Situs Judi Online dan Artikel Sex Indonesia terpercaya 2019

Minggu, 05 Juni 2016

Ini Dia Sosok Muslimah Yang Membuat Ahok Jadi Orang Hebat Seperti Sekarang


Ini Dia Sosok Muslimah Yang Membuat Ahok Jadi Orang Hebat Seperti Sekarang


Dibalik kesuksesan Basuki Tjahaja Purnama, ternyata ada seorang Muslimah dan bangsawan Bugis.

Dia adalah Misribu Andi Baso Amier binti Acca, ibu angkat Ahok, sapaan Basuki.

Saat Ahok kuliah pada Jurusan Teknologi, Fakultas Teknik, Universitas Trisakti di Jakarta, rumah Misribu menjadi tempat tumpangan bagi Ahok.

Ayah Ahok bersahabat dengan suami Misribu, Andi Amier, bangsawan Bugis dari Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan yang merantau ke Jakarta.

Keluarga Misribulah yang membiayai hidup Ahok selama di Jakarta dan memberi makan.

Misribu pula yang meyakinkan Ahok bahwa ia bisa menjadi gubernur yang baik.

Atas jasa-jasanya itu, Ahok menyempatkan diri mengangkat keranda Misribu ke tempat peristirahatan terakhirnya pada pertengahan Oktober 2014 lalu.

Jauh sebelum Ahok jadi gubernur, baik saat jadi bupati di Belitung atau jadi anggota DPR-RI di Senayan, Ahok kerap datang menjenguk almarhum Misribu di Kalibata Timur.

Atau jika tak sempat, Ahok dakan menelpon dua saudara angkatnya, untuk sekadar menanyakan kabar.

"Terus terang kami iri. Kami tahu dia itu sibuk, super sibuk, tapi Ahok, selalu sempatkan telepon kami tanya kabar Mami," kata Andi Analta Amier, putra bungsu pasangan Misribu dan Andi Amier kepada Tribun-Timur.com (Warta kota Network) dalam wawancara, Oktober 2014..

Kakak Analta adalah Nana Riwayatie.

Ahok memanggil dua kakak angkatnya dengan Kak Nana dan Kak Alla.

Alla adalah mantan suami Trie Utami ini.

Dia kini aktif sebagai wirswasta dan di organisasi dakwah di Jakarta.

Sedangkan Nana, kini lebih banyak bermukim di Amerika Serikat.

Dia beranak dua dan menikah dengan Dr Hafil Budianto, putra pejuang kemerdekaan, mantan menlu dan menteri infokom Indonesia (1956-1964), Dr Roeslan Abdulgani.

Kepada Tribun-Timur.com, Andi Alla juga menceritakan, jika semasa Ahok kuliah di Universitas Trisakti, Ahok dan saudaranya kerap datang menjenguk ibu angkatnya.

Bahkan, setiap bertemu dengan tokoh atau orang Bugis di Jakarta, Ahok tidak segan-segan menyebutkan, bahwa biaya kuliahnya dulu datang dari orangtua angkatnya.

Saat masa kampanye Pilgub DKI, cerita Analta, Ahok diajak bertemu dengan Iwan Fals.

"Sama Iwan Fals, Ahok bilang, saya ini dulu dibiayai kuliah sama Orang Bugis." Analta mafhum jika Ahok berkata begitu.

Pasalnya, saat Analta masih memipin kelompok usaha pertambangan pasir silika dan berkantor di Sakti Plaza Senayan, Ahok jadi salah satu mitra usaha Analta.

Setelah tahun 1991, jelas Analta, usaha pasir silika yang berada di Pulau Belitung itu, operasionalnya diambil alih oleh Ahok.

"Dia yang lanjutkan usaha itu, saya tak bisa lagi mengurusnya," kata Alla.

REPOST BY: RAJAPOKER88


Share:

Ini Reaksi Polda Metro Tanggapi Ancaman Ahmad Dhani Yang Besok Akan...


Ini Reaksi Polda Metro Tanggapi Ancaman Ahmad Dhani Yang Besok Akan...


Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono menolak berkomentar soal rencana musisi Ahmad Dhani yang berniat mencari Kapolda Irjen Moechgiyarto.

Dhani berencana menemui Kapolda karena tersinggung dengan pernyataan soal penindakan dalam aksi unjuk rasa di Gedung KPK beberapa waktu lalu.

"Biarkan saja masyarakat yang menilai," ujar Kombes Awi saat dikonfirmasi detikcom, Minggu (5/6/2016).

Namun Awi menegaskan, Kapolda Moechgiyarto tidak pernah mengeluarkan pernyataan soal ancaman pidana bagi Dhani terkait unjuk rasa di KPK.

"Kapolda tidak pernah keluarkan pernyataan tentang mempidanakan Ahmad Dhani," sebutnya.

Melalui akun twitter @AHMADDHANIPRAST dan SMS kepada wartawan, Dhani mengatakan akan menemui Moechgiyarto untuk menanyakan langsung soal pernyataan terkait penindakan hukum terhadap Dhani. Dhani berencana mendatangi Mapolda Metro Jaya di Jl Jenderal Sudirman, pada pukul 10.00 WIB, Senin (6/6/2016).

"Besok, Senin jam 10.00 WIB saya akan ke Polda Metro Jaya cari Kapolda yang katanya mau mempidanakan Ahmad Dhani. Tolong info ke Kapolda supaya jangan ke mana-mana," ujarnya.

Sikap ini ditunjukkan Ahmad Dhani sebagai respons dari pernyataan Irjen Moechgiyarto yang mengatakan akan menindak tegas dirinya terkait dengan aksi unjuk rasa yang dilakukan bersama Ratna Sarumpaet di depan Gedung KPK, Kamis (2/6/16).

Saat itu beberapa peralatan dan kendaraan yang akan digunakan untuk berunjuk rasa ditahan oleh polisi.

Atas masalah ini, Ahmad Dhani pun memberikan penjelasan. Dhani mengatakan saat itu dirinya sepakat untuk tidak berunjuk rasa di depan Gedung KPK dan menggunakan pentas serta alat musik.

REPOST BY: RAJAPOKER88



Share:

Jumat, 03 Juni 2016

Kronologi Penangkapan Aktor Restu Sinaga Yang Miliki Kok**N Kelas Internasional


Kronologi Penangkapan Aktor Restu Sinaga Yang Miliki Kok**N Kelas Internasional


Penangkapan aktor Restu Sinaga oleh jajaran Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan berawal saat penyidik mengincar seorang bandar narkoba jenis kokain kelas internasional. Namun, bandar itu setelah disidik oleh penyidik sudah meninggal dunia.

"Berawal dari kami ingin menangkap bandar kokain kelas internasional di Bintaro. Namun, yang bersangkutan sudah meninggal dunia," kata Kanit II Satnarkoba Polres Metro Jakarta Selatan, ‎Iptu Edy Suprayitno di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (3/6/2016).

Ternyata, barang-barang haram yang dijual oleh bandar itu masuk ke tangan artis berinisial RS. Kemudian, pengembangan dilakukan oleh penyidik untuk menangkap aktor ganteng tersebut.

"Kami akhirnya berhasil menangkap RS di‎ rumahnya. Memang dia juga pengguna kokain," tuturnya.

Ketika ditanya apakah RS merupakan pengedar narkoba jenis kokain, kata dia, ‎status dari yang bersangkutan masih pengguna.

"Sekarang sih masih pengguna narkoba. Kita masih terus melakukan penyelidikan," ucapnya.

Inilah Barang Bukti Narkoba yang Dimiliki Restu Sinaga

Aktor Restu Sinaga (41) yang diamankan jajaran Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan ternyata sudah memakai narkoba selama 3 tahun lamanya. Hal ini sesuai dengan penuturan Restu kepada penyidik Satnarkoba Polres Me‎tro Jakarta Selatan.

"Dia (tersangka) sudah menggunakan narkoba selama 3 tahun. Dia pemakai berat, sampai menggunakan narkoba jenis kokain juga," kata Kanit II Satnarkoba Polres Metro Jakarta Selatan, Iptu Edy Suprayitno di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Jumat (3/6/2016).

Dia menjelaskan pihaknya mengamankan barang bukti narkoba di rumah Restu seperti satu plasti narkoba jenis ganja, obat penenang dumolit, dan 26 butir happy five.

"Dia ditangkap di rumahnya. Dia hanya tinggal bersama kakaknya. Karena ibunya baru meninggal dunia sekitar 1,5 bulan lalu," ucapnya.

Ditangkap

Seperti diberitakan sebelumnya, aktor, Restu Sinaga (41) ditangkap jajaran Satnarkoba Polres Metro Jakarta Selatan‎ lantaran diduga mengkonsumsi narkoba jenis ganja. Restu ditangkap di sebuah rumah kawasan Cipete Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan, Jumat (3/6/2016) dini hari.

Kepala Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Vivick Tjangkung membenarkan adanya seorang artis sinetron yang diamankan lantaran terlibat penyalahgunaan narkoba

"Iya benar ada artis yang ditangkap karena mengkonsumsi narkoba," kata Vivik di Mapolrestro Jakarta Selatan, Jumat (3/6/2016).

‎Dia menjelaskan saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan. Dan nantinya akan dirilis oleh Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Tubagus Ade Hidayat.

"Nanti biar satu suara dari pak Kapolres. Kami akan bilang ke beliau terlebih dahulu," ucapnya.

Namun Vivick enggan menjelaskan lebih rinci penangkapan serta keterlibatan artis tersebut dalam penyalahgunaan narkoba. Menurutnya, saat ini artis tersebut masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

"Sedang proses, belum ada yang dijelaskan, nanti kalau semuanya sudah beres kita kan paparkan," kata dia.‎

REPOST BY: RAJAPOKER88


Share:

Ini Dia Sang Jenderal "Kunyuk"Yang Dituding Gus Dur Dalang Kerusuhan Ambon


Ini Dia Sang Jenderal "Kunyuk"Yang Dituding Gus Dur Dalang Kerusuhan Ambon


Tanpa Gus Dur, negeri ini takkan rame. Dengan Gus Dur, mayoritas disadarkan agar jangan melakukan tirani. Berkat Gus Dur, kaum beragama harus diinsyafkan agar jangan terjebak di ritual formalistik simbol-simbol lahiriyah saja, lebih-lebih agar jangan jumawa.

Di zaman Gus Dur, rakyat jelata, kyai bersendal, sarung dan bajaj masuk istana. Dari Gus Dur lah, sgala mitos2 kedewaan penguasa dan kesakralan politik diruntuhkan. Sejak Gus Dur lah kita bisa menertawakan siapa saja. Dan "Kegilaan" Gus Dur lah yg juga membikin banyak orang sok waras menjadi gila.

Hanya gus dur lah yg di depan anggota DPR, dengan enteng berani mengucapkan "PREK" dan menyebut mereka kayak anak TK, sehingga anggota dewan yg terhormat pun tersinggung berat. Kalimat khasnya "gitu aja kok repot" kerap hadir di berbagai kesempatan.

Makin heboh lagi saat gus dur mengucapkan "Sepuluh persen TNI tak loyal; Wiranto harus mundur dari menkopolkam; Wiranto itu seorang perwira yg baik dan telah menolong saya pada masa lalu; feisal tanjung pernah berusaha membunuh saya dan mega; ada konspirasi dan skenario besar ingin jatuhkan presiden; jakarta siaga II; biang kerok kerusuhan ada di MPR; Tangkap Tomy Winata, tangkap Tomy dan habib Ali Baagil, FPI bajingan, serta lucuti senjata pengawal soeharto yg bukan TNI dan Polri.

Termasuk, "sabda" Gus Dur yg bikin heboh sekaligus bikin ketar ketir publik adalah saat Gus Dur mengatakan bahwa dalang kerusuhan Ambon adalah "Mayjen K".

Lantas saja, Mayjen Kivlan Zen, kawan Letjen Prabowo, merasa dituduh dan ia pun mengunjungi Gus Dur. Gus Dur pun membantah yang ia maksud adalah Kivlan. Kata Gus Dur "Yang saya maksud adalah Mayjen Kunyuk" (bhahaha).

Kivlan merasa tertuduh, sebenarnya itulah tujuan Gus Dur. Orang justru bertanya mengapa Kivlan merasa tersinggung.

Gus Dur pernah menuduh orang berinisial ES terlibat dalam rekayasa pembantaian orang-orang Nahdlatul Ulama di Banyuwangi, Jawa Timur. Eggy Sudjana, aktifis Islam yang dekat dengan Cendana merasa tertuduh.

Ia pun mengunjungi Gus Dur, dan membantah tuduhan itu. Gus Dur, pun lagi-lagi hanya tertawa. "Yang saya maksud itu Eyang S," ujar Gus Dur. Dan publik maklum bisa saja ES itu adalah eyang soeharto. Dan jika Eggy merasa dituduh, malah akan membuat publik percaya bahwa Eggy memang adalah sumber masalah.

Jangan lupakan pula, aksi berani Gus Dur melawan orang2 "terhormat" di DPR dengan mengangkat Rusdiharjo sebagai kapolri tanpa persetujuan DPR, penonaktifan Kapolri Bimantoro dan pengangkatan Chaeruddin Ismail sbagai pejabat sementara kapolri yg lagi2 tanpa persetujuan DPR, memuncak gus dur mengeluarkan dekrit untuk membubarkan DPR, MPR serta partai Golkar (bhahaha).

Gayung pun bersambut. Menanggapi pernyataan2 gus dur yg demikian, pesaing-pesaing politiknya membalasnya dengan pernyataan tandingan (counter discurse), seperti "Presiden gila", "Saraf memori presiden ada yg tidak beres", "Gus Dur jangan pethentang-pethenteng", "Presiden selingkuh dengan Aryanti, "Presiden akan saya jewer" dan sebagainya.

Kata para pengamat, hal demikian mengambarkan terjadinya komunikasi yg tidak sehat. Namun bagi rakyat, itu justru hiburan yg sangat merakyat.

Sebab, selama orde baru, ungkapan2 semisal itu tidak pernah muncul dari elit politik, apalagi dari soeharto yg bahasa-bahasanya sangat baku, kepriyaian, hati-hati, datar, tenang dan seperlunya, sehingga dari sisi retorika tidak menarik dan sudah berurat akar.

Makanya, orang2 pun kaget sekaligus tersadarkan dengan "model" ucapan gus dur. Pun, seharusnya mereka berterimakasih pada Gus Dur karena sudah menyadarkan bahwa kita adalah manusia biasa. Atas jasa "misuh" Gus Dur inilah bahwa misuh adalah lumrah. Misuh adalah bagian dari kesehatan jiwa. Artinya rakyat sudah merdeka, dan bermanis rapi kata bukanlah satu-satunya syarat bahwa orang itu bertakwa.

Jika soekarno adalah meledak-meledak dan revolusioner, Soeharto yg retorikanya datar sehingga kurang menarik didengar, semuanya menjadi beda lagi dengan model komunikasi politik Gus Dur yg kerap mengundang kontroversi dan serba blak-blakan namun dengan kemampuan dialog dan bermonolog yg hebat. Seperti yg pernah dinyatakan Gus Dur:

"Suara rakyat adalah suara Tuhan. Jadi bukan suara profesor, bukan suara siapa-siapa. Saya bicara apa adanya. Rakyat yg paling bodoh sekalipun belum kalah bijaksana dengan orang2 bertitel tinggi. Berapa banyak profesor, doktor, insinyur, sarjana hukum segala macam, ternyata dia maling" (Kompas, 30/6/2000).

Kata "rakyat" diulang dua kali untuk menunjukkan sikap populis gus dur kepada rakyat. Dan secara umum, kiranya semua orang mengaminkan bahwa benarlah orang yg berpendidikan tinggi belum tentu perilakunya mulia. Namun ucapan Gus Dur adalah kalimat bersayap.

Sebab, lebih spesifik lagi jika membaca konteks saat gus dur mengucapkannya, maka publik tak terlalu sulit menerka bahwa yg ia maksud dengan profesor tak lain adalah profesor Amien Rais yg terus menggalang kekuatan mengadakan Sidang Istimewa, sedangkan "Insinyur" adalah Ir. Akbar Tanjung yg memberi angin atas terselenggaranya Sidang Istimewa itu, sedangkan kalimat "maling" tentu saja bermakna sangat dalam, yg maklumlah kita bahwa itu sepertinya pas dinisbahkan kepada anggota2 DPR yg kerap doyan korupsi (sekaligus yg mendukung memakzulkan Gus Dur).

Kini, Gus Dur telah tiada, banyak yg tidak menyukainya namun saya yakin yg mencintainya jauh lebih banyak. Dia berani menantang arus, dia berkata apa adanya, kerap dikecam oleh umat yg seagama dengannya namun yg mengaguminya dari yg seagama juga tak terkira.

Jika ada kyai-kyai, ustadz-ustadz, dan habaib2 yg tak sependapat dengannya (bahkan yg konfrontatif), maka kyai2, ustadz-ustadz, para habaib (keturunan rasulullah) yg mendukungnya juga ada, lah khan Gus Dur juga habib, punya garis keturunan darah biru dari wali songo hingga nasab ke baginda nabi juga.

Bagi orang2 termarjinalkan, yg sering dilupakan, yg minoritas, Gus Dur adalah pahlawan. Ia adalah salah satu simbol kebebasan, kesetaraan dan kemerdekaan.

Gus Dur, adalah representasi para rakyat jelata apa adanya, manusia biasa, punya kekurangan dan kelebihan, bisa khilaf bisa benar.

Yg dapat memberi pelajaran bahwa kalau jadi pemimpin itu ya merakyat apa adanya, manusia biasa yg jangan merasa hebat dari manusia lainnya. Dia representasi pemimpin yg bertutur kata apa adanya, seharusnya ya dimaklumi kalau dia berucap apa adanya, siapa tau memang benar ada apanya.

Perlu bahasa cinta, kaidah sastra dan dimensi sufi plus punya sense humor yg tinggi dalam mencerna apa yg diucapkannya.

 Sebab statemen2 Gus Dur meski ceplas ceplos namun bukannya tanpa dasar. Bisa2 itu laporan kyai2 mursyidnya, juga intelijen2 kepercayaannya yg tentunya punya akses ke badan intelejen, bisa saja juga dari daya linuwih Gus Dur sendiri.

Konon katanya, bahwa seperti Andy Mallarangeng yg masuk penjara gara2 kasus wisma atlet ternyata dulu punya riwayat pernah "mengata-ngatain" sesuatu yg tak enak kepada Gus Dur.

Si Ngeri Ngeri Sedap Sutan Bathoegana jelas pernah kepleset ngata-ngatain Gus Dur walaupun sudah minta maaf dan dimaafkan, kini juga malah kepleset masuk penjara.

Soeharto yg pengen melengserkan Gus Dur malah lengser duluan. Soeharto yg diduga pernah ingin menghabisi Gus Dur justru dimaafkan Gus Dur. Jelas, kasusnya korupsi dan tak ada sangkut pautnya dengan "mengata-ngatain" Gus Dur itu. Kejatuhan orang2 si anu si ini tak ada kaitannya dengan yg disebut kualat.

Tak ada relevansinya. Tak ada rasionalnya. Namun sepertinya entah kenapa entah berantah kok ada hubungannya ya, silahkan percaya silahkan tidak percaya. Kita tunggu saja siapa berikutnya

REPOST BY: RAJAPOKER88

Share:

Video Kapolda Metro Jaya Marah & Ingin Memenjarakan Ahmad Dhani Lantaran...


Video Kapolda Metro Jaya Marah & Ingin Memenjarakan Ahmad Dhani Lantaran...


Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Moechgiyarto, tadinya bisa saja memenjarakan Ahmad Dhani karena urusan panggung rakyat turunkan Ahok yang akan diadakan di KPK pada Kamis (2/6/2016).

Moechgiyarto menyebut Ahmad Dhani dan kelompoknya ngotot dan tak mengindahkan perintah polisi terkait demo.

Kelompok itu ingin berdemo memakai tronton. Polisi tak memperbolehkan sebab akan membuat kacau jalan raya.

Tapi Ahmad Dhani dan kelompoknya tetap saja nekad membawa tronton.

Sebenarnya, kata Moechgiyarto, pihaknya bisa saja membiarkan konser terjadi dan kemudian memidanakan Ahmad Dhank beserta kelompoknya.

"Mereka kan berarti melanggar perintah aparat. Itu pidana," kata Moechgiyarto.

Baca juga: Dhani: Dhani: Polda, Jangan Cari Gara-gara Sama Saya!

Tapi biayanya terlalu mahal apabila mempidanakan kasus seperti itu. Makanya polisi mengambil jalan termurah. Memberhentikan konser sebelum berlangsung.

Makanya kemudian truk dan peralatan sound system pun diringkus di jalan. Konser pun batal.

Inilah video rekaman saat Moechgiyarto menyampaikan itu dengan berapi-api

REPOST BY: RAJAPOKER88



Share:

Astagfirullah, Inilah "Qoza" Model Rambut Yang Dilarang Islam Tapi Di Praktekkan Ahmad Dhani


Astagfirullah, Inilah "Qoza" Model Rambut Yang Dilarang Islam Tapi Di Praktekkan Ahmad Dhani


Apa itu qoza’? Qoza’ adalah memotong rambut secara tidak rata sehingga sebagian dicukur habis (dibotaki),

Sebagian lainnya tidak dipotong atau dibiarkan panjang. Di zaman sekarang, banyak model qoza’ terutama dilakukan oleh anak muda seperti Cagub DKI Ahmad Dhani.

Umumnya qoza’ di masa kini membentuk motif tertentu baik seperti ukiran, suatu lambang, atau hanya garis saja.

Qoza’ ternyata telah dijumpai pada zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabat radhiyallahu ‘anhum.

Saat itu, qoza’ biasanya dilakukan oleh orang-orang jahiliyah. Sedangkan bagi umat Islam, Rasulullah menegaskan bahwa qoza’ merupakan perbuatan yang dilarang.

عَنْ نَافِعٍ مَوْلَى عَبْدِ اللَّهِ أَنَّهُ سَمِعَ ابْنَ عُمَرَ – رضى الله عنهما – يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يَنْهَى عَنِ الْقَزَعِ

Dari Nafi’ Maula Abdullah bahwa ia mendengar Ibnu Umar radhiyallahu anhuma mengatakan: Aku mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam melarang qoza’ (HR. Bukhari)

Hadits lain melalui jalur Anas bin Malik juga menegaskan larangan yang sama

عَنِ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – نَهَى عَنِ الْقَزَعِ

Dari Ibnu Umar bahwasanya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam melarang qoza’ (HR. Bukhari)

Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan qoza’ adalah:

يُحْلَقُ بَعْضُ رَأْسِ الصَّبِىِّ وَيُتْرَكُ بَعْضٌ

Mencukur sebagian rambut dan membiarkan sebagian lainnya (HR. Muslim)

Rasulullah juga pernah melihat qoza’ secara langsung lalu beliau melarangnya.

رأَى رسُولُ اللهِ – صلى الله عليه وسلم – صَبِيّاً قَدْ حُلِقَ بَعْضُ شَعْرِ رَأسِهِ وَتُرِكَ بَعْضُهُ ، فَنَهَاهُمْ عَنْ ذَلِكَ ، وقال : احْلِقُوهُ كُلَّهُ ، أَوِ اتْرُكُوهُ كُلَّهُ

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah melihat anak yang dicukur sebagian rambutnya dan dibiarkan sebagian lainnya, maka beliau melarang hal itu dan bersabda: “Cukurlah seluruhnya atau biarkan seluruhnya” (HR. Abu Daud dan An Nasa’i)

Imam Nawawi menjelaskan bahwa para ulama telah sepakat bahwa qoza’ ini hukumnya makruh. Kecuali jika untuk keperluan tertentu seperti bekam atau pengobatan. Wallahu a’lam bish shawab

REPOST BY: RAJAPOKER88


Share:

Ini Hal Menarik Kasus Rs Sumber Waras Yang Akan Segera Diungkap Ketua KPK Ke Publik


Ini Hal Menarik Kasus Rs Sumber Waras Yang Akan Segera Diungkap Ketua KPK Ke Publik


Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo mengatakan dua hingga tiga pekan ke depan akan mengumumkan hasil penyelidikan dugaan korupsi pembelian sebagian lahan Rumah Sakit Sumber Waras.

“Harapan saya dua atau tiga minggu lagi akan saya umumkan itu,” kata Agus di Pusat Pendidikan Latihan Badan Pemeriksa Keuangan di Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (2/6/16).

Ia menambahkan, sudah ada perkembangan dalam penyelidikan kasus Rs Sumber waras.

Hasil audit investigasi BPK yang menyatakan ada kerugian negara dalam pembelian lahan juga menjadi pegangan KPK.

Namun, Agus menegaskan, anak buahnya tetap berhati-hati dalam mengusut kasus ini. “Kami pengin ada informasi yang lebih akurat," ujar Agus.

Meski demikian, Agus mengatakan memang belum sampai pada penetapan tersangka. “Tapi, ada perkembangan menariklah, begitu,” ujarnya.

Seperti diketahui hasil audit investigasi BPK menemukan kerugian negara Rp 119 miliar.

KPK sudah memerika Ahok dan Ketua Yayasan Sumber Waras Kartini Muljadi. Namun, kasus ini belum naik penyidikan apalagi penetapan tersangka

REPOST BY: RAJAPOKER88



Share:

Rabu, 01 Juni 2016

Ruangan Fadli Zon Dilengkapi Dengan Kasur Empuk Bahkan Kursi Pijat, Ini Kata Ruhut Sitompul


Ruangan Fadli Zon Dilengkapi Dengan Kasur Empuk Bahkan Kursi Pijat, Ini Kata Ruhut Sitompul


Ruang kerja Wakil Ketua DPR Fadli Zon dilengkapi dengan kasur empuk bahkan kursi pijat. Anggota Komisi III DPR dari PD Ruhut Sitompul pun terkekeh.

"Kalau aku ketawa termehek-mehek aja," kata Ruhut sembari tertawa lebar, saat berbincang dengan wartawan, Rabu (1/6/2016).

Ruhut membandingkan ruangan kerja Fadli Zon yang luas lengkap dengan sofa empuk, meja makan, bahkan kasur dan kursi pijat dengan ruangannya. Menurut Ruhut itu jauh sekali perbandingannya.

"Kayak langit sama bumi," kata Ruhut.

"Ada saunanya nggak tuh?" sentil jubir PD ini.

Tapi Ruhut tak ingin menyalahkan Fadli Zon. Kalau itu perlengkapan memang bermanfaat untuk pekerjaan pimpinan DPR, Ruhut tak mempersoalkan.

"Kalau itu berfungsi, misalnya kerja sampai pagi, mungkin perlu. Kalau aku sih nggak perlu," katanya menahan tawa.

"Kalau kerjanya dia seperti Polres, Kodim, nggak apa-apa. Tapi kan pejabat negara yang mungkin kerjanya nggak di kantor terus ya, aku sih nggak lihat ada urgensinya," pungkasnya.

REPOST BY: RAJAPOKER88


Share:

Dihujat Masyarakat Luas Lantaran Ada Kasur Mewah Di Ruang Kerjanya, Ini Reaksi Fadli Zon


Dihujat Masyarakat Luas Lantaran Ada Kasur Mewah Di Ruang Kerjanya, Ini Reaksi Fadli Zon


Netizen ramai membicarakan foto pertemuan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah, Fadli Zon dan musisi Ahmad Dani. Bukan karena ada penampakan, tetapi tempat tidur di ruang kerja pimpinan DPR itu yang dibahas.

Dalam akun twitter @fadlizon terlihat keakraban ketiganya saat makan siang. Fadli akhirnya angkat bicara soal fasilitas seperti kasur yang sudah ada sejak zaman Bung Karno. ( Baca: Gara Gara Foto Ini, Fadli Zon Jadi Sasaran Cibiran Masyarakat Luas )

"Dari zaman BUMN sudah begini, semua pejabat ada. Dari puluhan tahun ya ini tidak ada yang istimewa. Ini semua, presiden, menteri, Ketua MPR, mungkin Kapolres dan Kapolsek ada. Bukan dibangun khusus, dari zaman baheula (dahulu) begitu," ujarnya di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (1/6/16).

Politikus Gerindra itu menyatakan, bahwa ruang istirahat hanya dimiliki para pimpinan DPR. Sebab anggota DPR sendiri hanya memiliki ruangan yang kecil, bahkan dibatasi oleh sekat-sekat antara satu ruangan dengan ruangan lainnya.

"Tapi itu hanya untuk pimpinan, sementara anggota ruangannya terlalu kecil. Ada UU Bangunan kok. Di dalam UU Bangunan, harusnya anggota DPR, ruangannya itu setara eselon I adalah 120 meter persegi. Itu bukan pimpinan loh, baru anggota. Sekarang anggota kita berapa, cuma 6x6 meter jangan-jangan," ungkap dia.

Bahkan dia pun membandingkan ruangan kantornya dengan pejabat-pejabat negara lainnya. Sebab menurut Fadli, bahkan sekelas Sekjen di kementerian saja ruangannya cukup besar dan mewah.

"Jadi kalau ruangan itu, ruangan DPR dibanding ruangan menteri itu tidak ada apa-apanya. Coba cek aja ruangan menteri kayak apa, coba ruangan Gubernur BI, mungkin empat kali lipat ruangan ini," tegasnya.

"Kalau ruangan (pimpinan) DPD mungkin lebih besar, lihat saja. Wakil ketua DPD kalau tidak salah 1,5 lebih besar dari ini. Ini termasuk yang paling kecil. Apalagi ruangan Ketua DPD besar banget, ruangan Ketua MPR, waduh besar banget, ruangan menteri," ungkapnya.

Meski memiliki kasur di ruang istirahat, dia mengaku jarang menggunakannya. Sebab Fadli mengaku lebih banyak berada di ruang kerjanya dan bahkan bertugas ke luar kantor.

"Saya cuma sekali ini pernah tiduran di sini sekitar 10-15 menit, waktu itu pas lagi ada rapat yang panjang. Ini tempat tidur enggak pernah saya pakai, tidak sempat dan tidak pernah nginap," tutup Fadli.

REPOST BY: RAJAPOKER88 


Share:

Cerita Ahok Dibilang Kurang Ngajar Oleh Megawati dan Hubungan Sebenarnya Antara Ahok & PDIP


Cerita Ahok Dibilang Kurang Ngajar Oleh Megawati dan Hubungan Sebenarnya Antara Ahok & PDIP


Awal tahun 2016, suhu perpolitikan di Jakarta mulai memanas meski gelaran Pilgub DKI masih setahun lagi. Sebagai calon petahana, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, termasuk yang mempersiapkan kemenangannya sejak jauh hari.

Saat sejumlah lawan politik mulai bermunculan, banyak yang bertanya-tanya siapa calon wakil gubernur yang bakal mendampinginya. Ahok, sapaan Basuki, memilih nama Djarot Saiful Hidayat, wakil gubernur yang saat ini mendampinginya. Ahok merasa sudah cocok bekerja dengan mantan wali kota Blitar itu.

Untuk memuluskan keinginannya itu, Ahok pertama kali menyampaikan nama Djarot pada Teman Ahok, relawan yang membantu mengumpulkan KTP warga DKI sebagai dukungan.

"Saya panggil kalian bukan karena sudah dekat 1 juta (KTP), tapi karena kalian sudah mau nyalonin (wagub). Saya juga pertama kali namanya ketemu Singgih dan Amalia. Saya tanya sama dia, dia bilang gini, 'oh enggak pak. wakil mah terserah bapak' kalau gitu aku sudah cocok sama Djarot. Saya Djarot ya, 'Oh gak apa-apa pak! Kita enggak apa-apa pak.' Oke dong," cerita Ahok kepada merdeka.com di ruang kerjanya di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (31/5/16).

Ahok sempat tenang lantaran bisa berpasangan kembali dengan Djarot. Namun, Teman Ahok kembali bertanya apakah PDIP sudah pasti mendukung Ahok di Pilgub DKI. Meskipun, kata Ahok, para relawan sudah tahu bagaimana kedekatan mantan bupati Belitung Timur itu dengan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri. Dalam hitung-hitungannya pula, peluang menang lebih besar jika diusung PDIP yang memiliki 28 kursi di DPRD DKI Jakarta sehingga tak diperlukan koalisi.

"Terus pertemuan berikutnya, saya tanya kalau saya sama PDIP bagaimana? Saya udah lama loh sama PDIP dulu? Saya sama Bu Mega baik banget pasti Bu Mega kasih, saya dengan PDIP enggak butuh koalisi nih. Tapi mereka bilang 'bukan begitu pak, kami kan khawatir kalau partai enggak mau calonkan bapak bagaimana? Karena independen calonkan dulu'," ujarnya menirukan kekhawatiran Teman Ahok.

Lalu Ahok menantang Teman Ahok untuk mengumpulkan satu juta KTP sebelum menentukan strategi selanjutnya jika harus bicara dengan Megawati.

"Kalian kalau enggak dapat sejuta, gue ikut partai ya. Kan gue dah punya partai ngapain gue mau nunggu lu orang. Akhirnya oke. Terus kita kejar," lanjut suami Veronica Tan ini.

Selang beberapa saat setelah pertemuan itu, calon gubernur DKI yang juga pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra sempat membuat pernyataan yang sempat membuat Teman Ahok ciut. Yusril menyebut lembaran dukungan maju independen yang disebar oleh para relawan hanya berisikan nama Ahok, padahal diharuskan ada wakilnya sebagai bentuk persetujuan.

"Tiba-tiba keluar statement kalau diisi (nama cawagub) itu pelanggaran pidana. Karena yang dikumpulin kan cuman nama saya. Ketakutan lagi anak-anak ini, 'Waduh pak gak bisa ini, kita juga takut dituntut pak. Gara-gara Yusril ngomong' Padahal sebenarnya enggak, cuman mereka takut."

Ahok seolah 'dipaksa' memberikan nama cawagub dalam waktu seminggu. Sebab barisan pendukungnya membutuhkan waktu dua sampai tiga bulan untuk memenuhi tuntutan Ahok mengumpulkan ulang KTP sebanyak 1 juta.

Setelah berpikir sejenak, Ahok masih berharap bisa memasukkan nama Djarot dalam lembar dukungan tersebut. Sebagai usaha terakhir, dia pergi ke Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat untuk meminta restu dan pendapat Ketua Umum PDIP Megawati.

Kepada merdeka.com Ahok membeberkan isi pertemuannya dengan Mega.

"Bu, ini anak-anak ini tidak antipartai. Anak-anak ini niatnya baik, tapi mereka juga orang apolitik. Sekarang mereka setuju, saya sama Djarot. Cuman mereka ragu, Ibu kasih enggak! Karena Djarot juga enggak berani ikut kalau Ibu gak kasih," kata Ahok mengulang perbincangan saat itu dengan Mega.

"Mana bisa main paksa gitu, kan ada prosedurnya di partai," kata Ahok menirukan jawaban Megawati.

Ahok sempat mengusulkan PDIP segera melakukan rapat terkait persiapan Pilkada. Sebab Teman Ahok menunggu siapapun nama Cawagub untuk masuk dalam lembaran dukungan hingga 1 Maret 2016.

"Kurang ajar emang nih Ahok, didesek gue. Mana bisa, masih jauh," kata Ahok menirukan jawaban Megawati.

Nama cawagub belum juga diputuskan PDIP hingga tanggal yang ditentukan. Ahok kembali didesak Teman Ahok untuk memutuskan nama cawagub yang akan disertakan di lembar dukungan yang akan disebar.

"Ya sudah Heru saja kalau gitu. Telepon Pak Heru. 'Pak Heru di mana? Datang ke rumah biar yang lainnya kenal' datanglah ke rumah. Langsung mereka putuskan, Pak Heru berani. Tanggal 7 mereka masukkan nama Heru," ungkapnya.

Kemudian, Ahok dan Megawati kembali bertemu saat Konfrensi Tingkat Tinggi Organisasi Kerjasama Islam di JCC Senayan pada 7 Maret 2016. Saat momen berdua, suami dari Veronica Tan ini memberitahukan bahwa relawannya yang kebanyakan anak muda ini tidak bisa dibendung.

"Bu sepertinya anak-anak ini enggak bisa ditahan, mereka akan tetap majukan saya dan Heru. Saya cuma bilang kalau sampai batas waktunya enggak bisa saya mohon maaf loh saya bisa ikut PDIP loh ini, saya mohon maaf," kata Ahok mengulang perkataannya.

"Ya udah nanti sore ke rumah saja, kita makan," ujarnya menirukan Megawati.

Untuk kedua kalinya Ahok kembali bertemu Mega. Mantan Bupati Belitung Timur ini kembali menceritakan, Megawati sebenarnya tidak ada masalah jika dirinya berdampingan dengan Heru. Hanya saja, ibunda Puan Maharani ini menyayangkan jika mereka harus berseberangan dalam Pilkada DKI Jakarta 2017 mendatang.

"Buat apa kita pisah jalan. Harusnya kita satu," tutur Ahok menirukan Megawati.

"Bu, ini kita enggak mungkin gabung. Partai PDIP enggak mungkin mendukung calon independen. Saya bilang, saya juga enggak mungkin dong ninggalin anak-anak ini. Sudah hampir sejuta. Itu yang saya pikirin. Nanti saya juga akan ngomong sama anak-anak ini gimana? Itulah yang terjadi sebetulnya hubungan kita dengan PDIP," pungkas Ahok

REPOST BY: RAJAPOKER88



Share:

Ahok Ngomong Begini Ke Heru Jika Sampai Mundur Sebagai Cawagub Independen DKI 2017


Ahok Ngomong Begini Ke Heru Jika Sampai Mundur Sebagai Cawagub Independen DKI 2017


Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyatakan kemungkinan akan maju kembali bersama wakilnya saat ini, Djarot Saiful Hidayat dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017.

Ahok telah mengonfirmasi langsung ke Heru, soal isu yang beredar bahwa dirinya mundur dari pencalonan.

Meski kabar itu ditepis Heru, Ahok menyatakan, kalau mundur, maka dirinya kemungkinan besar akan bersanding kembali dengan Djarot.

"Aku cuma ledekin, kalau kamu (Heru) tidak mau (maju dalam Pilkada), gua balik ke bini lama loh, he-he," ujar Ahok seusai meresmikan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak Sawo di Cipete Utara, Jakarta Selatan, Selasa (31/5/2016).

Heru juga menyampaikan kepada Ahok, dirinya masih bersedia untuk maju melalui jalur perseorangan dalam Pilkada DKI 2017.

Meski diakui Heru, terjun di dunia politik terasa berat. Beberapa waktu belakangan, Heru mengaku merasa 'dihajar' oleh pihak tertentu.

"Aku tanya sama dia, tidak (mundur dari pencalonan). Cuma dia bilang, 'Pak, rasanya politik ini berat juga ya Pak. Dihajar melulu nih Pak. Lama-lama bisa tidak tidur juga nih'," ucap Ahok.

Hingga kini, Ahok-Heru maju melalui jalur perseorangan didukung relawannya, Teman Ahok yang telah mengumpulkan Kartu Tanda Penduduk mencapai 900 ribu. Ahok-Heru juga didukung oleh dua partai politik, yakni Hanura dan Nasdem

REPOST BY: RAJAPOKER88


Share:

Ini Alasan Jubir Masjid Luar Batang Bilang :Semua Boleh Datang ke Masjid Luar Batang Kecuali Ahok


Ini Alasan Jubir Masjid Luar Batang Bilang :Semua Boleh Datang ke Masjid Luar Batang Kecuali Ahok


Jelang Ramadhan pada Juni 2016, kondisi Masjid Luar Batang di Penjaringan, Jakarta Utara, kini lebih kondusif. Isu penggusuran yang diwacanakan Pemprov DKI kini sudah jarang terdengar setelah Gubernur Basuki Tjahaja Purnama menyebut untuk menghentikan rencana penertiban Luar Batang.

Juru bicara Masjid Luar Batang, Mansur Amin, mengatakan, isu penggusuran kini memang sudah jarang terdengar. Namun, dia mengaku penjagaan di Kampung Luar Batang tetap dijaga ketat.

"Kondisinya pasti lebih khusyuk karena mau Ramadhan, tapi kami tetap siaga 1. Selama belum ada kejelasan atau pengumuman resmi, kami tidak akan mengendurkan penjagaan," ujar Mansur kepada Kompas.com di Masjid Luar Batang, Selasa (31/5/2016).

Menurut Mansur, warga Luar Batang akan merasa lega jika Pemprov benar-benar secara resmi mengumumkan untuk tidak mengganggu tanah Luar Batang, minimal ucapan tersebut dilontarkan oleh Wakil Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat.

Mansur mengatakan, pihaknya menerima siapa pun yang datang untuk beribadah serta berziarah ke Masjid Luar Batang. Termasuk jajaran pejabat Pemprov DKI yang mau datang. Namun, mereka tidak memperbolehkan Ahok datang berkunjung.

"Siapa saja dari Pemprov boleh datang, tapi bukan Pak Ahok. Bukan karena rasis, tapi kami memang bermasalah dengan Ahok karena kebijakannya, wali kota, camat, sampai lurah menurut kami hanya korban saja, dan mereka bukan decision maker," ujar Mansur.

Terkait banyaknya politisi yang mendatangi Luar Batang, khususnya ketika isu tersebut beredar, Mansur mengatakan tidak memandang apakah politisi yang datang memiliki niat yang ikhlas untuk membantu atau hanya sekadar untuk melakukan agenda politik.

"Kami berkeyakinan hati manusia Tuhan yang tahu, kami mengedepankan prasangka baik dan, menurut kami, tamu yang datang adalah tuan. Jadi persoalan mereka datang untuk politik atau sebagainya, urusan mereka kepada Tuhan, kami terima aja," ujar Mansur.

Saat isu penertiban Luar Batang menjadi perhatian masyarakat, para politisi mulai dari anggota DPRD hingga bakal calon gubernur mendatangi Luar Batang.

Sebut saja nama Abraham Lunggana, Sandiaga Uno, dan M Taufik yang sama-sama dari partai Gerindra, serta Tantowi Yahya dari Partai Golkar.

REPOST BY: RAJAPOKER88


Share:
Keluarga Besar Marga Sun. Diberdayakan oleh Blogger.

Breaking News

KAMI MENYEDIAKAN GAME LIVE CASINO TERBARU DI https://bit.ly/2pLGSsO SILAHKAN DAFTAR YA.. SALAM KEMENANGAN YA BOSKU

SABUNG AYAM