Situs Judi Online dan Artikel Sex Indonesia terpercaya 2019

Selasa, 07 Juni 2016

Ini Alasan Konyol ICMI Minta Pemerintah Tutup You Tube Dan Google


Ini Alasan Konyol ICMI Minta Pemerintah Tutup You Tube Dan Google


Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) merekomendasikan dan mendesak pemerintah menutup YouTube dan Google. Langkah ini diminta terkait konten pornografi dan kekerasan di Youtube dan Google.

"Situs ini telah secara bebas untuk menebarkan konten-konten pornografi dan kekerasan tanpa kontrol sedikit pun. Google dan Youtube telah memberikan dampak negatif bagi Indonesia, jika mereka tidak dapat mengontrol situs-situs yang mereka unggah untuk masyarakat," ungkap Sekjen ICMI Jafar Hafsah dalam keterangan pers, Selasa (7/6/2016).

Menurut Jafar, jika Youtube dan Google menolak untuk mengontrol situs mereka, maka dua situs itu layak untuk diblokir. Jutaan konten pornografi dan kekerasan ada di situs tersebut.

"Beberapa waktu lalu Google dan Youtube berhasil memblokir, menghapus, dan menekan berita dan video radikalisme, mengapa pada saat ini Google dan Youtube enggan untuk menghapus konten-konten mereka yang berbau pornografi dan kekerasan," kritiknya.

Rekomendasi ICMI ini, lanjut Jafar, diperkuat oleh kondisi belakangan ini. Hampir semua pelaku pornografi dan kejahatan seksual mengaku mendapatkan rangsangan dan inspirasi dari tayangan porno yang bersumber dari mesin pencari Google dan YouTube yang sangat mudah diakses, baik melalui komputer atau pun telepon genggam.

Pemberantasan konten internet harus secara revolusioner termasuk untuk menutup Google dan YouTube untuk tayang di Indonesia jika mereka menolak pemblokiran.

Berdasarkan penelusuran tim riset ICMI pada situs YouTube dan Google, pada rentang waktu 2010-2016, Indonesia merupakan negara pengakses terbesar kedua situs tersebut, namun yang memprihatinkan, konten porno merupakan kata kunci yang paling banyak diakses dibandingkan konten pendidikan, ekonomi, agama dan sosial politik.

"Teknologi informasi semakin maju di Indonesia, tapi kita tidak mengantisipasi secara serius dampak negatif dari kemajuan teknologi itu, dari sosial, masyarakat dan perubahan gaya hidup, yang mungkin ditimbulkan," jelas Jafar.

"Negara harus hadir pada persoalan yang sangat mendasar ini. Harus ada peraturan dan per undang-undangan yang tegas untuk mengatur permalahan tersebut. Begitu pula adanya sosialisasi dan pengawasan tegas kepada industri dunia maya," tambahnya

Pertimbangan lainnya, situs-situs Google, YouTube, Twitter dan Facebook, telah mendapatan keuntungan yang besar dari Indonesia tanpa membayar pajak sepeser pun untuk pembangunan Indonesia. Ini tidak adil bagi industri e-commerce dalam negeri yang dikenakan pajak.

Terkait konten-konten internet dan teknologi informasi tersebut, ICMI menyatakan Indonesia sebagai negara berpenduduk terbesar sudah saatnya berdaulat dengan memiliki mesin pencari dan sosial media sendiri yang merupakan buatan anak bangsa sendiri.

"Saya yakin, inovator Indonesia mampu membuat mesin pencari seperti Google dan Youtube yang lebih baik. Tentu dengan dukungan pemerintah," pungkas Jafar.

Para cendikiawan yang mengaku muslim ini mungkin tidak sadar jika pemerintah menutup google , maka secara otomatis situs milik mereka sendiri yang beralamat di http://www.icmi.or.id/ juga akan ditutup tidak lagi bisa dibuka

Mungkin para cendikiawan ini merasa kalau situs mereka ini tetap akan aman aman saja & bisa dibuka walau Google Ditutup oleh pemerintah Indonesia

REPOST BY: RAJAPOKER88

Share:

Ini Kronologi Pengeroyokan Anak Buah Ahok Oleh Gerombolan Preman FBR


Ini Kronologi Pengeroyokan Anak Buah Ahok Oleh Gerombolan Preman FBR


Petugas Penanganan Sarana dan Prasarana Umum (PPSU) dihajar secara membabi buta di saat umat muslim tengah melaksanakan ibadah shalat teraweh.

Korban diketahui bernama Nur Hasan (31) dan M Firdaus (23) dipukuli oleh anggota ormas pada Minggu (5/6/2016) sekira pukul 19.00 WIB di ruang Yanmas Kantor Kelurahan Duri Kosambi, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat.

Kapolsek Cengkareng, Polres Metro Jakarta Barat, Kompol Eka Baasith menjelaskan peristiwa tersebut berawal saat kedua korban sedang membersihkan spanduk. Mereka bersama anggota PPSU lainnya mencopot sekitar 15 spanduk apartemen Green Palm dan langsung dibawa ke Kantor Kelurahan.

"Ada sekira 8 orang yang tiba-tiba datang dan memukuli kedua korban secara membabi buta," ujar Eka Baasith pada Senin (6/6/2016).

Para pelaku memakai seragam ormas FBR. Mereka para tersangka ini sudah mengincar kedua korban tersebut.

"Korban dipukuli dan ditendang berkali-kali sehingga mengalami luka parah," ucapnya.
Keributan tersebut segera dilerai oleh Lurah Duri Kosambi, Irwansyah Alam. Pelaku pun langsung pergi dan melarikan diri.

"Korban didampingi dengan Lurah melaporkan kejadian ini ke Mapolsek Cengkareng," kata Eka.

Akibat kejadian itu, Nur Hasan menderita luka lecet dan memar pada punggungnya. Sedangkan M Firdaus mengalami luka lecet pada perut dan paha kanan.

Polisi pun cepat bereaksi. Pada Senin (6/6/2016) aparat berhasil meringkus 5 orang pelaku yang diduga melakukan pengeroyokan tersebut.

Kelima orang yang diamankan di antaranya HI (37), MR (22), AF (32), MH (26), dan F (27). Polisi juga sudah mengantar korban untuk melakukan visum.

"Kami sudah cek TKP (tempat kejadian perakara), mencari serta memeriksa para saksi, dan mengamankan barang bukti. Kasus ini masih dalam pengembangan dan penyelidikan lebih lanjut," paparnya.

REPOST BY: RAJAPOKER88

Share:

DPR Udah Gila, Verifikasi KTP Pendukung Ahok Hanya Dibatasi 3 Hari, Ini Reaksi Keras KPU


DPR Udah Gila, Verifikasi KTP Pendukung Ahok Hanya Dibatasi 3 Hari, Ini Reaksi Keras KPU


Komisi Pemilihan Umum mempertanyakan urgensi di balik pembatasan masa klarifikasi pendukung calon perseorangan dalam Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah yang hanya tiga hari.

Ketentuan itu dinilai membatasi ruang gerak petugas Panitia Pemungutan Suara dalam melakukan verifikasi.

"Sulit untuk memahami (urgensi di balik keputusan DPR membatasi masa klarifikasi). Seharusnya penyelenggara tetap diberi ruang. Yang penting, kan, semua proses verifikasi faktual selesai dalam waktu 14 hari," kata Komisioner KPU Hadar Nafis Gumay seperti dikutip Harian Kompas.

"Tetapi, nanti ada ruang konsultasi antara KPU dan DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) bersama pemerintah. Ini masih akan didiskusikan," tambah Hadar.

Pasal 48 UU Pilkada, yang baru disetujui DPR dan pemerintah menjadi UU mengatur, jika pendukung calon perseorangan tidak bisa ditemui PPS dalam verifikasi faktual di alamatnya, pasangan calon diberi kesempatan menghadirkan mereka ke kantor PPS dalam waktu tiga hari. Jika tenggat itu tak dipenuhi, dukungan dicoret.

Hal itu merupakan ketentuan baru yang diadopsi dari Peraturan KPU Nomor 9 Tahun 2015 tentang Pencalonan Pilkada.

Bedanya, dalam PKPU No 9/2015, tidak ada batasan khusus terhadap waktu klarifikasi ke alamat pendukung.

PKPU mengatur, jika pendukung tidak berada di tempat, tim pasangan calon perseorangan dapat membawa mereka ke kantor PPS kapan saja selama 14 hari masa verifikasi faktual.

Ketua Komisi II DPR Rambe Kamarul Zaman menegaskan, alasan di balik pembatasan masa klarifikasi dukungan calon perseorangan untuk mencegah adanya dukungan fiktif.

Ia membantah jika aturan itu dimaksudkan untuk menghalangi calon perseorangan berpartisipasi di pilkada.

Namun, menurut Hadar, apabila hal itu yang dikhawatirkan, pembatasan masa klarifikasi bukan solusi yang tepat.

"Kalau begitu kekhawatirannya, pastikan pengawas bekerja betul. Namun, tidak dibatas-batasi," ujar Hadar

REPOST BY : RAJAPOKER88


Share:

Amalia Ayuningtyas Di isukan Sebagai Non Muslim & Tidak Berjilbab, Ini Kata Teman Ahok


Amalia Ayuningtyas Di isukan Sebagai Non Muslim & Tidak Berjilbab, Ini Kata Teman Ahok


Memasuki hari kedua ramadhan, salah satu founder sekaligus juru bicara Teman Ahok, Amalia Ayuningtyas tetap tak luput dari fitnah oleh pihak tidak bertanggung jawab.

Kali ini fitnah yang disebarkan berkaitan dengan keyakinan Amalia. Amalia dituduh sebagai bukan pemeluk islam dan menggunakan hijab hanya sebagai taktik politik.

Menanggapi hal ini, Amalia menanggapi dengan kepala dingin, “sudah biasa” katanya. “Terlalu banyak fitnah yang sudah kita alami, tapi karena ini bulan Ramadhan, kita berharap fitnah ini dapat diluruskan supaya tidak lebih banyak yang berdosa karena prasangka” lanjut perempuan berkacamata ini.

Ironisnya, informasi tersebut disebarkan menggunakan foto orang lain yang kebetulan sama-sama memakai kacamata namun tidak memakai hijab. Ada beberapa foto perempuan berbeda dicatut sebagai Amalia, namun yang jelas tidak satupun foto yang tersebar merupakan foto Amalia. “Itu bukan foto saya” tegas Amalia.

Beredarnya informasi fitnah ini menuai banyak protes dan testimoni dari rekan-rekan Amalia yang sudah mengenalnya sejak lama.

Maharsi Wahyu K, kakak kelas Amalia semasa SMA menulis di dinding Facebooknya, “Sejak saya kenal dia pulalah saya lihat dia selalu berjilbab rapat, tanpa pernah melihatnya sekalipun keluyuran tanpa jilbab yang artinya berita tersebut sama sekali tidak benar” tegasnya.

Informasi fitnah tersebut disebarkan pertama kali oleh akun Facebook milik “Zeng Wei Jian” dan dengan cepat menyebar di kalangan tertentu. Akun tersebut memakai wacana ‘Silent Attack on Islamic Akidah”.

Bahkan belakangan, akun yang sama juga mengarahkan isu  bahwa Amalia merupakan putri dari politisi PDI Perjuangan Ribka Tjiptaning, meski disebutkan bahwa hal tersebut dalam konfirmasi. “Hal ini juga fitnah. Saya anak dari keluarga sederhana yang tak berpolitik sama sekali.” jawab Amalia.

“Kita sadar ini merupakan tantangan bagi kita sebagai Teman Ahok. Ini merupakan konsekuensi yang harus dihadapi dengan kepala dingin” papar Amalia.

“Namun ini merupakan pembodohan massal dengan sentimen SARA. Untuk pelaku tetap kita maafkan. Kita memang sudah kenyang dengan fitnah semacam ini, namun dalam suasana Ramadhan ini rasanya penting bagi kita untuk meluruskan pikiran publik yang mudah percaya pada hal-hal seperti ini. Kami khawatir malah merusak ibadah kita semua” tutupnya.

Lewat akun fans pagenya, Teman ahok menambahkan bahwa foto tidak berjilbab pendiri teman ahok Amalia Ayuningtyas yang disebarkan akun Facebook milik “Zeng Wei Jian”adalah hoax.

Itu sama sekali bukan Amalia. Amalia tidak pernah ke Singapura sebelumnya, dan Amalia sudah berhijab sejak lama (bisa di konfirmasi di kampus-nya). Kami ikut bersimpati dengan wanita yang ada di foto tersebut, karena fotonya disebar dan difitnah.

Kami telah menelusuri sumber foto ini, dan didapatkan bahwa foto ini bersumber dari akun facebook yang juga mempunyai akun di twitter dan aktif di kaskus. Akun –akun ini bersifat anonim dan tidak bertanggungjawab. Semoga bulan Ramadhan memberikan rahmat kepada mereka.

REPOST BY: RAJAPOKER88


Share:

Senin, 06 Juni 2016

Kapolda Yang Dicarinya Tidak Berhasil Ditemui, Dhani Ngamuk Ngamuk Seperti Ini Di Polda Metro


Kapolda Yang Dicarinya Tidak Berhasil Ditemui, Dhani Ngamuk Ngamuk Seperti Ini Di Polda Metro



Musisi Ahmad Dhani mendatangi Polda Metro Jaya sekitar pukul 10.30 WIB untuk bertemu dengan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Moechgiyarto, Senin (6/6/2016).

Kedatangan Dhani itu untuk meminta jawaban atas aksi unjuk rasa "Panggung Rakyat Tangkap Ahok" di gedung lama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis (2/6/2016) lalu.

"Benar yang ada di Twitter saya. Saya harus datang untuk menyelesaikan masalah penting. Katanya saya mau dipidanakan. Kenapa anak buah saya diamankan," kata Dhani di Polda Metro Jaya, Jakarta Pusat.

Dhani pun juga ingin meminta klarifikasi dan jawaban kenapa pihaknya dihalang-halangi untuk berunjuk rasa di KPK. Padahal, kata dia, organisasi ataupun grup band seperti Slank malah diperbolehkan.

"Permasalahan kenapa itu bisa terjadi? Siapa yang melarang kami aktivis untuk berdemo di KPK? Kenapa kami mengalami kesulitan berdemo di KPK? Dulu Slank aja kok boleh," kata dia.

Namun belum ada kepastian apakah Dhani bisa bertemu dengan Moechgiyarto atau tidak.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Kompas.com, Moechgiyarto sedang rapat tentang analisa dan evaluasi bersama jajarannya. Mengetahui hal tersebut, Dhani pun rela untuk menunggu.

"Saya enggak apa-apa tunggu aja. Saya harus ketemu Kapolda, saya mau tanya kenapa?" ucapnya.

REPOST BY: RAJAPOKER88



Share:

Selesai Sudah, Ini Kata Ahmad Dhani Setelah Berhasil Temui Kapolda Metro Jaya


Selesai Sudah, Ini Kata Ahmad Dhani Setelah Berhasil Temui Kapolda Metro Jaya


Kapolda Metro Jaya Irjen Moechgiyarto akhirnya menerima kedatangan musisi Ahmad Dhani di kantornya. Dalam pertemuan yang berlangsung cukup singkat tersebut keduanya sepakat permasalahan terkait pelarangan aksi 'Panggung Aksi Tangkap Ahok' di depan Gedung KPK beberapa hari lalu selesai.

"Sudah selesai. Nggak ada masalah," ujar Kapolda kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Senin (6/6/16).

Kapolda berdalih setelah dilakukan sejumlah pemeriksaan dan pendalaman atas kasus tersebut, penyidik mendapati jika penanggung jawab aksi tersebut bukanlah Ahmad Dhani. Namun, terjadi penggiringan opini seolah-olah suami penyanyi Mulan Jamila itulah koordinator aksi.

"Sudah selesai. Nggak ada masalah. Sebetulnya tiga hari sudah lapor ke aparat kepolisian. Di situlah kami melakukan penelitian. Di situ penanggung jawab bukan Dhani. Kalau masih ngotot bisa kena pidana, lalu dipelintir oleh media, saya nggak pernah ngomong seperti itu," jelasnya.

Hal itu diamini oleh Ahmad Dhani. Ia malah menyalahkan sejumlah pemberitaan yang dimuat oleh orang-orang tidak bertanggung jawab.

"Sudah terjadi distorsi berita. Membicarakan orang itu siapa tapi disebut Ahmad Dhani. Sejak 2014, banyak online bodong, cerita bodong. Terjadi pemelintiran. Apa yang dimaksud itu bukan Ahmad Dhani. Tapi adalah penanggung jawab demo. Tapi di youtube di tulis Ahmad Dhani akan dipidana," ungkap Dhani usai bertemu Kapolda Metro.

Hal tersebut menurut Dhani, telah dipertanyakan kepada mantan Kabid Humas Kombes Pol Mohammad Iqbal.

"Saya sudah menanyakan ke pak Iqbal, Mohammad Iqbal, tapi masih belum ada. Lalu langsung ke sini (Polda)," tandasnya.

REPOST BY: RAJAPOKER88


Share:

2 Pendiri Teman Ahok Ditahan Imigrasi Singapura, Ini Kata Ruhut Sitompul


2 Pendiri Teman Ahok Ditahan Imigrasi Singapura, Ini Kata Ruhut Sitompul


Pendiri relawan Teman Ahok Amalia Ayuningtyas bersama rekannya, Richard Handris Saerang sempat tertahan di imigrasi Bandara Singapura saat hendak menghadiri acara bertajuk Meet Up Teman Ahok Team yang mengusung tema 'Menuju Indonesia yang lebih baik, festival Makanan Indonesia'. Pihak otoritas Singapura disebut-sebut melarang segala aktivitas politik yang dilakukan di negaranya.

Terkiat hal itu, politikus Partai Demokrat Ruhut Sitompul menilai insiden tersebut tak akan mengendorkan upaya Teman Ahok untuk terus mengumpulkan dukungan. Malah hal itu akan memberikan kekuatan tersendiri bagi Ahok dan para pendukungnya.

"Tidak ada masalah sama sekali. Malah Ahok semakin kuat. Semakin dizolimi, dia akan semakin kuat," ujar Ruhut saat dihubungi wartawan di Jakarta, Senin (6/6/16).

Bahkan, insiden tersebut dinilai Ruhut berlatar belakang karena Singapura takut akan sistem demokrasi yang dianut di Indonesia.

"Indonesia ini negara demokratis. Teman Ahok itu datang ke Singapura untuk menemui WNI. Singapura itu sebenarnya takut saja tertular demokrasi Indonesia," tudingnya.

Meski demikian, partainya belum menentukan siapa calon yang diusung pada Pilgub 2017 mendatang. Hanya saja, Ruhut mendukung penuh Ahok dan menyakini mantan Bupati Belitung Timur akan menang.

"Belum ada keputusan. Kalau saya jelas dukung Ahok. Karena saya dukung untuk menang. Ada yang bilang saya kutu loncat. Asal tahu aja ya, saya dukung dia sebelum menang. Tapi saya tahu dia akan menang. Seperti saya dukung Jokowi dulu," ungkapnya.

REPOST BY: RAJAPOKER88



Share:

Ahok Doakan Supaya Tito Karnavian Menjabat Sebagai Jenderal Bintang Empat (Kapolri)


Ahok Doakan Supaya Tito Karnavian Menjabat Sebagai Jenderal Bintang Empat (Kapolri)


Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama menghadiri acara pisah sambut Kapolda Metro Jaya di Mapolda Metro Jaya pada Senin (21/3/2016) malam.

Irjen Pol Tito Karnavian melepas jabatan Kapolda Metro Jaya untuk menjabat Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Sebagai Kepala BNPT, bintang di pundak Tito akan bertambah.

Sementara itu, posisi Tito sebagai Kapolda Metro Jaya digantikan Inspektur Jenderal Moechgiyarto.

Moechgiyarto sebelumnya menjabat Kapolda Jawa Barat.

Ahok, sapaan akrab Basuki Tjahaja Purnama mendoakan Kepala BNPT Tito Karnavian menjadi Kapolri dikemudian hari.

"Bisa saja nanti serah terima Pak Tito menjadi Kapolri, kami doakan dan aminkan," kata Ahok dalam acara pisah sambut Kapolda Metro Jaya di Mapolda Metro Jaya pada Senin (21/3/2016) malam.

Mantan Bupati Belitung Timur itu merasa beruntung karena memiliki hubungan baik dengan Kapolda Metro Jaya sejak, dia menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Pada akhir sambutan, Basuki kembali melayangkan candaan kepada pria asal Palembang, Sumatera Selatan itu.

"Selamat Pak Moegi (Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Moechgiyarto,-red) masuk Polda dan Pak Tito yang menuju (jenderal,-red) bintang empat (Kapolri,-red)," kata dia.

Jajaran Polda Metro Jaya menggelar acara pisah sambut Kapolda Metro Jaya di Balai Pertemuan Metro Jaya, Senin (21/3/2016) malam.

Inspektur Jenderal Polisi Tito Karnavian resmi menjabat Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) menggantikan Komisaris Jenderal Polisi Saud Usman Nasution.

Tito Karnavian menyerahkan jabatan Kapolda Metro Jaya kepada Inspektur Jenderal Polisi Moechgiyarto yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolda Jawa Barat.

REPOST BY: RAJAPOKER88


Share:

Terkuak, Inilah Bekingan Yang Membuat Dhani Berani Menggertak Kapolda Metro Jaya


Terkuak, Inilah Bekingan Yang Membuat Dhani Berani Menggertak Kapolda Metro Jaya


Bakal Calon Gubernur DKI Ahmad Dhani mendapat dukungan dari sejumlah pengacara yang tergabung dalam Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) dalam perkaranya dengan Polda Metro Jaya.

Hal tersebut diungkapkan oleh pengacara yang juga politikus Gerindra Habiburokhman, "ACTA mendampingi Ahmad Dhani audiensi dengan Kapolda Metro Jaya," katanya Senin (06/06/2016).

Ahmad Dani harus berusan dengan pihak kepolisian menyusul penahan sejumlah kendaraan dan dan perlengkapan sound system untuk aksi Panggung Rakyat Tahan Ahok yang digelar di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Kamis (02/06/2016).

ACTA sendiri dalam beberapa kesempatan sebelumnya kerap berseberangan. ACTA pernah melaporkan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama ke Majelis Ulama Indonesia (MUI), karena dinilai telah melecehkan ayat suci Al-Qur’an dengan penafsiran ngawur.

Sejumlah advokat ACTA juga pernah menggelar potong tumpeng syukuran atas keberanian Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam kasus dugaan korupsi RS Sumber Waras, di jalan Imam Bonjol 44 Menteng Jakarta Pusat, Rabu (13/4/2016).

Salah satu inisiator ACTA, Hisar Tambunan yang juga Kepala Departemen Hukum Tata Negara DPP Gerindra itu, menyebut bahwa secara politik ACTA menegaskan tidak akan mendukung Ahok sebagai calon Gubernur pada pilgub 2017 mendatang.

REPOST BY: RAJAPOKER88


Share:

Minggu, 05 Juni 2016

Ini Pesan Ahok Ke KBRI Singapura Saat Mendengar Amalia Cs Ditahan Imigrasi Singapura


Ini Pesan Ahok Ke KBRI Singapura Saat Mendengar Amalia Cs Ditahan Imigrasi Singapura


Dua pendiri komunitas Teman Ahok Amalia Ayuningtyas dan Richard Saerang sempat ditahan oleh pihak imigrasi Singapura karena diduga akan melakukan kegiatan berbau politis di sana. Atas kejadian ini, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sempat menghubungi KBRI di Singapura.

Ahok mengatakan, dirinya baru mengetahui ada acara Teman Ahok di Singapura itu setelah kasus penahanan Amalia dan Richard mencuat di sejumlah media. Ahok pun langsung menghubungi pihak KBRI di Singapura untuk mengkonfirmasi kabar penahanan tersebut.

"Saya sempat komunikasi dengan KBRI dan menitip anak-anak yang tertahan di imigrasi," kata Ahok kepada detikcom, Minggu (5/6/2016).

Meski demikian, Ahok berterima kasih atas tingginya antusiasme dari pendukungnya di berbagai negara. Ke depan, Ahok pun meminta pendukungnya lebih berhati-hati dalam mengekspresikan antusiasme dukungannya.

Amalia Ayuningtyas dan Richard Saerang sempat ditahan dan diisolasi Imigrasi Singapura. Berdasarkan cerita keduanya, mereka tertahan selama 12 jam di 'Negeri Singa' itu.

"Saya sempat ditahan 12 jam tapi ditahan dalam hal ini bukan berarti sesuatu yang serius. Tapi emang yang pada dasarnya kalau kita nggak bisa balik pada hari itu, kita harus balik pada penerbangan selanjutnya," terang Amalia saat tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

Amalia menegaskan, tak ada acara pengumpulan KTP di Singapura. Masyarakat Indonesia di sana mengundang Amalia untuk mengikuti acara festival bazaar makanan. Namun ada kesalahpahaman terkait pemberitaan.

"Nah sebagai konsekuensinya acara tetap berjalan dengan lancar tapi dengan syarat saya tidak bisa masuk," tegasnya.

REPOST BY: RAJAPOKER88


Share:

Besok Senin Ahmad Dhani Bersumpah Akan Cari & Lakukan Ini Kepada Kapolda Metro Jaya


Besok Senin Ahmad Dhani Bersumpah Akan Cari & Lakukan Ini Kepada Kapolda Metro Jaya


Musisi Ahmad Dhani tak terima dengan pernyataan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Moechgiyarto yang akan menindak tegas dirinya. Untuk itu, Ahmad Dhani mengatakan akan menemui Moechgiyarto untuk menanyakan langsung soal pernyataan tersebut.

Ahmad Dhani mengatakan, dirinya akan menyambangi Mapolda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta. Dia pun meminta agar Moechgiyarto tetap berada di kantornya.

"Besok, Senin jam 10.00 WIB saya akan ke Polda Metro Jaya cari Kapolda yang katanya mau mempidanakan Ahmad Dhani. Tolong info ke Kapolda supaya jangan ke mana-mana," ujar Ahmad Dhani lewat pesan singkat yang disebar kepada wartawan, Minggu (5/6/2016). Dhani juga memposting pernyataan ini di akun twitternya @AHMADDHANIPRAST.

Di twitter, Dhani juga sempat menulis kalimat bernada tantangan kepada Kapolda: "Utk Kapolda Metro Jaya...kalo mau mempidanakan saya ga usah ngoceh2...langsung tangkap saja...saya tunggu di mana saja...kapan saja."

Sikap ini ditunjukkan Ahmad Dhani sebagai respons dari pernyataan Irjen Moechgiyarto yang mengatakan akan menindak tegas dirinya terkait dengan aksi unjuk rasa yang dilakukan bersama Ratna Sarumpaet di depan Gedung KPK, Kamis (2/6/16). Saat itu beberapa peralatan dan kendaraan yang akan digunakan untuk berunjuk rasa ditahan oleh polisi.

Atas masalah ini, Ahmad Dhani pun memberikan penjelasan. Dhani mengatakan saat itu dirinya sepakat untuk tidak berunjuk rasa di depan Gedung KPK dan menggunakan pentas serta alat musik.

"Kronologi yang harus diketahui Kapolda Metro sebelum asal ngomong mau mempidanakan Ahmad Dhani. Pertama, saya ditelepon Krishna Murti (Direskrimum Polda Metro Jaya) perihal demonstrasi tanggal 2 Juni 2016. Krishna melarang demo di depan gedung KPK lama. Katanya ada inpres terus diralat (jadi) instruksi gubernur. Saya setuju. Melarang juga ada pentas, saya turuti," kata Dhani.

Selain itu, Dhani juga membantah akan mementaskan pertunjukan musik dalam aksi unjuk rasa tersebut. Mobil yang digunakannya berisi alat pengeras suara dan kru audio, bukan alat musik band.

"Mobil box saya bawa speaker untuk pengeras suara. Mobil APV berisi crew audio. Tidak ada alat band dalam box, artinya memang tidak ada niat nge-band. Mobil saya ditahan dua-duanya," jelas Dhani.

Soal truk tronton, yang disinyalir untuk dijadikan pentas, Dhani juga membantah. Dia truk tersebut bukan miliknya, dan dia juga tidak pernah menyewanya.

"Pertanyaan saya, di mana pelanggaran hukum yang menyebabkan mobil dan anak buah saya ditahan dan diinterogasi seperti teroris? Apa sebab Kapolda asal omong mau mempidanakan saya?" kata Dhani.

Pernyataan Kapolda yang ditanggapi Dhani itu terkait masalah penahanan sejumlah kendaraan dan peralatan yang rencananya akan digunakan untuk aksi unjuk rasa oleh Ahmad Dhani dan aktivis Ratna Sarumpaet pada Kamis (2/6/16) lalu. Kapolda Metro Jaya menilai saat itu Ahmad Dhani menunjukkan sikap 'ngotot' saat ditindak oleh polisi.

"Telah kita sampaikan kepada yang bersangkutan, yang bersangkutan tetap ngotot. Ya kalau tetap ngotot apa artinya? Artinya melawan perintah aparat, melanggar KUHP dia kalau kita mau tindak. Kan begitu. Tapi karena belum terjadi kita cegah dulu. Tapi kalau benar terjadi ya saya proses itu, saya tindak tegas. Tapi kan cost-nya tinggi. Kalau dia sudah main, saya tindak, biayanya besar. Makanya saya gunakan cost yang lebih rendah," tegas Moechgiyarto kepada wartawan, Jumat (3/6).

Sebelumnya, Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti mengatakan, dirinya telah mencoba mencegah musisi Ahmad Dhani membawa truk tronton untuk aksi di depan Gedung KPK. Krishna bahkan menyatakan kepada Dhani, bahwa hal itu dilarang.

"Betul saya telepon dia jam 8 malam (Rabu 1 Juni). Saya sampaikan 'Dhan, kamu besok mau demo ya? Kata dia, iya. Kalau demo pakai kontainer itu dilarang'," kata Krishna kepada detikcom, Kamis (2/6/16).

Krishna juga sempat menanyakan lokasi demo yang akan dituju Dhani. Dhani menyatakan akan melakukan aksi di depan kantor Gubernur DKI Jakarta dan di depan Gedung KPK.

"Saya sampaikan ada Pergub DKI soal lokasi demo itu di Monas dan DPR. Dan saya katakan kalau ke KPK, Dhani harus berhadapan sama saya," imbuhnya.

"Dia bilang yowis, aku nang gubernur wae," imbuhnya menirukan Dhani.

Krishna juga telah melarang Dhani untuk membawa truk tronton ke depan KPK. "Intinya saya larang dia demo pakai kontainer karena akan memacetkan jalan," lanjutnya.

REPOST BY: RAJAPOKER88


Share:

Soal Postingan Bernada Provokatif Akan Serbu Kedubes Singapura, Ini Kata Teman Ahok


Soal Postingan Bernada Provokatif Akan Serbu Kedubes Singapura, Ini Kata Teman Ahok


Teman Ahok mengaku emosional saat menyampaikan pernyataan yang mengancam bakal menggeruduk Kedutaan Besar Singapura di Jakarta. Pernyataan tersebut disampaikan setelah rekan mereka, Amalia Ayuningtyas dan Richard Handris Saerang ditahan di imigrasi negara singa tersebut.

Pendiri Teman Ahok Singgih Widyastomo mengakui sempat menuliskan ancaman mendatangi kedubes Singapura dengan mengerahkan massa yang sempat dituliskan di media sosial. Namun dia menegaskan, aksi tersebut merupakan ekspresi emosional sesaat.

Dia menjelaskan, ancaman tersebut dilontarkan lantaran tidak dapat menghubungi Amalia dan Richard pasca-dinyatakan tidak dapat masuk Singapura.

"Kami sempat merilis pernyataan kami, yang akan mengerahkan massa. Ini semua kami anggap hanya sikap emosional kami," katanya di Sekretariat Teman Ahok, Jakarta, Minggu (5/6/16).

Singgih mengungkapkan, ekspresi tersebut muncul karena relawan Teman Ahok di Jakarta khawatir tidak dapat menghubungi kedua rekannya tersebut di Singapura. Padahal sebelumnya mereka mendapatkan informasi jika keduanya akan terbang kembali ke Indonesia, Sabtu malam sekitar pukul 22.00 waktu setempat.

"Selain itu Kami mendapat chat jika mereka di tempatkan ruangan kecil. Makanya kami merasa gusar dan emosional," ungkapnya.

Singgih meminta maaf apabila tulisannya di emosional dianggap provokatif. Menurutnya kejadian yang menimpa pendiri Teman Ahok di Singapura akan dijadikan pelajaran.

"Makanya kami minta maaf adanya kata-kata provokatif," tutupnya.

REPOST BY: RAJAPOKER88

Share:
Keluarga Besar Marga Sun. Diberdayakan oleh Blogger.

Breaking News

KAMI MENYEDIAKAN GAME LIVE CASINO TERBARU DI https://bit.ly/2pLGSsO SILAHKAN DAFTAR YA.. SALAM KEMENANGAN YA BOSKU

SABUNG AYAM