Situs Judi Online dan Artikel Sex Indonesia terpercaya 2019

Sabtu, 27 Agustus 2016

Beredar Percakapan Lucu Antara Jonru, Felix & Prabowo Yang Membahas Soal Ilmu Filsafat


Beredar Percakapan Lucu Antara Jonru, Felix & Prabowo Yang Membahas Soal Ilmu Filsafat


Entah siapa yang pertama kali mengarang atau membuat percakapan lucu antara Jonru, Felix & Prabowo Ini, sepertinya si pembuat cerita ini udah ketularan virus " Mukidi" yang akhir akhir ini cerita ceritanya yang super kocak jadi ngetop dan viral di dunia maya

Percakapan lucu antara Jonru, Felix dan prabowo yang membahas soal " ilmu filsafat " ini jadi viral di media sosial

Berikut ini Percakapan lucu antara Jonru, Felix dan prabowo yang membahas soal " ilmu filsafat " yang didapatkan tim islamnkri.com dari media sosial facebook

Logika Jonru

Saat Jonru sedang mencari gedung murah yang bisa disewa untuk seminar dan sekaligus menjual sprei, dia bertemu dengan teman lamanya yang ternyata pemilik gedung tersebut. Terjadilah dialog antara mereka berdua.

Jonru: "wah.. Antum sekarang sudah hebat, bro.. Usahanya apa selama ini?"

Felix: "Saya mengajar filsafat di kampus dekat sini."

Jonru: "oh iya, filsafat itu apa sih? Kenapa buang2 waktu belajar filsafat? Apa ga sebaiknya waktu tersebut kita pakai untuk yang lebih bermanfaat?"

Felix: "Pertanyaan anda tersebut sudah merupakan pertanyaan filsafat. Meskipun demikian, saya akan mencoba menjelaskan kepada anda. Tapi anda akan paham setelah saya kasih satu pertanyaan berikut."

Jonru: "baik, silakan bertanya."

Felix: "Apakah anda punya kucing di rumah?"

Jonru: "punya."

Felix: "Karena anda punya kucing, berarti anda penyayang binatang."

Jonru: "Lah iya doonk. Tapi masak cuma seperti itu filsafat?"

Felix: "Karena anda sayang binatang, berarti anda lebih sayang lagi kepada manusia."

Jonru: "Iya, harus itu. Manusia lebih patut disayangi daripada binatang."

Felix: "Karena anda lebih sayang kepada manusia, berarti anda lebih sayang lagi pada diri sendiri."

Jonru: "gimana sih ente, bro.. So pasti lah.."

Felix: "Karena anda sayang sama diri sendiri, tentunya anda tidak akan membiarkan penampilan anda kusut begini."

Jonru: "ah bisa aja ente.. Kebetulan pembantu ane lagi cuti. Istri ane ga bisa menyetrika."

Felix: "itu artinya anda sangat sayang sama istri."

Jonru: "Benar, bro.. Istri ane itu sangat penurut dan shalehah."

Felix: "Karena anda sangat sayang sama istri anda, berarti anda bukan gay."

Jonru: "haha.. Mulut ente masih pedes kayak dulu. Gue masih normal bro.. Masa jadi gay."

Felix: "oke.. Kita barusan sudah berfilsafat. Jadi anda sudah paham kan yg namanya filsafat?"

Jonru: (berlagak sok paham dan mengangguk sambil tersenyum).

Setelah sepakat soal sewa gedung, Jonru datang menemui Prabowo membicarakan soal seminar yg akan dia lakukan.

Jonru: "Om, saya sudah dapat gedungnya, kebetulan kepunyaan teman saya yg mengajar filsafat."

Prabowo: "Apa itu filsafat?"

Jonru: "Susah menjelaskannya. Tapi akan saya coba menjelaskan setelah om menjawab satu pertanyaan saya."

Prabowo: "Silakan"

Jonru: "Apakah Om punya kucing di rumah?"

Prabowo: "Ngga, aku ga punya kucing."

Jonru: "Berarti Om itu seorang gay."

Share:

Ahok Ke Komnas HAM: Gua Enggak Mau Gubris Lu Punya Rekomendasi, Memang Kamu Mau Ngapain Saya


Ahok Ke Komnas HAM: Gua Enggak Mau Gubris Lu Punya Rekomendasi, Memang Kamu Mau Ngapain Saya


Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengomentari pernyataan Komnas HAM soal kehidupan warga seusai penggusuran Kalijodo. Dia tidak terima dengan catatan Komnas HAM yang menjabarkan penderitaan warga usai penertiban Kalijodo.

Basuki atau Ahok mengatakan, ketika Pemprov DKI masuk ke kawasan itu untuk melakukan penertiban, sebagian besar warga yang tidak memiliki KTP DKI sudah pergi entah ke mana.

"Kalau yang punya KTP DKI ya kita tawarin rusun dong," ujar Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jumat (26/8/2016).

Ahok menduga, warga eks Kalijodo yang melapor kepada Komnas HAM adalah pekerja di kawasan Kalijodo yang melarikan diri menjelang penertiban. Pekerja itu tidak memiliki KTP DKI sehingga tidak punya hak untuk menerima rusun.

Ahok pun meminta kepada Komnas HAM untuk tidak mengganggu programnya dengan membela warga yang terkena penertiban. Ahok pun menyindir Komnas HAM yang tidak pernah membela hak warga di Muara Angke yang kerap mengalami keracunan logam dari hasil laut mereka.

"Jadi, Komnas HAM gini sajalah, tidak usah cari-cari ribut sama saya lagi. Kesusahan orang, anak kecil kerja, lu enggak pernah ngomong di Angke. Kerang ijo yang sudah ada racun logam, lu enggak pernah ngomong," ujar Ahok.

Komnas HAM mencatat hanya ada 200 KK warga Kalijodo yang ditampung di Rusun Marunda. Ada 14 KK yang memilih keluar dari rusun karena tidak mampu membayar uang sewa sebesar Rp 300.000 per bulan.

Ahok mengaku bingung jika ada warga yang tidak mampu membayar uang sewa rusun. Sebab, uang sewa sebesar Rp 300.000 per bulan dinilai sudah murah. Warga bisa menabung Rp 5.000 per hari untuk bisa membayarnya.

Ahok menyarankan kepada Komnas HAM untuk memeriksa lebih lanjut 14 KK yang pindah dari Rusun Marunda. Hal itu untuk memastikan alasan keluarga tersebut pindah.

Ahok menyatakan tidak mau ambil pusing dengan catatan negatif Komnas HAM terhadap penertiban Kalijodo. Kata Ahok, tidak ada kewajiban baginya untuk menindaklanjuti catatan Komnas HAM.

"Kalau kamu enggak kuat bayar rusun pun, kamu enggak kerja sama sekali, saya masukkin ke panti. Cuma Rp 5.000 sehari keterlaluan enggak dia enggak bisa bayar," ujar Ahok.

"Lagi pula, gua enggak mau gubris lu punya rekomendasi, memang kamu mau ngapain saya," ujar Ahok.

Share:

Yang Diminta Yusril Kepada Nusron Wahid Usai Terpilih Sebagai Ketua Tim Pemenangan Ahok


Yang Diminta Yusril Kepada Nusron Wahid Usai Terpilih Sebagai Ketua Tim Pemenangan Ahok


Jelang Pilkada DKI Jakarta 2017 mendatang, calon petahana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok telah membentuk tim pemenangan. Posisi orang nomor satu di tim sukses itu dijabat Nusron Wahid.

Nusron saat ini masih aktif menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI). Berbagai pihak pun mendesak Nusron melepaskan jabatannya dari Kepala BNP2TKI.

Terkait hal itu, pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra memiliki pendapat lain. Menurut dia, tidak masalah jika Nusron yang masih aktif menjadi Kepala BNP2TKI menjadi Ketua Tim Pemenangan calon petahana Ahok.

"Sebab Ahok kan belum resmi. Namun kalau sudah resmi, ya Pak Nusron harus melepaskan jabatannya," kata Yusril di Jakarta, Jumat (26/8/2016).

Kendati demikian, ia mengharapkan pejabat negara tidak ikut-ikutan menjadi tim sukses calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub) pada Pilkada DKI Jakarta.

Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gerindra Arief Poyuono sebelumnya juga meminta Nusron Wahid mundur dari jabatannya. Sebab, Nusron kini menjabat sebagai Ketua Tim Pemenangan Ahok di Pilkada DKI Jakarta.

"Begini ya keberadaan Nusron sebagai Ketua Tim Pemenangan Ahok sebaiknya dia mengundurkan diri saja," kata  Arief Poyuono saat dihubungi, Jumat.

Arief meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) segera memberhentikan Nusron Wahid. Menurutnya, Nusron digaji negara sebagai Kepala BNP2TKI untuk mengurus TKI bukan mengurusi Ahok.

"Bukan untuk mengurus Pilkada DKI Jakarta," ujar dia.

Arief mengaku khawatir adanya rangkap jabatan yang disandang Nusron Wahid membuat kinerja BNP2TKI tidak optimal. Jika itu terjadi, imbuh dia, korbannya adalah para TKI di luar negeri.

Share:

Kader Sayap Partai PDIP Ini Akan Laporkan Teman Ahok Ke Polisi Atas Tuduhan....


Kader Sayap Partai PDIP Ini Akan Laporkan Teman Ahok Ke Polisi Atas Tuduhan....


Organisasi sayap PDI Perjuangan, Relawan Perjuangan Demokrasi (REPDEM) mengancam akan melaporkan Relawan Teman Ahok ke polisi karena dianggap mendiskreditkan PDI Perjuangan.

Ketua DPN Repdem, Wanto Sugito mengungkap hal ini di kantornya, Jumat (26/8/2016), Menurutnya, Relawan Teman Ahok mengeluarkan pernyataan tak berdasar dengan menyebut PDI Perjuangan meminta syarat kepada Ahok jika ingin diajukan menjadi Cagub DKI.

"Kami meminta mereka meminta maaf. Atau secara institusi sayap partai, Repdem akan melaporkannya ke polisi karena pencemaran nama baik induk organisasi kami, " ujar  Wanto Sugito.

"Jika tidak ditertibkan langsung oleh Ahok. Berarti Teman Ahok direstui oleh Ahok utk mendiskreditkan PDI Perjuangan ataupun kelompok lain yg belum resmi dukung Ahok," tuduhnya lagi.

Pihaknya menuntut Relawan Teman Ahok untuk menjelaskan ,"syarat" yang dimaksud dan apakah pernah tertuang secara tertulis kepada Basuki atau Ahok.

Berikut Ini Reaksi Netizen Atas Rencana Kader Sayap Partai PDIP yang akan polisikan teman ahok :

HASAN : Laporkan saja jangan ngak jadi lapor ya rakyat sdh MUAK dgn PDIP

Oktavianus Bram : Terus waktu orang orang PDIP bilang Ahok harus jadi wagub, atau harus daftar karena ikuti mekanisme partai, lalu itu apa. Ada bukti rekaman di media masa. Jangan bodoh kecuali kalian mau jafuhkan PDIP di depan publik.


andrias Cv Grand : Kader sayap partai..kaya menu di KFC aj..

Share:

Minggu, 31 Juli 2016

Bahas Freddy Budiman,Ini Hasil Pertemuan Pihak Mabes Polri Dengan Haris Azhar

Bahas Freddy Budiman,Ini Hasil Pertemuan Pihak Mabes Polri Dengan Haris Azhar


Kapolri Jenderal Tito Karnavian menunjuk Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli untuk bertemu Koordinator KontraS, Haris Azhar. Haris diketahui membuat tulisan tentang Cerita Busuk dari Seorang Bandit, yang kabarnya merupakan curahan hati tereksekusi mati, Fredi Budiman.

Boy mengatakan, sudah bertemu dan berbicara dengan Haris mengenai tulisannya itu. Namun, Boy mengaku tidak mendapatkan sesuatu yang dianggap penting.

"Kami sudah ada pertemuan. Kalau konten tidak ada yang berbeda, dari konten yang ada di WhatsApp itu. Dia berbicara seperti suasana Pak Haris menerima informasi itu dari almarhum Fredi Budiman pada 2014, dua tahun yang silam. Intinya, informasi yang kami terima tidak jauh berbeda, dalam tulisan yang telah disebarkan,” kata Boy di Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Minggu (31/7/16).

Boy menerangkan, sangat sulit menguji kebenaran informasi tersebut, terlebih pemilik informasinya Fredi sudah meninggal. Namun demikian, karena kasus ini sudah menjadi konsumsi publik, pihaknya akan mencoba mengklarifikasi tulisan tersebut.‎
"Jadi kami masih dihadapkan dengan kondisi-kondisi seperti itu. Tapi kita berdasarkan arahan Kapolri yang jelas prinsipnya akan terus didalami," beber Boy.

Selain itu, Boy menyesalkan, Haris tidak punya data dan nama-nama oknum polisi maupun TNI yang mendapat cekokan dana dari Fredi. Karena tulisan itu, Haris menyimpulkan bahwa institusi Polri dan TNI semuanya kotor.

"Kalau kami lihat tulisannya itu sangat merugikan institusi. Jadi yang disampaikan Haris adalah ungkapan-ungkapan yang sifatnya informasi. Sangat-sangat perlu didalami, karena sumir. Sementara kalau kami mau konfirmasi, Pak Fredi sudah tidak ada," tandas Boy


Share:

Kenangan Mike Mohede bagi Olahraga Indonesia

Kenangan Mike Mohede bagi Olahraga Indonesia


Kabar duka datang dari penyanyi pop Tanah Air, Mike Mohede. Penyanyi kelahiran 32 tahun silam itu mengembuskan nafas terakhirnya akibat serangan jantung, Minggu (31/7/2016).

Mike Mohede pertama kali dikenal publik luas ketika memenangi ajang pencarian bakat pada tahun 2005. Pada saat itu, namanya langsung melambung. Sosoknya yang selalu menyuguhkan senyum manis pun langsung menjadi idola publik.

Penyanyi jebolan ajang pencari bakat yang lahir pada 7 November 1983 ini juga sempat berkolaborasi dengan sejumlah penyanyi ternama Indonesia seperti Badai eks Kerispatih, Saykoji dan Maria Shandi lewat sebuah album rohani bertajuk Kemenanganku.

Berkat talenta menyanyinya, Mike juga sering diundang ke acara olahraga. Ia pernah menyanyikan lagu Indonesia Raya dalam pertandingan tinju Chris John. 

Yang pertama saat Chris John menghadapi petinju Argentina Fernando David Saucedo di Tennis Indoor Senayan, Desember 2010. Lalu yang kedua saat Chris John menghadapi petinju Indonesia lainnya, Daud Yordan di Jakarta International Expo, April 2011. Dalam dua pertandingan itu Chris John berhasil mempertahankan gelarnya.

Pada 12 Juni 2015 lalu, Mike juga meluncurkan album kedua. Salah satu singlenya, "Sahabat Jadi Cinta", sukses mengantarkannya ke sejumlah tangga musik di Radio Tanah Air. Rencananya jenazah Mike akan dimakamkan Selasa, (2/8/2016) di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan. 

Share:

Kenapa Orang Muda Seperti Mike Mohede Bisa Kena Serangan Jantung?

Kenapa Orang Muda Seperti Mike Mohede Bisa Kena Serangan Jantung?


Dunia hiburan Tanah Air berduka. Penyanyi berbakat Mike Mohede dikabarkan meninggal dunia pada hari ini, Minggu (31/7/2016) karena serangan jantung. Kabar berpulangnya Mike Mohede cukup mengejutkan karena usianya 
terbilang cukup muda, 32 tahun. Namun Mike bukanlah selebritas pertama yang tutup usia akibat serangan jantung di usia muda. Beberapa waktu lalu pesinetron cantik Irena Justin pun dikabarkan meninggal dunia diduga karena serangan jantung pada usia 22 tahun.

Dulu penyakit jantung atau stroke begitu identik dengan usia lanjut atau di atas 50 tahun. Namun kini, orang-orang muda seperti Mike Mohede dan Irena Justine pun bisa mengidap penyakit jantung dan serangan jantung. Berdasarkan data statistik Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dari total 
41.590 angka kematian yang ada di Indonesia, 21,1 persen dari 41.590 disebabkan oleh stroke dan 19,1, persen akibat penyakit jantung dan koroner.

Mengapa individu usia muda seperti Mike Mohede bisa terkena serangan jantung? Mengutip Harvard Men's Health Watch edisi 2009 yang dilansir laman Harvard Medical School, 10 persen serangan jantung menimpa kaum muda di bawah umur 45. Sama seperti serangan jantung yang menimpa orang-orang tua, 80 persen serangan ini disebabkan oleh masalah arteri koroner, seperti penyumbatan kolesterol pada arteri di jantung.

Penyebab lain serangan jantung pada orang muda termasuk kelainan pada satu atau lebih pembuluh arteri, penggumpalan darah pada bagian lain dan dibawa menuju arteri jantung, kelainan sistem pembekuan, kejang atau inflamasi pembuluh arteri, trauma pada dada, dan penyalahgunaan obat. Penyakit jantung pada orang muda dikaitkan dengan faktor risiko yang 
sama pada orang tua. Hal tersebut termasuk riwayat penyakit jantung dalam keluarga, merokok, kolesterol tinggi, hipertensi, obesitas abdominal, diabetes, sindrom metabolik, kurang olahraga, emosi terpendam, peningkatan kadar protein C-reaktif, dan kurangnya pengetahuan tentang penyakit jantung.

Peneliti dari Coronary Artery Risk Development in Younh Adults (CARDIA) mengevaluasi 5000 orang muda usia 18 hingga 30. CARDIA memonitor para relawan selama 15 tahun untuk melihat bagaimana faktor risiko mempengaruhi kesehatan jantung mereka. Menghisap 10 batang rokok per harimeningkatkan risiko penyakit jantung hingga 50 persen, peningkatan 
setiap 30 mg/dL kolesterol LDL meningkatkan risiko hingga 50 persen, dan setiap peningkatan 10 mm Hg dalam tekanan sistolik darah menambah risiko hingga 30 persen.

Harvard Men's Health Watch mengingatkan orang muda selain Mike Mohede agar tidak mengabaikan gejala penyakit jantung hanya karena merasa "terlalu muda" untuk mengidap penyakit tersebut. Tindakan pencegahan pun sebaiknya dilakukan sedari dini.

Share:

Tanda Awal Gangguan Jantung seperti yang Dialami Mike Mohede

Tanda Awal Gangguan Jantung seperti yang Dialami Mike Mohede


Penyanyi muda, Mike Mohede mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Premier Bintaro, Jakarta Selatan,Minggu (31/7/2016). Dikabarkan juara ajang pencarian bakat ini meninggal Karena serangan jantung.

Dilansir laman Abcnews, sebuah studi baru yang memeriksa mayat dari 760 remaja dan orang muda menemukan tanda-tanda awal berupa sumbatan pada arteri koroner karena penumpukan kolesterol. Ini peringatan agar pencegahan penyakit jantung di masa depan mesti menyasar pada anak muda juga.

Pencegahan jangka panjang dari sumbatan arteri koroner (arteroskeloris) dimulai pada masa kanak-kanak atau setidaknya remaja, kata Peneliti Emeritus di Yayasan Southwest untuk Biomedical Research di San Antonio, Texas , Dr Henry McGill, menjelaskan.

Studi ini meneliti arteri dari orang-orang muda yang meninggal karena penyebabnya lain, seperti bunuh diri, pembunuhan, 
dan kecelakaan. Seperlima dari orang-orang muda berisiko berusia 30-34 tahun. Mereka memiliki banyak lemak yang terkumpul di arteri koroner sehingga menyebabkan mengeras dan tersumbatnya pembuluh darah dan menyebabkan serangan jantung dan stroke.

Laki-laki seperti Mike Mohede dua kali lebih mungkin untuk memiliki plak dibandingkan wanita dari rentang usia yang sama. Faktor risiko terbesar untuk arteri tersumbat adalah obesitas dengan tingkat low-density lipoprotein (LDL) atau kolesterol jahatnya tinggi membentuk deposit di dinding arteri. Orang dengan tingkat LDL di atas 160 miligram per desiliter dua setengah kali lebih berisiko menyimpan sumbatan yang disebut plakini.

Risiko lainnya seperti merokok, tekanan darah tinggi, dan tingkat kolesterol baik atau high-density lipoprotein (HDL) rendah juga menempatkan orang dengan risiko sedikit lebih tinggi.

Peneliti menemukan bahwa laki-laki muda usia 20-an dan 30-an (seusia Mike Mohede) dengan kolesterol tinggi, dua sampai tiga setengah kali lebih berisiko meninggal karena penyakit jantung dan harapan hidupnya untuk hidup lebih panjang berkurang sembilan tahun dibandingkan pria dengan kadar kolesterolnya normal dan sehat.

Share:

Sabtu, 30 Juli 2016

Soal Wanita keturunan Tionghoa Penyebab kerusuhan, Ini Kata Camat Tanjung Balai

Soal Wanita keturunan Tionghoa Penyebab kerusuhan, Ini Kata Camat Tanjung Balai


Kerusuhan yang pecah di Tanjung Balai, Sumatra Utara, membuat beberapa rumah ibadah terbakar. Menurut pejabat setempat, massa terprovokasi oleh berita-berita yang tidak benar, baik di lapangan mau pun di media sosial.

Camat Tanjung Balai Selatan, Pahala Zulfikar, mengatakan kemarahan massa terjadi setelah seorang wanita keturunan Tionghoa memprotes suara azan dan pengajian dari pengeras suara masjid di depan rumahnya.

Sempat dilakukan pengamanan oleh polisi dan massa kembali pulang. Namun tidak lama berselang, gerombolan warga menyerang vihara dan kelenteng. Total ada sembilan rumah ibadah yang dirusak.

Menurut Zulfikar, massa diprovokasi oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan pembakaran dan perusakan. Ditambah lagi, kemarahan warga kian menjadi setelah kasus itu dibumbui isu-isu yang tidak benar di media sosial.

"Informasi di lapangan meluas, muncul provokator. Dikatakan wanita itu melempari masjid, imam diusir, menghentikan solat maghrib, itu semua tidak benar," kata Zulfikar kepada CNN Indonesia, Sabtu (30/7/16).

Pemerintah kota lantas melakukan upaya untuk meredam amuk massa dengan cara menghubungi satu per satu para penyebar isu di media sosial. "Kami minta kepada akun-akun itu agar posting dihapus. Kebetulan kami kenal dengan pemilik akun tersebut," ujar Zulfikar.

Namun massa terlanjur terbakar emosi. Mereka bergerak menghancurkan rumah ibadah umat Buddha. Tiga vihara dan enam kelenteng dibakar dan dirusak massa.

Amukan massa baru berhenti sekitar pukul 4 pagi. Zulfikar mengatakan, polisi telah menangkap para provokator dan penjarah rumah ibadah. Tidak ada yang terluka dalam peristiwa ini.

Saat ini situasi di Tanjung Balai masih mencekam. satuan Brimob yang dibantu Angkatan Laut diturunkan untuk menjaga lokasi.

“Baru kali ini terjadi lagi kerusuhan pasca 98. Tadinya warga rukun, namun gara-gara masalah kecil [jadi timbul kerusuhan],” lanjut Zulfikar.

Share:

Owww Ternyata Patung Budha Amitabha Ini Yang Bikin Mereka Ngamuk Kayak Orang Lapar

Owww Ternyata Patung Budha Amitabha Ini Yang Bikin Mereka Ngamuk Kayak Orang Lapar


Vihara Tri Ratna terletak di tengah kota Tanjung Balai persisnya di Jln  Asahan Tanjung Balai, Sumatera Utara. Didirikan sejak tahun 2006 dengan luas bangunan 1.432 meter persegi yang terdiri dari 4 lantai.  Vihara tersebut dibangun dengan IMB yang dikeluarkan oleh Walikota dengan No. 648/237/K/2006.

Di atas lantai 4 Vihara tersebut didirikan Patung Buddha Amitabha dengan tinggi 6 meter yang diresmikan sejak tanggal 8 November 2009. Patung Budha tersebut merupakan satu kesatuan dengan Vihara Tri Ratna.

Saat ini Vihara Tri Ratna merupakan satu-satunya Vihara di Kota Tanjung Balai yang melayani sekitar 2.000 orang Umat Budha. Selain Vihara, di Kota Tanjung Balai juga terdapat 3 klenteng sebagai tempat sembahyang Umat Budha.Semenjak diresmikan, Vihara tersebut digunakan sebagai tempat ibadah umat Budha dengan nyaman.

Namun, kenyamanan tersebut mulai terusik ketika tanggal 30 Mei 2010 dan 29 Juni 2010 beberapa ormas yang mengatasnamakan "Gerakan Islam Bersatu" melakukan demonstrasi ke Kantor DPRD dan Walikota Tanjung Balai.

Mereka mendesak pemerintah menurunkan Patung Buddha dengan alasan bahwa keberadaan patung tersebut tidak mencerminkan kesan islami di Kota Tanjung Balai dan dapat mengganggu keharmonisan di tengah-tengah masyarakat.

Aksi tersebut menimbulkan reaksi dari berbagai pihak sehingga mendorong pemerintah dan organisasi keagamaan melakukan berbagai langkah yang ditandai dengan berbagai surat untuk menyikapi persoalan tersebut. Beberapa surat yang berhasil kami dokumentasikan dapat terlihat sebagai berikut.

Tanggal 3 Juni 2010 surat dari FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) Sumut No. 60.0-1/FKUB-I/VI/2010 perihal himbauan kepada FKUB Tanjung Balai dan masyarakat agar proaktif menangani kasus penurunan Patung Budha Amitabha dan mengajak masyarakat menjaga situasi tetap kondusif, tidak melakukan tindakan anarkis dan menjaga perdamaian.

Surat tersebut ditandatangani oleh: Drs.Kendro Yahya (Wakil Ketua/ Budha), J.A.Ferdinandus (Sekretaris / Kristen Protestan), Naransami, SH (Bendahara / Hindu), GS.Ir. Djohan Adjuan (wakil Bendahara / Konghuju), Drs. H. Arifinsyah, M.Aj (Anggota / Islam), Drs. Hubertus Lumban Batu (Anggota / Katolik).

Tanggal 8 Juni 2010 surat dari Kementrian Agama Dirjen Bimbingan Masyarakat (BIMMAS) Agama Budha dengan No.DJ.VI/3/BA.02/604/2010 yang ditujukan kepada Ketua Vihara Tri Ratna Kota Tanjung Balai. Inti dari surat tersebut adalah meminta supaya Patung Budha Amitabha dipindahkan ke pelataran atau tempat lain yang terhormat.

Tanggal 12 Juni 2010 surat dari Yayasan Vihara Tri Ratna Tanjung Balai dengan No. 05/YVTR-VI/2010 yang ditujukan kepada Menteri Agama Dirjen BINMAS Agama Budha. Surat tersebut menanggapi Surat Menteri Agama dimana Yayasan Vihara Tri Ratna menyesalkan surat Menteri Agama yang meminta mereka untuk menurunkan Patung Budha.

Sehubungan dengan hal tersebut, Yayasan Vihara Tri Ratna meminta Menteri Agama meninjau ulang surat tersebut karena Patung Budha merupakan satu kesatuan dengan Vihara dan selama ini tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Tanggal 16 Juni 2010 Surat dari Pengurus Daerah Majelis Budhayana Indonesia dengan No. 085/MDI-Sumut/VI/2010 yang ditujukan kepada Dirjen BIMMAS Umat Budha Kementrian Agama.

Surat tersebut sangat menyayangkan surat Dirjen BIMMAS kementerian Agama yang tidak mendengar pendapat berbagai pihak khususnya Umat Budha di Kota Tanjung Balai. Kota Tanjung Balai selama ini kondusif dan keberadaan Patung Buddha selama ini tidak ada masalah dan sesuai dengan Izin mendirikan bangunan yang dikeluarkan oleh Walikota No.648/237/K/2006.

Melalui surat ini MDI meminta Dirjen BIMMAS Agama Budha Kementrian Agama agar menarik kembali surat tersebut. Surat tersebut ditandatangani oleh pengurusnya yang terdiri dari: Upa. Ir. Ony Indra Kusuma, MBS
(Ketua), Upa. Triadi Armin Utama, SP (Sekretaris)

Tanggal 23 Juni 2010 surat dari Kementrian Agama RI Dirjen Binmas Agama Budha yang ditujukan kepada Ketua Vihara Tri Ratna dengan No. DJ.VI/3/BA.02/680/2010 perihal pencabutan surat No. DJ.VI/3/BA.02/604/2010 dan dinyatakan tidak berlaku lagi.

Tanggal 13 Juli 2010 surat dari Kementrian Agama Dirjen Agama Budha No. DJ.VI/3/BA.02/361/2010 yang ditujukan kepada Kakanwil Kementrian Agama Provinsi Sumut perihal mohon bantuan penyelesaian masalah Patung Buddha Vihara Tri Ratna agar dilakukan secara kekeluargaan.

Tanggal 15 Juli 2010 surat dari MUI Kota Tanjung Balai, ditujukan kepada Walikota Tanjung Balai dengan No.010/DP.11/S/VII/2010 perihal saran dan himbauan sehubungan dengan adanya keresahan masyarakat Tanjung Balai yang ditandai dengan adanya unjuk rasa elemen-elemen masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Islam Bersatu ke Kantor DPRD Tanjung Balai tanggal 30 Mei 2010 dan 29 Juni 2010 yang keberatan terhadap letak patung Budha Amitabha yang berada diatas lantai 4 Vihara Tri ratna di Jln. Asahan Kota Tanjung Balai.

Mereka menilai bahwa pihak Vihara Tri Ratna tidak mengindahkan nilai-nilai agama, adat istiadat dan citra umat Islam Kota Tanjung Balai yang ada selama ini. Berdasarkan rapat Komisi Fatwa MUI Kota Tanjung Balai tanggal 14 Juli 2010 yang membahas masalah ini.

MUI meminta pemerintah agar segera menyelesaikan masalah patung tersebut agar kerukunan umat beragama tidak terkoyak koyak atau tercabik cabik, harmonis dan saling menghargai.

Hal tersebut sesuai dengan Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri No.9 dan No.8 tahun 2006 pasal 4 ayat 1 dan 2. Maka sehubungan dengan hal tersebut MUI sepakat dengan surat Menteri Agama yang meminta Ketua Vihara Tri Ratna agar memindahkan Patung Budha ke pelataran vihara atau tempat lain yang terhormat karena umat islam melalui GIB menghendaki demikian.


Share:

Bangsa Ini Sedang Sakit, Ini 10 Rumah Ibadah yang Dibakar Saat Bentrok Warga di Tanjung Balai

Bangsa Ini Sedang Sakit, Ini 10 Rumah Ibadah yang Dibakar Saat Bentrok Warga di Tanjung Balai


Sejumlah vihara dan kelenteng dirusak dan dibakar warga saat terjadi bentrok di Tanjung Balai, Sumatera Utara (Sumut) pada Sabtu (30/7/16) dini hari. Sedikitnya 10 vihara dan klenteng serta 1 yayasan sosial dirusak.

Berdasarkan informasi yang diperoleh detikcom, Sabtu (30/7/2016), ke-10 rumah ibadah dan 1 yayasan sosial tersebut berlokasi di Kecamatan Tanjung Balai Selatan, Kota Tanjung Balai. Dilaporkan juga ada 8 unit kendaraan roda 4 yang dibakar.

Tak ada korban jiwa akibat kejadian. Namun kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah.

Kejadian ini berawal ketika sejumlah warga tak terima dengan aksi salah seorang warga yang memprotes pengeras suara di Masjid Al Maksum. Selanjutnya mereka pada Sabtu (30/7/16) sekitar pukul 00.45 WIB membakar vihara di Kodya Tanjung Balai.

Saat ini situasi sudah kondusif, massa yang diperkirakan berjumlah ribuan orang sebagian telah kembali ke rumah masing-masing. Dalam mengantisipasi kejadian serupa, saat ini setiap vihara dan kelenteng telah dijaga aparat TNI dan Polri.

"Selain itu, juga ada sejumlah mobil rusak. Kita sudah mediasi dengan tokoh-tokoh agama. Kita juga sudah lakukan pengamanan. Untuk korban tidak ada. Kita tetap melakukan pengamanan. Situasi sudah kondusif," kata Kapolres Tanjung Balai AKBP Ayep Wahyu Gunawan kepada detikcom, Sabtu (30/7).

Berikut daftar rumah ibadah dan panti sosial yang menjadi korban amuk warga:

1. Vihara Tri Ratna di Jalan Asahan, Kelurahan Indra Sakti, Kecamatan Tanjung Balai Selatan.

2. Vihara Avalokitesvara di Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Indra Sakti, Kecamatan Tanjung Balai Selatan.

3. Kelenteng Dewi Samudra di Jalan Asahan, Kelurahan Indra Sakti, Kecamatan Tanjung Balai Selatan.

4. Kelenteng Ong Ya Kong di Jalan Asahan, Kelurahan Indra Sakti, Kecamatan Tanjung Balai Selatan.

5. Kelenteng Tua Pek Kong di Jalan Asahan, Kelurahan Indra Sakti, Kecamatan Tanjung Balai Selatan.

6. Kelenteng Tiau Hau Biao di Jalan Asahan, Kelurahan Indra Sakti, Kecamatan Tanjung Balai Selatan.

7. Kelenteng Depan Kantor Pengadaian di Jalan Sudirman, Kelurahan Perwira, Kecamatan Tanjung Balai Selatan.

8. Kelenteng di Jalan MT Haryono, Kelurahan Perwira, Kecamatan Tanjung Balai Selatan.

9. Kelenteng Huat Cu Keng di Jalan Juanda, Kelurahan TB Kota I, Kecamatan Tanjung Balai Selatan.

10. Kelenteng di Jalan Juanda, Kelurahan TB Kota I, Kecamatan Tanjung Balai Selatan.

11. Yayasan Sosial di Jalan Mesjid, Kelurahan Indra Sakti, Kecamatan Tanjung Balai Selatan.

Share:

Pujian Maut Putri Gus Dur : Tak Ada Yang Bisa Nyetir Ahok, Malaikat Saja Sudah Angkat Tangan

Pujian Maut Putri Gus Dur : Tak Ada Yang Bisa Nyetir Ahok, Malaikat Saja Sudah Angkat Tangan


Putri kedua mantan Presiden Abdurrahman Wahid, Yenny Wahid, menilai keputusan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama untuk maju dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017 melalui jalur partai, menunjukkan bahwa pria yang karib disapa Ahok itu cerdik melihat realita politik.

"Saya rasa dia melihat realita politik, karena memang belum pernah teruji ada jaring-jaring independen yang berhasil di DKI," kata Yenny Wahid sebagaimana dikutip Antara di sela-sela acara peringatan sewindu wafatnya ekonom Sjahrir di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (28/7/2016).

Menurut Yenny, tidak menjadi masalah apakah Ahok maju secara independen dengan dukungan kelompok relawan Teman Ahok atau melalui jalur parpol, selama ia bisa membuktikan independensi politiknya.

Saat akhirnya memutuskan maju dalam Pilkada DKI 2017 melalui parpol, Ahok harus membuktikan kepada relawan pendukungnya bahwa dirinya tidak akan disetir oleh siapapun atau menjadi petugas partai, melainkan tetap membuat kebijakan bagi kepentingan masyarakat Ibu Kota.

"Kalau melihat rekam jejaknya kan tidak ada yang bisa nyetir dia (Ahok). Malaikat saja sudah angkat tangan (saya rasa)," tutur Yenny.

Di kesempatan terpisah , ahok pernah menepis anggapan dirinya akan bisa disetir oleh parpol jika di pilkada DKI 2017 nanti tidak jadi maju via independen

"Saya sudah terkenal tidak bisa dipengaruhi oleh parpol manapun. Jadi saya enggak pernah takluk sama parpol manapun, saya hanya takluk pada kepentingan rakyat, Selama parpol sudah tidak mengikuti kepentingan rakyat ya sudah enggak ketemu. Bubaran saja," kata Basuki

Share:
Keluarga Besar Marga Sun. Diberdayakan oleh Blogger.

Breaking News

KAMI MENYEDIAKAN GAME LIVE CASINO TERBARU DI https://bit.ly/2pLGSsO SILAHKAN DAFTAR YA.. SALAM KEMENANGAN YA BOSKU

SABUNG AYAM