Situs Judi Online dan Artikel Sex Indonesia terpercaya 2019

Selasa, 04 Oktober 2016

Begini Cara Cerdas Polda Metro Ringkus Peretas Videotron yang Tayangkan Video Tak Senonoh

Begini Cara Cerdas Polda Metro Ringkus Peretas Videotron yang Tayangkan Video Tak Senonoh


Polisi menangkap SAR (24), peretas videotron yang memuat tayangan pornografi di Jalan Wijaya, Jakarta Selatan, Jumat (30/9/2016) lalu.

Peretasan ini terungkap setelah polisi mendapat keterangan dari ahli digital forensik.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Mochamad Iriawan mengatakan, penyidik melakukan penelusuran alamat IP yang digunakan oleh SAR sehingga keberadaannya bisa diketahui.

"Kan ketahuan pada jam sekian siapa yang mengoperasionalkan itu (videotron) ketahuan," ujar Iriawan di Mapolda Metro Jaya, Selasa (4/10/2016).

Iriawan menambahkan, setelah melakukan penelusuran alamat IP yang digunakan oleh SAR, polisi mengetahui bahwa lokasinya berada di kawasan Senopati, Jakarta Selatan.

Mengetahui hal itu, polisi langsung melakukan penggeledahan dan penangkapan terhadap SAR di kantornya di Mediatrac.

Iriawan menyampaikan, sebenarnya penyidik sudah mengetahui keberadaan SAR pada Sabtu (1/10/2016) lalu.

Namun, sesuai undang-undang, polisi harus mengajukan surat izin ke pengadilan untuk melakukan penggeledahan dan penangkapan di Kantor Mediatrac.

"Karena izinnya harus diajukan ke pengadilan sehingga baru Senin (3/10/2016), sore (baru keluar izin) dan baru hari ini kita lakukan penangkapan dan penggeledahan," ucapnya.

Akibat ulahnya, SAR terancam dijerat Pasal 282 KUHP tentang Tindak Pidana Asusila serta Pasal 27 ayat 1 UU ITE dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara dan denda sebesar Rp 15 miliar.

Tayangan bermuatan pornografi muncul di layar videotron di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat lalu.

Tayangan tersebut muncul sekitar pukul 13.00-14.00 WIB. Durasi yang terdeteksi selama lebih kurang lima menit.

Tayangan itu kemudian diketahui Suku Dinas Komunikasi, Informasi, dan Masyarakat (Kominfomas) Jakarta Selatan.

Aliran listrik ke videotron itu kemudian diputus demi menghentikan tayangan tersebut.

Share:

Breaking News, Ini Alasan Utama Ruhut Putuskan Berhenti Jadi Menkopulhukam DPP Demokrat

Breaking News, Ini Alasan Utama Ruhut Putuskan Berhenti Jadi Menkopulhukam DPP Demokrat


Ruhut Sitompul akhirnya memutuskan mundur dari posisi koordinator bidang politik hukum dan keamanan DPP Partai Demokrat.

Alasannya, Ia ingin jadi juru kampanye untuk memenangkan Basuki T Purnama (Ahok)-Djarot Syaiful Hidayat pada Pilkada DKI Jakarta.

Namun, Ruhut memastikan bahwa ia masih kader Partai Demokrat.

"Sebagai kader tidak, karena Demokrat bukan partai ku yang pertama, tapi partai ku yang terakhir," kata Ruhut di kompleks Parlemen Jakarta, Selasa (4/10/16).

Karena masa kampanye sudah dekat, kata Ruhut, ia akan turun tangan menjadi jurkam, termasuk blusukan ke pelosok Jakarta.

Sehingga, tidak pantas bila dirinya tetap sebagai ketua DPP Demokrat.

"Kan tidak elok aku masih memegang jabatan ketua koordinator polhukam Demokrat. Tapi kalau kader saya tetap kader, karena saya sangat menghormati Bapak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)," ujar Anggota Komisi III DPR itu.

Ruhut memang menjadi sorotan atas sikapnya mendukung Ahok. Sementara partainya mengusung putra SBY, Agus Harimurti Yudhoyono berpasangan dengan Sylviana Murni.

Bahkan, Komisi Pengawas (Komnas) Demokrat sedang memproses dugaan pelanggaran etika partai oleh mantan jubir Demokrat itu.

Share:

Takut Ahok Jadi Presiden, PPP Usul Amandemen UUD 1945 Kembalikan Frasa "Presiden ialah Orang Indonesia Asli"

Takut Ahok Jadi Presiden, PPP Usul Amandemen UUD 1945 Kembalikan Frasa "Presiden ialah Orang Indonesia Asli"


Partai Persatuan Pembangunan mengusulkan kembalinya dilakukan amandemen terhadap Undang-Undang Dasar 1945, terutama Pasal 6 ayat 1.

Hal itu disampaikan Ketua Umum PPP Muhammad Romahurmuziy saat memberikan sambutan dalam Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) DPP PPP di Jakarta, Senin (3/10/2016) malam.

Dalam Pasal 6 ayat 1 UUD 1945 disebutkan, "Calon presiden dan calon wakil presiden harus seorang warga negara Indonesia sejak kelahirannya dan tidak pernah menerima kewarganegaraan lain karena kehendaknya sendiri, tidak pernah mengkhianati negara, serta mampu secara rohani dan jasmani untuk melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai Presiden dan Wakil Presiden".

PPP, kata Romahurmuziy, menginginkan frasa "orang Indonesia asli" kembali dimasukkan dalam pasal tersebut, persis seperti sebelum diamandemen.

Dengan demikian, pasal tersebut akan disertai frasa "Presiden ialah orang Indonesia asli".

"PPP mengusulkan dikembalikannya frasa 'orang Indonesia asli' ke dalam batang tubuh Pasal 6 UUD 1945 untuk persyaratan calon presiden dan wakil presiden," ujar pria yang akrab disapa Romi itu.

"Nasionalisme PPP terganggu akhir-akhir ini seiring banyaknya ujaran kebencian yang muncul di media menyoal hal ini," kata dia.

Menurut Romi, perubahan bunyi pasal tersebut sangat diperlukan sebagai ketegasan sikap dan semangat nasionalisme.

Para pendiri bangsa atau yang biasa dikenal dengan founding fathers, kata Romi, juga menginginkan bangsa ini dipimpin oleh orang Indonesia asli.

"Ketegasan kita sebagai bangsa tentang posisi puncak kedua pemimpin nasional perlu dikembalikan pada semangat lahirnya UUD 1945 oleh para pendiri bangsa, yakni bahwa presiden dan wakil presiden haruslah pribumi," kata dia.

Meskipun demikian, lanjut dia, PPP juga menyadari terbuka berbagai kemungkinan amandemen di luar yang diinginkan PPP.

"Mengingat dinamika yang pasti tinggi ketika menyangkut perubahan UUD," ujarnya.

Share:

Senin, 03 Oktober 2016

Terancam Dipecat Dari DPR Karena Laporan Pengacara Bernama Supyadi, Ini Kata Ruhut

Terancam Dipecat Dari DPR Karena Laporan Pengacara Bernama Supyadi, Ini Kata Ruhut


Anggota Komisi III DPR Ruhut Sitompul lagi-lagi diadukan ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) dan terancam sanksi berat hingga pemecatan. Ruhut tidak ambil pusing soal hal itu.

"Emang gue pikirin! Mereka saja yang hidup matinya di DPR," kata Ruhut saat dihubungi, Senin (3/10/2016).

"Aku percaya Tuhan ada rencana baik buat aku," lanjut politikus Partai Demokrat ini.

Aduan yang terbaru soal Ruhut datang dari seorang pengacara bernama Supyadi. Supyadi merasa dimaki dan dicemarkan nama baiknya oleh Ruhut lewat cuitan Twitter.

Ruhut tidak menampik bahwa dia menggunakan kata-kata tak pantas dalam percakapan dengan Supyadi di media sosial. Namun, itu karena lawan bicaranya yang memulai.

"Aku bukan malaikat. Aku dibilang anjing babi masa aku enggak balas anjing babi. Dia yang duluan maki-maki gue. Dia sebut DPR sarang koruptor," ucap Ruhut.

Dia menuturkan, akun Twitter itu dia pegang sendiri. Kalaupun nanti diperiksa MKD, dia tidak akan mengelak.

"Aku tidak pernah mulai, jadi aku tenang. MKD mau periksa, aku tenang," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Ruhut sudah pernah mendapat sanksi ringan dari MKD di kasus 'hak asasi monyet'. Kini, aduan ke Ruhut kembali diproses oleh MKD.

"Kalau ini terbukti akan terakumulasi. Bisa saja kasus ini dibentuk panel bila terbukti di persidangan. Minggu depan kita akan dengarkan pengadu juga panggil saksi ahli IT," ujar Wakil Ketua MKD Sarifuddin Sudding.

MKD membentuk panel bila ada indikasi pelanggaran etik berat dari teradu. Panel berisi anggota MKD dan unsur-unsur dari luar DPR.

"Kalau sudah pelanggaran berat, tentunya diberhentikan jadi anggota DPR," kata anggota MKD, Muslim Ayub terpisah.

Share:

Ini Dua Alasan Kuat Ruhut Akan Dipecat Oleh Partai Demokrat

Ini Dua Alasan Kuat Ruhut Akan Dipecat Oleh Partai Demokrat


Partai Demokrat punya alasan kuat untuk memecat kadernya, Ruhut Sitompul.

Ada dua alasan untuk mencabut keanggotaan Ruhut dari partai berlambang mercy itu.

Pertama, membangkang atas keputusan partai binaan Susilo Bambang Yudhoyono pada Pilkada DKI yang mengusung Agus Harimurti-Sylviana Murni.

Kedua, Ruhut juga tak pernah lagi ikut kegiatan partai selama sebulan ini.

"Jadi sebenarnya, secara de facto, temen-temen itu sudah nggak nganggep (Ruhut) lagi. Jadi kalau pun dia masih di mana-mana, tapi sebenarnya dia sudah nggak kelihatan lagi di Kantor DPP, apalagi Cikeas," ujar Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat Roy Suryo seperti yang dilansir RMOL (Jawa Pos Group), Minggu (2/10).

Menurut Roy, pemeran "Poltak Raja Minyak dari Medan" dalam sinetron Gerhana itu pun sudah sebulan tidak pernah hadir di acara DPP Partai Demokrat maupun di rumah ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono di Cikeas, Bogor, Jawa Barat.

"Jadi tidak bisa lagi sekarang membawa nama Partai Demokrat," sambung dia.

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga itu juga menuturkan, saat ini Komite Pengawas (Komwas) Partai Demokrat tengah memproses pelanggaran yang dilakukan Ruhut

Namun dirinya belum dapat memastikan apakah Ruhut bakal dipecat dari keanggotaannya di Partai Demokrat.

Roy sendiri juga tak mengetahui alasan pasti kenapa Ruhut mangkir dari sejumlah acara Partai Demokrat sejak sebulan terakhir.

"Kami partai taat azas, kami mengikuti apa yang jadi rekomendasi Komwas. Yang jelas, kami sekarang fokus untuk Indonesia ke depan, dan Jakarta ke depan," tegasnya.

Saat disinggung soal sikap partai apakah berlaku juga buat kader lain yang membelot, Roy mengamini.

Diketahui, kader Partai Demokrat lainnya yakni Hayono Isman juga berbeda sikap dengan partainya.

"Iya, termasuk kader-kader lainnya," ujar Roy.

Ruhut dan Hayono sebelumnya sudah menyatakan keduanya akan tetap mendukung Basuki T. Purnama pada Pilgub DKI Februari 2017 mendatang.

Share:

Gara Gara Ucapan Ini, Ruhut Sitompul Resmi Diberi Sanksi Ringan Oleh MKD DPR RI

Gara Gara Ucapan Ini, Ruhut Sitompul Resmi Diberi Sanksi Ringan Oleh MKD DPR RI


Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menjatuhkan sanksi terhadap Anggota Komisi III DPR, Ruhut Sitompul.

Ruhut dijatuhi sanksi berupa peringatan tertulis setelah dia diadukan oleh Pemuda Muhammadiyah karena menyebut kepanjangan HAM menjadi "hak asasi monyet".

"Kami menjatuhkan putusan ya. Yang bersangkutan dijatuhkan sanksi ringan dalam bentuk peringatan tertulis," kata Wakil Ketua MKD Sarifuddin Sudding di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin, 3 Oktober 2016.

MKD berharap dengan adanya peringatan tersebut akan membuat Ruhut lebih berhati-hati dalam berbicara dan bersikap, juga memperhatikan etika sebagai anggota Dewan.

"Agar yang bersangkutan sebagai pejabat publik tetap menjaga etika dalam bersikap, berperilaku dan bertindak sesuai dengan tata tertib yang ada dan kode etik DPR," ujar Politikus Partai Hanura ini.

Sebelumnya, Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi otonom Persyarikatan Muhammadiyah, mengadukan Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Demokrat Ruhut Sitompul.

Mereka tidak terima karena Ruhut justru mengecam pihak-pihak yang selama ini menilai tindakan Densus 88 Antiteror Polri melanggar HAM, termasuk dalam kasus Siyono, terduga teroris yang mati di tangan Densus pada saat pemeriksaan berlangsung.

"Maka kami memutuskan untuk melaporkan secara resmi Saudara Ruhut Sitompul kepada MKD DPR agar perilaku yang bersangkutan yang abai etika dan menghina kemanusiaan tersebut diberi sanksi yang tegas," kata Dahnil Anzar Simanjuntak yang merupakan Ketua PP Pemuda Muhammadiyah pada Rabu, 27 April 2016.


Share:

Anies Sebut Sungai Di Jakarta Bersih Karena Foke, Ini Jawaban Menyakitkan Dari Google

Anies Sebut Sungai Di Jakarta Bersih Karena Foke, Ini Jawaban Menyakitkan Dari Google


Anies Baswedan, mantan Loyalis jokowi yang dikenal sebagai intelektual cerdas ini kini menjadi orang aneh sejak resmi dicalonkan oleh Gerindra dan PKS menjadi Cagub DKI 2017

Bukannya program program baru yang mestinya Ia sampaikan ke masyarakat DKI, tapi malah menyerang kinerja ahok yang sudah baik selama ini contohnya seperti program membersihkan sungai sungai di kawasan jakarta

Masyarakat DKI jakarta khususnya pasti sudah membaca dan melihat sendiri kalau sungai sungai bersih di jakarta saat ini berkat usaha dan kerja keras Jokowi sewaktu masih menjabat sebagai Gubernur DKI jakarta lalu dilanjutkan oleh wakilnya ahok yang kini menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta

Ahok pernah bilang dan selalu menyampaikan berulang kali kepada masyarakat jakarta bahwa jika ada calon Gubernur yang lebih baik darinya maka masyarakat jakarta wajib memilih calon gubernur tersebut

Tapi sepertinya diantara calon calon Gubernur penantang ahok saat ini belum ada satupun yang menunjukan bahwa mereka terlihat lebih baik dari ahok yang ada justru mereka lebih semangat menyerang program program ahok yang sudah baik seperti pembersihan sungai dan merelokasi warga bantaran sungai ke rusun

Salah satu contoh calon penantang ahok yaitu anies baswedan yang baru baru ini membuat penyataan heboh bahwa "sungai bersih di jakarta karena foke"

"Sebagai contoh, sekarang sungai-sungai bersih bukan? Programnya dirancang tahun 2009 oleh Pak Fauzi Bowo, lalu dilaksanakan di akhir pemerintahan Pak Fauzi Bowo. Lalu dilanjutkan oleh bapak Jokowi. Lalu 2 tahun terakhir ini diteruskan oleh Pak Basuki," kata Anies di Rukan Jatinegara, Jalan Bekasi Timur IX, Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (30/9/2016).

Tak ayal penyataan anies baswedan ini langsung menuai pro dan kontra di khalayak pengguna media sosial

Tim Islamnkri.com kemudian mencoba mencari tahu lewat mesin pencarian " Google"  soal siapa sebenarnya yang paling berjasa atas bersihnya sungai sungai di kawasan jakarta

Kami mencoba memasukkan kata " sungai bersih karena foke" ke google dari tablet dan HP lalu muncul hal yang terduga dibawahnya berupa koreksi dari google tulisan " Mungkin maksud anda adalah : sungai bersih karena ahok "

Screenshot hasil penelusuran mesin pencari Google yang menjelaskan soal siapa sosok yang sangat berjasa atas bersihnya sungai sungai di jakarta ini langsung menyebar di media sosial dan membuat anies baswedan menjadi bahan bullyan pendukung ahok

Share:

Minggu, 02 Oktober 2016

Ruhut Mati Matian Dukung Ahok, Agus Harimurti Ngomong Begini

Ruhut Mati Matian Dukung Ahok, Agus Harimurti Ngomong Begini


Bakal calon gubernur DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono menghargai perbedaan sikap dua kader Partai Demokrat yakni Ruhut Sitompul dan Hayono Isman yang tidak mendukungnya pada Pilgub DKI Jakarta 2017.

Menurutnya, perbedaan pandangan sudah menjadi hal biasa apalagi di era demokrasi.

"Semua orang pasti punya pandangan, ini demokrasi, ya kita hargai lah," kata Agus seperti dilansir dari Antara, Minggu (2/10/16).

Agus mengikuti acara Tjanting Fun Day yang merupakan kegiatan untuk memperingati Hari Batik Nasional. Agus yang mengenakan kaos bertuliskan "AHY #JakartaforAll" tampak sibuk meladeni permintaan foto bersama oleh masyarakat.

Dalam kesempatan itu tampak sejumlah petinggi Partai Demokrat yang mendampingi Agus seperti Susilo Bambang Yudhoyono, Nachrowi Ramli, Ramadhan Pohan, dan Roy Suryo.

Selain itu tampak pula politikus PAN Hatta Rajasa dan Bima Arya.

Dikonfirmasi secara terpisah politikus Demokrat Roy Suryo mengatakan Ruhut dan Hayono secara de facto sudah tidak dianggap lagi oleh kader partai.

Sebab yang bersangkutan tidak pernah terlihat lagi di kantor DPP Partai Demokrat.

"Mereka tidak pernah terlihat lagi, artinya secara de facto sudah tidak dianggap oleh kader," jelas Roy Suryo.

Roy mengatakan keduanya akan segera diproses oleh Komite Pengawas Partai Demokrat untuk mempertanggungjawabkan perbedaan sikapnya tersebut.

Untuk diketahui, Pilkada DKI Jakarta diikuti tiga kandidat pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Mereka antara lain diurutkan sesuai jadwal pendaftaran ke KPUD DKI Jakarta yakni Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat yang didukung PDIP, Golkar, Hanura, Nasdem.

Kemudian Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni yang didukung Demokrat, PAN, PKB, dan PPP. Selanjutnya pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno yang didukung Gerindra serta PKS.

Belakangan Ruhut dan Hayono tidak bersedia mendukung Agus-Sylviana. Keduanya justru mendukung pasangan Ahok-Djarot Saiful

Share:

Super Sekali, Jamban Berkualitas Cuma Ada Di Satu Kelurahan Di Seluruh Kota Bandung

Super Sekali, Jamban Berkualitas Cuma Ada Di Satu Kelurahan Di Seluruh Kota Bandung


Sebagian besar wilayah di Kota Bandung masih belum memiliki akses sanitasi yang baik.

Data dinas kesehatan (dinkes) Kota Bandung menyebutkan bahwa dari 151 kelurahan di Kota Bandung, baru 1 kelurahan ODF (Open Defecation Free), yaitu Kelurahan Rancanumpang di Kecamatan Gedebage.

Kepala Bidang P2PL Dinas Kesehatan Kota Bandung Henny Rahayu Ning Tyas menjelaskan, ODF atau SBS (Stop Buang Air Sembarangan) adalah sebuah kelurahan yang seluruh penduduknya sudah mengakses/menggunakan jamban yang memenuhi syarat kesehatan. Sehingga tidak mencemari badan air.

"Dari 151 kelurahan itu baru satu kelurahan yang betul-betul ODF. Dulu, jamban sehat baru dilihat dari ada wujudnya di dalam rumah bukan di luar rumah yang langsung ke sungai. Dulu pandangannya begitu, tapi sekarang kita lebih ke kualitasnya. Jadi ada kloset di rumah tapi pembuangannya harus kita periksa, itu ke septic tank atau ke sungai," ujar Henny saat menyampaikan paparannya dalam Seminar Sanitasi Perkotaan di gelar Gedung Rumah Sakit Pendidikan Unpad, Jalan Eyckman, Sabtu (1/10)

Menurut Henny, dari 14 RW di Kelurahan Racanumpang sudah tidak ada lagi perilaku warga yang membuang air sembarangan ke sungai

" Kalau kelurahan lain kita belum tahu. Karena kalau dilihat wujudnya, betul di rumahnya pakai closet tapi apakah pakai septic tank atau tidak. Idealnya kalau misalnya di satu wilayah tidak bisa membuat septic tank di rumah, itu bisa septic tank komunal. Kan nanti ada masuk ke riol (saluran pembuangan air kotor) kota, kemudian masuk ke saluran PDAM untuk diolah air limbahnya," katanya.

Menurut Henny, di Kota Bandung sendiri masih ada sebagian besar warga yang BAB di Sungai. Hal ini dilakukan oleh warga yang tinggal di bantaran sungai. Dia juga tidak menampik jika ada warga di tengah-tengah perkotaan berperilaku demikian.

"Enggak selalu semua di bantaran, selalu ada di tengah juga mereka buang. Kalau kita lihat di pinggir sungai rumah yang bantaran itu rata-rata mereka semua membuang limbah rumah tangganya ke sungai," katanya.

Begini solusi Dinkes Kota Bandung

Henny Rahayu Ning Tyas melanjutkan, untuk meningkatkan ODF di Kota Bandung, salah satu yang dilakukan Dinkes yakni pemicuan. Pemicuan adalah salah satu teknik yang digunakan dalam Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) untuk meningkatkan partisipasi masyarakat.

Dalam pemicuan, kata Henny, fasilitator akan memicu masyarakat sehingga memiliki keinginan untuk menggunakan jamban yang memenuhi syarat.

"Pemicuan itu sudah kita lakukan di seluruh kecamatan. Ada kader kewilayahan yang untuk bisa fasilitator pemicuan. Semua terkendala oleh aparat yang tidak interest atau masyarakatnya yang kurang ingin ataupun karena ketidaktahuan," ujar Henny saat menyampaikan paparannya dalam Seminar Sanitasi Perkotaan di gelar Gedung Rumah Sakit Pendidikan Unpad, Jalan Eyckman, Sabtu (1/10)

Menurut Henny, STBM di Kota Bandung sendiri telah dimulai sejak 2010. Kegiatan yang dilakukan meliputi sosialisasi STBM kepada lintas sektor atau lintas program terkait, TOT fasilitator STBM untuk 30 kecamatab di Kota Bandung, pelatihan kader di masing masing kecamatan dan monitoring serta evaluasi.

"Sampai dengan tahun 2016 ini Kota Bandung telah memiliki 95 fasilitator dan 650 kader STBM," katanya.

Henny menargetkan, ada 2-5 kelurahan ODF di Kota Bandung setiap tahunnya. Namun demikian pada akhirnya akan tergantung pada peran serta aparat kewilayahan kemudian keinginan masyarakat sendiri.

"Ini yang sudah konsultasi ke kita itu kelurahan Antapani Kidul. Kita pengen setiap tahun ada dua sampai lima (ODF). Cuma itu kan tergantung peran serta aparat kewilayahan kemudian masyarakat sendiri ingin atau tidak," ujarnya.

Share:

Anies Baswedan Sebut Sungai di DKI Bersih Program Fauzi Bowo, Ini Reaksi Ahok

Anies Baswedan Sebut Sungai di DKI Bersih Program Fauzi Bowo, Ini Reaksi Ahok


Cagub DKI Anies Baswedan menyebut sungai-sungai yang bersih di Jakarta adalah hasi rancangan Gubernur DKI 2007-2012, Fauzi Bowo.

Gubenur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menegaskan bahwa dialah yang berhasil mewujudkan sungai bersih.

"Memang. Saya sampaikan dengan jelas, semua program kali bersih sejak zaman Sutiyoso, sejak zaman semua gubernur. Semua program LRT, MRT sejak zaman semua gubernur. Rumah susun dari semua program gubernur. Pertanyaannya, gubernur mana yang dapat mengimplementasikan?" kata Ahok di Markas Teman Ahok, Pejaten, Jakarta Selatan, Sabtu (1/10/2016).

Ahok mengambil contoh program Mass Rapid Transit (MRT) yang sudah dirancang sejak 28 tahun lalu. Ada pula program TransJakarta yang berasal dari ide Sutiyoso.

"Tapi yang bisa menaikkan penumpang sampai 11,5 juta siapa? Saya. Januari lalu masih 7 juta. Kali bersih siapa? Ngomongnya iya gubernur lama, kamu bisa lihat kali sekarang bersih siapa? Saya," tegas Ahok.

Sebelumnya, Program kali bersih yang membuat sungai di Jakarta kini bebas sampah, kata Anies, merupakan bukti bahwa program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta itu selalu berkesinambungan. Program itu dirancang oleh Fauzi Bowo.

"Sebagai contoh, sekarang sungai-sungai bersih bukan? Programnya dirancang tahun 2009 oleh Pak Fauzi Bowo, lalu dilaksanakan di akhir pemerintahan Pak Fauzi Bowo. Lalu dilanjutkan oleh bapak Jokowi. Lalu 2 tahun terakhir ini diteruskan oleh Pak Basuki," kata Anies di Rukan Jatinegara, Jalan Bekasi Timur IX, Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (30/9/2016).

Share:

Jakarta Butuh Ahok yang Gendeng, Bukan Pemimpin Ganteng, Setuju ?

Jakarta Butuh Ahok yang Gendeng, Bukan Pemimpin Ganteng, Setuju ?


Korbid Pemenangan Pemilu Indonesia I Golkar, Nusron Wahid meyakini bahwa DKI Jakarta menginginkan pemimpin yang berani mengambil keputusan seperti Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Menurutnya, bukan paras ganteng yang dibutuhkan warga Jakarta dari seorang pemimpin.

"Kita memilih pemimpin yang dibutuhkan orang, Jakarta tidak perlu sosok dengan kata-kata seminaris. Jakarta yang tidak perlu sosok yang lenggak lenggok ganteng. Jakarta butuh pemimpin yang proper, proven, dan deliver seperti Ahok. Biasanya para calon saat mau kampanye suka jaim, tetapi Ahok tidak peduli jabatannya," kata Nusron saat diskusi di launching #TetapAhok di Markas Teman Ahok, Pejaten, Jakarta Selatan, Sabtu (1/10/2016).

Nusron menuturkan bahwa langkah parpol-parpol mendukung Ahok juga tak lepas dari peran Teman Ahok. Partai politik tidak bisa menjauh dari supremasi rakyat.

"Ahok adalah cerminan dari rakyat. Jakarta butuh manusia gendeng seperti Ahok," ujarnya.

Sebelumnya, Waketum Partai Demokrat Roy Suryo menyebut kegantengan sebagai salah satu keunggulan cagub DKI Agus Harimurti Yudhoyono.

Selain itu, Agus juga bisa memadukan kelebihan-kelebihan Ahok dan Anies Baswedan.

"Kami menangkap kebaikan-kebaikan dari para pasangan calon, misal tegasnya Ahok bisa diambil, santunnya Anies. Bisa kita padukan ke Agus, apalagi dia ganteng," kata Roy dalam diskusi Polemik 'Adu Strategi di Tanah Betawi' di Restoran Warung Daun, Jalan Raya Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (1/10/2016).

Share:

Tak Tahan Dibully, Malam Ini Mario Teguh Pamit Akan Akhiri Acara MTGW di Kompas TV

Tak Tahan Dibully, Malam Ini Mario Teguh Pamit Akan Akhiri Acara MTGW di Kompas TV


Mario Teguh pamit dan sampaikan salam perpisahan dengan pemirsa televisi se-Indonesia. Berikut penyampaian lengkapnya, Sabtu (1/10/2016).

Melalui akun Instagram yang terverifikasi miliknya, Mario Teguh menyampaikan salam perpisahan.

Penampilannya (taping) Mario Teguh Golden Ways malam ini di Kompas TV adalah penampilannya yang terakhir.

Meski demikian Mario Teguh berjanji akan terus menemani fansnya melalui layar gadget, laptop atau perangkat lainnya yang saat ini masih dalam pembicaraan oleh tim.

Apakah hal ini terkait dengan persoalannya dengan Ario Kiswinar Teguh?

Berikut Ini Postingan Lengkap Pamitan Mario Teguh kepada followernya yang biasa menonton acara MTGW di kompas TV

Sahabat saya yang baik hatinya,

Malam ini kita NOBAR TERAKHIR
MTGW - Saranghaeyo.
KOMPAS TV
Sabtu, 1 Oktober 2016
19:30 - 21:00 WIB.

Bersama ini atas nama MTSC Management Team dan Crew saya menyampaikan permohonan pamit untuk mengakhiri pelayanan motivasional Mario Teguh di layar televisi, yang keseluruhannya sudah hampir 11 tahun sampai hari ini.

Kami sudah menyampaikan pengunduran diri kami dari Kompas TV, sehingga hari Sabtu ini, 1 Oktober 2016 adalah episode MTGW terakhir yang akan tayang di Kompas TV.

Copyrights atas program MTGW tetap atas nama Mario Teguh.

Segenap Management Team MTSC dan saya menyampaikan rasa terima kasih yang dalam kepada sahabat-sahabat baik kami di Kompas TV dan semua pemirsa MTGW di Indonesia dan di manca negara.

Tahun ini saya sudah berusia 60 tahun dan sudah lama ingin istirahat dan lebih sering liburan pacaran dengan belahan jiwa saya, dan dengan polemik yang saat ini ada di publik - keputusan untuk istirahat dari pelayanan via layar televisi kami segerakan.

Masih ada 3 layar lagi yang bisa kami gunakan untuk tetap terhubung dengan Anda dalam bentuk-bentuk pelayanan yang juga inovatif, yaitu layar smartphone, layar tablet, dan layar laptop Anda.

Mohon Anda tunggu format pelayanan baru MTSC bulan depan, yang mudah-mudahan dizinkan oleh Tuhan untuk menjangkau Anda dengan lebih mudah di layar smartphones Anda.

Terima kasih atas persahabatan dan dukungan baik yang kami terima selama ini.

Terima kasih dan salam super!

Salam sayang dari Ibu Linna dan saya


Tanggapan beragam netizen  bermunculan:

"seribu kebaikan akan dilupakan hanya karna satu kesalahan,setiap ujian di jatuhkan kpd setiap hamba wlw pun dia nabi,terkadang yg terbaik tdk sllu yg terindah terimakasih pak semoga kputusan ini mjd keputusan yg terbaik dan mudah2han ada lg generasi yg super yg siap memotivasi indonesia Amiin.." tulis akun Lisin Art

 " mndengar kbar ini, air mata ini mengalir deras, hati sya serasa gelap gulita, gunda n gelisah.. pk mario rsanya sulit sekali untk menerima kbar ini.. sya msih ingn mndengar motivasi pak mario d layar TV " tulis akun Hiday Ia TunNi'mah


" Walaupun sudah ribuan kebaikan yang kita berikan, satu kesalahan akan menghanguskan semua kebaikan yang kita lakukan. Tetap semangat pak Mario. Semoga permasalahan yang sedang dihadapi cepat selesai dengan baik " tulis akun Helmy Fahmiansyah

Share:
Keluarga Besar Marga Sun. Diberdayakan oleh Blogger.

Breaking News

KAMI MENYEDIAKAN GAME LIVE CASINO TERBARU DI https://bit.ly/2pLGSsO SILAHKAN DAFTAR YA.. SALAM KEMENANGAN YA BOSKU

SABUNG AYAM