, DPRD, bupati, hingga wali kota.

"Insyaallah seluruh keluarga besar PKB, NU akan menyerahkan gaji satu bulan untuk Rohingya," ucap Cak Imin di Jakarta Barat, Minggu (3/9/2017).

Menurut dia, petugas kebersihan di kantor PKB juga menyerahkan 10 persen penghasilannya. Dana yang terkumpul nantinya akan dikirim secepatnya melalui Kementerian Luar Negeri RI dan UNHCR dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

"Kita terus melakukan kontak dengan UNHCR supaya bisa masuk akses bantuan ke rumah. Jadi wajib terutama yang langsung di bawah koordinasi saya," kata dia.

Cak Imin menegaskan, konflik Rohingya harus menjadi tanggung jawab Pemerintah Myanmar. Ia meminta ada tindakan nyata penyelesaian krisis kemanusiaan dengan segera. Sebab, sanksi dunia melalui PBB akan menghantui Myanmar.

"Kalau tidak ada tindakan konkret, maka Duta Besar Myanmar yang di sini kita suruh pulang," ucap dia.

Cak Imin menambahkan, konflik itu juga tidak ada urusannya dengan masalah agama, tetapi kekerasan kemanusiaan.

"Apa pun latar belakangnya, apa pun atau siapa pun yang melakukannya, kalau sudah soal kemanusiaan, kita harus atasi dengan seluruh kemampuan kita," Cak Imin memungkasi. (Ika Defianti)

Share:

Jumat, 01 September 2017

Myanmar Dituduh Bantai Ratusan Perempuan dan Bocah Rohingya

Myanmar Dituduh Bantai Ratusan Perempuan dan Bocah Rohingya


Sejumlah warga Rohingya termasuk di dalamnya anak-anak dan perempuan dibunuh aparat keamanan Myanmar dan warga lokal. Kejadian ini semakin memperburuk kondisi negara tersebut.

Kejadian tersebut berlangsung di Desa Chut Pyin. Tempat itu dekat dengan kota Rathedaung di Barat Myanmar.

"Sejauh ini, dari sumber cukup terpercaya ada lebih 130 orang termasuk perempuan dan anak-anak yang dibunuh," ucap Direktur LSM untuk membantu Rohingya Arakan Project, Chris Lewa seperti dikutip dari ABC, Jumat (1/9/2017).

"Kejadian itu terjadi pada Minggu (pekan lalu), saat itu secara tiba-tiba aparat keamanan dan warga lokal mengepung desa tersebut, ini seperti sebuah pembantaian besar," papar dia.

Media Australia ABC menuliskan dari video yang diterimanya terlihat aparat keamanan turut membakar desa yang ditempati Rohingya. Usai itu, mereka mengubur jenazah di sebuah tanah lapang.

Kuburan tersebut terindetifikasi berada di Desa Ah Htet Nan Yar. Diduga ada 135 warga Rohingya yang dikubur di tempat tersebut.

Meski demikian, ABC menyatakan mereka belum bisa memastikan keaslian video itu. Otoritas Myanmar pun menolak berkomentar.

Keadaan di Myanmar diperparah dengan keterangan kepolisian, terkait 12 anggotanya yang dibunuh milisi Rohingya. Kejadian tersebut berlangsung pada Jumat pekan lalu, ketika sebuah pos polisi mendapat serangan dari grup pemberontak itu.

Demi membalas kejadian tersebut, pada Kamis lalu, Aparat Keamanan Myanmar menggelar operasi pembasmian pemberontak Rohingya. Operasi itu menewaskan 370 milisi di seluruh Rakhine.

RI Siap Bantu Penyelesaian Masalah

Memburuk kondisi Myanmar tak lepas dari perhatian Indonesia. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, sejak kondisi memanas itu, dirinya langsung berkomunikasi dengan Duta Besar Indonesia khususnya di Yangon, Myamnar. Duta Besar Indonesia juga akan melakukan pertemuan dengan National Security Advisor Myanmar U Thaung Tun guna mendapat penjelasan atas kerusuhan yang terjadi belakangan ini.

"Kita mengamati perkembangan ini dengan sangat prihatin," kata Retno di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (29/8/2017).

"Pusaran kekerasan terjadi lagi yang berawal dari diserbunya, ada attack kepada pihak polisi di Myanmar yang kemudian melahirkan circle kekerasan yang baru," sambung dia.

Indonesia memiliki kedekatan dengan warga Rohingya di Myanmar. Berbagai bantuan sudah disalurkan untuk warga di sana.

Retno mengingatkan semua pihak untuk mengendepankan masalah kemanusiaan dalam menyelesaikan permasalahan ini. Jangan sampai, korban justru lebih banyak dari masyarakat sipil.

"Yang kedua, kita tekankan bagi semua pihak untuk tidak melakukan tindakan kekerasan yang dapat memperburuk situasi yang ada di lapangan," imbuh dia.

Perlindungan keamanan secara infklusif juga harus diberikan pemerintah Myanmar kepada warga di Rakhine State. Retno menegaskan, Indonesia tetap konsisten membantu penyelesaian konflik di negara bagian itu.

"Indonesia tetap berkomitmen untuk memberikan kerja sama dan bantuannya kepada pemerintah Myanmar untuk mengatasi situasi atau untuk membangun Rakhine State yang inklusif," ucap dia.

Share:

26 Wanita dan Anak-anak Rohingya Tewas Tenggelam Saat Idul Adha

26 Wanita dan Anak-anak Rohingya Tewas Tenggelam Saat Idul Adha


 Hari ini, 1 September 2017,  umat Islam di seluruh dunia merayakan Hari Idul Adha. Sejatinya, dirayakan dengan penuh suka cita. Namun, tidak bagi 26 perempuan dan anak-anak Rohingya. Mereka justru tewas tenggelam ketika mencoba kabur melalui pantai barat Myanmar.

Dari keterangan Komandan Pasukan Perbatasan Bangladesh Letnan Kolonel Ariful Islam ada sekitar tiga kapal yang membawa warga Rohingya yang tenggelam di Teluk Belangga. 

Seluruh jenazah telah ditemukan. Korban tewas terdiri dari 15 anak-anak dan 11 perempuan. Diduga kapal itu tenggelam pada Kamis, 31 Agustus 2017, namun baru ditemukan keesokan harinya.

Hingga kini, belum bisa dipastikan warga Rohingya tersebut berencana kabur ke mana.

Kelompok Rohingya kembali mendapat sorotan dunia, usai pertempuran mereka melawan militer di Negara Bagian Rakhine menyebabkan 100 orang terbunuh.

Peristiwa itu, membuat sentimen anti-Rohingya meningkat di Myanmar. Aparat keamanan dan beberapa kelompok masyarakat menggunakan kekerasan demi mengusir etnis minoritas tersebuut.

Salah satu kericuhan besar terjadi di Desa Chut Pyin. Sebanyak lebih dari 200 warga Rohingya tewas dalam peristiwa tersebut.

Menurut Pemimpin Eksekutif Organisasi HAM Asia Tenggara, Fortify Rights Matthew Smith, situasi di tersebut tidak boleh didiamkan. Keadaan Rohingya harus menjadi perhatian dunia secara luas.

"Situasi sudah mengerikan," ucap Smith seperti dikutip dari NY Times, Jumat (1/9/2017).

"Pembantaian masal terus terjadi. Pemerintah sipil dan militer harus segeara melakukan tindakan untuk mencegah serangan selanjutnya," sebut dia.

Diusir Bangladesh

Warga Rohingya saat ini semakin terdesak. Mereka yang coba kabur ke Bangladesh malah mendapat halangan dari tentara negara tersebut.

Mengetahui peristiwa itu, PBB mendesak agar otoritas perbatasan Bangladesh menghentikan aksi penghalauan dan mengizinkan sekitar 6.000 warga dari etnis minoritas tersebut untuk masuk ke negara dengan Ibu Kota Dhaka. Demikian seperti dilansir Channel News Asia, 

"Sekitar 6.000 warga Myanmar (Rohingya) berkumpul di perbatasan dan mencoba masuk ke Bangladesh," kata otoritas senior Pasukan Penjaga Perbatasan Bangladesh.

Aksi penghalauan itu telah dilakukan oleh otoritas perbatasan Bangladesh sejak gelombang warga Rohingya berdatangan mulai Jumat pekan lalu, yang dipicu oleh pertempuran antara militer Myanmar dengan militan Rohingya di Rakhine. Pertempuran itu menewaskan 110 orang.

Pada tiga hari terakhir, otoritas perbatasan telah mengizinkan sekitar 5.200 warga sipil yang melarikan diri dari Rakhine masuk ke teritorial Bangladesh. Akan tetapi, jumlah itu hanya sebagian dari jumlah total yang mungkin mencapai lebih dari puluhan ribu jiwa.

"Bagaimana kami bisa diam ketika ada bayi yang kedinginan yang hendak melintas," jelas seorang petugas penjaga perbatasan kepada AFP.

Sekitar 6.000 jiwa yang dihalau itu tertahan di sebuah desa di perbatasan Myanmar - Bangladesh. Menurut laporan media setempat, para warga sipil itu kerap berada di bawah tekanan tembakan api dari pasukan bersenjata.

Otoritas juga menyebut, situasi di perbatasan, yang dipisahkan oleh celah sempit Sungai Naf, saat ini masih tidak stabil.

"Semalam kami mendengar suara senjata api dari senapan otomatis dan kepulan asap di sebuah desa di sana (Myanmar)," tambah sang otoritas.

Meski ada sekitar 500 warga Rohingya yang berhasil melintas ke Bangladesh, dalam waktu singkat, mereka ditangkap dan dipaksa kembali ke Myanmar oleh otoritas perbatasan.

Share:

Akhir Pelarian Biksu Penyekap 5 Bocah di Batam

Akhir Pelarian Biksu Penyekap 5 Bocah di Batam


Perburuan Kepolisian Resor (Polres) Barelang, Kota Batam, Kepulauan Riau, terhadap seorang biksu yang diduga mengeksploitasi anak, menyekap lima bocah, dan mencabuli sejumlah anak, berbuah hasil. Biksu berinisial YCH itu diringkus di depan sebuah hotel kawasan Sunter, Jakarta Utara, Kamis pagi tadi.

Usai ditangkap, sang biksu kemudian dibawa polisi menuju Batam. Rencananya, biksu tersebut menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan eksploitasi anak.

"Pelaku eksploitasi anak dan pencabulan sudah ditetapkan sebagai tersangka," ucap Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Barelang, Komisaris Polisi Agung Gima Sunarnya, kepada Liputan6.com, Kamis (31/8/2017).

Berdasarkan hasil pengembangan polisi dari pemeriksaan sejumlah saksi, sang biksu bakal dijerat dua pasal pidana, yaitu eksploitasi anak di bawah umur dan pencabulan.

Satuan Reskrim Polresta Barelang menangani kasus eksploitasi terhadap lima bocah. Sedangkan kasus pencabulan anak akan ditangani penyidik Bareskrim Polri.

"Kasus pencabulan lokusnya (tempat kejadian perkara) di Jakarta," tutur Agung, Selasa, 29 Agustus lalu.

Selain biksu tersebut, penyidik Satuan Reskrim Polresta Barelang juga menetapkan seorang penjaga Vihara Purnama Mahayana di kawasan Nongsa, Batam, sebagai tersangka. Sang penjaga diduga membiarkan perlakuan sang biksu terhadap lima bocah di Batam.

Drama Penyekapan 5 Bocah

Sebelumnya, tokoh masyarakat yang juga Ketua Pasundan di Batam, Dede, menyelamatkan lima bocah yang diduga disekap biksu berinisial YCH di Wihara Purnama Mahayana, kawasan Nongsa. Kelima bocah itu adalah DW (15) asal Bogor, SA (12) asal Banten, AY (15) asal Banjarnegara, J dan W (16) asal Tegal.

Berdasarkan penuturan Dede, ia nekat masuk ke wihara usai mendapat laporan dari warga bahwa ada anak dari Jawa Barat yang disekap di wihara di Batam. Selepas magrib, Dede bersama ketua RT setempat langsung mendatangi wihara tersebut.

"Kami dari paguyuban dan warga Nongsa berhasil menyelamatkan SA," ujar Dede kepada Liputan6.com, Senin, 28 Agustus 2017.

Tak hanya menjadi korban penyekapan, salah satu dari lima bocah itu kuat dugaan menjadi korban pencabulan. Hal itu dibuktikan dengan hasil visum rumah sakit.

"Hasil visum pada anak SA, terdapat robekan di bagian kemaluannya," kata Dede.

Dede mengatakan, dari kelima bocah yang disekap, tiga di antaranya berjenis kelamin perempuan, sedangkan dua di antaranya laki-laki. Kelima anak di bawah umur itu kini telah diamankan di kediaman Dede, didampingi Komisi Perlindungan Perempuan dan Anak Indonesia (KPPAI) Provinsi Kepulauan Riau.

"Selanjutnya, kita melakukan pelaporan ke polisi untuk kelima korban yang sudah aman," ujar Syahrial, Ketua KPPAI Kepulauan Riau.

Share:

Demi Selamatkan 400 Nyawa, Polisi Lari 1 Km Sambil Bawa Bom Aktif

Demi Selamatkan 400 Nyawa, Polisi Lari 1 Km Sambil Bawa Bom Aktif


Seorang polisi di India dijuluki sebagai pahlawan setelah ia membawa bom seberat 10 kilogram sambil berlari sejauh 1 kilometer. Aksi heroik itu ia lakukan untuk melindungi 400 siswa di sebuah sekolah, di mana bom itu ditemukan.

Polisi berusia 40 tahun itu, Abhishek Patel, membawa bahan peledak itu dengan tangan kosong setelah tak ada tim penjinak bom yang tersedia.

Pasalnya jika meledak, bom seukuran 30 sentimeter itu akan melukai orang-orang dalam radius 500 meter. Setelah membawanya ke tempat yang aman, bom itu kemudian dijinakkan oleh personel Mahar Regiment Centre di Sagar, dua hari setelahnya.

"Karena itu adalah daerah perumahan dan kompleks sekolah, satu-satunya tujuan saya adalah membawa bom sejauh mungkin dari sana," ujar Patel seperti dikutip dari Daily Mail, Jumat (1/9/2017).

"Dari ilmu yang saya dapat saat pelatihan, jika bom itu meledak akan berdampak seluas 500 meter."

"Itu adalah pekerjaan yang berisiko dan mengancam nyawa saya. Saya melakukannya untuk menyelamatkan nyawa ratusan siswa yang ada di sekolah. Mereka adalah masa depan kita."

"Saya rasa 400 nyawa lebih berarti dibanding satu nyawa," imbuh dia seperti dilansir Independent.

Bosnya memuji aksi heroik Patel dan memberinya 50.000 rupee atau sekitar Rp 10 juta.

Tidak diketahui asal bom yang ditemukan di taman bermain sebuah sekolah itu. Juga, tak diketahui apakah benda itu sengaja ditanam di sekat sekolah atau ada di sana secara tidak sengaja.

Polisi sedang menyelidiki teori bahwa bom itu berasal dari sebuah barak tentara di dekatnya.

Aksi Heroik Lainnya

Aksi heroik lain juga pernah dilakukan seorang polisi China pada Februari 2016. Seorang polisi dinobatkan sebagai pahlawan setelah melempar dirinya di atas bom dalam sebuah penyanderaan.

Kejadian itu terjadi ketika petugas bernama Wu Jun dan rekannya dipanggil ke desa Baota, Hubei. Mereka menanggapi panggilan seorang warga yang melaporkan seseorang melempar bom buatan dari rumahnya.

Negosiasi antara polisi dan penyandera berlangsung selama tiga jam. Namun, pria yang juga memakai rompi bom menjadi gelisah dengan kehadiran para petugas di luar rumah.

Wu dan rekannya akhirnya memutuskan untuk mendobrak pintu rumah. Penyandera kemudian menyulut sumbu dan mengancam akan menghadang siapa saja yang berani menjinakkan bom tersebut.

Ketika itu, regu penjinak bom sedang dalam perjalanan. Namun, Wu tanpa berpikir panjang melemparkan tubuhnya, melindungi mereka yang mungkin terkena dampak dari ledakan bom.

Ledakan itu menyebabkan Wu mengalami 30 luka serius di sekujur tubuhnya. Ia pun menjalani pencangkokan kulit pada bagian wajah dan lengan.

Kepada wartawan, sang istri mengatakan bahwa ia adalah orang yang berdedikasi terhadap pekerjaannya. Sementara itu ia juga mengatakan bahwa suaminya tak menyesali keputusannya mengorbankan nyawanya untuk menyelamatkan orang lain.

Share:

Tiba-Tiba Marah, Pemuda Aniaya Tantenya di Tangerang Selatan

Tiba-Tiba Marah, Pemuda Aniaya Tantenya di Tangerang Selatan


Reynaldi alias Aldi (27), nekad menganiaya dan merampas barang berharga milik tantenya sendiri di Perumahan Villa Japos, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan.

Kejadian bermula ketika Aldi datang bertamu ke rumah tantenya, Setyaningsih Budi Rahayu (55) pada Selasa (29/8/2017) sore atau sekitar pukul 15.00 WIB. Awalnya, Aldi tidak menunjukkan gelagat akan menganiaya apalagi merampas benda berharga milik wanita paruh baya tersebut.

"Keduanya hanya mengobrol di ruang tamu, lalu sebagai tante, korban mengajak Aldi makan masakannya di meja makan," tutur Kapolsek Pondok Aren, Kompol Yudho Huntoro, Rabu (30/8/2017).

Pelaku mengaku masakan korban tidak enak untuk dimakan dan mulai marah-marah tidak jelas. Pelaku lalu langsung mengambil gelas mug dan menganiaya. Dia memukul kepala korban yang membuatnya langsung tersungkur kesakitan.

Tak sampai di sana, korban langsung diseret ke kamar tengah lalu ke kamar mandi. Di sana korban sempat melawan, tapi malah membuat Aldi semakin brutal menganiaya Setyaningsih.

"Saat tidak berdaya pelaku meminta gelang yang dipakai korban, sempat ditolak. Namun oleh pelaku langsung dirampas," tutur Yudho.

Kemudian pelaku mencari handphone korban dan langsung mengambilnya. Usai melakukan penganiayaan, pria yang dikenal hobi mabuk itu langsung melarikan diri dengan motor yang dibawanya.

Pelaku Diburu

Korban yang sudah tak berdaya dan mengalami luka terbuka di kepalanya, mencoba merangkak keluar rumah untuk berteriak minta pertolongan. Teriakan Setyaningsih itu mengundang tetangga ke rumahnya dan langsung mengevakuasi ke Rumah Sakit Sari Asih Ciledug, Kota Tangerang.

Total, pelaku membawa tiga gelang emas milik korban seberat 10 gram dan sebuah handphone Lenovo.

Akibat peristiwa itu, Styaningih mengalami luka robek di bagian belakang kepala. Hingga berita ini diturunkan, Styaningih masih menjalani perawatan intensif, sementara pelaku masih dalam pengejaran petugas. 

Share:
Keluarga Besar Marga Sun. Diberdayakan oleh Blogger.

Breaking News

KAMI MENYEDIAKAN GAME LIVE CASINO TERBARU DI https://bit.ly/2pLGSsO SILAHKAN DAFTAR YA.. SALAM KEMENANGAN YA BOSKU

SABUNG AYAM