Situs Judi Online dan Artikel Sex Indonesia terpercaya 2019

Senin, 06 Februari 2017

Kembali ke Balai Kota, Ahok Akan Aktif Datangi Pengajian

Kembali ke Balai Kota, Ahok Akan Aktif Datangi Pengajian


Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengaku tidak mempunyai rencana khusus dalam mengisi waktu masa tenang di Pilkada DKI Jakarta. Malah dia menyebutkan dirinya akan kembali memimpin Jakarta dengan menjadi Gubernur bersamaan dengan masa cuti kampanye yang habis 11 Februari nanti.

"Saya aktif lagi jadi Gubernur," kata Ahok usai mengikuti doa bersama yang bertajuk Istigosah Kebangsaan di Menteng, Jakarta Pusat, Minggu 5 Februari 2017 malam.

Dia melanjutkan, jika sudah kembali aktif atau diberikan amanah lagi untuk memimpin Jakarta dirinya akan mengaktifkan pertemuan dengan ibu-ibu pengajian atau majelis untuk membuka ruang tanya jawab.

"Saya pingin ada pengajian-pengajian. Saya datang biar bisa tanya jawab. Tapi diusahakan malam Jumat saja biar saya bisa datang. Sebulan atau dua bulan sekali biar bisa dengar masukan juga. Begitu aktif kita atur," tambah dia.

Di sisi lain Ahok menolak jika kedatangannya semata-mata hanya ingin mengamankan suara Pilkada dari warga NU. Namun dia mengakui sangat berterima kasih kepada warga NU yang terus mendukungnya dan mendoakan dirinya selama ini.

"Saya kira enggak ada omongan (pengamanan) suara ya. Saya terima kasih selama ini sudah didoakan," tutup Ahok.

Share:

Kata Ketua GP Ansor Jaksel soal Rencana Aksi di Rumah Lembang

Kata Ketua GP Ansor Jaksel soal Rencana Aksi di Rumah Lembang


Gerakan Pemuda atau GP Ansor Jakarta Selatan menyatakan bahwa surat yang beredar terkait rencana aksi di Rumah Lembang, posko pemenangan Ahok-Djarot, adalah benar dari pihaknya. Karena itu, dia memastikan agenda tersebut akan tetap terlaksana.

Dalam surat itu, GP Ansor Jakarta Selatan berencana menggelar aksi pada Selasa, 7 Februari 2017, pukul 14.00 WIB sampai 18.00 WIB. Jumlah peserta mencapai 500 orang.

"Belum ada perubahan jadwal aksi geruduk Rumah Lembang sampai dengan pemberitahuan selanjutnya," kata Ketua GP Ansor Jakarta Selatan Sulton Mu'minah kepada Liputan6.com di Jakarta, Senin (6/2/2017).

Dia menegaskan, aksi digelar untuk kembali menyuarakan tuntutan kepada calon Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok agar meminta maaf kepada KH Ma'ruf Amin. Penyampaian permohonan maaf harus dilakukan melalui media televisi.

"Menegaskan kembali tuntunan pimpinan cabang GP Ansor Jakarta Selatan agar permohonan maaf saudara Basuki Cahaya Purnama atau Ahok kepada Kiai Haji Ma'ruf Amin disampaikan langsung di media televisi, bukan rekaman video yang disebar melalui situs YouTube," ujar dia.

Selain itu, ia juga meminta kepada Ahok untuk dapat mengubah sikap dan prilakunya.

"Mengingatkan kembali agar Saudara Basuki Cahaya Purnama atau Ahok menjaga etika dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya yang menyinggung perasaan umat Islam," ujar Sulton.

Sebelumnya, beredar surat pemberitahuan aksi Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jakarta Selatan yang tertanggal 3 Februari 2017. Surat ditujukan kepada kapolda Metro Jaya, kapolres Jakarta Selatan, kapolres Jakarta Pusat, Kodam Jaya, dan pimpinan Rumah Lembang.

Dijelaskan dalam surat itu, untuk titik kumpul massa, akan berada di Sekretariat PC GP Ansor Kota Jakarta Selatan di daerah Mampang, Jakarta.

Selain itu, dalam surat yang ditandatangani Ketua GP Ansor Jakarta Selatan H Sulton Mu'minah S.Ikom, dan Sekretaris Muhammad Anwar dikatakan bentuk aksi berupa orasi dan pawai.

Share:

SBY Sebut Rumahnya Digeruduk Ratusan Orang

SBY Sebut Rumahnya Digeruduk Ratusan Orang


Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY menyebut saat ini kediamannya di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, tengah didatangi oleh sejumlah orang tak dikenal.

Pernyataan tersebut disampaikan SBY melalui akun Twitternya, @SBYudhoyono pada pukul 15.05 WIB, hari ini. 

"Saudara-saudaraku yg mencintai hukum & keadilan, saat ini rumah saya di Kuningan "digrudug" ratusan orang. Mereka berteriak-teriak. *SBY*," cuit SBY.

Dia mengatakan saat kejadian tersebut, tidak ada pihak keamanan yang memberi tahu dirinya. Karena itu, kedatangan orang-orang tersebut membuat dirinya kaget.

"Kecuali negara sudah berubah, Undang-Undang tak bolehkan unjuk rasa di rumah pribadi. Polisi juga tidak memberitahu saya. *SBY*," kata SBY.

Ketua Umum Partai Demokrat itu juga menyayangkan adanya upaya provokasi terhadap sejumlah elemen mahasiswa untuk menangkap dirinya.

"Kemarin yg saya dengar, di Kompleks Pramuka Cibubur ada provokasi & agitasi thd mahasiswa utk "Tangkap SBY". *SBY*," kata SBY.

Share:

Minggu, 05 Februari 2017

Menyingkap Tabir Chat Seks Firza Husein

Menyingkap Tabir Chat Seks Firza Husein


Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya terus mendalami kasus dugaan chat seks antara Firza Husein dengan Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab. Sejumlah barang bukti yang dikumpulkan dari rumah Firza akan dicocokkan dengan isi dari foto chat seks tersebut.

"Ada beberapa lagi ya barang bukti yang sudah kita periksa dari rumah Firza Husein. Kita akan lihat kecocokan di tempat asli dengan foto itu apakah ada yang cocok di situ," tutur Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono saat dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu 4 Februari 2017.

Argo menyebut, sejumlah foto yang beredar menunjukkan kondisi tempat dan barang di sekitarnya. Untuk itu, keseluruhan dari kediaman Firza Husein dan barang bukti yang diamankan terus diselidiki dan dicocokkan.

"Nanti penyidik yang menilai. Ada beberapa yang dibawa. Seprai dan bantal. Kemudian ada televisi terlihat di foto itu. Kemudian ada foto-foto tempat kamar mandi dan gambarnya yang ada di situ. Tentunya semua itu bagian dari penyidikan pihak kepolisian untuk membuktikan kasus itu," jelas dia.

Menurut Argo, ada juga beberapa barang bukti dalam bentuk digital. Terkait website dan yang sejenisnya pun kini masih dalam proses pengembangan lebih lanjut.

"Tentunya penyidik sudah bekerja hingga saat ini. Mulai dari polisi kita menerima ada barang bukti di sana. Ya berupa konten maupun keping CD, ya di situ ada tertuang. Ada kabar juga ada tulisan yang perlu kita dalami," kata dia.

Dalam proses pencocokan itu, penyidik memangil saksi ahli. Ada delapan saksi di antaranya ahli antropomerti yang memeriksa kecocokan antara foto yang beredar dengan objek sebenarnya yakni Firza Husein.

"Sudah ada delapan saksi. Saksi ahli kemarin sudah. Kita memeriksa saksi ahli untuk menguatkan apa benar foto yang ada di konten akun itu adalah asli atau rekayasa," ujar Argo.

"Kita memeriksa beberapa saksi-saksi yang kita periksa ada beberapa yang berkaitan dengan kasus tersebut. Yang tentunya juga saksi yang mengetahui, mendengar, dan melihat," lanjut dia.

Menurut Argo, pemeriksaan dari ahli antropomerti terkait kasus tersebut kini masih berjalan. Nantinya, akan ada saksi ahli lainnya yang turut dihadirkan demi mengungkap yang sebenarnya.

"Tentunya nanti ada beberapa saksi ahli yang akan kita periksa kembali. Ada saksi bahasa, saksi pidana, saksi peran pengganti, dan saksi untuk melihat wajah. Apakah wajah itu memang sesuai dengan badan, apa wajah itu sesuai, atau badan itu terlalu panjang, atau kaki, dan sebagainya nanti," jelas Argo.

Mantan Kabid Humas Polda Jatim ini juga menegaskan, penyidik mencari orang yang pertama kali mengunggah foto chat seks Firza Husein tersebut ke dunia maya.

"Ya tentunya akan kita lihat bukti dan fakta di lapangan. Yang pertama kita kenakan UU Pornografi Tahun 2008 di Pasal 4 yakni membuat. Kalau enggak ada yang membuat enggak akan beredar. Intinya membuat, siapa yang membuat di situ nanti kita juncto kan dengan UU ITE," kata Argo di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Jumat 3 Februari 2017.

Share:

Belum Panggil Rizieq

Belum Panggil Rizieq


Argo menyatakan, pemanggilan terhadap Pimpinan FPI Rizieq Shihab terkait kasus tersebut belum ditentukan. Semua orang diminta untuk bersabar dalam mengungkap kasus tersebut.

"Tunggu saja. Sabar lah. Tunggu saja bahwa penyidik masih bekerja untuk kasus itu ya," tutur dia.

Menurut Argo, sejumlah barang bukti dan saksi akan berkembang. Untuk itu, pihaknya tidak bisa terburu-buru menentukan, agar titik terang permasalahan itu menjadi jelas ke publik.

"Ada beberapa (pemeriksaan lagi). Artinya nanti kita sampaikan lagi perkembangan-perkembangan kasus pornografi itu, biar masyarakat lebih jelas dan tahu," jelas dia.

Salinan chat mesum yang diduga melibatkan Rizieq Shihab dengan Firza Husein sebelumnya tersebar luas di dunia maya. Situs baladacintarizieq.com ditengarai yang pertama kali menyebarkan screenshot tersebut.

Di dalam situs itu, juga terdapat foto-foto syur yang diduga Firza Husein. Masyarakat pun melaporkan kasus itu ke polisi terkait konten pornografi.

Atas kasus ini, polisi telah menaikan statusnya dari penyelidikan menjadi penyidikan. Kenaikan status mulai ditetapkan sejak Senin malam, 31 Januari 2017.

"Kasus pornografi di WhatsApp itu sudah kita tingkatkan ke proses penyidikan tadi malam," kata Argo, Selasa 1 Februari 2017.

Argo mengatakan, pihaknya akan segera melengkapi berkas untuk kemudian mengirimkan Surat Pemberitahuan Dimulainya penyidikan (SPDP) ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta dalam waktu dekat.

"Untuk SPDP itu nanti kita lengkapi dulu berkasnya," ujar dia.

Sejauh ini, polisi belum bisa menetapkan tersangka dalam kasus video chat seks yang tersebar di media sosial 'baladacintarizieq.com'. Menurut Argo, penetapan tersangka akan dilakukan setelah dilakukan gelar perkara.

"Nanti, toh kan baru penyidikan, tidak mesti harus ada tersangkanya," ujar dia.

Sementara, Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal M Iriawan mengklaim, kasus chat seks Firza Husein-Rizieq Shihab mudah ditangani. Karena itu, ia yakin akan dapat membuktikan kasus tersebut.

Bahkan, mantan Kapolda Jawa barat (Jabar) ini mengaku, kasus Firza Husein-Rizieq Shihab sama seperti kasus pornografi artis Ariel Peterpan.

"Itu tidak sulit. Hampir sama dengan kasus Luna - Ariel. Ada ahli yang menangani secara scientific investigation, kita siap hingga nanti tidak bisa dibantah," kata Iriawan di Jakarta Utara, Minggu 5 Februari 2017.

Kasus video porno Ariel sempat membuat heboh masyarakat. Video tersebut muncul pertama kali pada 22 Mei 2010. Delam video tersebut, terlihat Ariel bersama teman wanitanya yang mirip artis Luna Maya dan Cut Tari tengah berbuat mesum.

Pemilik nama Nazriel Irham itu pun diseret ke meja hijau. Pada 31 Januari 2011, Pengadilan Negeri Bandung menghukum Ariel dengan kurungan selama 3,5 tahun dan denda Rp 250 juta. Menurut hakim, Ariel terbukti membantu penyebaran serta membuat dan menyediakan pornografi.

Reza Rizaldy alias Redjoy, penyebar video mesum Ariel yang juga mantan editor musik Peterpan itu juga divonis dua tahun penjara. Dia terbukti secara sah dan meyakinkan ikut menyebarkan video porno Ariel yang melibatkan Luna Maya dan Cut Tari.

Share:

Tanggapan Rizieq

Tanggapan Rizieq


Menanggapi rekaman suara dan gambar percakapan WhatsApp yang tersebar di berbagai media sosial itu, Rizieq Shihab menegaskan bahwa hal itu tidak benar. Dia menyatakan semua itu merupakan fitnah.

"Menyangkut video yang beredar saya dari FPI dan GNPF MUI, hanya bisa mengatakan video yang beredar itu semuanya fitnah, dan itu merupakan ujian dari perjuangan kita," ungkap Rizieq di Polda Metro Jaya, Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu 1 Februari 2017.

Ia menjelaskan, wanita yang berada di rekaman video itu telah mengonfirmasi melalui kuasa hukumnya bahwasannya video yang beredar tersebut tidak benar dan semuanya itu merupakan fitnah.

"Satu hal yang harus kita ingat wanita yang ada di video tersebut sudah mengonfirmasi melalui kuasa hukumnya menanggapi dengan siaran pers suara maupun chat tidak diakuinya. Dikatakan oleh bersangkutan itu sebagai fitnah dan akan menuntut semua yang melakukan fitnah video tersebut," kata Rizieq Shihab.

Kuasa Hukum Firza Husein, Aziz Yanuar menyatakan, kliennya membantah kebenaran suara, gambar, dan isi percakapan itu. Rekaman yang beredar itu merupakan informasi bohong. "Itu semuanya hoax," kata Aziz.

Firza Husein secara tegas telah membantah isi percakapan melalui aplikasi media sosial WhatsApp yang tersebar luas di kalangan masyarakat. Bahkan, foto Firza tanpa busana yang tersebar secara viral tersebut merupakan bukan yang sebenarnya. "Foto itu editan," ujar Aziz.

Share:

Yang Baru dan Hilang dari Tubuh Polri

Yang Baru dan Hilang dari Tubuh Polri


Presiden Jokowi melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi telah menyetujui perubahan nomenklatur di tubuh Polri. Dengan perubahan tersebut, sejumlah Satuan Kerja (Satker) di Polri ada yang ditambah, dihilangkan, dan berganti nama.

Seperti Lembaga Pendidikan Polri (Lemdikpol) yang berganti nama menjadi Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri. Lalu di Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri yang menambah Direktorat baru, yaitu Direktorat Tindak Pidana Siber.

Kemudian penambahan Direktorat baru juga dilakukan di Badan Intelejen dan Keamanan (Baintelkam) Polri yaitu Direktorat Keamanan Khusus (Kamsus). Penambahan satker juga dilakukan di Divisi Humas Polri dengan memiliki Biro Multimedia.

Selain itu, dilakukan juga pengurangan satker. Salah satunya jabatan Wakil Kepala Korps Lalu Lintas Polri yang kini telah ditiadakan. Namun, ada penambahan Direkorat baru, yakni Direktorat Kamsel Korlantas yang sebelumnya hanya Sub Direktorat.

Sementara di Badan Pemeliharan dan Keamanan (Baharkam) Polri juga dilakukan perubahan nama satker. Di antaranya Direktorat Sabhara yang kini menjadi Korps Sabhara, lalu Direktorat Pembinaan Masyarakat (Dit Binmas) menjadi Korps Binmas, dan Direktorat Polisi Air dan Udara (Polairud) menjadi Korps Polairud.

Kemudian ada juga pergantian nama jabatan pimpinan di beberapa satker. Misalnya Kepala Korps Brimob Polri saat ini menjadi Komandan Korps Brimob Polri, Asisten Kapolri Bidang Sarana Prasarana (Assarpras) berganti menjadi Asisten Kapolri Bidang Logistik (Aslog), dan Kadiv TI berganti menjadi Kadiv TIK. Lalu ada juga kenaikan pangkat untuk jabatan Kepala Detasemen Khusus (Densus) 88 Polri. Sebelumnya Kadensus diisi jenderal bintang satu atau Brigjen, kali ini diisi oleh jenderal bintang dua atau Irjen.

Berikut nama-nama perwira tinggi (Pati) Polri yang mengisi jabatan di Satker baru berdasarkan Surat Telegram bernomor ST/261/II/2017 tertanggal 3 Februari 2017:

1. Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri, Komjen Moechgiyarto.

2. Aslog Kapolri, Irjen Eko Hadi Sutedjo.

3. Kadiv TIK, Irjen Prasta Wahyu Hidayat.

4. Komandan Korps Brimob Polri, Irjen Murad Ismail.

5. Kepala Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri, Brigjen Muhamad Syafii.

6. Kepala Korps Pembinaan Masyarakat (Binmas) Baharkam Polri, Brigjen Arkian Lubis.

7. Kepala Korps Polisi Air dan Udara (Polairud) Baharkam Polri, Brigjen Muhamad Khairul.

8. Kepala Korps Sabhara Baharkam Polri, Brigjen Umar Septono.

9. Kepala Biro Multimedia Divisi Humas Polri, Brigjen Yan Fitri Halimansyah.

10. Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Kombes Mohamad Fadhil Imran.

11. Direktur Keamanan Khusus (Kamsus) Baintelkam Polri, Kombes Irlan.

12. Direktur Kamsel Korlantas Polri, Kombes Chryshnanda.

Share:

Kapolda: Kasus Chat Seks Firza Mudah Dibuktikan, Mirip Ariel

Kapolda: Kasus Chat Seks Firza Mudah Dibuktikan, Mirip Ariel


Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya terus mendalami kasus dugaan chat seks antara Firza Husein dan Rizieq Shihab. Sejumlah saksi pun juga telah diperiksa.

Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan, mengatakan, kasus tersebut mudah ditangani. Karena itu, ia mengaku pihaknya dapat membuktikan kasus tersebut.

Bahkan mantan Kapolda Jawa barat (Jabar) ini mengaku, kasus Firza Husein-Rizieq Shihab sama seperti kasus pornografi artis Ariel Peterpan.  

"Itu tidak sulit. Hampir sama dengan kasus Luna-Ariel. Ada ahli yang menangani secara scientific investigation, kita siap hingga nanti tidak bisa dibantah," kata Iriawan di Jakarta Utara, Minggu (5/2/2017).

Pihaknya, ia mengklaim bisa membuktikan kasus Riza Husein-Rizieq Shihab. Tentunya dengan memintakan pendapat para ahli terkait.

"Tak terlalu sulit, ada tim suara, di mana (untuk mendengarkan) voice (suara) sudah ada ahlinya di sana. Ada ahli fotografik forensik. Ada ilmu kedokteran, (yang mempelajari) lekuk-lekuk tubuh, yang tak bisa dibantah. Apa yang ada di gambar itu pasti sesuai," ungkap Iriawan.

Karena itu, ia meminta, timnya bekerja guna membuktikan keaslian dan keakuratan dugaan chat seks Firza Husein dengan Rizieq Shihab.

"Untuk itu, mari kita tunggu tim sedang bekerja. Untuk memastikan saudari Firza Husein yang ada di video yang beredar atau bukan," tandas Iriawan.

Salinan chat seks yang diduga melibatkan Rizieq Shihab dengan Firza Husein tersebar luas di dunia maya. Situs baladacintarizieq.com diduga yang pertama kali menyebarkan screenshot tersebut.

Di dalam situs itu, juga terdapat foto-foto syur yang diduga Firza Husein. Alhasil, masyarakat melaporkan kasus yang diduga melibatkan Firza Husein dengna Rizieq Shihab itu ke polisi terkait konten pornografi.

Kasus video porno Ariel sempat membuat heboh masyarakat. Video tersebut muncul pertama kali pada 22 Mei 2010. Delam video tersebut, terlihat Ariel bersama teman wanitanya yang mirip artis Luna Maya dan Cut Tari tengah berbuat mesum.

Pemilik nama Nazriel Irham itu pun diseret ke meja hijau. Pada 31 Januari 2011, Pengadilan Negeri Bandung menghukum Ariel dengan kurungan selama 3,5 tahun dan denda Rp 250 juta. Menurut hakim, Ariel terbukti membantu penyebaran serta membuat dan menyediakan pornografi.

Share:

Jumat, 03 Februari 2017

Babak Baru Kasus Chat Seks Firza Husein

Babak Baru Kasus Chat Seks Firza Husein


Sejumlah polisi tiba-tiba mendatangi sebuah rumah di Jalan Makmur, Lubang Buaya, Jakarta Timur sekitar pukul 11.00 WIB. Mereka datang untuk menggeledah dan menjemput Firza Husein.

Setelah sempat menggeledah beberapa ruangan di rumah tersebut, Polisi langsung membawa Firza ke Mako Brimob, Kelapa Dua.Adik kandung Firza, Fifi Husein, mengatakan, aparat kepolisian berpakaian preman, mengawali pemeriksaan rumah terlebih dahulu sebelum mengeluarkan surat penangkapan.

"Mereka tanya saya 'Anda Firza bukan?' Saya bilang bukan, saya adiknya. Ada keperluan apa ke sini? Saya tanya balik," tutur Fifi kediaman tempat Firza ditangkap.

Awalnya, keluarga dan pengacara mengetahui bahwa penggeledahan dilakukan terkait kasus makar yang juga melibatkan beberapa tokoh aktivis. Namun demikian, belakang diketahui penggeledahan juga terkait kasus chat mesum yang diduga melibatkan pimpinan FPI Rizieq Shihab. 

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengakui semula penggeledahan dilakukan terkait kasus dugaan makar. Namun dalam penggeledahan, tak ada satu pun barang bukti terkait kasus tersebut yang disita.

"(Soal makar) nggak ada yang disita, belum ada ya. Kita sambil jalan (penggeledahan), kita menyelam sambil minum air (penggeledahan kasus makar dan pornografi)," kata Argo.

Amankan Seprei dan Bantal Guling

Tak hanya menggeledah, polisi bahkan kata Argo, telah meningkatkan status perkara ini ke tingkat penyidikan. Meski telah mengantongi identitas penyebar konten pornografi ini, polisi belum menetapkan satu pun tersangka.

"Semua masih kita selidiki siapa yang meng-upload. Sabar ya," kata Argo.

Dalam penggeledahan yang dilakukan, polisi mengamankan beberapa barang yaitu seprai, bantal, guling, dan televisi. Argo menjelaskan, barang bukti yang disita diduga memiliki kaitan dengan gambar berbau pornografi yang viral di dunia maya.

"Tentunya ini adalah teknik dari penyidik itu sendiri, dia akan melihat apakah yang ada di konten-konten itu, foto-foto itu apakah sesuai dengan yang kita lakukan di penggeledahan tadi," tutur dia.

Datangkan Ahli

Selain membawa barang bukti yang dianggap terkait dengan kasus pornografi tersebut, Polisi juga mulai memanggil sejumlah saksi ahli. Argo Yuwono mengatakan salah satu yang didatangkan yaitu ahli antropometri.

Antrometri sendiri merupakan cabang ilmu yang mempelajari mempelajari pengukuran dimensi tubuh manusia (ukuran, berat, volume, dan lain-lain) dan karakteristik khusus dari tubuh seperti ruang gerak.

Didatangkannya ahli tersebut diharapkan bisa menjelaskan tentang kebenaran chat mesum yang telah beredar luas tersebut.

"Ada saksi ahli yang diperiksa adalah ahli antropometri. Dia akan melihat tentang fisik di foto itu atau tubuh terutama wajah akan kita lihat semua. Hari ini sedang kita lakukan pemeriksaan," kata Argo di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Jumat (3/2/2017).

Selain ahli antropometri, sambung Argo, penyidik juga sudah meminta keterangan dari ahli digital forensik. "Tentunya saksi ahli akan melihat foto itu bagaimana apakah rekayasa atau asli," tambah Argo.

Argo menambahkan, sejauh ini sudah ada enam saksi yang telah dimintai keterangannya oleh penyidik. Selain dari saksi ahli, juga saksi fakta lainnya. "Termasuk saksi yang mengetahui dan mendengar atau melihat," ucap Argo.

Protes Pengacara Firza

Penggeledahan rumah Firza Husein, mendapatkan protes keras dari keluar dan tim kuasa hukumnya, Pengacara Firza, Aziz Yanuar mengatakan, pihaknya keberatan dengan pengeledahan  polisi. Dia akan mengadukan penggeledahan ini ke Divisi Pofesi dan Pengamanan (Propam).

"Ini tidak sesuai. tidak ada orang di sana. Kita akan proses, dan laporkan ke Propam. Nanti kita cek foto-foto dulu," ujar Aziz, Rabu, 1 Februari 2017.

Aziz mengatakan banyak pelanggaran yang dilakukan penyidik saat menggeledah rumah Firza Husein di Jalan Makmur, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Rabu 1 Februari kemarin. "Mudah-mudahan minggu ini ya (lapornya). Kita lagi mengumpulkan barang bukti," ujar Aziz Yanuar.

Aziz menuturkan, tidak ada pihak keluarga yang mendampingi penyidik saat menggeledah rumah Firza Husein. Hanya Ketua RT, RW, dan warga setempat yang dilibatkan.  Namun, para saksi hanya menyaksikan penggeledahan dari ruang tamu.

"Mereka hanya dipersilakan duduk di ruang tamu, sedangkan penggeledahan dilakukan di kamar-kamar," kata dia.

Warga yang menyaksikan penggeledahan, lanjut dia, sama sekali tak diperlihatkan apa saja yang disita penyidik. Menurut Aziz, hal itu melanggar Pasal 129 KUHAP.

"Selain itu menurut Perkap (Peraturan Kapolri) Nomor 8 Tahun 2009, harusnya kan Pasal 33 itu penyidik memberi tahu penghuni tentang kepentingan dan sasaran penggeledahan. Ini kita juga tidak diberi tahu lho," ucap Aziz.

Menurut Aziz, banyak sekali pelanggaran yang dilakukan penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya saat menggeledah rumah Firza Husein. Dia juga tidak diberitahu penggeledahan tersebut terkait kasus apa.

"Sebelumnya kan juga ada penggeledahan dari Reskrimum, dan kita tanggapi dengan tangan terbuka kan," ucap Aziz.

Rizieq Shihab Membantah

Dugaan Keterlibatan Rizieq Shihab dalam kasus tersebut membuat panas pihak FPI. Sang tertuduh, Rizieq Shihab langsung membantah apa ynag dituduhkan kepadanya.

"Menyangkut video yang beredar saya dari FPI dan GNPF MUI, hanya bisa mengatakan video yang beredar itu semuanya fitnah, dan itu merupakan ujian dari perjuangan kita," ungkap Rizieq di Polda Metro Jaya, Sudirman, Jakarta Selatan, 1 Februari 2017.

Ia menjelaskan, wanita yang berada di rekaman video itu telah mengonfirmasi melalui kuasa hukumnya bahwasa video yang beredar tersebut tidak benar dan semuanya itu merupakan fitnah.

"Satu hal yang harus kita ingat wanita yang ada di video tersebut sudah mengonfirmasi melalui kuasa hukumnya menanggapi dengan siaran pers suara maupun chat tidak diakuinya. Dikatakan oleh bersangkutan itu sebagai fitnah dan akan menuntut semua yang melakukan fitnah video tersebut," kata Rizieq Shihab.

Adik Firza Husein, Fifi Husein, mengakui kakaknya pernah mengikuti pengajian Rizieq Shihab. Namun, sudah setahun terakhir ini tidak aktif lagi. "Dia memang pengajian sama seperti jemaah yang lainnya. Kurang lebih satu tahun terakhirlah, enggak aktif tapi," kata Fifi.

Menurut Fifi, tidak mudah untuk menemui Rizieq Shihab, apalagi berbincang. "Kita mau nemui Habib saja susahnya minta ampun. Mau ngobrol sama Habib saja susahnya minta ampun," ujar Fifi.

Firza Dipaksa Akui Chat Seks

Sementara itu, dalam keterangan terbaru yang dusampaikan pengacara Firza Husein, Aziz Yanuar, kliennya itu mengaku mendapatkan intimidasi saat menjalani pemeriksaan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

Firza, kata Yanuar,  dipaksa mengakui soal chat seks dan gambar berbau pornografi yang sempat viral pekan ini. "Yang bersangkutan ditekan, disuruh mengakui tentang berita-berita yang menjadi viral itu (chat seks). Padahal itu tidak pernah ada," ujar dia.

Azis menambahkan, pihaknya keberatan dengan sikap penyidik yang mengintimidasi kliennya. Azis heran, Firza Husein ditahan terkait kasus makar, namun pemeriksaan oleh penyidik melebar ke kasus pornografi.

Setidaknya dari total 20 pertanyaan, sembilan di antaranya terkait kasus chat seks yang diduga melibatkan Firza dan Rizieq Shihab.

"Jadi dikaitkan, yang satu makar, yang satu dikaitkan suruh mengaku (terkait konten pornografi) yang viral itu. Itu yang kami keberatan," tutur dia.

Dikonfirmasi secara terpisah, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono membantah adanya intimidasi dalam pemeriksaan Firza Husein. Menurut dia, pemeriksaan yang dilakukan sudah sesuai dengan aturan.

"Siapa yang memaksa? Tidak ada tekanan. Itu sudah sesuai SOP," kata Argo di Mapolda Metro Jaya.

Kendati begitu, pihaknya membenarkan bahwa penahanan Firza di Mako Brimob, Kelapa Dua, dimanfaatkan polisi untuk menangani dua kasus, yakni dugaan makar dan pornografi.

Share:

Kronologi Pria Bakar Mobil Sendiri Karena Diderek Petugas Dishub

Kronologi Pria Bakar Mobil Sendiri Karena Diderek Petugas Dishub


Seorang pria di kawasan Paseban, Senen, Jakarta Pusat membakar mobilnya sendiri. Aksi itu dipicu kekesalan lantaran mobilnya diderek petugas Suku Dinas Perhubungan dan Transportasi Jakarta Pusat saat diparkir di pinggir jalan.

Kasudin Hubtrans Jakarta Pusat Harlem Simanjuntak mengatakan, pria berinisial M itu memarkir kendaraannya di lokasi yang tidak semestinya.

Karena itu, petugas menindak dengan cara menderek mobil tersebut.

"Tiap hari kan kita lakukan penegakan hukum di wilayah Jakpus. Ada beberapa kendaraan parkir dilakukan penderekan. Tapi yang satu ini tidak terima mobilnya diderek, sehingga melakukan pembakaran," ujar Harlem saat dikonfirmasi, Jakarta, Jumat (3/2/2017).

Harlem mengaku tak banyak mengetahui latarbelakang orang tersebut. Yang pasti, pelaku merupakan warga setempat dan kerap memarkirkan kendaraannya di bahu jalan.

"Yang jelas dia melanggar karena rumahnya agak masuk, jadi dia parkir di pinggir jalan. Menurut (petugas) kelurahan sudah sering," kata dia.

Harlem menuturkan awal mula pelaku membakar mobilnya sendiri. Pelaku yang tengah emosi itu semula membakar kaus kakinya. Kemudian dilemparkan ke arah mobil dan mengenai mantel kendaraan.

"Kena mantelnya dulu. Mobilnya memang sudah tua. Jenis Carry pelat A, Serang, Banten," tutur dia.

Saat itu, mobil sudah diderek dan melaju beberapa meter petugas Dishub sempat melarang. Namun api yang sudah membakar sebagian mobil membuat petugas tak dapat berbuat apa-apa dan memilih mundur.

"Sudah agak bergerak ke depan. Tapi nggak kena mobil derek, cuma mobilnya (pelaku) aja yang kebakar," ucap Harlem.

Saat ini, mobil tersebut diamankan di Kantor Sat Lantas Polres Metro Jakarta Pusat. Sementara pelaku masih diperiksa di Mapolres Metro Jakarta Pusat.

Share:

Usut Dugaan Penyadapan, Polri Disarankan Uji Forensik Ponsel SBY

Usut Dugaan Penyadapan, Polri Disarankan Uji Forensik Ponsel SBY


Pengamat intelijen Ridlwan Habib, menilai polisi perlu menguji secara digital forensik alat komunikasi jarak jauh atau selular milik Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY. Hal tersebut untuk menelisik dugaan penyadapan.

"Cara menyadap itu bisa dengan memasukkan bug, trojan atau aplikasi malware yang membuat HP tidak aman. Karena itu selular pak SBY harus diperiksa total, melalui digital forensik," kata Ridlwan, di Jakarta, Kamis 2 Februari 2017.

Pengujian melalui digital forensik perlu dilakukan guna mencari keberadaan aplikasi-aplikasi yang dicurigai digunakan sebagai penyadap. Ridlwan menjelaskan, metode penyadapan sudah semakin canggih. Suatu aplikasi atau berkas (file) bisa menginfeksi handphone sehingga bisa dilakukan kloning orang tak bertanggung jawab.

Menurut alumni S2 Kajian Strategi Intelijen Universitas Indonesia (UI) ini, hasil digital forensik yang lengkap bisa membuktikan apakah selular SBY disadap atau tidak.

"Jika Pak SBY menuntut keadilan, saya kira Polri tanpa menunggu laporan harus melakukan uji forensik digital terhadap selular yang digunakan SBY, terutama selular yang digunakan saat komunikasi dengan ketua umum MUI (Ma'ruf Amin)," kata dia seperti dikutip dari Antara.

Selain melakukan uji forensik digital terhadap selular SBY, ia menambahkan, polisi juga perlu melihat kemungkinan penyadapan dilakukan di kantor atau rumah tempat komunikasi dilakukan.

"Penyadapan pernah dilakukan terhadap Jokowi saat menjabat sebagai gubernur DKI 2013. Saat itu, ada tiga alat sadap yang ditemukan di rumah dinas Jokowi, ditemukan ditempel menggunakan lem," ujar dia.

Share:

Dugaan Chat Seks, Rizieq Shihab dan Firza Husein Dikonfrontasi?

Dugaan Chat Seks, Rizieq Shihab dan Firza Husein Dikonfrontasi?


‎Penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya terus mendalami kasus chat seks dan gambar pornografi yang diduga melibatkan tersangka makar Firza Husein dan pemimpin FPI Rizieq Shihab. Polisi sudah mulai memeriksa Firza yang saat ini ditahan di Mako Brimob, Kelapa Dua karena kasus makar.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, pihaknya juga sudah memeriksa enam saksi dan ahli terkait hal ini.

"‎Tentunya saksi yang mendengar, melihat, atau mengetahui kita akan panggil," ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Jumat (3/2/2017).

Namun Argo tak menjelaskan siapa saja saksi yang sudah diperiksa. Dia juga belum bisa memastikan kapan Rizieq bakal diperiksa dan dikonfrontasi dengan Firza terkait ‎kebenaran chat tersebut.

"Nanti akan kita lihat, kalau memang ada kaitannya (Rizieq) akan kita panggil. Kalau Firza sedang pendalaman (di Mako Brimob)," kata dia.

Penyidik telah menyita sejumlah barang bukti ‎seperti bantal, seprai, dan televisi di rumah Firza Husein. Barang-barang itu diduga berkaitan dengan gambar pornografi yang sempat viral di dunia maya.

Namun, polisi belum bisa menyampaikan kapan pihak keluarga atau orang terdekat Firza diperiksa untuk dikonfirmasi dengan barang-barang yang disita. Yang pasti, polisi akan memeriksa orang-orang yang dianggap berkaitan dengan kasus ini.

"Itu nanti. Penyidik sedang bekerja. ‎Kita akan memastikan apakah foto yang beredar di konten itu sesuai dengan TKP atau di rumahnya‎," ucap Argo.

Rizieq Shihab telah membantah bahwa chat seks yang ‎sempat viral itu dari dirinya. Ia memastikan, isu itu adalah fitnah yang sengaja ditujukan untuk melemahkan perjuangannya. Dia bahkan mengaku, isu tersebut bukanlah fitnah pertama yang ditujukan kepadanya.

Bantahan juga keluar dari pihak Firza Husein. Melalui pengacaranya, Aziz Yanuar, Firza Husein mengaku apa yang ditudingkan kepadanya adalah fitnah.

Share:
Keluarga Besar Marga Sun. Diberdayakan oleh Blogger.

Breaking News

KAMI MENYEDIAKAN GAME LIVE CASINO TERBARU DI https://bit.ly/2pLGSsO SILAHKAN DAFTAR YA.. SALAM KEMENANGAN YA BOSKU

SABUNG AYAM